M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Program Studi Kriya Seni ISI Denpasar Memutakhirkan Kurikulumnya

Program Studi Kriya Seni ISI Denpasar Memutakhirkan Kurikulumnya

Jajaran dosen Program Studi Kriya Seni Institut Seni Indonesia Denpasar sepanjang September ini bekerja super keras untuk memutakhirkan kurikulum dalam rangka meningkatkan kualitas lulusannya. Berbagai strategi dilakukankan untuk lebih memperlancar proses belajar mengajar serta mengadakan penataan ulang pada content materi perkuliahan.
Selain itu dilakukan penggantian beberapa mata kuliah yang sudah tidak relevan dengan perkembangan seni kriya di era ini, serta disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan stake houder. Hal tersebut terungkap Rabu (15/9) kemarin di Ruang Sidang Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar.
Ketua panitia Drs. I Made Rediawan, M.Si yang juga seorang dosen kriya senior di ISI Denpasar menyampaikan program tersebut berkaitan erat dengan hibah I-mhere yang dimenangkan oleh jurusan kriya ISI Denpasar. Program tersebut mencakup pada penguatan mata kuliah kriya seni, penataan/maping karya kriya seni di Bali, peningkatan sumber daya manusia bagi tenaga pengajar di lingkungan jurusan kriya, baik melalui pendidikan gelar dan non gelar.
Dalam pendidikan dengan gelar, seluruh dosen kriya telah mengikuti pendidikan jenjang S2 dan beberapa orang telah menamatkan pendidikan hingga jenjang S3, sedangkan dalam pendidikan non gelar, beberapa orang dosen juga akan dikirim untuk magang di lembaga-lembaga pendidikan kriya di Australia. Dalam kurikulum yang akan diterapkan ke depan, Rediawan menyatakan Program Studi Kriya ISI Denpasar akan merespon perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang secara langsung mempengaruhi perkembangan kriya seni, sejurus juga merespon perkembangan ekonomi dan sosial budaya masyarakat Bali pada khususnya.
Senada dengan Rediawan, Drs. I Ketut Muka Pendet, M.Si yang juga ketua program studi kriya ISI Denpasar menambahkan bahwa penggantian kurikulum tersebut mengacu kepada UU N0.20/2003 Sistem Pendidikan Nasional tentang pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.
Selain itu untuk menambah kualitas lulusan, perubahan kurikulum tersebut dilakukan untuk memberikan batasan yang lebih jelas akan arah kriya seni secara akademis dengan perkembangan seni kriya di masyarakat. Karena, menurut Muka, banyak orang yang belum mengetahui bahwa kriya seni secara akademik memiliki banyak kelebihan yang mendasar dibandingkan dengan kriya seni pada masyarakat.
Dalam rangka menunjang kelancaran kegiatan tersebut, panitia sengaja mengundang seorang instruktur yang sekaligus seorang pakar kriya nasional dari Universitas Negeri Yogyakarta Drs. I Wayan Suardana, M.Sn. Dalam kesempatan tersebut, Suardana berharap keberadaanya di ISI Denpasar dapat membantu seluruh kegiatan berjalan dengan lancar sehingga ke depan program studi kriya ISI Denpasar dapat mencapai nilai akreditasi A dan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam bidang kriya seni.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

