M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Mahasiswa Seni Murni ISI BALI Diseminasikan Karya dalam Pameran “Tuai Tabur”

Mahasiswa Seni Murni ISI BALI Diseminasikan Karya dalam Pameran “Tuai Tabur”

Foto: Rektor beserta jajaran pimpinan ISI BALI meninjau pameran “Tuai Tabur”, Senin (26/1) di N-CAS ISI BALI.

Mahasiswa Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) unjuk karya tugas akhir semester Gasal 2025/2026 dalam Pameran Seni “Tuai Tabur”. Pameran ini berlangsung 26 – 30 Januari 2026 di Nata Citta Art Space (N-CAS), ISI BALI. Dengan berbagai macam karya, beragam media, serta dipajang secara eksploratif, pameran ini sangat menggugah perasaan dengan 37 macam cerita yang disuguhkan.

Pameran “Tuai Tabur” dibuka secara resmi oleh Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn., Senin (26/1). Pembukaan juga dihadiri jajaran Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan FSRD ISI BALI, Koordinator Program Studi Seni Murni dan Dosen-Dosen Program Studi Seni Murni.

“Tuai Tabur” yang ditulis oleh salah satu mahasiswa yang berpameran, Ashlesha Barde, melihat ini sebagai “metafora perjalanan panjang” dimana ia dan teman-teman sejawatnya telah “menanam ide, merawat proses, hingga memanen hasil” yang lalu dilanjutkan dengan “menabur kembali benih-benih baru” di proses penciptaan masing-masing perupa di tahap selanjutnya. Pameran yang berisikan mahasiswa Seni Murni angkatan 2022 ini dengan jelas memperlihatkan metafora ini. “Apa yang didapatkan lewat kampus, pengajaran lintas program studi, lanjut ke studi independen atau magang di luar, lalu tugas akhir – ini tidak sebagai akhir, tetapi untuk melangkah kedepannya juga,” ungkap Made Krisna Danendra, Ketua Panitia Pameran “Tuai Tabur”.

Foto: Mahasiswa Prodi Seni Murni ISI BALI tunjukan karya lukis dalam pameran “Tuai Tabur”, Senin (26/1) di N-CAS ISI BALI.

Janice Josephine Wartju, selaku Sekretaris Panitia Pameran “Tuai Tabur”, mengungkapkan bahwa teman-teman seangkatannya memang sangat terdorong dalam eksplorasi. Sejak pelajaran sketsa di semester pertama mereka diajarkan oleh dosen-dosennya untuk menggunakan alat dan bahan di luar kertas hvs dan tinta cina, bahkan kayu bisa digunakan untuk menyeket. Belum lagi dampak dari mitra dimana mereka menjalankan Program ISI BALI Berdampak, dari program ini ia dan teman-temannya ingin mengembangkan kemampuannya secara lebih lagi. Sebagai salah satu anak rantau di kelasnya, awalnya ia dan yang memiliki status yang sama, merasa ragu karena di Bali sangat nyeni, namun akhirnya mereka bisa mengikuti, menghadirkan warna dan identitas baru. “Orang-orang mungkin tahunya Seni Murni itu oh lukis, oh patung. Nggak kok, Seni Murni lebih dari itu!” Ungkap Janice.

Dari Janice dan Krisna saja, mereka memiliki cara ungkap yang berbeda serta memilih cara berkarya yang berbeda juga. Krisna yang saat menjalankan pengajaran lintas prodi akhirnya menemukan cara berekspresi lewat teknik cetak cukil. Ia lalu mencari mitra yang senada untuk Studi Independen Program ISI BALI Berdampak dan bertemu dengan BHG dimana ia mempelajari berbagai cara cetak manual. Dengan kesempatannya mencoba berbagai hal selama 9 bulan disana, ia ingin menceritakan tentang kecepatan serta kerapuhan informasi digital saat ini lewat berbagai teknik cetak manual. “Saya ingin mengangkat bentuk kenangan yang dicetak maupun yang dibagikan secara digital, dimana hari ini berbagai hal negatif bisa terjadi seperti scam dan doxing,” Krisna menjelaskan.

