M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

6.000 Ogoh-ogoh Meriahkan Malam “Pengrupukan”

6.000 Ogoh-ogoh Meriahkan Malam “Pengrupukan”

Denpasar – Sebanyak 6.000 ogoh-ogoh, boneka besar yang umumnya dengan wajah menyeramkan, akan diarak di wilayah desa adat di Bali pada malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1933 pada 5 Maret.
“Polda Bali bersama jajarannya akan mengantisipasi dan melakukan pengamanan ketat atas ritual pengusungan ogoh-ogoh yang berlangsung sejak Jumat (4/3) petang hingga larut tengah malam itu,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar di Denpasar, Rabu.
Ia menyebutkan, upaya pengamanan ketat itu dilakukan pihaknya untuk menghindari timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan.
Dikatakan, upaya pengamanan pada malam pengerupukan itu juga dilakukan pihaknya bersama-sama dengan petugas keamanan desa adat (pecalang), dengan harapan arak-arakan ogoh-ogoh dapat terlaksana dengan baik.
Petugas telah melakukan pendataan terhadap kelompok anak-anak muda (sekaa teruna-teruni) yang telah membuat ogoh-ogoh untuk diusung pada malam pengerupukan terkait Nyepi tahun ini.
Dari pendataan tersebut, terhitung sekitar 6.000 buah ogoh-ogoh telah dibuat warga tersebar di desa atau atau pekraman pada delapan kabupaten dan satu kota di daerah ini, ujarnya.
Karya seni generasi muda Bali itu akan diarak keliling desa pekraman, sebelum dipralina (dibakar) pada larut malam.

Sumber: antaranews.com

Ornamen Candi Kurung Padu Raksa Bersayap Di Pura Luhur Uluwatu

Ornamen Candi Kurung Padu Raksa Bersayap Di Pura Luhur Uluwatu

Oleh : Drs. I Wayan Mudra, MSn, Drs. I Made Suparta, MHum, PS. Kriya Seni FSRD ISI Denpasar

Para penulis mengulas Pura Luhur Uluwatu pada berbagai media seperti buku, majalah, jurnal dan website, biasanya lebih tertarik menulis tentang kesucian, ketenaran, filosofi dan asal usul pura sampai kenakalan satua kera yang sering mengambil bawaan pengunjung. Sebaliknya belum ditenemukan ulasan yang membahas secara detail bentuk candi, motif ornamen dan filosofi ornamen bangunan-bangunan kuno yang terdapat pada kawasan pura tersebut. Bangunan tersebut dalah candi bentar menuju jaba tengah yang berbentuk sayap dan candi kurung padu raksa bersayap menuju utama mandala yang memiliki ornamen cukup unik. Ada yang berpendapat sayap mengandung makna pelepasan. Kekhasan candi tersebut terlihat dari bentuknya yang berbeda dengan candi kurung yang dibuat masyarakat di Bali saat ini. Dari visualisi ornamen sebetulnya dapat ditelusuri tahun pembuatan candi, karena style ukiran dapat menunjukkan periode pembuatannya. Style ornamen ukiran dari kejaman–kejaman akan mengalami perbedaan walaupun jenis motifnya sama.

Pengertian padu raksa menurut Gusadi dalam tulisannya “Penyengker” menjelaskan sudut-sudut pertemuan antara tembok panyengker disebut padu raksa. Secara filosofis-etis, padu raksa tersebut memiliki nama masing-masing berdasarkan titik sudut peletakannya, seperti sari raksa (terletak di sudut timur laut), aji raksa (di tenggara), rudra raksa (sudut barat daya) dan kala raksa berkedudukan di barat laut. Padu raksa memiliki bagian-bagian yang diidentikkan sebagai kepala, badan dan kaki, lengkap dengan hiasan atau pepalihan-nya.

