M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI Inagurasi 607 Akademia Cemerlang Dunia

ISI BALI Inagurasi 607 Akademia Cemerlang Dunia

Foto: Hari ke-3 Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI, Jumat (27/2).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menginagurasi 607 wisudawan dalam Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor XXXVII, XXXVII, dan XXXIX pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar selama tiga hari, Rabu–Jumat, 25–27 Februari 2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Pemilihan format tiga hari menjadi ikhtiar institusi untuk menghadirkan suasana wisuda yang inklusif dan hangat, memberi ruang bagi orang tua serta keluarga wisudawan untuk bersanding dalam satu ruang kebahagiaan. Di tengah praktik wisuda yang kerap membatasi kehadiran keluarga di dalam gedung, ISI BALI justru membuka panggung bersama sebagai penanda syukur kolektif atas capaian akademik para lulusan.

Foto: Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Mengusung tajuk “Satya-Jnana-Sukha” (Kesetiaan–Pengetahuan–Kebahagiaan), wisuda kali ini mengumandangkan ikrar penggalian kesejatian pengetahuan demi kebahagiaan yang utuh. Pengetahuan yang dimaksud bukan semata capaian intelektual, melainkan kesejatian yang berparaga seni-desain, berpijak pada inovasi digital mutakhir, sekaligus bermahkota keadiluhungan nilai masa lalu.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana dalam sambutannya mengatakan, pada semester ini, ISI BALI meluluskan 607 wisudawan yang terdiri atas 558 lulusan Program Sarjana dan Sarjana Terapan, 30 lulusan Program Magister, serta 19 lulusan Program Doktor. Momentum wisuda didedikasikan sebagai altar pengakuan atas keberhasilan mahasiswa menuntaskan studi dengan penuh tanggung jawab. Bagi lulusan magister dan doktor, inagurasi gelar menjadi mimbar paripurna pembuktian kecakapan-kepakaran seni, desain, dan budaya, sekaligus peneguhan perjuangan memulia nilai-nilai hakiki kehidupan.

Capaian akademik semester ini juga dipatri dalam rekam jejak kerja sama yang kian benderang. Sebanyak 479 mitra bereputasi yang tergabung dalam ekosistem ISI BALI Berdampak—mulai dari dunia usaha dan industri, studio seniman-desainer profesional, hingga lembaga berjejaring global—bersatu memajukan institusi. Atas komitmen berbagi pengetahuan autentik dan cita pemajuan bersama, ISI BALI menganugerahkan penghargaan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha dalam Pasamuan Widya Mahardika pada Jumat, 20 Februari 2026.

Foto: Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Untuk meneguhkan relevansi, jaminan mutu, dan daya saing dalam berkontribusi pada transformasi sosial, budaya, dan ekonomi bangsa, ISI BALI membentuk Kurikulum ISI BALI Berdampak. Kurikulum ini ditetapkan melalui Peraturan Rektor Nomor 3 Tahun 2026 untuk Program Sarjana dan Peraturan Rektor Nomor 4 Tahun 2026 untuk Program Sarjana Terapan, berpayung pada Peraturan Menteri Diktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Kurikulum tersebut menjadi haluan bagi mahasiswa untuk menyosok sebagai seniman, desainer, wirausahawan, peneliti-kritikus, dan pendidik seni berjiwa Pancasila—kreatif, inovatif, bernalar kritis, serta menjunjung nilai kemanusiaan, lingkungan hidup, dan kearifan luhur Indonesia.

Mengiringi capaian akademik dan kerja sama, sivitas ISI BALI juga menghadirkan pembaruan ruang dan simbol institusi melalui pembangunan ikon-ikon baru seperti Tugu Batu, Gerbang Bancingah, Panggung Candi, hingga Jineng Keluhuran. Dalam rangkaian Wisuda dan Dies Natalis ke-23, ISI BALI turut mempersembahkan buku Artistika Rupa Paraga sebagai sumbangsih keilmuan bagi khalayak luas.

Prestasi kelembagaan pun mengukuhkan langkah tersebut. Pada penghujung 2025, ISI BALI meraih Gold Winner Anugerah Kerja Sama Diktisaintek kategori Kerja Sama Industri Terbaik, Silver Winner Anugerah Humas Diktisaintek, Bronze Winner kategori Kerja Sama Internasional Terbaik, serta peringkat ketiga nasional Nilai Kinerja Anggaran 2025 untuk kategori Perguruan Tinggi Satker.

