M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Pembukaan “Vidya Vastu Virya”, Diseminasi ISI Bali Berdampak Tugas Akhir Semester Gasal TA 2025/2026

Jan 19, 2026 | Berita, Berita Kegiatan

Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana meninjauPameran Diseminasi Tugas Akhir Fakultas Seni Rupa dan Desain di Nata-Cita Arts Space ISI BALI, Selasa (13/1).

Tidak terasa enam bulan sudah berlalu, 392 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali telah memenuhi kewajiban Tugas Akhir hasil diseminasi program ISI Bali Berdampak. Terlebih diseminasi dari FSRD ISI Bali kali ini menghadirkan calon sarjana dari program studi baru S1 Desain Produk dan S1 Animasi, “Ini merupakan sejarah mahasiswa terbanyak melaksanakan Tugas Akhir di ISI Bali,” lapor Ketua Panitia Diseminasi Program ISI Bali Berdampak, Wakil Dekan 1 FSRD, I Made Pande Artadi.

Dijelaskan bahwa “Vidya-Vastu-Virya” yang artinya “Nalar Berpadu, Daya Menjelma, Karya Berdampak” merupakan tema dari empat macam diseminasi Tugas Akhir FSRD yang dihadirkan dalam bentuk Pameran (13-15/1), Film Screening (18/1), Fashion Show (24-25/1), dan Animation Screening (30/1). Tema ini dilihat relevan terhadap transformasi kampus seni yang telah berdiri 60 tahun lamanya menjadi ISI Bali yang semakin Meraya Cita Samasta.

Secara per kata, “Vidya” sebagai nalar berpadu mencerminkan kedalaman intelektual; “Vastu” sebagai daya menjelma adalah proses kreatif dalam mewujudkan ide; sementara “Virya” merupakan komitmen untuk menghasilkan karya yang memberikan dampak nyata secara sosial, lingkungan dan ekonomi. Keilmuan Seni Rupa dan Desain menjadi medium reflektif untuk memperluas batas pengetahuan manusia. Tema ini pun diharapkan dapat memantik penciptaan karya yang estetis, sarat makna, menggugah pemikiran, dan mampu membuka ruang dialog lintas disiplin. “Konsep tema yang dikemas sangat baik, berkaitan erat dengan diseminasi pertama untuk Kurikulum ISI Bali Berdampak,” apresiasi Dekan FSRD, I Nengah Sudika Negara.

Disampaikan peserta Tugas Akhir  kali ini berjumlah 392 orang, yang terdiri dari 37 mahasiswa Seni Murni, 11 mahasiswa Kriya, 65 mahasiswa Desain Interior, 107 Mahasiswa Komunikasi Visual, 28 mahasiswa Fotografi, 71 mahasiswa Desain Mode, 30 mahasiswa Produksi Film dan Televisi, 22 mahasiswa desain produk, dan 22 mahasiswa Animasi. Adapun program yang telah ditempuh mencakup lima kegiatan pilihan, yaitu Program Magang Berdampak, Studi Projek Independen Berdampak, Wirausaha Berdampak, Asistensi Mengajar Berdampak, dan Program Magang Merdeka yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek.

Selanjutnya Kurator Pameran “Vidya-Vastu-Virya” I Nyoman Payuyasa dan I Putu Arya Janottama menyampaikan bahwa tema yang diusung pada prinsipnya mencoba merangkul serta merajut dari keanekaragaman karya yang dihasilkan oleh mahasiswa di FSRD. Walaupun proses berlalu dalam enam bulan terakhir, sejatinya karya-karya yang dibuat kali ini sebenarnya lahir dari pertama kali mahasiswa menapakkan kaki di ISI Bali. Segala pengalaman, teori, dirajut sehingga karya-karya yang dihasilkan merupakan hilirisasi dari pengalaman-pengalaman mereka serta dampak sosial, lingkungan dan ekonomi yang dihasilkan. “Selain itu, adapun dampak emosional, hasil karya yang dialami yang merupakan hasil bimbingan antara dosen dan mitra, mampu memberikan nuansa tertentu kepada audiens,” perwakilan Kurator, I Nyoman Payuyasa, menyampaikan.

Pameran dibuka dengan sambutan dari Rektor Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, yang mengapresiasi dan berterima kasih atas kerjasama serta sinergi yang baik dari segala jajaran sampai terjadinya diseminasi ini. Termasuk kepada para mitra Program ISI Bali Berdampak yang telah bekerjasama dengan FSRD yang telah berbagi wawasan serta jejaring yang luar biasa kepada mahasiswa. Rektor menekankan bahwa Tugas Akhir adalah bukti teman-teman mahasiswa semakin diakui, menjadi sebuah capaian, sekaligus menjunjung inovasi sebagai ikhtiar kehidupan sejati. “Tugas Akhir bagi kami bukan titik akhir, tetapi ini adalah langkah pertama untuk membangun kontestasi dan inovasi yang semakin nyata, semakin penuh tantangan,” pesan Rektor.

Pembukaan kegiatan diseminasi Tugas Akhir kali ini didukung pula oleh mahasiswa yang baru menyelesaikan program pembelajaran pertukaran lintas fakultas di Program Studi Seni Karawitan dan Prodi Seni Tari yang menyuguhkan hasil program perkuliahan mereka berwujud Tari Cak dan Bleganjur. Pementasan ini meyakinkan bahwa pembelajaran skema kolaboratif dapat memberikan pengalaman praktik dan pengetahuan baru untuk pengembangan wawasan mahasiswa ISI Bali.

Selama Pameran “Vidya-Vastu-Virya” akan hadir berbagai Art Talk dan Pagelaran dari HMP Program Studi di FSRD. Hari ini hadir para mahasiswa Desain Produk, Arsitektur dan Mahasiswa Berprestasi. Salah dua mahasiswa Desain Produk yang ikut dalam Art Talk singkat malam ini, berbagi tentang pengalamannya menjalankan Program ISI Bali Berdampak kepada audiens. Kebetulan keduanya berkarya di Mitra yang sama yaitu Studio Banda, studio industrial design berbasis di Ubud yang telah bekerja sama dengan berbagai studio internasional. Adapun mereka berbagi tentang suka duka dalam Tugas Akhir-nya yang penuh dengan percobaan trial-error akan material-material yang digunakan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menambah wawasan pengalaman kepada adik-adik mahasiswa yang masih studi dan akan mengikuti Program ISI Bali Berdampak.

Categories

Berita Terkini

Loading...