by admin | Dec 27, 2011 | Berita
Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Jumat (23/12) lalu mempersembahkan Komedi Stamboel. Pentas yang digelar di Gedung Natya Mandala, ISI Denpasar ini tergolong istimewa, karena untuk pertama kalinya sejak tahun 1960-an, komedi yang diperkirakan berasal dari Istanbul, Turki ini, kembali hadir di Bali.
Dekan FSP ISI Denpasar, I Ketut Garwa SSn MSn mengatakan, pentas komedi (teater) Stamboel ini melibatkan sekitar 70 pemain, terdiri dari pemain teater, pemusik dan selingan. “Mereka semuanya berasal dari tiga jurusan yang ada di Fakultas Seni Pertunjukan,” ujarnya ditemui di seusai pementasan.
Dijelaskannya, pementasan Komedi Stamboel yang mengambil judul: ‘Aladin Melawan Raja Sihir dari Afrika’ ini melibatkan tiga instruktur. Yakni, IB Anom Ranuara, I Wayan Puja, dan Wayan Sinti. “Mereka yang mempersiapkan garapan ini dan menggembleng para pemain selama hampir 2 bulan,” ujarnya.
Menurut Ketut Garwa, diliriknya Teatar Stamboel ini sebagai bahan garapannya, adalah untuk menunjang kreativitas dan memperdalam proses pengkajian seni di FSP. Terlebih, pihaknya tahun depan bakal melahirkan program studi (prodi) baru yakni Sendratasik (Seni Drama Tari dan Musik) yang akan mencetak tenaga pendidik. “Jadi teater ini sangat mendukung jelang lahirnya prodi tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, IB Anom Ranuara, penulis naskah sekaligus sebagai pelatih (instruktur), menjelaskan, Komedi Stamboel ini masuk ke Indonesia sejak zaman Belanda. “Mulanya kesenian ini berbahasa Melayu, namun dalam perjalanannya menyesuaikan dengan zaman dan situasi,” ujarnya. Seperti yang ditampilkan ini, kata Anom, mengalami sejumlah modifikasi. Selain menggunakan bahasa Indonesia, musiknya juga dikolaborasikan dengan instrumen Bali yang mengangkat lagu-lagu Timur Tengah. “Sebenarnya teater ini pernah masuk ke Bali sekitar tahun 1960-an, namun setelah itu menghilang. Nah, kini kembali direkonstruksi oleh ISI Denpasar. Mudah-mudahan pentas ini menjadi awal untuk berkembangnya lagi Komedi Stamboel sehingga makin mewarnai kesenian yang sudah ada di Bali,” kata Anom Ranuara, yang dikenal sebagai dedengkot seniman teater di Bali.
by admin | Dec 27, 2011 | Berita
Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sebagai satu-satunya institusi seni di Bali memang tak pernah surut aktivitas. Pada tanggal 22-23 Desember yang lalu, kampus ini, tepatnya Gedung Natya Mandala, dipadati mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada di Bali, untuk mengikuti lomba menyanyi solo antar perguruan tinggi se-Bali. Lomba yang dibagi menjadi tiga kategori ini yaitu lagu pop Indonesia, lagu dangdut, dan lagu pop Bali, membuat kampus ini semakin semarak. Lomba menyanyi solo yang dikomandani oleh UKM kesenian dibawah bimbingan Pembantu Rektor III, Bidang Kemahasiswaan ISI Denpasar ini terlaksana dengan sukses.
Rektor ISI Denpasar,Prof. Dr.I Wayan Rai S.,M.A. memberi pujian bagi seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan lomba yang baru pertama kali diselenggarakan di ISI Denpasar. “Lomba menyanyi solo perdana ini telah terlaksana dengan sukses. Terima kasih kepada Tuhan atas terlaksananya lomba ini, dan kepada para dosen yang sudah membina mahasiswa,pegawai yang telah terlibat,para dewan juri,serta seluruh mahasiswa PT se-Bali. Selamat kepada seluruh pemenang. Semoga lomba ini dapat terlaksana setiap tahun dengan performa yang lebih baik lagi, demi pencitraan kampus ISI Denpasar yang kita cintai,”ujar Prof.Rai didampingi PR III, Drs.I Made Subratha,M.S.i.