Keunikan lain yang terlihat dari kawasan Pura Luhur Uluwatu ini adalah bangunan pokok yaitu meru tumpang tiga masih terlihat bangunan lama. Walaupun ada informasi yang mengatakan bangunan tersebut sebenarnya telah mengalami perbaikan ketika terjadi musibah kebakaran yang diakibatkan oleh petir. Menurut beberapa sumber bahan kayu yang dipakai bangunan meru tersebut adalah kayu majegau. Salah satu jenis kayu yang disucikan oleh umat Hindu di Bali. Bahan kayu bangunan tersebut  terlihat masih utuh tanpa diberi pelapis cat atau  tanpa ornamen, sehingga dapat memunculkan kesan kesederhaan dan kuno. Berbeda dengan kondisi bangunan-bangunan pura lainnya di Bali saat ini, umumnya menggunakan batu hitam, bagian atas penuh ornamen dengan finishing lapisan prada.Hal ini dapat memunculkan kesan megah dan kemewahan.

Keunikan lain yang menjadi daya tarik wisatwan asing maupun wisatawan nusantara adalah disebelah kiri jaba tengah terdapat sebuah bak air yang selalu berisi air meskipun musim kering sekalipun. Hal ini dianggap suatu keajaiban dari Pura Luhur Uluwatu. Sebab, di wilayah Desa Pecatu adalah daerah perbukitan batu karang berkapur yang mengandalkan air hujan. Bak air itu dikeramatkan karena keajaibannya. Keperluan air untuk bahan tirtha cukup diambil dari bak air tersebut. Bak air tersebut saat ini berada dalam bangunan kecil mendatar menyerupai candi.

Ornamen Candi Kurung Padu Raksa Bersayap Di Pura Luhur Uluwatu, Bali Selengkapnya

Dikti Kaji Berbagi Sumber Daya Tenaga Dosen

Dikti Kaji Berbagi Sumber Daya Tenaga Dosen

Jakarta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional sedang mengkaji aturan yang memungkinkan untuk berbagi sumber daya tenaga dosen di lingkungan pendidikan tinggi. Fleksibilitas ini dilakukan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi dengan keterbatasan dosen yang ada.

“Kita sedang me-review aturan-aturan yang ada, sehingga memungkinkan melakukan sharing resources yang terbatas untuk meningkatkan kapasitas,” kata Sekretaris Ditjen Dikti Kemdiknas Harris Iskandar pada Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Jakarta, Selasa (22/2).

Harris mengatakan, target pemerintah untuk menggenjot APK dengan menambah jumlah mahasiswa perguruan tinggi (pt) harus dibarengi dengan penambahan kapasitas tenaga dosen. Namun, kata dia, dengan keterbatasan dosen yang ada saat ini maka perlu upaya untuk mengatasinya yaitu dengan berbagi tenaga dosen. “Kalau kapasitas (dosen) segitu-segitu saja tidak masuk akal, kecuali kapasitasnya diperbesar. Cara memperbesarnya dengan melakukan berbagai fleksibilitas,” katanya.

Haris mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi yang dilakukan di dikti. Kebijakan lainnya, kata dia, adalah melakukan pembenahan data. Dikti saat ini sedang mengembangkan pangkalan data pendidikan tinggi (PDPT) menggantikan aplikasi evaluasi program studi berbasis evaluasi diri (EPSBED). “Kami ingin mewujudkan data yang lebih akurat, sehingga mengambil kebijakan yang lebih adil bagi semua perguruan tinggi,” katanya.

Senada dengan Harris, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemdiknas Illah Sailah menyampaikan, berbagi sumber daya tenaga dosen dikembangkan dalam dua bulan terakhir dan sedang disusun kisi-kisinya. Dia mencontohkan, seorang dosen yang tidak memenuhi jam mengajar sebanyak 12 SKS, misalkan hanya delapan jam, maka kekurangan empat SKS dapat dipinjamkan ke perguruan tinggi lain dengan sepengetahuan rektor. “Jadi nanti di pangkalan data yang kita lihat adalah berapa jumlah SKS dosen tersebut,” katanya.

Illah meminta kepada perguruan tinggi agar berhati-hati dalam melakukan administrasi penilaian. Karena hal ini, kata dia, merupakan bagian dalam sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan penilaian akreditasi. Menurut dia, pihak kampus harus mencermati kecocokan antara perencanaan pembelajaran dengan berita acara perkuliahan. “Oleh karena itu, benchmarking sesama PT Muhammadiyah (PTM) diperlukan,” ujarnya.

