M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Tipografi Dalam Layout

Aug 29, 2010 | Artikel, Berita

Oleh Ni Luh Desi In Diana Sari

Selain peranya sebagai penyampai pesan komunikasi, huruf mempunyai dampak pada ruang dalam suatu layout dua dimensi.

Dalam menentukan jenis huruf dan ukuran yang cocok, perlu memahami beberapa hal berikut: Jenis huruf yang berbeda mempunyai ukuran yang berbeda walaupun menggunakan satuan ukuran yang sama (point).

Walaupun sudah disamakan ketinggian hurufnya dari baseline sampai capline secara manual (Tidak lagi menggunakan satuan point huruf masing – masing), namun secara optis tidak sama tinggi. Ini disebabkan beberapa faktor, antara lain: x-height yang berbeda, beda tebal tipis (stem stroke & hairline stroke), Pengaruh optis dari serif (kait pada huruf) dan lain – lain. (Rustan, 2008:18)

Letter Spacing adalah jarak antar huruf atau karakter, sedangkan istilah kerning sebenarnya adalah pengaturan ruang atau jarak antara karakter yang satu dan yang lain dengan tujuan untuk meningkatkan keterbacaan. Sebaiknya semakin kecil ukuran huruf, jarak antara huruf semakin diperbesar, sebaliknya apabila ukuran huruf lebih besar dari ukuran normal, sebaiknya jarak antar hurufnya diperkecil.

Word spacing adalah jarak antarkata. Word spacing sebaiknya mengikuti letter spacing. Makin lebar letter spacing, word spacing sebaiknya semakin lebar pula. Word spacing harus diatur untuk menghindari terjadinya river.

Tipografi dalam Layout selengkapnya

Categories

Berita Terkini

Loading...