by admin | Oct 10, 2009 | Berita
(Jakarta-Humasisi)Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni se-Indonesia (BKS-PTSI) adalah wadah interaksi, forum komunikasi dan konsultasi, mempererat hubungan dan networking, sarana aspirasi bersama serta penunjang peningkatan kualitas kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi dari tujuh Perguruan Tinggi Seni (ISI Yogyakarta, IKJ, ISI Denpasar, STSI Padangpanjang, ISI Surakarta, STSI Bandung, dan STKW Surabaya). Selama satu dasawarsa forum ini berdiri, telah banyak melahirkan ide dan konsep guna memajukan Perguruan Tinggi Seni se Indonesia.
Kegiatan Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-6 yang akan berlangsung di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini, bertaraf internasional setelah kesuksesan pada FKI ke -5 yang diselenggarakan di ISI Denpasar pada tahun 2007, yang untuk pertama kalinya digelar dengan taraf internasional. FKI ke-6 ditutup dengan acara kolaborasi tari kontemporer dan ansambel serta kolaborasi seni music kontemporer dan animasi antara dosen-dosen California Institute of Art dengan dosen dan mahasiswa BKS-PTS, termasuk keterlibatan 3 dosen dan mahasiswa dari ISI Denpasar, yaitu I Made Sariana, S.Sn., M.Sn, (dosen), I Dewa Agung Witara S (mahasiswa) dan Putu Arya Janottama (mahasiswa). Disela-sela acara tersebut ada satu momentum penting terjadi saat pelaksanaan FKI ke-6 yaitu terpilihnya Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A sebagai ketua Badan Kerja Sama – Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTS) se-Indonesia. Serah terima jabatan dari Prof. Sardono W. Kusuma (mantan Rektor IKJ) kepada Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A berlangsung di Gedung Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada tanggal 8 Oktober 2009.
Prof. Rai yang ditemui disela-sela acara menyampaikan kesiapannya mengemban tugas sebagai Ketua BKS-PTSI dengan sebaik-baiknya. Pihaknya kedepan sudah memiliki visi misi yang jelas yaitu bagaimana seni budaya bisa sebagai perekat bangsa dan meningkatkan daya saing bangsa serta mengangkat citra Indonesia di dunia internasional. Prof. Rai menambahkan meningkatkan daya saing bangsa itu adalah lewat peningkatan kualitas, yaitu bagaimana Perguruan Tinggi Seni tersebut mampu berbasis local dengan kualitas bertaraf internasional. Hal ini penting, bahwa walaupun kita memiliki visi internasional, namun kita harus tetap mempertahankan local genius, local wisdom yang telah diwariskan sejak dulu. Jika hal tersebut sudah tercapai niscaya kita akan mampu meningkatkan citra positif bangsa Indonesia dimata Internasional. Berlandaskan visi tersebut Prof. Rai akan lebih menjabarkan program-program kegiatannya, salah satu programnya adalah memberikan pelajaran seni nusantara sejak dini. Hal ini penting karena jika kita dari awal sudah mengenalkan berbagai seni dan budaya nusantara kepada generasi penerus, maka niscaya akan melahirkan apresiasi, tumbuh kecintaan dan keharmonisan. “Sehingga ada anggapan bahwa perbedaan itu adalah indah bukan sekedar wacana” tegas Prof. Rai.
by admin | Oct 9, 2009 | Berita
Dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia, tiga pemerintah Negara,Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah bersepakat akan menyelenggarakan kerjasama program transfer kredit mahasiswa yang direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2010. Kerjasama ketiga Negara, dilakukan dalam bentuk pertukaran mahasiswa untuk studi pada ketiga Negara tersebut dan diakui kredit semesternya, dengan biaya tuitition fee ditanggung oleh masing-masing perguruan tinggi penerima, sedangkan biaya perjalanan p.p dan biaya hidup ditanggung oleh pemerintah masing-masing Negara pengirim. Program perdana pada tahun 2010 akan direalisasikan dalam satu semester untuk 25 mahasiswa strata 1 (S1) per Negara, yang berasal dari program studi perhotelan, pariwisata, pertanian, bahasa, budaya, seni, bisnis internasional, dan ilmu teknologi pangan.
