M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Lewat Penelitian, Dokumentasi dan Inventarisir Kesenian NTB, Usaha ISI Denpasar Dalam Melindungi Seni Budaya Indonesia

Lewat Penelitian, Dokumentasi dan Inventarisir Kesenian NTB, Usaha ISI Denpasar Dalam Melindungi Seni Budaya Indonesia

NTB

3 dosen ISI Denpasar tengah mengapit salah satu seniman tua Tari Batek Baris di Lingsar-NTB (Y. Rawiti). Inset: Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA

Denpasar-Ditengah gencar-gencarnya pemberitaan tentang klaim Tari Pendet oleh pihak Malaysia, 3 orang dosen ISI Denpasar tengah melakukan penelitian untuk mendokumentasi dan menginvetarisir Seni Pertunjukan daerah Nusa Tenggara Barat. Penelitian yang berjudul “Inventarisasi dan Dokumentasi Seni Pertunjukan Tari di  Nusa Tenggara Barat” ini dimotori oleh Ketua Peneliti Drs. Rinto Widyarto, M.Si. (bidang Seni Tari Jawa) dan dua anggota I Ketut Darsana, SST., M.Hum. (bidang Seni Tari Bali) serta Dr. Ni Luh Sustiawati, M.Pd  (bidang Metodologi Penelitian). Dipilihnya Nusa Tenggara Barat sebagai Obyek Penelitian dikarenakan ISI Denpasar sebagai satu-satunya institusi seni di daerah kawasan timur Indonesia, jadi ISI Denpasar berperan dalam pengembangan Kesenian di daerah Indonesia timur sesuai dengan visinya sebagai pusat dokumentasi seni.

Menurut Rinto ini adalah bagian dari Program Hibah Kompetisi (PHK) B-Seni yang telah dimenangkan ISI Denpasar dari sejak 2007. Penelitian untuk tahun ini dibagi dua  yaitu untuk di Bali menginventarisir Tari Legong olehsalah satu dosen tari dan menginventarisir seni pertunjukan NTB. Mengingat tahun lalu telah melakukan hal yang serupa di wilayah NTT. Penilitian yang dilakukan di NTB menitikneratkan kepada dokumentasi dan inventarisir seni pertunjukan di NTB dengan jalan mengunjungi seniman-seniman tua NTB, merekam tarian, mencari referensi buku penunjang tentang seni tari dan mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat dalam hal kesenian.

Sedangkan sebagai “team lokal” dari NTB yang diajak bekerjasama yaitu Dra. Endah Setyorini (Kasi Kesenian Disbudpar  Provinsi NTB), I Ketut Astika (Pamong Budaya Pelaksana) dan I Wayan Balik (Pamong Budaya Pelaksana Lanjutan). Selanjutnya diadakan wawancara dengan para seniman, tokoh masyarakat, masyarakat pendukung, dan  instansi terkait (Bapak Mustakim Biawan alias Musbiawan, Ibu Sriyaningsih Pensiunan Kepala Taman Budaya Mataram dan Y. Rawiti penari Batek Baris di Pura Lingsar).

Nantinya penelitian ini diharapkan akan menjadi panduan bagi orang asing atau siapa saja yang menginginkan mempelajari seni pertunjukan tari khusus-nya Nusa Tenggara Barat. Mengingat bahwa ISI Denpasar selain sebagai pusat kajian seni dan budaya Bali juga sebagai pusat kajian seni pertunjukan tari wilayah Indonesia Timur. Hasil dari penelitian ini diwujudkan dalam ensiklopedi dan akan dipublikasikan tidak saja dalam jurnal ilmiah terakreditasi Mudra ISI Denpasar namun dalam jurnal internasional (Asian theatre Journal). Hal ini ditegaskan oleh Dr. Ni Luh Sustiawati, M.Pd dan rencananya akan rampung akhir November tahun ini.

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA menyambut gembira atas dilaksanakannya penelitian ini, ini merupakan salah satu bentuk sumbangsih ISI Denpasar dalam konteks pelestarian dan pengembangan seni dan budaya Indonesia. Berkaitan dengan kegiatan klaim budaya, ISI Denpasar telah menginventaris hasil karya seni- desain mahasiswa dan dosen, yang rencananya akan didaftarkan ke Pusat. Mengingat himbauan Menbudpar yang membebaskan biaya pendafatran HAKI untuk 1000 pendaftar pertama. Hal bertujuan untuk mencegah klaim sepihak dari Negara lain. Nah berkaitan penelitian ini diharapkan hasilnya berupa pemetaan kesenian di seluruh wilayah Indonesia khususnya NTB.