Menutup rangkaian pernyataannya, Prof. Kun Adnyana menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan orang tua atas keberhasilan menuntaskan studi. “Dengan bangga kami melepas Akademia Cemerlang Dunia. Daya cendikiamu mengharum raya, kini sampai nanti. Sejak tali toga dipindah ke sisi kanan, para lulusan resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni kebanggaan ISI BALI, siap mengabdi, berkarya, dan memuliakan kehidupan melalui seni, desain, dan budaya,” ujarnya. (ISIBALI/Humas)

Bali-Bhuwana Rupa 2026 Presents Art and Design Works by 180 International Artists

Bali-Bhuwana Rupa 2026 Presents Art and Design Works by 180 International Artists

Photo: Opening of the International Bali-Bhuwana Rupa Exhibition at Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud, Monday (23/2).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) once again reaffirmed its role as a nodal point for global dialogue in fine arts and design through the organization of Bali-Bhuwana Rupa (Global–Bali Art and Design Exhibition) under the theme “Adhi-Jnana-Astam” (Mastery–Mind–Marvel). The exhibition constitutes one of the prestigious art and design programs within the Bali Padma Bhuwana VI series initiated by ISI BALI, serving as a platform for the exchange of ideas, creativity, and cross-national knowledge.

The exhibition is collaboratively hosted at the Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud, and Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI, running from 23 February to 8 March. The official opening took place on Monday (23/2) at ARMA, Ubud, in a solemn yet enthusiastic atmosphere attended by artists, academics, students, and art practitioners.

Photo: Opening of the International Bali-Bhuwana Rupa Exhibition at ARMA, Ubud, Monday (23/2).

This international exhibition showcases the works of 180 prominent artists and designers from Indonesia, Malaysia, Japan, South Korea, Poland, Australia, and the United States. The diversity of geographical and cultural backgrounds generates a rich visual spectrum, ranging from fine arts and visual design to interdisciplinary explorations that reflect the dynamics of contemporary global art and design practices.

Conceptually, the theme “Adhi-Jnana-Astam” signifies artistic mastery (adhi) grounded in depth of knowledge (jnana), culminating in a compelling creative force (astam). The curatorial direction was entrusted to Jeon Dongsu (South Korea), Arif Bagus Prasetyo, and Warih Wisatsana (Indonesia), who constructed a curatorial narrative emphasizing the integration of technical proficiency, intellectual acuity, and exploratory boldness in contemporary art and design practices.

Photo: Opening of the International Bali-Bhuwana Rupa Exhibition at ARMA, Ubud, Monday (23/2).

The exhibition was officially inaugurated by Malaysian art patron Mohd. Asri Bin Abdul Ghafar, who underscored the importance of regional and international collaboration in strengthening artistic networks and fostering cross-cultural solidarity. The presence of representatives from multiple countries affirmed that art and design function as bridges of dialogue transcending geographical boundaries and cultural differences.

In his remarks, the Rector of ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, stated that Bali-Bhuwana Rupa serves as a space for intellectual encounter and reflection on global artistic developments from a Balinese perspective. He reiterated ISI BALI’s commitment to cultivating an inclusive and progressive artistic ecosystem rooted in local wisdom while remaining adaptive to contemporary transformations. Through this exhibition, ISI BALI seeks to bring the world to Bali and Bali to the world within a meaningful and sustainable celebration of creativity. (ISIBALI/Public Relations)

Bali-Bhuwana Rupa 2026 Presents Art and Design Works by 180 International Artists

Bali-Bhuwana Rupa 2026 Nabdabang Paukudan Seni lan Desain Saking 180 Seniman Internasional

Foto: Pamungkah Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa ring ARMA, Ubud, rahina Soma (23/2).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) malih nindihang linggihne dados pusat paunikan seni rupa lan desain global saking kawentenan Bali-Bhuwana Rupa (Global-Bali Art and Design Exhibition) sane mamurda “Adhi-Jnana-Astam” (Mastery–Mind–Marvel). Pameran puniki silih tunggil program seni-desain utama ring sajeroning parikrama Bali Padma Bhuwana VI sane kamargiang olih ISI BALI, tur dados genah matemu pamineh, kreativitas, miwah paetukaran kaweruhan lintas negara.