Anugerah Kekayaan Intelektual bagi Dosen, Peneliti, dan Masyarakat 2010

Anugerah Kekayaan Intelektual bagi Dosen, Peneliti, dan Masyarakat 2010

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) kembali menggelar program pemberian anugerah kekayaan intelektual luar biasa (AKIL) 2010. Program ini bertujuan memberikan apresiasi atas invensi dan kreasi para dosen, peneliti dan masyarakat.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso menyampaikan, saat ini adalah abad untuk perubahan menuju lebih baik dan lebih canggih. Menurut dia, jika tidak berubah dan menjadi lebih baik dan canggih maka tidak akan berlanjut dan bertahan. “Oleh karena itu, apa yang kita lakukan adalah bagaimana bisa menghimpun karya-karya yang kita anggap terobosan-terobosan baru atau penemuan baru dalam kerangka kemajuan zaman,” katanya saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media Kemdiknas, Jakarta, Kamis (16/9/2010).
Djoko berharap, kegiatan pada tahun ini diikuti oleh lebih banyak peserta. Dia menyebutkan, pada pelaksanaan tahun lalu peserta yang terdaftar sebanyak 300 orang dan terseleksi 21 orang. ” Insya Allah tahun ini lebih banyak lagi yang memasukkan, sehingga sifat kecanggihannya makin tinggi karena kompetisinya makin tinggi,” katanya.
Kegiatan yang diselenggarakan kedua kalinya ini atas kerja sama antara Kemdiknas, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi dosen, peneliti, dan masyarakat untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Adapun kategori penghargaan meliputi bidang industri produk/teknologi yang dilindungi paten, bidang inovasi varietas tanaman yang dilindungi dengan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), bidang ilmu pengetahuan yang dilindungi dengan hak cipta, dan bidang industri kreatif yang dilindungi hak cipta. Kepada masing-masing pemenang diberikan penghargaan berupa piagam dan uang tunai Rp 250 juta termasuk pajak.
Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Ditjen Dikti Kemdiknas Suryo Hapsoro Tri Utomo menyampaikan, target penerima penghargaan tahun ini sebanyak 25 orang. Pada tahun lalu, kata dia, untuk bidang industri kreatif tidak ada peserta yang memenuhi kriteria. Menurut dia, pihaknya tidak membatasi tahun penemuan. “Prinsipnya belum pernah mendapatkan penghargaan, akan lebih bagus lagi temuan itu terbukti telah digunakan masyarakat lebih luas,” ujarnya.
Suryo melanjutkan, masyarakat dapat mengajukan dirinya sendiri atau masyarakat boleh mengajukan orang lain. Dia berharap, semakin luas jangkauan dan partisipasi masyarakat. “Barangkali ada penemu-penemu yang sekarang ini belum muncul atau belum terekspos,” katanya.
Kemdiknas, kata Suryo, bersama-sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) memberikan perhatian khusus bagi para pemenang tahun lalu. Dia menjelaskan, khusus untuk bidang pemuliaan tanaman telah ditangani secara serius oleh unit di Kemendag untuk dapat memasarkan hasil temuannya. “Salah satu target Kemendag adalah sebanyak mungkin produk dalam negeri yang digunakan. Teman-teman yang kemarin penemu luar biasa ini didorong untuk masuk unit yang ditangani Kemendag,” katanya.
Kasubdit Dokumentasi HKI Direktorat Teknologi Informasi Direktorat Jenderal HKI Kementerian Hukum dan HAM Said Nafik mengatakan, melalui kegiatan penghargaaan ini dan dengan banyaknya peneliti diharapkan dapat membangkitkan ekonomi Indonesia. “Dengan penghargaan ini kita ingin semua ide itu kita bangkitkan, sehingga semua orang bisa menyelesaikan masalah bangsa ini. Diharapkan kita bisa menjadi tuan rumah teknologi di negeri sendiri,” ujarnya.
Para pengusul penerima anugerah harus memilih salah satu kategori dan klaster ditetapkan dalam buku panduan. Semua pengusul harus mengisi biodata dan data awal secara on line melalui laman www.anugerahkekayaanintelektual.com dan kemudian mengirimkan hard copy data lengkap proposal ke panitia.
Koordinator Bidang Pemuliaan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian Dwi Pudi Astuti mengatakan, pada pelaksanaan kegiatan tahun lalu, pemenang anugerah untuk bidang pertanian sebanyak sembilan orang dari 21 yang terseleksi. “Mudah-mudahan pada 2010 akan meningkat lagi,” ujarnya.
Dwi menambahkan, dalam seleksi akan dinilai tentang varietas yang telah dilindungi yaitu yang telah mendapatkan perlindungan hak PVT baik yang telah dilindungi maupun yang dalam proses permohonan. “Kemudian, selain varietas yang telah dilindungi, juga varietas hasil pemuliaan yang didaftarkan di PVT,” katanya.
Proposal dalam bentuk hard copy (bila perlu disertai CD soft copy) disampaikan kepada Panitia. Proposal kategori Teknologi, Ilmu Pengetahuan, dan Industri Kreatif dikirimkan ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Jalan Pintu Satu Senayan telepon 021-57946043 faksimili 021-5731846 surel: [email protected] This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Adapun Proposal kategori Varietas Tanaman dikirimkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Gedung E Lantai III Jalan Harsono RM No.3, Jakarta 12550 telepon 021-7816386,78840405 faksimili 021-78840389 surel: [email protected] This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