ISI Denpasar Akan Tampilkan “Evolusi Gamelan Bali” Dalam Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-6 di Jakarta

ISI Denpasar Akan Tampilkan “Evolusi Gamelan Bali” Dalam Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-6 di Jakarta

LIM_6776-copy Denpasar-Satu momentum penting akan kembali digelar oleh Badan Kerja Sama –  Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTS) se-Indonesia pada tanggal 5 s.d. 24 Oktober  2009, yaitu Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-6 yang akan berlangsung di Institut  Kesenian Jakarta (IKJ). FKI ke-6 ini juga bertaraf internasional setelah kesuksesan pada  FKI ke -5 yang diselenggarakan di ISI Denpasar pada tahun 2007 yang pertama kali  menggelar FKI ke-5 bertaraf internasional. Tema yang diusung dalam FKI ke-6 adalah  “Exploring Root of Identity” yang menekankan pada suatu dialog inter-cultural dan cross  discipline untuk memperkaya pengalaman dan pemahaman peserta melalui kolaborasi  penciptaan seni, dialog kultural dan kerjasana serta upaya pewacanaan lainnya. Berbagai  kegiatan akan dilaksanakan diantaranya pertunjukan, pameran seni visual, festival film,  seminar, workshop, dan kegiatan untuk mahasiswa serta street festival.

ISI Denpasar yang 2 tahun lalu sebagai tuan rumah sudah memulai persiapan latihan yang diawali dengan upacara nuasen (28/08/2009). Menurut Ketua Jurusan Karawitan, I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn, upacara nuasen bertujuan agar segala kegiatan untuk persiapan FKI ke-6 ini dapat berjalan dengan lancar. Latihan pertama disaksikan oleh Rektor ISI Denpasar, Pembantu Rektor II, Pembantu Rektor IV, serta para dosen Karawitan ISI Denpasar. Dalam arahan Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., menyampaikan bahwa ISI Denpasar mendapat kehormatan untuk tampil dalam konser gamelan bersama dengan ISI Surakarta. Konser gamelan akan menjadi acara pertama yang secara resmi membuka rangkaian kegiatan FKI 6 2009. Konser ini diawali dengan pemutaran film pendek mengenai festival gamelan bersejarah yang terjadi di Vancouver, Kanada pada saat berlangsungnya World Expo 1986.

Sementara Pembantu Rektor II ISI Denpasar, I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum, menyampaikan bahwa ISI Denpasar akan menampilkan “Evolusi Gamelan Bali”, dimana dengan durasi 30 menit ISI Denpasar akan menyajikan 3 pase garapan, yaitu yang pertama pase alam yang akan menampilkan suling atau musik-musik perintis, pase kedua adalah spiritual/ klasik yang menampilkan Selonding dan Semarpagulingan, dan pada pase terakhir adalah pase hiburan yang diwakili oleh gamelan Gong Gede. I Gede Arya Sugiartha yang juga sebagai Pembina tabuh menambahkan salah satu tujuan FKI adalah untuk menunjukkan pencapaian puncak keberhasilan masing-masing perguruan tinggi seni, sehingga rombongan ISI Denpasar tentunya akan memberi suguhan yang baik guna menyukseskan acara FKI ke-6 ini.

Hal senada juga disampaikan Pembantu Rektor IV ISI Denpasar, I Wayan Suweca, S.SKar., M.Mus.. Pihaknya menyampaikan ISI Denpasar akan mengirimkan sekitar 55-60 orang dari dua Fakultas yaitu Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain. Konser gamelan akan berlangsung tanggal 6 Oktober 2009 bertempat di Graha Bhakti Budaya, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. I Wayan Suweca menambahkan konser gamelan merupakan suatu pergelaran komposisi gamelan dari berbagai daerah nusantara, sehingga persiapan latihan selama sekitar satu bulanan ini diharapkan cukup melatih mahasiswa Karawitan semester lima untuk nantinya tampil maksimal.  Selain itu latihan ini sebagai persiapan dimana pada tanggal 6 September pihak panitia pusat akan meninjau kegiatan latihan, guna melihat sejauh mana perkembangan latihan dari ISI Denpasar.