Janice yang masa kecilnya menjalankan terapi lewat menggambar menjadi tertarik untuk mengembangkan kemampuan ini lebih lanjut di jenjang kuliah. Di ISI BALI ia merasa mendapatkan banyak pelajaran dalam mengangkat tentang tradisi. Di awal Studi Independen Program ISI BALI Berdampak, ia mengembangkan cara berkarya secara digital bersama mitra perupa Gangga Saputra, namun menemukan potensi plagiarisme. Bimbingannya yang diberikan oleh Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, S.Sn., M.Sn., dan Prof. Dr. Drs. I Wayan Karja, MFA, merujuk untuk membuat karya yang lebih besar secara manual serta eksploratif, dan akhirnya Janice memilih mengangkat sisi tradisi Tionghoa yang ia lebih kenal. “Sebenarnya saya lebih tertarik pada tradisi daripada digital juga, saya ingin memberitahu audiens bahwa tradisi itu tidak seburuk yang dipikirkan kok, ditambah budaya Tionghoa memiliki banyak cerita bermakna,” Janice berbagi.

Janice dan Krisna berharap dengan kolaborasi teman mereka, Made Chandra Putra Adnya, yang telah menjadi pengarah pemajangan atau display karya, dapat memperlihatkan sudut pandang yang berbeda terhadap hasil karya Tugas Akhir mereka kepada audiens yang lebih luas. Mereka juga berpesan pada adik tingkat dan mahasiswa baru kedepannya bahwa tidak ada yang salah dan janganlah ragu dalam eksplorasi karya serta pilahlah berbagai kritik dan saran yang diterima dari dosen maupun mitra. Diharapkan rasa guyub antar mahasiswa terus berkembang dalam inovasi dan berjejaring yang lebih luas lagi. “Janganlah independen dulu sebelum studi independen,” sebut Krisna.

Terakhir, Janice dan Krisna sama-sama merasa belajar banyak dari ISI BALI dan berharap kedepannya tidak berhenti belajar juga. Perspektif seni dan budaya yang didapatkan sangat luas. Pengalaman yang dibagikan Janice dan Krisna memperlihatkan betapa serunya belajar Program Studi Seni Murni di ISI BALI.

Prodi Seni Murni Demonstrasi Melukis dalam Pergelaran Bhakti Widya Kahuripan

Prodi Seni Murni Demonstrasi Melukis dalam Pergelaran Bhakti Widya Kahuripan

Foto: Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana melaksanakan demontrasi melukis serangkaian Bhakti Widya Kahuripan, Minggu (3/3).

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar-Bali menggelar Bhakti Widya Kahuripan “Cupak Gerantang Anglanglang Dharma” yang berlangsung megah di Jaba Pura Pasar Agung, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Minggu, 3 Maret 2024 malam. Serangkai dengan pergelaran ini, sejumlah dosen dan mahasiswa dari Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Denpasar, turut meramaikan dengan melaksanakan demonstrasi melukis di area penonton Jaba Pura Pasar Agung. Keindahan alam sekitar, ditambah dengan kemegahan Pura Pasar Agung Gunung Batur, serta tokoh-tokoh Cupak Gerantang menjadi sumber inspirasi utama bagi para seniman yang terlibat.

Foto: Salah satu mahasiswa Prodi Seni Murni ISI Denpasar melaksanakan demontrasi melukis serangkaian Bhakti Widya Kahuripan, Minggu (3/3).

Demonstrasi melukis diikuti oleh Rektor Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, Ketua SPI I Made Jodog, M.FA, serta beberapa dosen terkemuka seperti Drs. I Made Suparta, M.Hum. Tak ketinggalan, para mahasiswa berbakat seperti I Komang Aryawan dan I Putu Gede Wahyu Pusaba juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Foto: Ketua SPI ISI Denpasar, I Made Jodog, M.FA melaksanakan demontrasi melukis serangkaian Bhakti Widya Kahuripan, Minggu (3/3).

Menanggapi pentingnya momen ini, Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyatakan bahwa melukis di Pura Pasar Agung Gunung Batur memberikan kesempatan langka bagi mahasiswa untuk meresapi dan menghayati pengalaman sakral. “Dalam rangkaian acara Bhakti Widya Kahuripan ini, ISI Denpasar sekali lagi menunjukkan komitmen kuatnya dalam menggali potensi seni dan budaya Indonesia, serta mendorong para mahasiswa untuk terus berkarya dengan menginspirasi dari kearifan lokal yang kaya akan nilai-nilai budaya. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang aktualiasasi hasil pembelajaran, tetapi juga ruang pengayaan batin, rasa dan empati terhadap pusaran peradaban dan kebudayaan luhur nan mulia dari kebudayaan Bali.” (ISIDps/Humas-RT)

Loading...