
Foto: Kegiatan mareresik dan penanaman pohon di lingkungan Kampus ISI BALI, Jumat (3/4)
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) melaksanakan kerja bakti atau mareresik dan penanaman pohon dalam kegiatan Bali-Dwipantara Karma (Nemu Gelang Nusantara) serangkaian Bali Sangga Dwipantara VI bertema Kerthi-Tuwuh-Krama, Jumat (3/4) di Kampus ISI BALI.
Kegiatan mareresik diikuti oleh ratusan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan ISI BALI. Mereka bergotong royong membersihkan lingkungan kampus, area pura, halaman, serta sejumlah fasilitas penunjang sebagai bentuk persiapan menyambut pelaksanaan Upacara Mecaru, Mlaspas, dan Pasupati, serta Mapadagingan.
Selain kerja bakti, kegiatan juga dirangkaikan dengan penanaman pohon di lingkungan kampus. Penanaman pohon tersebut menjadi wujud komitmen ISI BALI dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung semangat tema Kerthi-Tuwuh-Krama yang menekankan pentingnya keharmonisan antara manusia, alam, dan kehidupan bersama.

Foto: Kegiatan mareresik dan penanaman pohon di lingkungan Kampus ISI BALI, Jumat (3/4)
Suasana kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan bekerja bersama membersihkan lingkungan kampus dan menata area yang akan digunakan untuk pelaksanaan upacara. Kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi nilai gotong royong dan rasa memiliki terhadap lingkungan kampus.
Upacara Mecaru, Mlaspas, dan Pasupati, serta Mapadagingan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/4) bertepatan dengan Hari Raya Saraswati di Pura Padma Nareswari ISI BALI. Rangkaian persiapan melalui mareresik dan penanaman pohon diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan upacara sekaligus memperkuat semangat kebersamaan sivitas akademika ISI BALI. Bali-Dwipantara Karma (Nemu Gelang Nusantara) merupakan salah satu rangkaian Bali Sangga Dwipantara VI yang tidak hanya menghadirkan aktivitas seni dan budaya, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan harmoni sosial di lingkungan kampus.(ISIBALI/Humas)