Pembukaan Pameran Seni Rupa “MERDEKArt” Mahasiswa Seni Rupa Murni ISI Denpasar

Pembukaan Pameran Seni Rupa “MERDEKArt” Mahasiswa Seni Rupa Murni ISI Denpasar

IMG_6840 copy Denpasar-Malam minggu (29/8) di Museum Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi,  Renon-Denpasar tampak berbeda dari biasanya. Tampak banyak orang berkumpul dan  spanduk yang terbentang di depan monumen kebangaan masyarakat Denpasar ini.  Rupanya sedang digelar pembukaan pameran seni rupa murni oleh mahasiswa seni rupa  murni angkatan 2007 yang tergabung dalam kelompok “Prasasti”. Untuk tema yang dipilih  untuk pameran kali ini ialah “MERDEKArt” yang selain menyambut hari kemerdekaan  Republik Indonesia yang ke-64 juga menyiratkan kemerdekaan/kebebasan mereka    berekspresi dalam media seni rupa sesuai dengan disiplin ilmunya, ungkap Ketua Panitia  Pameran I Putu Gde Wahyu Pramartha.

Mahasiswa asal Tulikup-Gianyar juga menjelaskan bahwa untuk pameran kali ini dipamerkan karya seni rupa murni angkatan 2007 ISI Denpasar yang dinamakan kelompok “Prasasti” dengan perincian 5 orang dari Jurusan Patung  dengan karya patung 6 buah dan 11 Orang Jurusan Lukis dengan karya lukis 27 orang. Ini adalah pameran kali kedua dari kelompok Prasasti dimana pameran yang pertama telah dilakukan setahun yang lalu. Harapannya dengan dilaksanakannya pameran ini menurut Wahyu, adalah agar bisa eksis, menambah wawasan dan mengasah keilmuan dalam bidang seni rupa sehingga kedepannya direncanakan tiap tahun kelompok ini akan berpameran.

Penjabat Dekan FSRD ISI Denpasar Dra. Ni Made Rinu, MSi dalam sambutannya mengharapkan dalam pameran ini dapat membangun dialog seni serta dapat meningkatkan penghayatan dan apresiasi seni bagi seniman, pencinta seni, pengamat seni dan masyarakat pada umumnya. Pameran ini juga merupakan penjelajahan mahasiswa dalam mengembangkan bakat ilmiah yang kemudian berproses maju, dan berkelanjutan. Proses penempaan diri ini dilakukan melalui penempaan di bangku kuliah yang hasilnya diharapkan dapat melahirkan pengkaji seni, praktisi seni yang professional mandiri, berkepribadian dan secara holistik mampu menunjukkan jati dirin melalui hasil karya seninya. Kepala UPT Museum Perjuangan Rakyat Bali yang pada kesempatan ini diwakilkan oleh Kepala Bimas, mengungkapkan bahwa kegiatan berpameran memang wajib dilakukan oleh seniman akademis dalam konteks untuk melestarikan seni budaya kita. Apalagi pada saat sekarang dimana kegiatan klaim-mengklaim karya seni menjadi isu yang mengglobal, jadi menjadi tugas senimanlah untuk terus aktif berkarya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya warisan leluhur. Kepala Bimas MPRB juga mengungkapkan bahwa ISI Denpasar merupakan institusi yang paling sering menggunakan fasilitas MPRB sehingga kedepannya  diharapkan agar lebih ditingkatkan lagi, sesuai dengan makna tujuan pembangunan gedung yaitu mengingatkan bagaimana perjuangan rakyat Bali dalam memperoleh kemerdekaan. Nah sebagai generasi penerus kita harus terus berjuang sesuai dengan bidang ilmu kita masing-masing untuk membangun negara dan bangsa yang sangat kita cintai ini.