Sumber: http://dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1657:anugerah-kekayaan-intelektual-bagi-dosen-peneliti-dan-masyarakat-2010&catid=143:berita-harian

Alur Perkembangan Kebudayaan Bali III

Alur Perkembangan Kebudayaan Bali III

Oleh: Hendra Santosa, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar

3. P’oli dari Berita-berita Cina

a.  Berita-berita Cina Tentang Bali

Menurut berita-berita Cina, pulau Bali dikenal dengan nama P’oli. Walaupun ada beberapa perdebatan mengenai letak P’oli. Sebagian ahli sejarah menganggap bahwa P’oli adalah Aceh karena disana ada kerajaan Dalem Puri, Kedua menganggap P’oli adalah Kalimantan karena lebar pulau yang disebutkan tidak sebanding dengan Bali, serta di Kalimantan ada kerajaan Puni. Penulis menganggap bahwa P’oli itu sama dengan Bali menurut letaknya di sebelah timur Jawa dan hingga saat ini untuk menyebut tempat tinggal para raja dinamakan dengan puri.

Menurut berita Cina, P’oli adalah sebuah pulau yang berada di sebelah tenggara Kanton, dengan rajanya Kaundinya (seorang mahaguru). Pada abad III raja Champa bernama Houn Tien (Kaundinya) sebagai raja pertama dari negeri itu yang mengirim utusan dagang. Keluarga Kaundinya itu terkenal sebagai Saila Raja atau dalam bahasa Cinanya sebagai Fu-nan. Mungkin sekali keluarga Raja ini yang memerintah di P’oli.

Pada abad V, Bali telah mendapat pengaruh agama Budha. O.W. Wolters mengungkapkan seperti yang diuraikan dalam cerita tambo dari dinasti Chi Selatan (479-502), disebutkan tentang kapal-kapal dari Kun-lun yaitu sebutan bagi orang-orang Indonesia, bahwa tidak semua utusan-utusan yang datang ke Cina itu berkaitan dengan perdagangan saja. Pada tahun 430 Masehi telah datang utusan dari negeri Tan-tan dan P’oli yang menyampaikan surat-surat berisi pujian terhadap kaisar karena jasanya dalam penyebaran agama Budha.

Alur Perkembangan Kebudayaan Bali III selengkapnya

Daerah Perkembangan Kesenian Tradisional Minangkabau II

Daerah Perkembangan Kesenian Tradisional Minangkabau II

Oleh: Wardizal, Dosen PS Seni Karawitan

Pantun Sebagai Teks Nyanyian

Didalam pertunjukan dendang, materi atau teks nyanyian pada umumnya berbentuk pantun, berwujud baris atau lirik (curahan perasaan) yang dikelompokkan menjadi bait, untaian atau kuplet. Berkaitan dengan pengertian pantun, Navis dalam bukunya Alam Terkembang Jadi Guru mengatakan:

Pantun, sama maknanya dengan umpama. Sepantun sama dengan seumpama, seperti yang ditemukan pula dalam bahasa Melayu yang sering menyebut kami sepantun anak itik, kasih ayam maka menjadi atau tuan sepantun kilat cermin dibalik gunung tampak jua (1984:233).

Zuber Usman dalam suatu diskusi pada seminar kesenian Minangkabau di Batusangkar (1970) mengatakan bahwa, pantun berasal dari kata petuntun (pa- tuntun = penuntun) yang artinya sama dengan umpama atau perumpamaan. Perubahan bunyi patuntun menjadi pantun adalah hal yang lazim dalam bahasa Minangkabau. Poerwodarminto dalam bukunya Kamus Umum Bahasa Indonesia mengatakan:

Pentun 1. sb. Sajak pendek, tiap-tiap kuplet biasanya empat baris (ab, ab) dan dua baris yang dahulu biasanya untuk tumpuan saja; 2. pribahasa sindiran; 3. jawab (pd. tuduhan) dan sebagainya; berpantun (pantunan): menyanyikan (membawakan) pantun bersahut-sahutan; memantuni; menyindir dengan pantun; memantunkan: mengarang pantun; mengatakan dan sebagainya dengan pantun; pemantun: pengarang pantun (1984:710).