Adapun juara 1 dan 2 lomba menyanyi lagu pop Indonesia putri diraih STP Nusa Dua, juara 3 diraih ISI Denpasar, juara 1 putra ISI Denpasar, juara 2 dan 3 masing-masing STP Nusa Dua dan IKIP PGRI. Untuk pop Bali diraih oleh IKIP PGRI, STPBI, dan Undiksha masing-masing sebagai juara 1, 2, dan 3.Sedangkan kategori lagu dangdut, diraih oleh Undiksha di posisi 1 dan 3, dan IKIP PGRI diposisi ke 2. Pemenang lomba mendapatkan hadiah uang, piagam dan thropy. Adapun dewan juri dalam lomba ini adalah IB Saka, Komang Sudana, Manik Aryati, Arya KDI, Mirah KDI, Alit Adyari, Agung Wirasuta, Yuni, dan Ocha.
Saat acara penutupan dan pengumuman juara, ditampilkan Komedi Stamboel oleh Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar yang sangat istimewa, karena sejak tahun 1960-an, komedi yang diperkirakan berasal dari Istanbul, Turki ini, untuk pertama kalinya kembali hadir di Bali.
by dwigunawati | Dec 26, 2011 | Berita, Galeri
Bali merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang terkenal di dunia. Banyaknya wisatawan baik domestik maupun mancanegara memberikan peluang bisnis yang besar bagi perusahaan-perusahaan penyedia produk dan jasa pariwisata seperti agen perjalanan, hotel. restoran dan sebagainya.
Yanto Bali Lombok (YBL) Tours and Travels adalah salah satu agen perjalanan yang berada di Bali. Dalam usianya yang masih terbilang baru, agen perjalanan ini memiliki potensi yang sangat besar kedepannya dikarenakan kerjasamanya yang luas dan manajemennya yang berpengalaman.
Usianya yang masih baru menjadi kendala tersendiri dalam promosi yang dilakukan oleh agen perjalanan ini. Media promosi yang digunakan masih terbilang sedikit dan sangat sederhana, untuk itu diperlukan rancangan media komunikasi visual dengan konsep yang lebih menarik dan komunikatif yang disesuaikan dengan konsep perusahaan ini yaitu ceria (cheerful)
Penentuan konsep dan media komunikasi visual yang tepat didapatkan berdasarkan analisis data aktual dan faktual serta analisis wawancara yang kemudian dapat ditarik kesimpulan konsep desain yang digunakan sebagai dasar rancangan media komunikasi visual sebagai sarana promosi Yanto Bali Lombok (YBL) Tours and Travels. Media promosi yang digunakan dalam promosi Yanto Bali Lombok (YBL) Tours and Travels adalah iklan majalah, brosur, kartu nama, guide card, banner ad, website, agenda, voucher, sales kit, dan katalog.
Kata Kunci : Promosi, Desain komunikasi visual, Tours and travel.

by dwigunawati | Dec 25, 2011 | Berita, Galeri
Seni lukis adalah bagian dari seni rupa dengan elemen visual berupa garis, warna, bidang, bentuk, dan tekstur. Elemen-elemen itu saling menyatu sebebas mungkin untuk menemukan wujud nyata. Dalam seni lukis modern, tidak ada hukum baku, maupun keharusan mengikuti pola yang ada, penciptaan sepenuhnya hak seorang seniman dalam menuangkan pengalaman estetisnya. Pengalaman estetis bersifat pribadi yang sebagian besar ditentukan oleh faktor lingkungan. Dengan adanya faktor tersebut maka ekspresi tiap-tiap orang akan berbeda dalam memvisualkan kenyataan-kenyataan lingkungan. Adapun tujuan yang ingin dicapai pecipta yaitu Untuk mengungkapkan dorongan kreativitas yang ada dalam diri dan meningkatkan kemampuan tekhnik untuk mendapatkan identitas diri dengan menciptakan karya seni yang berkwalitas.
Pencipta mendapatkan ide dari suatu pengalaman, khususnya tentang pohon, dimana pencipta mengambil sumber penciptaan pohon-pohon yang berbentuk unik dan menarik. Pohon adalah tumbuhan yang berbatang keras dan besar (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005 hal:883). Berbagai jenis bentuk pohon beringin, jati, cemara, dan pohon bambu seperti bentuk yang seutuhnya. Hal tersebut yang melatarbelakangi ide penciptaan membuat suatu karya lukis dengan pohoh sebagai objek. Setelah mengenali, maka cintai dan peliharalah pohon, karena pohon mempunyai fungsi dan manfaat serta arti yang penting bagi kehidupan manusia.
Kata Kunci : lukis, estetika, pohon

by admin | Dec 24, 2011 | Artikel, Berita
Oleh: I Made Sumantra, SSn., MSn., Dosen PS. Kriya Seni ISI Denpasar.