Rektor ISI Denpasar yang pada kesempatan ini diwakilkan oleh Pj. Pembantu Rektor III Drs. I Made Subrata, MSi menjelaskan bahwa kegiatan berpameran ini merupakan salah satu contoh pendidikan soft skill diluar ilmu yang didapat di bangku kuliah. Soft skill merupakan pengetahuan tambahan yang bersifat kewirausahaan. Dimana mahasiswa sebagai calon seniman tidak hanya bisa berkarya saja, namun belajar untuk memanage  sebuah event, mempromosikan karya dll. Ini merupakan bekal untuk mahasiswa kedepannya, agar tidak hanya mencari pekerjaan namun dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Juga pentingnya seorang seniman untuk memahami pengetahuan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) sebagai payung hukum atas karya-karyanya sehingga menjamin kesejahteraannya nanti

Pembukaan Pengenalan Kegiatan Akademik dan Kemahasiswaan (PKAK) ISI Denpasar 2009

Pembukaan Pengenalan Kegiatan Akademik dan Kemahasiswaan (PKAK) ISI Denpasar 2009

IMG_67101-copy Denpasar-Setelah rentetan acara Pendaftaran mahasiswa baru ISI Denpasar, Testing  Masuk dan Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru ISI Denpasar yang telah berlalu,  Maka pada hari Rabu(26/8) dilaksanakan Acara Pembukaan Pengenalan Kegiatan  Akademik dan Kemahasiswaan ISI Denpasar Tahun 2009 yang dilangsungkan di gedung  Natya Mandala ISI Denpasar, yang tampak hadir Rektor ISI Denpasar, Para Pembantu  Rektor, Dekan kedua Fakultas, Jajaran Struktual, Kepala Biro Akademik dan  Kemahasiswaan, Dosen, Pegawai, Panitia dan Calon Mahasiswa baru. Acara ini  rencananya akan berlangsung dari tanggal 25-31 2009 dan rencananya dilanjutka dengan  Kegiatan Kersos (Kerja Sosial) dimana untuk FSRD akan dilaksanakan di Baturiti dan  untuk FSP dilaksanakan di Klungkung.

Menurut Ketua Panitia sekaligus Pembantu Rektor III ISI Denpasar Drs. I Made Subrata, MSi jumlah calon mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan adalah 209 orang, dengan Perincian Fakultas Seni Pertunjukan 70 (Tari 34, Karawitan 28 dan Pedalangan 8 orang), sedangkan Fakultas Seni Rupa dan Desain berjumlah 139 orang(Seni Rupa Murni 36, Desain Interior 25, DKV 75 dan Kriya Seni 5 orang). Acara penerimaan mahasiswa baru di ISI Denpasar disesuaikan dengan aturan yang diamanatkan oleh DIKTI Depdiknas yang menganjurkan untuk menghindari tindakan keras dan berbau “balas dendam”. Acara akan diarahkan lebih ke akademis berupa ceramah, pengenalan kampus, tata cara perkuliahan, kewirausahaan, kelembagaan mahasiswa dan lainnya. Semoga dengan pengarahan ini calon mahasiswa lebih mengembangkan sikap dan pola akademis dalam mengasah kemampuan intelektual seni dan desain sesuai dengan bidang ilmunya. Uniknya acara ini akan ditutup dengan “Pawintenan Saraswati” pada Hari Senin (31/8).

Senada dengan yang disampaikan oleh Subrata, Rektor ISI Denpasar Prof. Dr.  I Wayan Rai S., MA menyambut gembira dan mengucapkan selamat datang bagi calon-calon mahasiswa Baru.  Memang untuk acara pengenalan akademik dan kemahasiswaan tahun ini dititik beratkan kepada apa yang telah digariskan oleh DIKTI yaitu Pengembangan Pendidikan Nasional lewat Renstra Pendidikan Nasional yang bertemakan “Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif”. Implementasi dari semua ini dapat dilihat dalam acara pengenalan akademik ini dimana unsur-unsurnya dapat dilihat dari Olah Kalbu (Ketuhanan), Olah Pikir(kecerdasan intelektual), Olah Rasa(pergaulan & etika) dan Olah Raga (kesegaran Jasmani). Yang paling penting dalam kegiatan ini juga memberikan ceramah tentang kewirausahaan, dimana pada saat sekarang ini industri kreatif sangat berkembang, diharapkan lulusan ISI Denpasar tidak hanya mencari kerja, tapi dapat membuka lapangan kerja baru sesuai dengan bidang ilmunya. Juga terdapat pengarahan pengembangan Soft Skill atau keahlian tambahan diluar bidang ilmunya yang didapat di kampus. Semua ini bermuara kepada komitmen ISI Denpasar untuk meluluskan lulusan yang mumpuni di bidang seni dan desain tapi juga bermoral, profesional, mempunyai wawasan entrepreneur, networking, sehat jasmani-rohani dan berjiwa sosial. Setelah pembukaan Prof. Rai juga memberikan ceramah dengan judul “Paradigma Pendidikan Tinggi Seni Indonesia” yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dengan semangat.

