M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Mahasiswa ISI BALI Ikuti Workshop Pembuatan Ider-Ider dan Saput Saka Gedung Jineng

Mar 31, 2026 | Berita, Berita Kegiatan

Foto: Workshop Pembuatan Ider-Ider dan Saput Saka Gedung Jineng di Wantilan Loka Sabha Mandala ISI BALI, Senin (30/3).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar Workshop Pembuatan Ider-Ider dan Saput Saka Gedung Jineng bertajuk “Kriya-Yadnya-Kawiya” pada Senin, 30 Maret 2026, di Wantilan Loka Sabha Mandala ISI BALI. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual, Kriya, dan Seni Murni.

Workshop dibuka oleh Ketua Senat ISI BALI, Prof. Dr. Drs. I Ketut Muka, M.Si. Dalam kegiatan tersebut, ISI BALI menghadirkan perajin asal Klungkung, Anak Agung Gede Anom Martawan, sebagai narasumber.

Ketua Panitia, Dr. Nyoman Laba, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan mengenalkan proses pembuatan gambar ider-ider dan saput saka dengan teknik prada bakar kepada mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari proses artistik, tetapi juga memahami alat dan bahan yang diperlukan, teknik pengerjaan yang baik, hingga tahapan pembuatan karya.

“Mahasiswa diharapkan dapat belajar langsung dari narasumber mengenai teknik pembuatan ider-ider dan saput saka dengan teknik prada bakar, mulai dari penggunaan alat hingga proses pengerjaannya,” ujar Dr. Nyoman Laba.

Foto: Workshop Pembuatan Ider-Ider dan Saput Saka Gedung Jineng di Wantilan Loka Sabha Mandala ISI BALI, Senin (30/3).

Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pembuatan ider-ider dan saput saka yang diawali dengan membuat sketsa motif pada kain beludru. Motif yang digambar umumnya terinspirasi dari ornamen tradisional Bali, seperti patra, pepatran, serta unsur flora dan fauna.

Setelah sketsa selesai, peserta mempelajari teknik prada bakar dengan memanaskan garis-garis sketsa menggunakan solder panas. Bagian kain beludru yang terkena solder akan membentuk alur sesuai gambar yang telah dibuat. Selanjutnya, bagian tersebut diberi warna prada emas sehingga motif tampak menonjol dan berkilau. Teknik ini membutuhkan ketelitian dan kestabilan tangan karena kesalahan sedikit saja dapat merusak kain maupun detail motif yang telah digambar. Melalui proses tersebut, mahasiswa belajar menghasilkan ornamen yang rapi dan memiliki nilai estetis tinggi.

Dalam sambutannya, Prof. I Ketut Muka berharap workshop tersebut dapat memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa, sekaligus menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik yang memperkaya pengetahuan dan keterampilan mereka.

Ia juga menyampaikan bahwa hasil karya yang dibuat dalam workshop ini akan dimanfaatkan sebagai saput saka dan ider-ider Gedung Jineng, bangunan baru di lingkungan ISI BALI yang akan menjalani upacara melaspas pada 4 April 2026.

“Melalui workshop ini, mahasiswa tidak hanya belajar membuat karya, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kebutuhan artistik kampus. Hasil karya yang dibuat hari ini nantinya akan digunakan pada Gedung Jineng yang akan diplaspas pada 4 April mendatang,” ungkapnya. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara pembelajaran akademik dan pelestarian seni tradisi Bali. Dengan menghadirkan perajin berpengalaman, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung teknik tradisional yang memiliki nilai estetika sekaligus fungsi dalam upacara dan arsitektur Bali. (ISIBALI/Humas)

Categories

Berita Terkini

Loading...