Pameran puniki kamargiang sangkaning pakilitan sinarengan ring Agung Rai Museum of Arts (ARMA), Ubud miwah Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI, kawitin saking rahina (23/2) nyantos (8/3). Upacara pamungkah kamargiang ring rahina Soma (23/2) magenah ring ARMA, Ubud, sajeroning kahanan sane ledang tur karemba olih para seniman, akademisi, mahasisya, miwah para pegiat seni.

Foto: Pembukaan Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa di ARMA, Ubud, Senin (23/2)

Pameran internasional puniki mamamerang paukudan seni saking 180 seniman miwah desainer utama saking Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Polandia, Australia, miwah Amerika Serikat. Keberagaman saking genah (geografis) miwah dresta (kultural) punika nincapang spektrum visual sane sugih, ngawit saking seni rupa murni, desain visual, nyantos eksplorasi lintas disiplin sane nyinahang dinamika seni miwah desain kontemporer ring jagate.

Sangkaning konsep, murda “Adhi-Jnana-Astam” puniki mateges pinaka paukudan kawagedan artistik (adhi) sane matunggalan ring dalem kaweruhan (jnana) tur ngawetuang daya cipta sane mautama (astam). Kurasi pameran puniki kamargiang olih Jeon Dongsu (Korea Selatan), Arif Bagus Prasetyo, miwah Warih Wisatsana (Indonesia), sane ngeramu narasi kuratorial antuk nindihang kawigunan integrasi pantaraning kawagedan teknis, kanyantayan intelektual, miwah kawanen eksplorasi ring praktik seni miwah desain kontemporer jagate.

Foto: Pamungkah Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa ring ARMA, Ubud, rahina Soma (23/2).

Pamungkah pameran puniki kalaksanayang olih maesinas seni saking Malaysia, Mohd. Asri Bin Abdul Ghafar, sane nindihang kawigunan pakilitan (kolaborasi) regional miwah internasional sajeroning nincapang jejaring seni tur ngwangun solidaritas kultural antarbangsa. Kawentenan makudang-kudang perwakilan negara ring pameran puniki dados cihna yan seni miwah desain prasida dados titi pangubung paunikan (dialog) sane ngelintangin wates geografis miwah pabinayan dresta (budaya). Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, sajeroning sambrama wacanandané maosang yan Bali-Bhuwana Rupa puniki dados genah matemu pamineh miwah refleksi ngenenin indik limbak seni global ring sajeroning perspektif Bali. Dané nindihang komitmen ISI BALI sajeroning ngwangun ekosistem seni sane inklusif, progresif, tur madasar antuk kearifan lokal, sinambi adaptif nuju pangobahan zaman. Melarapan pameran puniki, ISI BALI mautsaha nunggalang jagat sareng Bali, miwah Bali sareng jagat, sajeroning siki parikrama kreativitas sane mateges tur berkelanjutan. (ISIBALI/Humas)

Bali-Bhuwana Rupa 2026 Presents Art and Design Works by 180 International Artists

Bali-Bhuwana Rupa 2026 Hadirkan Karya Seni-Desain 180 Seniman Internasional

Foto: Pembukaan Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa di ARMA, Ubud, Senin (23/2)

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali menegaskan perannya sebagai simpul dialog seni rupa dan desain global melalui penyelenggaraan Bali-Bhuwana Rupa (Global-Bali Art and Design Exhibition) bertajuk “Adhi-Jnana-Astam” (Mastery–Mind–Marvel). Pameran ini merupakan salah satu program seni-desain prestisius dalam rangkaian Bali Padma Bhuwana VI yang diinisiasi ISI BALI dan menjadi ruang temu gagasan, kreativitas, serta pertukaran pengetahuan lintas negara.

Pameran diselenggarakan secara kolaboratif di Agung Rai Museum of Arts (ARMA), Ubud dan Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI, berlangsung dari (23/2) hingga (8/3). Pembukaan digelar pada Senin (23/2) di ARMA, Ubud, dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme dari kalangan seniman, akademisi, mahasiswa, serta pegiat seni.

Foto: Pembukaan Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa di ARMA, Ubud, Senin (23/2)

Pameran internasional ini memamerkan karya 180 seniman dan desainer terkemuka dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Polandia, Australia, dan Amerika Serikat. Keberagaman latar geografis dan kultural tersebut menghadirkan spektrum visual yang kaya, mulai dari seni rupa murni, desain visual, hingga eksplorasi lintas disiplin yang merefleksikan dinamika seni dan desain kontemporer dunia.