Berdasarkasn surat Dikti Nomor : 3334/D2.1/2009 7 Oktober 2009, ISI Denpasar ditetapkan sebagai salah satu Perguruan Tinggi dari 8 PT yang diusulkan untuk mengikuti Program Transfer Kredit tahun anggaran 2010. Sebagaimana yang telah dicanangkan oleh dikti, bahwa program peningkatan mutu Perguruan salah satunya melalui kompetisi, dan proposal yang dikirim telah direview secara administratif, sehingga ISI Denpasar dapat lolos dalam program kredit transfer untuk tahun 2010, dan semoga untuk tahun-tahun selanjutnya. Program Transfer Kredit ini meliputi negara Indonesia-Malaysia-Thailand.
Tujuan program transfer kredit adalah Diakuinya system pembelajaran yang ditawarkan oleh perguruan tinggi di Indonesia dalam wujud pengakuan kredit oleh perguruan tinggi di Negara lain. Terciptanya citra baik dari masyarakat terhadap perguruan tinggi karena adanya pengakuan dari perguruan tinggi asing. Terdorongnya iklim akademik yang lebih berkembang dan bermutu karena adanya pertukaran budaya belajar dari mahasiswa yang berkesempatan mengikuti pendidikan di perguruan tinggi negara masing-masing. Timbulnya pemikiran-pemikiran baru dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, baik dari pengalaman memfasilitasi mahasiswa negara lain yang sedang studi di perguruan tinggi di Indonesia, maupun dari pengalaman mahasiswa Indonesia yang sedang studi di negara lain. Diperolehnya nilai tambah wawasan internasional dan pengakuan dengan adanya kredit yang diberikan oleh perguruan tinggi asing. Bertambahnya pengalaman belajar, wawasan mahasiswa masing-masing negara dalam mengenal lebih dekat kultur kehidupan masyarakat maupun kultur pendidikan masing-masing negara, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pola pikir masing-masing. Meningkatnya relevansi dan kepuasan pengguna lulusan dengan sinergi hard skills dan soft skills yang lebih baik Terbentuknya iklim akademik yang lebih berkembang dan bermutu di kalangan mahasiswa, karena adanya transfer pengalaman dan transfer budaya akademik baik dari mahasiswa asing yang sedang belajar di negara kita maupun dari rekan-rekannya yang telah berkesempatan studi di negara lain.
by admin | Sep 25, 2009 | Berita
Awal perkuliahan bagi mahasiswa ISI Denpasar dimulai dengan hal yang lain dari biasanya. Para mahasiswa semester VII dari dua fakultas (Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain) ISI Denpasar menggelar Studi Ekskursi Akademik yang mengambil tempat di Yogyakarta. Kegiatan ini telah berlangsung dari tanggal 15-18 September 2009.
Menurut Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar I Ketut Sariada, SST rombongan FSP terdiri dari 87 orang yang terdiri dari 63 Mahasiswa dari semua Jurusan (Tari, Karawitan dan Pedalangan) dan sisanya 24 orang adalah dosen pembimbing, pegawai dan panitia acara. Sariada menerangkan kegiatan ini diawali pada tanggal 14 Sept 2009 dengan studi ke Borobudur melihat cagar budaya sebagai peninggalan sejarah yang perlu dilestarikan. Pada tanggal 15 Sept 2009 seluruh Rombongan FSP ISI Denpasar melakukan kegiatan workshop di ISI Jogja. Rombongan diterima oleh Pembantu Rektor I dan Pembantu Rektor III, beserta Dekan, Pembantu Dekan I dan Ketua Jurusan Tari, Karawitan dan pedalangan ISI Jogja bertempat di Gedung Auditorium Teater. Kegiatan sebelum workshop diawali dengan tukar menukar informasi dan tanya jawab mengenai pengelolaan administrasi, dan kurikulum dari jurusan masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan workshop sesuai jurusan masing-masing, untuk Jurusan Tari oleh instruktur Theresia Suharti, M.S., diberikan tari Golek Asmarandana Bawaraga. Workshop Jurusan karawitan dengan instruktur Bapak Trustho, dengan materi Gending Lancaran dan Ladrang, sedangkan Jurusan Pedalangan dengan materi Praktek Pakeliran Jawa. Dilanjutkan dengan kegiatan disore hari dengan menyaksikan latihan tari Srimpi Renggowati dan tari Lawung di ndalem Yudanegaran untuk pergelaran pembukaan Festival Yogyakarta pada bulan Oktober.