Pantun terdiri dari beberapa baris dalam jumlah yang genap, dari dua baris sampai dua belas baris; separoh jumlah baris permulaan disebut sampiran, separoh berikutnya adalah isi pantun yang sesungguhnya. Fungsi sampiran adalah sebagai pengantar pada isi, bunyi, dan iramanya. Pantun yang sempurna adalah apabila sampirannya mengandung unsur tersebut.

Di samping berbentuk pantun, didapati juga teks nyanyian yang berbentuk talibun, yaitu karya puisi yang juga berwujud baris: enam, delapan, sepuluh dan seterusnya; biasanya dalam jumlah yang genap. Dapat dikatakan bersajak ab-ab untuk pantun yang berjumlah empat baris, abc-abc untuk yang enam baris dan abcd-abcd untuk pentun yang berjumlah delapan baris.

Daerah Perkembangan Kesenian Tradisional Minangkabau II

Gamelan Bali Mampu Menggetarkan Jantung Komunitas Seni Musik Rusia

Gamelan Bali Mampu Menggetarkan Jantung Komunitas Seni Musik Rusia

Gebrakan tim kesenian Institut Seni Indonesia Denpasar diawali dengan penampilan di Gedung philharmonia kota Tula 200 km dari Moskow, ujar Sekretaris Pertama KBRI Moskow Johannes O S Manginsela dalam keterangan persnya yang diterima Antara, Senin.
Pagelaran yang bertemakan “the Colour of Indonesia” merupakan bagian dari rangkaian peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Rusia digelar atas kerjasama KBRI Moskow, ISI Denpasar Bali didukung Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional.
Penampilan gamelan dan tari nusantara mempesona tidak kurang dari 750 orang pengunjung yang memenuhi gedung pertunjukan di kota asal sastrawan besar Rusia Leo Tolstoy itu.
Diakhir pertunjukan penonton memberikan appresiasi dengan berulang-ulang memekikan “malajet.. Malajet..” atau hebat.
Pada penampilan lainnya tim ISI Denpasar juga berhasil memukau komunitas seni di Moskow di Rachmaninov Hall, Moscow Tchaikovsky Conservatory.
Di sekolah yang merupakan sekolah music klasik yang paling prestius di Rusia tersebut tidak kurang dari 200 pengunjung memenuhi ruang konser yang terkenal ekslusif dan hanya berkapasitas 250 tempat duduk tersebut.
Pada akhir pertunjukan, penonton tidak hentinya bertepuk tangan sehingga para seniman asal Bali ini dituntut untuk keluar kembali ke panggung untuk memberikan “bonus” permainan gamelan tambahan yang spontan dimainkan selama tidak kurang dari tiga menit sebagai “finale” yang disambut dengan standing ovation dari penonton.
Komposisi tabuhan pembuka dan diikuti permainan gamelan yang mengiringi tarian nusantara seperti tari Selat Segara (Bali), Padang Bulan (Jawa Timur), Oleg Tambulingan (Bali), Pakarena (Sulawesi), Mandau, Garuda, Berburu (Papua).
Kecuali tari Saman (Aceh), seluruh tarian diiringi oleh tabuhan musik tradisional secara live. Dengan dukungan akustik ruangan yang prima pertujukan dilakukan tanpa bantuan pengeras suara (sound system).
Duta Besar RI Moskow, Hamid Awaludin mengatakan bahwa pagelaran budaya Indonesia yang merupakan diplomasi seni dan budaya dapat memicu berkembangnya sektor pariwisata Indonesia.
Masyarakat Rusia yang sudah sejak lama mengenal Bali sebagai salah satu tujuan wisata dan diharapkan melalui Bali, mereka dapat mengenal Indonesia secara keseluruhan.
Ditambahkan bahwa peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk lebih meningkatkan hubungan dan persahabatan kedua bangsa.
Sementara itu Margaritha Karatygina, kepada departemen hubungan internasional Moscow Tchaikovsky Conservatory menyambut gembira keberhasilan penampilan ISI Denpasar serta optimis keberhasilan ini akan mendorong minat mahasiswa musik Rusia untuk mendalami lebih jauh seni musik Timur, khusunya gamelan dari Indonesia.
“Kekayaan budaya Indonesia sangat beragam dan oleh karena itu ISI Denpasar mempersembahkan Paket Nusantara,” kata Pembantu Rektor Bidang Kerjasama ISI Denpasar, I Wayan Suweca.
“Rusia adalah salah satu negara yang kaya pula akan seni dan budaya serta apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya sangat tinggi.
Kedua bangsa memiliki potensi untuk mengembangkan kerjasama di bidang seni dan budaya dan ISI Denpasar siap menjalin kerjasama dengan perguruan-perguruan tinggi seni di Rusia,” tambahnya.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1283123208/gamelan-bali-getarkan-jantung-seni-musik-rusia

