M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Dari Sketsa ke Layar: Mahasiswa DKV ISI Bali Hidupkan Cerita Lewat Animasi

Dari Sketsa ke Layar: Mahasiswa DKV ISI Bali Hidupkan Cerita Lewat Animasi

Denpasar, Bali – Suasana penuh antusiasme mewarnai ruang screening ketika mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menampilkan karya video animasi terbaru mereka. Karya-karya tersebut merupakan hasil eksplorasi kreatif mahasiswa yang memadukan keterampilan teknis dengan gagasan komunikatif, sehingga menghasilkan tontonan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat pesan sosial.

Foto : foto bersama screening video animasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual.

Video animasi yang ditayangkan menampilkan beragam gaya ilustrasi dan teknik animasi, mulai dari pendekatan dua dimensi yang ekspresif hingga eksperimen tiga dimensi yang lebih dinamis. Setiap karya mencerminkan identitas kreatif mahasiswa sekaligus memperlihatkan kemampuan mereka dalam mengolah narasi visual yang komunikatif. Penonton yang hadir, terdiri dari dosen, mahasiswa lintas jurusan, serta stakeholder, memberikan apresiasi atas keberanian mahasiswa dalam mengangkat isu-isu aktual melalui medium animasi.

Screening ini bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang terintegrasi pada Mata Kuliah Animasi dalam kurikulum DKV ISI Bali. Pembuatan video animasi tersebut merupakan tugas Mata Kuliah Animasi yang dirancang untuk melatih mahasiswa dalam menguasai konsep periklanan, storytelling visual, serta keterampilan teknis produksi. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang nyata, di mana mahasiswa dapat menguji kemampuan mereka sekaligus menerima masukan langsung dari audiens.

Tema yang diangkat dalam animasi kali ini adalah iklan layanan masyarakat. Mahasiswa ditantang untuk menyampaikan pesan-pesan penting seperti kesadaran lingkungan, kesehatan, keselamatan berlalu lintas, hingga nilai-nilai budaya lokal. Melalui pendekatan kreatif, pesan-pesan tersebut dikemas dalam bentuk animasi yang ringan, mudah dipahami, dan mampu menyentuh emosi penonton. Hal ini menunjukkan bahwa animasi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi dan kampanye sosial yang efektif.

Foto : salah satu karya Animasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual ISI Bali.

Kegiatan screening ini diakhiri dengan sesi diskusi antara mahasiswa, dosen, dan penonton. Diskusi tersebut membuka ruang refleksi mengenai bagaimana animasi dapat menjadi sarana komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga peka terhadap isu-isu sosial yang berkembang di sekitarnya. Dengan terselenggaranya screening ini, ISI Bali kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak desainer komunikasi visual yang kreatif, kritis, dan beretika. Animasi karya mahasiswa bukan hanya bukti pencapaian akademik, tetapi juga kontribusi nyata dalam membangun kesadaran sosial melalui media visual.

“Karta Mandala” Pameran Ilustrasi Bali Mahasiswa DKV ISI Bali

“Karta Mandala” Pameran Ilustrasi Bali Mahasiswa DKV ISI Bali

Ilustrasi Bali karya Mahasiswa DKV ISI Bali Dokumentasi: Nuriarta, 2026

Tema pameran “Karta Mandala” dimaknai sebagai keseimbangan konsep tradisi dan modern dalam membuat karya ilustrasi bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Bali (ISI Bali). Pameran ini berlangsung selama tiga hari (16-18 Januari 2026) yang terdiri dari pembukaan pameran, talk show, dan penutupan di Gedung Kriya Taman Budaya (art centre) jalan Nusa Indah, di sebelah selatan kampus ISI Bali.

Pembukaan Pameran Pamean ini dibuka oleh Kordinator Program Studi (Korprodi) DKV, Gede Bayu Segara Putra, S.Ds., M.Sn. Bayu Segara sebagai Korprodi sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang aktif melakukan pameran ilustrasi. Pembukaan pameran yang berlangsung di halaman depan gedung Kriya juga dihadiri oleh Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni, I Gede Arum Gunawan, S.Ag., M.Ag (mewakili Kepala UPT Taman Budaya), pembimbing matakuliah Ilustrasi Bali, dosen DKV, peserta pameran dan umum. Pembukaan pameran dihadiri oleh lebih dari 70 orang dari berbagai kalangan seperti mahasiswa ataupun masyarakat umum.

Foto bersama mahasiswa DKV, Dosen DKV, Korprodi DKV, dan perwakilan Taman Budaya (kiri), Mengapresiasi karya mahasiswa di ruang pamer (kanan) Dokumentasi: DKV-B, 2026

Pameran ini diikuti oleh 37 mahasiswa DKV yang mengambil matakuliah Ilustrasi Bali, dengan menghadirkan karya ilustrasi gaya wayang Kamasan, ilustrasi gaya wayang Ubud, dan juga karya ilustrasi yang mengangkat cerita keseharian masyarakat Bali secara tradisional. Jumlah karya yang dipamerkan sebanyak 63 karya ilustrasi dan 39 cerita bergambar. Pameran ini juga menghadirkan karya digital berupa Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dengan teknik digital. Karya ILM tetap menghadirkan figur-figur pewayangan.