Pada tanggal 16 September, setelah kegiatan latihan semua jurusan dari hasil Workshop selesai, dilanjutkan dengan pementasan dan penutupan kegiatan Studi Ekskursi dan Workshop Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar di ISI Yogyakarta yang ditutup oleh Rektor ISI Denpasar yang dihadiri dari para pimpinan ISI Yogyakarta, PR I, PR III, Dekan, Pembantu Dekan, dan Jurusan. Yang hadir dari ISI Denpasar, PR I, PR IV, Dekan, Pembantu Dekan, dan Jurusan-jurusan. Pementasan hasil Workshop dan Studi Ekskursi, diawali dengan pertunjukan karawitan Tabuh Kebyar Dang Citta Uttsawa, dilanjutkan tari Pendet, tari Golek Asmarandana Bawaraga (hasil workshop Jurusan Tari), Tari Kontemporer bagian karya FKI Mhs ISI Yogyakarta, Tari Kebyar Terompong, Tari Satya Brastha, dan diakhiri dengan pentas topeng Bondres oleh Mhs Pealangan ISI Denpasar.
Pada hari Kamis, 17 Sept 2009 Kegiatan Studi Ekskursi dilanjutkan menuju ke Candi Prambanan dan Keraton Surakarta, Sementara Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA saat ditemui disela-sela penutupan menyampaikan rasa gembiranya, karena kegiatan berjalan dengan sangat lancar. Para mahasiswa ISI Denpasar pun telah berbuat sesuatu hal positif dengan menampilkan karya terbaik serta telah mampu menganggat citra dan nama baik kampus. Melalui kegiatan Sstudi Ekskursi Akademik ini akan terjadi silang buadaya, menambah wawasan lewat studi komparatif, sehingga kita dapat mengambil sisi positif dari lembaga yang kita kunjungi untuk kita kembangkan di kampus kita sendiri.
by admin | Sep 14, 2009 | Berita, pengumuman
Bali sebagai Studio Alam Spirit of Creativity CPC Johni Hendarta Kunjungan PS. Fotografi FSRD ISI Denpasar Ekskursi Pendidikan di Yogyakarta
Yogyakarta-By Arba Wirawan
Rombongan PS Fotografi
Rombongan Ekskursi pendidikan FSRD ISI Denpasar tanggal (13 -17/09), pada hari pertama Senin (14/09) melakukan kunjungan ke Penerbit Kanisius, dan CPC Photo Design, milik fotografer terkenal Johni Hendarta, didampingi putranya Johann Nicholas, menerima mahasiswa PS. Fotografi, DKV, dan dosen pembimbing dengan kekeluargaan . Pertama-tama Pj. Ketua PS. Fotografi I Komang Arba Wirawan,S.Sn.,M.Si, mengucapkan terimaksih dari hati yang paling dalam atas penerimaan yang sangat baik, dan selanjutnya ketua panitia Drs. I Wayan Swandi.,M.Si. memperkenalkan seluruh rombongan dan mahasiswa, dan menjelaskan keberadaan kelembagaan di ISI Denpasar.
Johni Hendarta, menerima dengan santai menjelaskan secara lengkap dan detail proses kerja studionya yang luas dan canggih, diikuti oleh foto-foto yang terkonsep,unik dan indah. Kebanyakan Johni mengerjakan proyek foto komersial khususnya foto prewedding yang menjadikan Bali sebagai studio alamnya.’Hampir setiap bulan saya melakukan pemotretan pre wedding ke Bali” ungkapnya.Johni mempresentasikan fungsi masing-masing lampu yang dimiliki dari ukuran kecil sampai ukuran sebesar mobil. “Studio ini berukuran 15 meter persegi dan sering dilakukan pemotretan mobil dan diseting berbagai interior dapur, ruang tamu dan pemotretan perhiasan.”imbuh johni.