Bentuk-bentuk Topeng Postmodernisme karya Ida Bagus Anom I

Bentuk-bentuk Topeng Postmodernisme karya Ida Bagus Anom I

Oleh: Drs. I Wayan Sutha S, Dosen PS Seni Rupa Murni

Idiom estetik yang merupakan bagian dari topeng postmodernisme adalah:

Pastiche.

Pastiche adalah imitasi murni, tanpa pretensi apa-apa dan dalam karya seni merupakan suatu  penyusunan elemen-elemen yang dipinjam dari perbagai pengarang atau seniman masa lalu, yang miskin orisinalitas dan merupakan salah satu bentuk imitasi yang tanpa beban kritik. Dalam prakteknya pastiche mengambil pelbagai gaya dan bentuk dari kepingan sejarah, mencabutnya dari semangat zamannya dan menempatkan dalam konteks kekinian. Sebagai karya yang mengandung unsur-unsur pinjaman, mempunyai konotasi negatif sebagai praktek penciptaan yang miskin orisinalitas. Dalam pandangan Linda Hutcheon Pastiche mengimitasi karya masa lalu dalam kerangka menghargai dan mengapresiasinya yang merupakan bentuk imitasi murni, tanpa pretensi politis seperti parodi. Senada dengan pandangan Linda Hutcheon, adalah Umberto Eco Umberto Eco, di dalam Travels in Hyper-reality (Eco 1973:28) ia merupakan suatu “perang terhadap sejarah sebab, sejarah tidak dapat diulangi. Sejarah harus dibuat”.

Dengan demikian Pastiche dalam seni topeng mengambil pelbagai gaya dan bentuk dari pelbagai keping sejarah, mencabut dari semangat zamannya dan menempatkannya dalam konteks masa kini. Lebih lanjut pastiche, mengutip Baudrillard, adalah titik balik sejarah. Sementara Fredrich Jameson secara metaforis menyebut pastiche sebagai penggunaan topeng sejarah, pengungkapan dalam bahasa yang telah mati. Pastiche adalah perang menentang kemajuan dan sejarah, sebab sejarah tak dapat diulangi namun sejarah harus dibuat dan teks pastiche mengimitasi teks-teks masa lalu, dalam rangka mengangkat dan mengapresiasikannya dan merupakan bentuk parodi terhadap sejarah “perang terhadap sejarah sebab, sejarah tidak dapat diulangi. Sejarah harus dibuat”.

Contoh wujud pastiche yang paling riil di Indonesia, contohnya adalah Taman Mini Indonesia Indah dengan rumah adat dan segala macam museum di dalamnya. Sedangkan dalam seni topeng idion estetika pastiche adalah pengukangan topeng-topeng tradisi dengan penyusunan elemen-elemen rupa yang dipinjam dari perbagai seniman masa lalu, yang miskin orisinalitas yang disertai mengambil pelbagai gaya dan bentuk dari kepingan sejarah, dan mencabutnya dari semangat zamannya serta menempatkan dalam konteks kekinian. Pastiche adalah perang menentang kemajuan dan sejarah, sebab sejarah tak dapat diulangi namun sejarah harus dibuat. Topeng karya seniman Ida Bagus Anom ini mengunakan idiom estetika pastiche karena bentuk yang diungkapkan tidak berubah dari karya-karya yang terdahulu dan merupakan imitasi tanpa adanya olahan seni sehingga tidak tampak adanya kreativitas senimannya, sehingga terlihat miskin ide dan hanya merekonstruksi masa lalu, karena karya seni topeng yang diciptakan disusun dari elemen-elemen atau atribut yang dipinjam dari pelbagai sumber, pencipta, seniman, atau tukang dari masa lalu serta merupakan perulangan sejarah.

Bentuk-bentuk Topeng Postmodernisme karya Ida Bagus Anom I selengkapnya

Loading...