Latar belakang pendidikan diakuinya sebagai dasar pemikiran Wayan Sukarya berkarya dalam jalur topeng-topeng modern ini yang orang lain menyebut dengan topeng kontemporer. Dalam berkarya Wayan Sukarya lebih banyak mengolah gambar topeng yang datang dari pemesan. Ide awal disain/ gambar topeng datang dari pemesan. Dari disain tersebut kemudian diolah bagaimana bentuk tiga dimensinya, bahkan pemesan tidak tahu bagaimana wujud jadinya kemudian. Wayan Sukarya harus memikirkan dari bahan yang dipakai, menterjemahkan gambar, mengembangkan gambar, sampai pada teknik pembuatan dan finishingnya. Dapat dikatakan 50% proses perwujudan karya tersebut merupakan hasil ide kreatifnya sendiri. Jadi bukan total merupakan ide si pemesan. Gambar-gambar topeng yang diterima sering sulit dimengerti dan dipahami sehingga perwujudannya juga sulit. Pesanan yang diterima sering berupa pernyataan makna namun tidak ada disainnya. Di sinilah diperlukan kepintaran seorang seniman dalam menterjemahkan makna tersebut.
Secara umum karya-karya Wayan Sukarya, menggambarkan fenomena sosial yang terjadi dimasyarakat. Dalam perwujudanya tidak mudah untuk dicerna maksud dan tujuannya. Karena unsur-unsur rupa yang dipakai memvisualisasikan makna yang dimaksud mudah dibaca namun secara utuh sulit keluar maknanya. Untuk mengetahui makna yang terkandung dari masing-masing topeng tersebut diperlukan penjelasan dari pembuatanya.
Wayan Sukarya telah menyelesaikan karya-karya topeng, namun jumlahnya tidak tercatat. Permintaan untuk membuat topeng selalu datang tiap tahun dengan jumlah sekitar 10-15 biji dengan ukuran bervariasi, tinggi 50-70 cm dan lebar 40-60 cm. harga yang dipasang juga bervariasi mulai dari Rp 3.000.000,0 sampai Rp 6.000.000,00. Pemesan topengnya lebih banyak datang dari luar negeri terutama dari Italia.
Bentuk atau corak karya topeng Wayan Sukarya ada tiga dimensi, berwajah satu, berwajah ganda yaitu satu muka dengan dua wajah yang dapat dilihat bolak-balik. Bentuk visual yang disampaikan keluar dari pakem-pakem tradisi, tidak mengusung tradisi namun proses perwujudannya melalui proses tradisi Bali. Corak kemodernannya dapat dilihat dari unsur-unsur rupa yang dipakai menyampaikan pesan seperti garis dan bidang serta komposisinya.
Ide penciptaan topeng ini lebih banyak terinspirasi dari kehidupan manusia sehari-hari dan sifat-sifat manusia dalam menjalani hidup. Sifat umum yang dimiliki oleh manusia, yang paling dasar adalah sifat baik dan buruk. Sifat ini muncul dalam karya-karyanya baik secara terpisah maupun bersama-sama. Sifat baik dan buruk dapat dilihat dalam berbagai bentuk tindakan manusia dalam hidupnya. Idenya tidak memfokus pada suatu kehidupan manusia di daerah tertentu, namun manusia global. Dalam beberapa karya mengambil ide dari manusia ras tertentu untuk untuk menyampaikan ide yang ingin disampaikan. Dilihat dari fungsi karya ini hanya untuk penyampaian ide dari seorang pembuat topeng, sedangkan fungsi kedua dapat dilihat sebagai benda hias.
Dalam berkarya Wayan Sukarya menggunakan alat-alat yang biasa digunakan seperti mengerjakan topeng-topeng tradisional, seperti kapak, pisau penghalus (mutik), gergaji, dan pahat khusus untuk mengerjakan topeng. Bahan kayu gelontongan dipotong dengan gergaji kemudian dibuat wujud kasarnya dengan menggunakan kapak. Setelah wujud kasar mendekati wujud yang diinginkan, kemudian digunakan pahat dan mutik sebagai penghalus. Penghalusan terakhir dalam proses awal ini dilakukan dengan amplas.