Rektor Uhamka Suyatno menyampaikan, pihaknya berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, melakukan penguatan kelembagaan, melahirkan kepemimpinan di PTM, dan mengembangkan jejaring. Dia menyebutkan, dari 4,6 juta mahasiswa Indonesia berusia 19-24 tahun, jumlah mahasiswa di bawah naungan Muhammadiyah sebanyak 450 ribu atau 10 persen. “Dari jumlah itu, kontribusi Muhammadiyah besar,” katanya. (agung)

Sumber: Kemdiknas.go.id

“Zoom In Bali 2011” Menghadirkan Sisi Lain dari Budaya Bali

“Zoom In Bali 2011” Menghadirkan Sisi Lain dari Budaya Bali

Kiriman Arba Wirawan, Dosen PS Fotografi.

Sebagai daerah terbuka, yang dikunjungi masyarakat berbagai bangsa sejak berabad-abad lalu, Bali tentulah mengalami aneka dinamika. Pertemuan antarkultur memungkinkan timbulnya adaptasi serta kreasi yang unik, menarik dan tak terduga. Namun tak dapat dielakkan ada pula perubahan yang tak dikehendaki, misalnya gaya hidup yang jauh dari kesantunan tradisi; keasrian lingkungan yang tercemar; perilaku sosial budaya yang menyimpang. Sisi sisi negatif itu boleh jadi akan hadir mewarnai sekian karya ‘Zoom In Bali 2011’.

Dibuka secara langsung kemarin (26/2/11) oleh Bapak Wakil Gubernur Bali, Bapak A.A Puspayoga menambah sukses acara ini yang diselenggarakan di Bentara Budaya Bali Ketewel, Gianyar. “Jangan hanya memotret Pre wedding dan mendapat uang semata bila jadi seorang fotografer, jadilah fotografer yang dapat melihat obyek menarik disekeliling anda” , tutur Bapak Wakil Gubernur yang mengundang gelak tawa di sela-sela pidato pembukaannya.

Dikuratori oleh Iwan Dharmawan seorang master fotografer, jurnalis, novelis  yang namanya sudah dikenal, pameran yang berlangsung 26 Februari – 9 Maret 2011, pukul 10.00 -18.00 WITA ini bertujuan mengenalkan dan memberitahu keunikan keunikan dari Budaya di Bali oleh Globalisasi atau perubahan perubahan yang terjadi selama era globalisasi. Dengan tema “Fotografer  ‘Ngayah’ dengan Merekam Perubahan munculah sekitar 400 foto dari krang lebih 300 fotografer yang dikurasi dengan professional munculah 43 nama dan 45 karya foto yang terdapat unsur  “ITU” yakni Idea Technique dan Unique dimana dari tiga hal tersebut terdapat sebuah karya foto yang tidak biasa.

Dari 45 karya foto tersebut, dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Yang pertama bernama Rwa Bhineda, 2 bagian yang bertolak belakang namun berjalan harmonis. Yang kedua adalah Manusia Bali yang beramah tamah disekitar lingkungannya. Yang ketiga adalah Yadnya dan Bhakti, bagaimana orang Bali menunjukkan diri bahwa mereka punya kewajiban bekerja secara total. Yang keempat adalah Air, dimana orang bali tidak pernah lepas dari air suci. Yang kelima Adaptasi Kreatif,  orang bali mencoba kreatif menyiasati berbagai perubahan tanpa harus lepas dari jalur kehidupan dengan akar Budaya Bali yang Kuat.

45 Foto tersebut belum tentu dapat memberi petunjuk tentang perubahan perubahan yang terjadi di Bali saat ini. Masih perlu untuk mendokumentasikan Bali sehingga mendapat data atau bukti yang komprehensif.