Hampir dua jam mahasiswa PS. Fotografi menyimak dengan seksama penjelasan yang jarang didapat pada kesempatan seminar. Bila melakukan pemotretan ke Bali Pak Johni diharapkan menyempatkan diri mampir di kampus, untuk berbagi pengalaman dan ilmunya kepada mahasiswa”harap Arba.
Rombongan yang melakukan kunjungan ke Museum Hidayat dan studio patung di Tanggulangin dipinpin langsung oleh Ibu Dekan Dra. Ni Made Rinu.,M.Si, yang dilanjutkan peninjauan tempat workshop dan pameran di gedung kesenian Yogyakarta pada tanggal (15/09) besok.
Keterangan foto.
Foto bersama Johni Hendarta pemilik CPC Yogyakarta dengan rombongan PS. Fotografi FSRD ISI Denpasar pada kunjuangannya Senin (14/09) pada ekskursi akademik FSRD yogyakarta 2009.
by admin | Sep 13, 2009 | Berita
(Denpasar)Satu lagi usaha ISI Denpasar untuk terus berbenah dan terus meningkatkan kompetensi diri ke arah lebih baik. Minggu kemaren (13/9) rombongan yang terdiri dari mahasiswa, dosen pembimbing dan pegawai dari kedua Fakultas dilepas secara resmi oleh Rektor ISI Denpasar di gedung Wantilan kampus setempat. Rencananya rombongan ini akan mengadakan Studi Ekskursi Akademik yang mengambil tempat di Yogyakarta. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 15-18 September mendatang. Menurut Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar I Ketut Sariada, SST rombongan FSP terdiri dari 87 orang yang terdiri dari 63 Mahasiswa dari semua Jurusan (Tari, Karawitan dan Pedalangan) dan sisanya 24 orang adalah dosen pembimbing, pegawai dan panitia acara. Sariada menerangkan untuk kegiatan Studi Ekskursi Akademik ini akan dimulai dengan Pertemuan dengan Rektor ISI Yogyakarta (15/9) yang dilanjutkan dengan workshop oleh narasumber dari ISI Yogyakarta, Kolaborasi Seni dan sebagai puncaknya (16/9) akan dilaksanakan pementasan kolaborasi antara ISI Yogyakarta dan ISI Denpasar dengan menampilkan: Pementasan dari ISI Yogyakarta, Tabuh Kebyar Gita Utsawa, Tari Pendet, Tari Kebyar Terompong, Bondres dan ditutup oleh pementasan Tari Satya Brasta.
Sementara itu Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, MSi menerangkan untuk kegiatan FSRD dalam Studi Ekskursi Akademik ini akan dilangsungkan di BPPG yang beralamat di Jalan Kaliurang No.12 Yogyakarta. Kegiatan FSRD dititikberatkan pada kegiatan workshop Melukis Model oleh Jurusan Seni Rupa Murni, Foto Model oleh Fotografi dan Gambar Poster oleh jurusan DKV. Sebagai acara puncaknya juga dilaksanakan pameran di tempat yang sama pada tanggal 16 September 2009 yang rencananya akan dibuka langsung oleh Rektor ISI Denpasar. Rombongan FSRD ISI Denpasar berjumlah 74 orang dengan perincian 55 orang, 19 orang dosen pembimbing, pegawai dan panitia. “Tentu dalam Studi Ekskursi Akademik ini juga dilaksanakan program untuk meningkatkan akreditasi Jurusan dengan narasumber dari ISI Yogyakarta, yang nantinya akan dijadikan masukan untuk meningkatkan akreditasi Jurusan di FSRD ISI Denpasar” sahut Rinu.
Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA berpesan agar rombongan menjaga citra Lembaga dengan sebaik-baiknya, mengingat sekarang masih dalam suasana Bulan Puasa, jadi diharapkan seluruh rombongan untuk menghormati teman-teman yang lagi berpuasa di sana. Kegitan studi Ekskursi Akademik ini bukan kegiatan liburan, melainkan studi komparatif, sehingga kita dapat mengambil sisi positif dari lembaga yang kita kunjungi untuk kita kembangkan di kampus kita sendiri. Para peserta acara tampak antusias mengikuti acara tersebut dengan seluruh hiruk pikuk kegiatan persiapan keberangkatan.
