by admin | Jun 2, 2016 | Berita
Sumber : Humas ISI Denpasar ([email protected])
Senin, 30 Mei 2016 dilaksanakan pertemuan BKS-PT Seni yang diselenggarakan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang beralamat di Jln. Parangtritis Km. 6,5 Sewon, Bantul, Yogyakarta. Acara ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti program kerja BKS-PT Seni dan dihadiri oleh Rektor ISI Denpasar (Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar, M.Hum) yang didampingi oleh Wakil Rektor serta beberapa Rektor Perguruan Tinggi Seni lainnya. Hasil dari pertemuan ini yaitu pelaksanaan FKI secara mandiri serta persiapan program “Permata” sesama PT Seni. Pada saat yang bersamaan dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor ISI Denpasar dengan Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung (Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum). MoU ini memiliki tujuan untuk membangun semangat kebersamaan yang saling menguntungkan status masing-masing dengan tujuan mempromosikan kerjasama secara umum dalam Bidang Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat), membangun persahabatan dan mengembangkan minat yang sama berdasarkan sifat saling menghargai kebebasan dan kesamaan status masing-masing institusi.
Selain penandatanganan MoU dengan ISBI Bandung, Rektor ISI Denpasar juga menandatangani MoU dengan Rektor ISI Padangpanjang (Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, MS). MoU ini memiliki tujuan untuk membina hubungan kelembagaan antara pihak untuk saling membantu dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka pengembangan kompetensi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
by admin | Jun 2, 2016 | Berita
Sumber : Humas ISI Denpasar ([email protected])
Senin, 30 Mei 2016 Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar didampingi oleh Wakil Rektor menghadiri Sidang Senat Terbuka yang dilaksanakan di Concert Hall ISI Yogyakarta yang beralamat di Jln. Parangtritis Km. 6,5 Sewon, Bantul, Yogyakarta. Sidang Senat Terbuka dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis XXXII ISI Yogyakarta dengan mengambil tema “Seni Sebagai Gerakan Sosial Budaya”
Acara diawali dengan pidato dan laporan dari Rektor ISI Yogyakarta perihal fenomena baru yang tengah berlangsung di Indonesia yaitu baru saja diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan bagaimana ISI Yogyakarta menghadapi berbagai perkembangan seni, ilmu, dan teknologi. Dalam kesempatan itu, ISI Yogyakarta juga menghadirkan Dr. Aris Wahyudi, S.Sn., M.Hum, beliau mempresentasikan pidato ilmiah dengan judul “Membangun Dialektika Estetik Wayang Dalam Perspektif Pendidikan Tinggi”. Dalam pidatonya, beliau memaparkan fungsi dari wayang yang bukan hanya sekedar membawakan cerita, tetapi selalu menyampaikan nilai-nilai estetika universal serta pewarisan cerita dari wayang yang selalu disertai penafsiran baru dengan mempertimbangkan dialektika estetik wayang, yang menghubungkan konsep-konsep wayang dari generasi sebelumnya dengan generasi pewarisnya.
by admin | May 30, 2016 | Berita
Kiriman : Nyoman Lia Susanthi, SS., MA ([email protected])
Kamis, 26 Mei 2016 digelar pembukaan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa ISI Denpasar tahun akademik 2015/2016 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP) bertempat di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar. Pembukaan dihadiri oleh Rektor ISI Denpasar, para Wakil Rektor, Dekan FSP dan FSRD beserta jajarannya, para pejabat struktural ISI Denpasar, dan para dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta KKN ISI Denpasar.
Acara diawali dengan laporan dari Kepala Panitia Pelaksana KKN ISI Denpasar Ida Ayu Trisnawati, S.ST., M.Si yang menyampaikan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang menjadi unsur dalam tri darma perguruan tinggi, sehingga dikategorikan sebagai kegiatan yang bersifat intrakulikuler. KKN merupakan ketentuan wajib bagi mahasiswa dengan bobot 3 sks. Dan Tema KKN ISI Denpasar tahun 2016 adalah “Melalui KKN ISI Denpasar Tahun 2016 Kita Wujudkan Masyarakat Berkarakter, Santun, dan Inovatif Melalui Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal”. KKN tahun akademik 2015/2016 dilaksanakan di Kabupaten Klungkung di Kecamatan Nusa Penida yang tersebar di 16 desa yaitu Desa Batu Kandik, Batu Madeg, Batu Nunggul, Bunga Mekar, Jungut Batu, Kampung Toya Pakeh, Klumpu, Kutampi, Kutampi Kaler, Lembongan, Ped, Pejukutan, Sakti, Sekartaji, Suana dan Desa Tanglad.
Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum dalam sambutannya menyampaikan pesan bahwa mahasiswa di desa nantinya agar tidak menjadi beban di masyarakat, melainkan dapat memberikan bantuan serta memecahkan masalah di desa, khsusnya bidang seni. Rektor juga memberikan petuah untuk menerapkan 4 C yaitu creativity, critical thinking, communication, dan collaboration. Creativity adalah kreativitas yang harus dilahirkan dari mahasiswa untuk dapat segera mencari solusi, critical thinking yaitu mahasiswa ISI Denpasar harus memiliki pemikiran kritis yang positif dalam membangun desa, communication adalah point dimana mahasiswa mampu berkomunikasi dengan baik di desa serta collaboration adalah hal dimana mahasiswa wajib menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk dapat menyelesaikan masalah.
Jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN pada periode ini meningkat dari tahun sebelumnya karena 2 prodi yaitu Musik dan Film TV pada tahun ajaran ini mulai mengikuti kegiatan KKN. Jumlah peserta adalah 334 dari FSRD sebanyak 215 dan dari FSP sebanyak 119. Dengan mengikuti KKN selama satu bulan maka diharapkan mencapai tujuan secara umum dari KKN yaitu: Memberikan pengalaman belajar langsung ke masyarakat untuk menemukan, merumuskan, menganalisa dan menanggulangi masalah pembangunan desa secara teknis serta pragmatis maupun interdisipliner; Menyumbangkan pemikiran atas dasar keilmuan, teknologi dan seni agar tumbuh kader-kader pemberdayaan pembangunan di desa; Mengupayakan peningkatan hubungan anatara PT dengan instansi terkait di Pemda dan masyarakat.
Untuk itu sebelum mahasiswa dapat merealisasikan tema tersebut maka mahasiswa akan diberikan pembekalan yang digelar selama 3 hari dari tanggal 26 hingga 28 Mei 2016. Pembekalan KKN mahasiswa ISI Denpasar akan diselenggarakan selama 3 (tiga) hari. Hari pertama tanggal 26 Mei 2016 diawali materi Pembangunan Desa oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Kabupaten Klungkung, materi kedua tentang Menggali Potensi Seni dan Budaya Lokal oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Klungkung. Hari kedua tanggal 27 Mei 2016 pembekalan materi tentang Perkembangan KKN oleh Dr. Drs. I Gst Ngr Ardana, M.Erg (Ketua LP2M ISI Denpasar) serta Etika Pergaulan di Desa diberikan oleh Dr. Dra. Ni Luh Sustyawati, M.Pd. Usai pembekalan ini tanggal 28 Mei 2016 mahasiswa akan mengikuti ujian tertulis sebagai nilai KKN yang memiliki kontribusi 15%.
by admin | May 23, 2016 | Berita
Sumber : Humas ISI Denpasar ([email protected])
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-108 yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2016, Institut Seni Indonesia Denpasar melaksanakan upacara bendera yang dihadiri oleh seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Kemristekdikti. Petugas upacara dalam kegiatan ini adalah mahasiswa ISI Denpasar dan Rektor ISI Denpasar sebagai pembina upacara. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 08.00 pagi dan berlokasi di lapangan upacara kampus ISI Denpasar. Upacara bendera ini berlangsung dengan hikmat. Pengibaran bendera dilakukan oleh petugas upacara dan diiringi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pada upacara tersebut, Rektor ISI Denpasar membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Berikut dilampirkan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI (download disini)

Pengibaran bendera oleh petugas upacara yang diiringi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya

Pelaksanaan upacara bendera berlangsung hikmat
by admin | May 23, 2016 | Berita
Sumber : Humas ISI Denpasar ([email protected])
Kamis, 19 Mei 2016 dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali (I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi) dengan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar (Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar, M.Hum) di Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali yang beralamat di Jl. Kapten Cok Agung Tresna Nomor 8, Denpasar. Selain dengan ISI Denpasar, KPU juga melakukan kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri lainnya. Nota kesepahaman ini memiliki tujuan dan sasaran antara lain, meningkatkan partisipasi pemilih, baik secara kualitas maupun kuantitas dalam seluruh proses penyelenggaraan pemilu, menjadikan Rumah Pintar Pemilu sebagai pusat informasi kepemiluan dan demokrasi, serta mendidik masyarakat akan pentingnya Pemilu dan demokrasi.
Pada saat yang bersamaan KPU juga melaksanakan peresmian Rumah Pintar Pemilu dan Pusat Pelayanan Informasi Publik yang diresmikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Husni Kamil Manik, S.P. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali, Ketua Ombudsman Perwakilan Bali, serta ketua DPD Pertuni Indonesia Provinsi Bali.
by admin | Apr 21, 2016 | Berita
Kiriman : Dwi Janata (Mahasiswa Seni Murni FSRD ISI Denpasar)
22 April 2016
Seni Rupa Pertunjukan Bayang Berbayang merupakan bentuk kolaborasi dari mahasiswa Program Studi Seni Murni dan Seni Tari ISI Denpasar yang melibatkan 11 perupa dan 15 penari. Kegiatan ini diadakan sebagai rangkaian acara Gelar seni Akhir Pekan (GSAP) Bali Mandara Nawanatya yang bertempat di area Madia Mandala, Art Centre, Denpasar.