Acara tersebut berlangsung dengan khidmat, tampak wajah-wajah mahasiswa baru dengan “dandanan” khasnya. Semoga ini merupakan modal bagi ISI Denpasar untuk mewujudkan visi dan misinya.

Puluhan Dosen ISI Denpasar Mengikuti Penataran Terapan AA

Puluhan Dosen ISI Denpasar Mengikuti Penataran Terapan AA

Foto-Bersama-Rektor-ISI-dng-Ketua-BPM-UnudDenpasar– Sebanyak 25 dosen yang terdiri dari 12 dosen dari Fakultas Seni Pertunjukan dan 13 dosen dari Fakultas Seni Rupa dan Desain), mengikuti penataran program pendekatan terapan (Applied Approach) atau biasa dikenal dengan AA. Menurut ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) ISI Denpasar, Drs. I Wayan Gulendra,  M.Sn., pelatihan Program Pelatihan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan AA adalah salah satu usaha lembaga untuk meningkatkan mutu dosen yang profesional dalam melakukan proses pembelajaran, selain melalui peningkatan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam memahami berbagai teori pembelajaran yang seharusnya dipahami dan dilaksanakan secara baik dan benar dalam pembelajaran. Paradigma pendidikan telah mengalami perubahan yang sangat pesat, dengan adanya rekonstruksi kurikulum yang berbasis kompetensi. Cara pembelajaran yang terencana baik metode maupun pemilihan media pembelajaran dengan penggunaan teknologi informasi. Pemahaman metode dan media pembelajaran sangat penting bagi para dosen, karena pembelajaran merupakan satu proses interaksi yang sistematis untuk mencapai proses perubahan peningkatan intelektual dan pola tindak bagi peserta didik.

Sementara Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A saat membuka acara Pelatihan AA menyampaikan, pengertian kompetensi sebagaimana dijabarkan dalam Kepmendiknas adalah seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas dibidang pekerjaan tertentu. Elemen-elemen kompetensi itu sendiri meliputi: (1) kompetensi dalam artian memiliki kepribadian yang terpuji; (2) kompetensi dalam penguasaan ilmu dan ketrampilan; (3) kompetensi dalam arti kemampuan berkarya atau bekerja jika kelak setelah mereka menamatkan perkuliahan; (4) kemampuan untuk bersikap dan berprilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai; dan, (5) kemampuan untuk memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. Kompetensi juga berarti kecakapan hidup (life skill) yaitu kompetensi riil yang diharapkan oleh mahasiswa kelak kalau mereka menjadi sarjana, baik dalam pola kompetensi dasar maupun instrumental.

Program Pendekatan Terapan (Applied Approach) berlangsung dari tanggal 25 – 27 Agustus 2009 yang bekerjasama dengan Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Udayana, diantaranya Prof. Dr. Windia, Prof. Aron Mbete, Prof. Nyoman Norken, Dr. Nyoman Rai, Dr. Gd. Wijana, Prof. Ketut Sudibya, Dr. M. Alit Karyawan, Prof. Sayang Yupardi, Dr. W. Simpen serta Dr. I Nengah Sujaya.

Asti Pertiwi Memukau Pengunjung Pameran Pendidikan Nasional 2009 Di Jakarta

Asti Pertiwi Memukau Pengunjung Pameran Pendidikan Nasional 2009 Di Jakarta

Laporan Tisna Andayani

Asti Pertiwi

Asti Pertiwi

Semangat dari ibu-ibu yang merupakan gabungan dari para Dosen, pegawai termasuk mahasiswi ISI Denpasar ini memang patut diancungi jempol! Dari sekian banyak kegiatan yang ada di ISI Denpasar kehadiran ASTI  Pertiwi mampu memberikan nuansa baru bagi para penontonnya. Termasuk penampilan mereka di Ajang Pameran Pendidikan Nasional 2009 tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2009, yang bertempat di halaman Gedung DEPDIKNAS Jakarta. Persiapan sudah dilakukan sekitar 1 bulan sebelum keberangkatan rombongan ASTI Pertiwi, bahkan ibu-ibu merelakan jam makan siangnya dipercepat guna memenuhi target latihan. Tapi sekali lagi semangat mereka sungguh luar biasa! Diluar kesibukan mereka untuk menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumah tannga mereka juga harus menunaikan tugasnya sebagai seorang PNS dan juga ikut maseka (istilah bali yang digunakan untuk sebuah perkumpulan) di ASTI Pertiwi ini.