Secara konseptual, tajuk “Adhi-Jnana-Astam” dimaknai sebagai perwujudan penguasaan artistik (adhi) yang bertumpu pada kedalaman pengetahuan (jnana) dan melahirkan daya cipta yang memukau (astam). Kurasi pameran dipercayakan kepada Jeon Dongsu (Korea Selatan), Arif Bagus Prasetyo, dan Warih Wisatsana (Indonesia), yang meramu narasi kuratorial dengan menekankan pentingnya integrasi antara kecakapan teknis, ketajaman intelektual, dan keberanian eksplorasi dalam praktik seni dan desain masa kini.

Foto: Pembukaan Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa di ARMA, Ubud, Senin (23/2)

Pembukaan pameran dilakukan oleh maesinas seni asal Malaysia, Mohd. Asri Bin Abdul Ghafar, yang menegaskan pentingnya kolaborasi regional dan internasional dalam memperkuat jejaring seni serta membangun solidaritas kultural antarbangsa. Kehadiran berbagai perwakilan negara dalam pameran ini menjadi penanda bahwa seni dan desain mampu menjadi jembatan dialog yang melampaui batas geografis maupun perbedaan latar budaya.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bali-Bhuwana Rupa menjadi ruang perjumpaan gagasan dan refleksi atas perkembangan seni global dalam perspektif Bali. Ia menegaskan komitmen ISI BALI untuk terus membangun ekosistem seni yang inklusif, progresif, serta berakar pada kearifan lokal, sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui pameran ini, ISI BALI berupaya mempertemukan dunia dengan Bali, dan Bali dengan dunia, dalam satu perayaan kreativitas yang bermakna dan berkelanjutan. (ISIBALI/Humas)

Institut Seni Indonesia Bali Celebrates Its 23rd Anniversary with an Evening of Poetics and Artistic Expression

Institut Seni Indonesia Bali Celebrates Its 23rd Anniversary with an Evening of Poetics and Artistic Expression

Photo: Panegteg Dies Natalis entitled “Kita Jiwa Kata” during the Evening of Poetics and Artistic Expression at the Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Citta Kelangen Building, Institut Seni Indonesia Bali, Wednesday (25/2) evening.

In commemorating its 23rd Anniversary in 2026, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) आयोजित a Panegteg Dies Natalis titled “Kita Jiwa Kata” as part of an Evening of Poetics and Artistic Expression at the Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Citta Kelangen Building, on Wednesday (25/2) evening. The event served as a reflective space to celebrate the word as the animating spirit of artistic creation and scholarly inquiry.

One of the main agendas was a book discussion of Artistika Rupa Paraga, featuring art curator Arif B. Prasetyo, academic Prof. Dr. Gede Yudarta, and Prof. Dr. Anak Agung Gede Rai Remawa as speakers, with Prof. Dr. Komang Sudirga serving as moderator. The discussion explored how works of art are not merely visual forms but also articulated ideas that can be narrated, critically examined, and academically accounted for.

Photo: Book discussion of Artistika Rupa Paraga during the Evening of Poetics and Artistic Expression at the Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Citta Kelangen Building, ISI BALI, Wednesday (25/2).

On this occasion, copies of the book were symbolically presented to representatives of the Advisory Council, the Head of the Academic Support Unit for the Library, and recipients of the Bali Bhuwana Nata Kerthi Nugraha award, as a form of knowledge dissemination and the strengthening of academic literacy within the university community.

The evening grew increasingly solemn with poetry readings by the Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of the Republic of Indonesia to Kazakhstan, Mochammad Fadjroel Rachman; literary figure Warih Wisatsana; and filmmaker Riri Riza. Their presence underscored that the word possesses a vitality that transcends disciplinary and professional boundaries.

Photo: Poetry reading by Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of the Republic of Indonesia to Kazakhstan, Mochammad Fadjroel Rachman, during the Evening of Poetics and Artistic Expression at the Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Citta Kelangen Building, ISI BALI, Wednesday (25/2).

The Rector of ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, conveyed that the anniversary reception was conceived as an endeavor to celebrate the word as a manifestation of the soul. “The word is our medium for prayer. Together with 24 doctoral faculty members in artistic creation and research, we formulated how the uniqueness of a work can be articulated through language and subsequently framed within Artistika Rupa Paraga. Rupa signifies what is visible, while paraga denotes what can be embodied—flowing as movement and manifesting as performance,” he stated. (ISIBALI/Public Relations)

Loading...