Pewarnaan menggunakan warna-warna pabrik dan sebagian kecil masih menggunakan warna-warna tradisional Bali. Hal ini dilakukan karena warna pabrik lebih mudah mencari warna sesuai keinginan dibandingkan warna tradisional Bali. Keunggulan warna Bali, proses pembuatannya unik serta citra Bali yang masih laku dijual dalam berbagai bidang. Secara umum warna-warna yang dipakai sebagai warna dasar adalah warna-warna yang berkesan lembut seperti krem dan oranye, hanya beberapa memakai warna gelap dan kusam. Proses pewarnaan dilakukan dengan cara; pertama topeng yang siap diwarnai dipoles cat penutup terbuat dari tulang binatang dicampur perekat. Proses pemolesan ini dilakukan sampai 14 kali tumpukan, makin banyak makin baik. Kedua setelah cat penutup selesai dilakukan, dilanjutkan dengan proses pewarnaan sesuai dengan keinginan.
Karya-karya yang dibuat Wayan Sukarya tidak pernah dipasarkan dengan cara-cara tertentu seperti pameran, tetapi pemesan datang sendiri ketempat kerjanya dengan membawa atau tidak disain/ gambar yang akan dipesan. Dilihat dari pemesan kebanyakan pesanan topeng-topeng jenis modern, ini lebih banyak datang dari luar negeri seperti Italia. Menurut tamu-tamu tersebut memamerkannya diberbagai negara.
Topeng modern Sukarya kalau dilihat dari segi bentuknya secara evolusi mengalami pembaharuan-pembaharuan prosfektif. Bentuk tidak terlihat dengan proporsi dan nilai-nilai estetik yang dianggap ideal dalam objek. Bentuk, ruang, komposisi bebas dapat diwujudkan secara visual yang menekankan karakter ataupun ekspresi pribadi seniman. Seperti contoh dalam karya pembaharuan Sukarya dalam bentuk topeng bermuka dua yang disesuaikan dengan keadaan disain dan kreativitas modern dengan bentuk kebaliannya.
Apa yang dicerminkan sebagai ekspresi Topeng modern Sukarya memang berbeda dengan kepentingan fungsi ritual daripada bentuk Topeng pada zaman sebelumnya, tetapi fungsi yang sama untuk memuaskan batin manusia. Kehalusan perasaan, kekayaan intuisi dan ide dapat disalurkan melalui bentuk-bentuk kreativitas artistik dalam Topeng modern sebagai nilai kemanusiaan yang berharga untuk dihayati.
Makna-makna yang disampaikan dari karya-karya ini banyak yang sulit dimengerti, karena judul-judul yang disampaikan pemesan banyak yang tidak tercatat oleh pembuatnya. Namun demikian ikon-ikon/ tanda-tanda yang dimunculkan dalam karya tersebut maknanya dapat dibaca atau diinterpretasikan. Makna-makna yang dapat diinterpretasikan dari karya-karya tersebut seperti disinggung dalam pembahasan ide penciptaan di atas adalah konsep sifat dasar manusia baik dan buruk, yang terwujud dalam berbagai tindakan dan tingkah laku manusia di atas bumi ini, tidak terkecuali dari mana mereka berasal. Kejadian-kejadian yang diangkat sangat universal yang mungkin saja dapat dialami oleh setiap orang. Lewat karya ini manusia disajikan sifat-sifat yang dimiliki serta bagaimana untuk menyingkapinya.
Topeng Modern I Wayan Sukarya, Antara Pesanan Dan Idealisme selengkapnya
by dwigunawati | Dec 24, 2011 | Berita, Galeri
Scooter Brotherhood Indonesia merupakan sebuah klub skuter Vespa yang ada di Denpasar-Bali. Dengan tujuan mempererat tali persaudaraan sesama pecinta Vespa, dan menjadi wadah komunikasi yang positif bagi para pecinta Vespa di dalamnya, sehingga keberadaan skuter Vespa di Bali dapat tetap eksis dan tidak hilang ditelan jaman.
Media promosi yang digunakan masih terbilang sedikit dan sangat simpel. Untuk itu diperlukan rancangan media komunikasi visual dengan konsep yang lebih menarik dan komunikatif yang disesuaikan dengan konsep klub skuter Vespa ini yaitu “Scooter in Paradise”.
Penentuan konsep dan media komunikasi visual yang tepat didapatkan berdasarkan analisis data aktual dan faktual serta analisis wawancara yang kemudian dapat ditarik kesimpulan konsep desain yang digunakan sebagai dasar rancangan media komunikasi visual untuk meningkatkan eksistensi Scooter Brotherhood Indonesia.
Kata Kunci : Scooter Brotherhood Indonesia, eksistensi.