Bayang Berbayang merupakan suatu perwujudan garapan seni yang mengajak masyarakat untuk berpetualang menelusuri ke dalam diri. Ide awal tercetusnya konsep ini adalah dari fenomena langka yang sempat terjadi di Indonesia 9 Maret lalu, yaitu Gerhana Matahari. Gerhana Matahari yang terjadi bulan lalu jika diperhatikan, menampilkan bayang-bayang yang sangat unik dan indah. Dari bayang-bayang inilah memunculkan ide untuk menciptakan sebuah pagelaran seni yang bertajuk Bayang Berbayang.
Jika ditelusuri lebih lanjut, bayang-bayang merupakan suatu fenomena dimana terhalangnya cahaya atau sinar oleh suatu benda yang menyebabkan sisi gelap pada benda tersebut. Secara metafora, sisi gelap ini juga ada dalam diri manusia, kegelapan yang kemudian memunculkan ketakutan-ketakutan yang membuat orang sering menghindari dan menutupi kegelapan tersebut. Padahal sebenarnya dengan mengenali kegelapan dalam diri, manusia akan mampu untuk mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirinya yang akan mampu menuntun dirinya ke jalan yang lebih baik. Oleh karena itu, Bayang Berbayang ini hadir untuk mengajak masyarakat kembali menelusuri kegelapan yang ada dalam dirinya sebagai upaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam Seni Rupa Pertunjukan ini terdapat beberapa unsur seni yang terlibat meliputi unsur Rupa, Gerak (Kinestetik), Tata Suara, Tata Busana, dan Tata Cahaya. Unsur Rupa dalam acara ini menampilkan karya seni instalasi yang diciptakan oleh Mahasiswa Seni Murni ISI Denpasar dengan binaan dari I Wayan Sujana, S.Sn, M.Sn. Karya instalasi ini merupakan rangkaian bata-bata merah yang tersusun di sekitar area Madia Mandala yang terbagi ke dalam tiga bagian serta satu karya instalasi yang tersusun dari rangkaian klangsah yang berbentuk gunungan.
Unsur Gerak (Kinestetik) dalam acara ini menampilkan gerakan-gerakan lembut hingga keras serta mimik-mimik wajah ketakutan. Gerakan-gerakan ini dibuat dramatis sehingga penonton mampu merasakan apa yang ingin disampaikan dalam pertunjukan ini. Gerakan-gerakan ini tercipta dari Mahasiswa Seni Tari ISI Denpasar atas binaan dari I Wayan Adi Gunarta, S.Sn, M.Sn.
KARYA INSTALASI: DI BALIK BAYANG-BAYANG
Karya instalasi yang terdapat dalam acara ini menggunakan bata merah sebagai medium utama. Bata dipilih berdasarkan konsep bayang-bayang dimana bayang-bayang tercipta karena cahaya yang menerpa Bumi dan menampilkan bayang-bayang di tanah. Cahaya (api) dan tanah ini pula merupakan proses yang membentuk bata itu sendiri. selain itu bata ini juga terdiri dari lima unsur pembentukan yaitu api, tanah, air, udara, dan ruang.
Jumlah bata yang digunakan dalam karya ini yaitu 1549 dimana jumlah tersebut didapat dari penjumlahan masing-masing tiga digit kecepatan cahaya, yaitu 299.792.458 m/s. Karya ini kemudian dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan kecepatan cahaya tersebut. karya pertama berbentuk abstrak dengan jumlah bata 299 buah yang tersebar di sekitar area Madia Mandala, Art Centre. Abstrak ini merupakan representasi kegelapan yang pekat dimana manusia tidak mampu melihat sekelilingnya namun harus tetap waspada akan segala kemungkinan. Karya kedua, yang merupakan instalasi utama, terletak di tengah area yang membentuk lingkaran dengan jumlah bata 792. Bentuk lingkaran ini adalah representasi kegelapan yang abadi yang menjadi awal sekaligus akhir. Karya ketiga, dengan 458 bata tersusun di sepanjang anak tangga Arda Candra yang bertingkat tujuh. Tujuh tingkat ini merupakan simbol tujuh tingkatan langit dan spektrum cahaya, serta karya instalasi ini melambangkan penggapaian untuk menemukan cahaya sejati.
Terdapat satu karya lagi yang menggunakan klangsah sebagai medium yang ditempatkan di panggung Madia Mandala. Karya ini, dengan bentuk gunungan (kayon) merupakan simbol alam semesta yang luas dimana kegelapan dan cahaya tersebut saling menyeimbangkan satu sama lain.