by admin | Sep 1, 2009 | Berita
Delegasi ISI Seminar, Worshop dan pentas sedot perhatian pada Culture Festival di Songkhla Rajabath University dan Konjen RI Thailand dalam Hut 64 RI
Laporan I Komang Arba Wirawan
Songkhla Thailand (ISI Denpasar)

Usai Pentas di Konjen RI Thailand
Delegasi kesenian yang berjumlah 25 orang dari Institut Seni Indonesia Denpasar, di bawah pimpinan I Wayan Sueca.,S.Skar.,M.Mus, sebelum tampil yang pertama diterima di kampus Songkhla Rajabath University yang luas dan bersih, tidak terdapat coretan dengan pakaian hitam putih mahasiswanya. Yang menyambut delegasi ISI diantaranya, pejabat tinggi Wakil Rektor Bidang Penelitian, Saensak Siriphanich Ph.D, Direktur bidang kebudayaan Ass. Prof. Dr. Kanut Thattong, Asst Prof Dr. Painote Duang Viset, President of Songkhla University, Rojana Sri Sai Songkhla Rajabath University, Head Of Cultural Center, Sarita Srisunan, Ass Prof Worasit Muttameta Fac. Of fine Arts, Songkhla Rajabath University. Setelah dilaksanakan penyambutan pada malam harinya, tim kesenian tampil dengan materi, Tari Selat Segara, Tari Legong Keraton, Tari Topeng Keras, diiringi penabuh dari FSP diantaranya Rektor ISI, dan Tari Cak Kontemporer mengambil lakon Ramayana, gabungan FSP dan FSRD yang tampil kompak dan memukau dihadapan ribuan pengunjung culture festival yang diadakan Songkhla Rajabath University.
Penampilan hari kedua di tempat yang sama delegasi kesenian ISI tampil dengan materi yang berbeda yaitu Tari Legong Keraton, Oleg Tambulilingan, Tari Topeng Tua, dan Tari Cak Kontemporer, sama dengan hari pertama ribuan penonton berjejal menyaksikan penampilan wakil dari ISI Denpasar, Bali Indonesia.
“Melihat apresiasi masyarakat Thailand terhadap kesenian Bali saya cukup puas” kata Sueca seusai menarikan topeng Tua dan Keras. Ini membuktikan ISI telah go Internasional” Imbuhnya. Menyaksikan tim kesenian ISI Rektor Prof I Wayan Rai,S.MA, berharap untuk tampil secara maksimal lagi untuk pertunjukan di acara Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke 64 di sebuah hotel berbintang, dikawasan Pariwisata Thailand. ”Saya bangga dengan penampilan di Songkhla Rajabath University, dengan sambutan yang antusias, dan berharap tampil yang maksimal di Hut 64 Konjen RI ” Harap Rai. Karena Prof Dr. I Wayan Rai, S.MA. tidak dapat turut hadir pada perayaan Hut RI karena menghadiri konferensi SFAPA, di Chiangmay Bangkok.
Sebelum tampil dalam perayaan Hut RI ke 64 delegasi kesenian ISI Denpasar diundang Konsul RI di Songkhla Bapak M.Rizky Safary, dalam pembicaraan Rektor ISI dengan Konjen RI terjadi dialog yang sangat erat seperti di rumah sendiri. Ada beberapa catatan pembicaraan seperti Bali ternyata merupakan inspirasi Thailand dalam pengembangan pariwisatanya, Konjen mengusulkan untuk mepatenkan produk-produk budaya Bali, untuk didaftarkan copy rightnya seperti batik, ornamen, bahkan nama Bali seharusnya dipatenkan karena ikon Bali banyak dipergunakan di Thailand ini”harap M.Rizky Safary.
Kerjasama ini akan ditindaklanjuti dengan MOU antara ISI dan Konjen Sonkhla, untuk dapat berperan dalam memperkenalkan budaya Bali di Asia Tenggara, dan Konjen akan tetap mengupayakan mempasilitasi ISI Denpasar dalam bidang kerjasama budaya karena minat warga Thailand untuk melanjutkan kuliahnya, penelitian bersama, pemuatan bersama dalam jurnal Mudra dan pertukaran dosen maupun mahasiswa semakin meningkat. ISI sendiri terus akan bekerjakeras untuk, mempromosikan Indonesia di Asia Tenggara khusunya untuk menarik minat wisatawan dan kerjasama antar bangsa-bangsa Asia dalam pendidikan untuk kemajuan bersama,Ungkap Rai.