Menjelang keberangkatan 56 orang terdiri dari anggota, pembina sekaligus crew ASTI Pertiwi mengadakan persembahyangan bersama di Pura ISI Denpasar memohon petunjuk serta perlindungan Beliau semoga perjalanan ASTI Pertiwi ke Jakarta berjalan lancar dan dapat melakukan pementasan secara maksimal. Pada saat-saat latihan terakhir kami benar-benar mempersiapkan diri baik dalam menyatukan gamelan yang kita mainkan dengan beberapa tarian diantaranya Tari Pendet yang dibawakan oleh anak-anak siswi SLB dibantu juga oleh mahasiswi ISI Denpasar. Yang agak sulit adalah membawakan iringan untuk Tari Satya Brasta karena sebelumnya ibu-ibu ASTI  Pertiwi belum pernah membawakannya, tetapi dengan latihan yang extra kami semua akhirnya menguasai iringan tersebut. Dan yang paling menarik ibu-ibu ASTI Pertiwi juga mejangeran (menyanyi sambil menari) para pembina yang terdiri dari bapak-bapak dosen karawitan juga tidak mau kalah karena mereka juga turut serta mejangeran.

Di Akhir pementasan ASTI Pertiwi di Jakarta kali ini, juga dimeriahkan oleh para dosen dan juga mahasiswi yang menyanyikan lagu Kebyar-kebyar ciptaan alm.Gombloh, lagu kenangan Kisah-kasih di Sekolah dan juga lagu wajib Insan Mandiri yang sedang disosialisasikan oleh DEPDIKNAS yang diharapkan mampu dinyanyikan oleh seluruh generasi muda Indonesia. Mendiknas, Bapak Prof Dr. Bambang Sudibyo MBA juga menyanyikan sebuah lagu dengan judul “ My Way “ diiringi oleh bapak-bapak Profesor dan juga para Doktor dilingkungan DEPDIKNAS yang tergabung dalam De’Monev band. Beliau mengatakan bahwa dari lagu ini beliau mendapatkan sebuah filosofi bagi perjalanan hidupnya yakni “Long Life Learning” yang beliau terjemahkan sebagai berikut “Tidak ada kata terlambat bagi kita semua untuk terus belajar dan belajar disepanjang hidup kita. Hendaknyalah generasi muda kita tetap semangat untuk belajar demi masa depan yang gemilang”. Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA mengakhiri nyanyian beliau dengan menyanyikan sebuah lagu tradisional Jawa (matembang) yang berisi tentang wejangan kepada seluruh generasi muda penerus bangsa Indonesia.

Rasa lelah kami semuanya sirna disaat kami mendapat applause yang meriah dari para pengunjung pameran, rasa lapar bisa kami ibaratkan terbayar dengan tepuk tangan penonton siang itu. Tidak sia-sia perjuangan para ibu-ibu ini menempuh perjalanan sepanjang Bali – Jakarta yang menempuh 2 hari 1 malam bahkan salah satu bis kami tepatnya bis 2 mengalami kerusakan di Semarang sehingga harus menempuh 41 jam hingga bisa sampai di Jakarta keluh Liz salah seorang mahasiswi dharmasiswa dari London yang kebetulan berada di bus 2. Tapi kembali kepuasan kami bisa menampilkan ASTI Pertiwi di Jakarta adalah sebuah prestasi yang gemilang. Mudah-mudahan semangat ini akan selalu terjaga dan tentunya kami semua berharap Bapak Rektor ISI Denpasar tetap memberikan kepercayaannya kepada kami dan siap untuk berlaga di ajang Internasional sesuai dengan motto “Go International” yang sedang digalakkan oleh bapak Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA. Bagaimana ibu-ibu ASTI Pertiwi, tentunya sudah tidak sabar lagi untuk bisa Go International?

Loading...