Sosialisasi Penelitian Dana Dipa 2011

Oleh  I Wayan Mudra, LP2M ISI Denpasar

Hari Kamis, 23 Februari 2011 LP2M ISI Denpasar mensosialisasikan hibah-hibah penelitian dengan dana DIPA ISI Denpasar maupun usulan untuk proposal yang dikompotisikan  di DP2M Dikti dihadapan para Dekan, Pembantu Dekan, Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan di lingkungan ISI Denpasar.  Untuk dana DIPA ISI Denpasar tahun 2011 dikompetisikan 10 proposal Penelitian Fundamental dengan dana masing-masing Rp. 21. juta, Hibah Bersaing 3 proposal masing-masing Rp. 30 juta  dan 5 proposal Penelitian Dosen Muda masing-masing Rp. 7,5 juta yang didanai melalui bantuan PNBP. Dosen muda ditujukan untuk dosen maksimal golongan 3d dan belum pernah mendapatkan hibah kompetitif dan tidak sedang belajar/studi. LP2M ISI Denpasar juga mengadakan kegiatan rutin KKN pada setiap Bulan Juni 2011.  LP2M ISI Denpasar juga akan mengadakan kegiatan rekontruksi seni dan studi banding. Untuk pengabdian Kepada Masyarakat telah dimenangkan oleh dua orang dosen dipusat  dengan dana DIPA ISI Denpasar.  Dekan FSRD ISI Denpasar mengusulkan usulan proposal disesuaikan dengan bidang ilmu dosen dan  mata kuliah yang diampu,  alangkah baik shearing dengan dekan, kalau memungkinkan nilai KKN dilakukan bersamaan untuk memudahkan administrasi di fakultas. Ketua LP2M juga menjelaskan kualitas hasil penelitian sangat tergantung pada peneliti, dana kadang-kadang  bukan menjadi ukuran kualitas. Evaluasi proposal dilakukan 2 tahap, pertama evaluasi administrasi dan kedua melalui evaluasi substansi. Usulan proposal dengan dana DIPA ISI Denpasar penandatanganan proposal dilakukan oleh kepala pusat-pusat  sesuai dengan substansi penelitiannya seperti  yang ada di Lp2M (Kepala Pusat desain, Kepala Pusat Seni Kreasi Baru dan Kepala Pusat Seni Tradisi dan pusat Pengabdian Kepada Msyarakat), sedangkan untuk proposal ke DP2M Dikti ditandatangani oleh Ketua LP2M ISI Denpasar. Proposal dikumpulkan 5 eksemplar, batas terakhir pengumpulan proposal dengan dana ISI Denpasar, 24 Maret 2011.

Mahasiswa Fotografi ISI Denpasar Kembali Juarai Kompetisi Foto Nasional UGM

Mahasiswa Fotografi ISI Denpasar Kembali Juarai Kompetisi Foto Nasional UGM

Kiriman Arba Wirawan.

Prestasi mahasiswa Ps. Fotografi, FSRD ISI Denpasar setelah menjuarai lomba pembangunan nasional trofi presiden SBY 2010, kembali menjuarai kompetisi menulis Blog & Foto “Motivasi dan Inspirasi dalam kehidupan sehari-hari” Selasa, (22/2). Foto dengan judul “Demi Masa Depannya” karya I Made Adi Dharmawan di selenggarakan oleh Universitas Gajah Mada,Yogyakarta. Kompetisi foto ini terbuka untuk umum dan tingkat nasional. Kompetisi ini diharapkan dapat menampilkan sisi keajaiban-keajaiban kecil yang mampu menggetarkan sisi-sisi emosional kita dan membangkitkan gairah untuk maju dan berkembang dalam hidup khususnya karir yang menyita sebagian besar hidup kita.

Dewan Juri yang terdiri dari fotografer profesional, dosen hingga psikolog akhirnya menetapkan,Juara 1 di raih oleh I Made Adi Dharmawan dengan Judul Foto “Demi Masa Depannya”, Juara 2  Sandhi Irawan dengan foto berjudul “Membantu Ibu”, Juara 3 Reinhart H Sianturi dengan foto berjudul Yes You Can disusul dengan beberapa nominator terbaik. Menurut dewan juri foto yang terpilih  adalah foto yang memenuhi kriteria utama yaitu kesesuaian tema, estetika dan teknis. Untuk tema Motivasi dan Inspirasi ini cenderung semi jurnalistik, sehingga kesesuaian tema akan sangat terpengaruh oleh kekuatan moment dan Foto yang terpilih berdasarkan muatannya tentang motivasi dan inspirasi , dan mampu menggerakkan atau mempengaruhi yang melihatnya.

Pemenang dan Nominator memperoleh yang tunai dan souvenir dari panitia. “ Selamat kepada para pemenang, dan tetaplah berkarya kepada para peserta yang lain” ungkap ketua panitia.” Anda telah menerima tantangan, dan Anda sukses melewatinya dengan take action” imbuhnya

Loading...