Disela-sela program pertunjukan dengan jadwal yang padat seminar dan workshop diselenggarakan di gedung rektorat lantai delapan Songkhla Rajabath University, seminar menampilkan pembicara, Prof. Dr. Rai.S.MA dengan materi kerjasama ISI Denpasar dan go Internasional, pembicara kedua dari Fakultas Seni Pertunjukan sebagai pembicara pertama I.Gusti Ayu Srinatih,SST.M.Si, The Relationship Between Dance and Music in Balenese Performing Arts, pembicara kedua Ni Made Ashinawati,SST.M.Si, makalah: ”Learning Balinese Dance”.,pembicara ketiga Ni Ketut Dewi Yulianti SS.M.Hum judul makalah: ”The Significance of English in enhanching dance teaching quality, dan dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Dra. Ni Made Rinu,M.Si dengan makalah Art Painting of Balinese Classic, Artistic Images and Excellence Painting of Balinese in present day.
Seminar ini diikuti oleh workshop tari, tari kecak, wayang, dan lukis klasik wayang kamasan yang menyedot peserta dari mahasiswa dan dosen Sonkhla Rajabath University termasuk para pejabat-pajabat tingginya turut serta dalam worshop ini. Ini pengalaman yang menarik bagi kami dapat belajar menari Bali dan lukis wayang tradisional”ungkap Saensak Siriphanich Ph.D, wakil rektor bidang penelitian.
Penerimaan baik dari Konjen RI di Songkhla, Songkhla Rajabath University dan Suratani University sangat baik di kedua delegasi disambut seperti tamu kenegaraan dengan pertunjukan tarian-tarian tradisional Thailand yang mempesona, pertunjukan wayang Thailand, serta kemasan pameran yang dikombinasikan dengan seni pertunjukan, tatarias penari dan penampilan okesrta yang membuat kagum delegasi, Ini perlu di contoh bagaimana kolaborasi pameran dan pementasan, menjadi suatu yang tak terpisahkan”ungkap Rai dengan rasa gembira kepada seluruh delegasi. Selanjutnya delegasi diarak dalam pawai dengan lampu seterongking (lampu dengan minyak tanah), menuju taman dengan suguhan musik tradisional, tari dan makanan tradisional dan durian Thailand yang manis dan legit. Ketua delegasi turut mencoba memainkan musik tradisional Thailand beberapa saat, Pengalaman pertma saya memainkan musik tradisional Thailand”ungkap Sueca sambil menabuh musik.
Penyambutan ini langsung oleh President Songkhla Rajabaht University, sesuatu dapt dipelajari di Thailand untuk mahasiswa yang turut serta dalam delegasi adalah suasana kampus, tidak ada coretan dimana-mana, etika kepada dosen, para pejabat kampusnya sangat tinggi, apalagi kepada presiden atau rektornya sangat dihormati oleh mahasiswa, dan seluruh civitas akademika”ini pelajaran paling berharga untuk kita semua’ kata Diah Yeti yang menarikan sita dalam kecak kontemporer delegasi ISI”.”Mudah-mudahan dapat kami tularkan kepada teman-teman mahasiswa di ISI Denpasar, nantinnya.”Karena pengalaman ini juga berkat kerjakeras Bapak Rektor”Imbuhnya.
Hasil perjalanan delegasi ISI Denpasar di Thailand selama seminggu seminar dan workshop yang dibanjiri peserta, pertunjukan yang memukau penonton membuat kegembiraan, delegasi ISI apalagi MOU dengan Suratani University akan ditandatangani antara kedua belah pihak.
Keterangan Foto:
Delegasi Kesenian ISI Denpasar Usai Tampil pada Perayaan 64 Tahun RI, oleh Konjen RI di Songkhla Thailand, foto bersama Konjen, Insert: Rektor ISI Prof Dr. I Wayan Rai,S.MA, dengan Presiden/Rektor Songkhla Rajabath University Thailand Asst. Prof. Dr Pairote Duangwiset.