Pameran ini hadir sebagai jembatan harmonisasi antara tradisi dan inovasi. Karya-karya yang dipamerkan memperlihatkan mahasiswa DKV-ISI Bali mampu menjaga kesinambungan nilai-nilai tradisional, sekaligus membuka diri terhadap perubahan dan dialog lintas budaya. Ilustrasi tradisi Bali menjadi bukti bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang beku, melainkan entitas hidup yang terus berkembang seiring waktu. Tema kehidupan sehari-hari juga menjadi penting hadir dalam pameran ilustrasi Bali ini karena menunjukkan estetika tradisi tidak hanya hadir di ruang sakral atau dalam narasi epik, tetapi juga menyatu dalam aktivitas keseharian. Ilustrasi kehidupan sehari-hari sering kali mengadopsi prinsip visual tradisi Bali, seperti komposisi naratif, penggunaan simbol, dan penggambaran ruang yang datar namun penuh detail.  Melalui karya-karya tersebut, pencinta seni diajak untuk melihat Bali bukan sekadar sebagai destinasi wisata, melainkan sebagai ruang hidup yang sarat dengan nilai spiritual, kebersamaan, dan kesadaran akan keseimbangan alam.

Talk show

Flayer Visual Talk acara Pameran Karta Mandala Dokumentasi: DKV-B, 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 berlangsung diskusi karya di ruang pamer. Dua narasumber yang diundang hadir untuk menyampaikan kilas ilustrasi Bali yaitu Cokorda Alit Artawan, S.Sn., M.Sn. dan Dr. I Wayan Nuriarta, S.Pd., M.Sn. Cokorda Alit Artawa menyampaikan secara padat tentang kemunculan ilustrasi Bali dan I Wayan Nuriarta membahas ilustrasi dengan perspektif cultural studies. Dalam acara talkshow hadir peserta dari mahasiwa DKV dan umum. Diskusi berlangsung ramai membahas ilustrasi tentang teks visual dan narasi karya.

Pada kesempatan ini juga mahasiswa DKV-B secara aktif membahas karya masing-masing yang terpilih. Mereka menceritakan proses kreatifnya, mulai dari penemuan ide, sket awal, sampai finalisasi karya. Para pengunjung sangat antusias menyimak semua rangkaian acara.

Penutupan Pameran

Penutupan Pameran Karta Mandala Dokumentasi: DKV-B, 2026

Penutupan pameran diisi dengan acara hiburan yang mengundang mahasiswa DKV. Menurut ketua panitia kegiatan, I Putu Gading Bagus Maesha mengatakan serangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar. Ia berharap pameran ilustrasi tradisi Bali ini dapat memberi arti bagi pengunjung. Semoga pameran ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang seni rupa tradisional Bali, tetapi juga menumbuhkan rasa hormat dan tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya yang adiluhung. (cok alit artawan & nuriarta)

Pameran Vidya Vastu Virya Hari Kedua dimeriahkan Mahasiswa Kriya, Desain Interior, DKV dan Fotografi

Pameran Vidya Vastu Virya Hari Kedua dimeriahkan Mahasiswa Kriya, Desain Interior, DKV dan Fotografi

Acara yang turut meramaikan Pameran Vidya Vastu Virya berakhir di hari ke-3 dengan Art Talk beserta pagelaran seni dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Kriya, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Fotografi. Masing-masing HMP berbagi pengalaman seru mereka sebagai mahasiswa di program studi masing-masing dan menghadirkan berbagai macam musik walaupun ditemani hujan.

HMP Kriya menghadirkan dua narasumber, Suryawan dan Naomi, mahasiswa yang ikut dalam pagelaran Pameran Desiminasi Tugas Akhir Program ISI Bali Berdampak Semester Gasal 2025/2026. Keduanya memiliki pengalaman yang berbeda dalam apa yang mereka kerjakan bersama mitra usaha yang dipilihnya. Di antaranya mempelajari tentang upcycling dan warna alam. Dengan begitu pengalaman tentang pengolahan material sangat berarti untuk mereka, begitu juga mempelajari pasar yang ada di dunia industri kriya. Sedangkan untuk pagelarannya sangat penuh antusiasme walaupun harus berpindah tempat dan berteduh dari kehujanan. HMP Kriya menghadirkan pagelaran ngelawang yang unik, daripada diiringi musik gamelan, mereka memakai kulkul berbahan bambu yang dibuatnya sendiri. Sehingga pagelaran ini terbilang sangat unik dan penuh semangat yang melibatkan 30-an mahasiswa Program Studi Kriya.

HMP Desain Interior menghadirkan satu narasumber, Komang, mahasiswa yang ikut dalam Tugas Akhir juga. Salah satu pengalaman yang berkesan untuknya adalah pengalaman yang keluar dari studio. Misalnya di saat ke lapangan untuk mengecek proyek bersama mitra yang tidak secara langsung didapatkan saat mengerjakan tugas kampus. Sehingga kesempatan yang didapatkannya melalui Program ISI Bali Berdampak tersebut menjadi sangat penting dalam pengembangan keahlian serta kompetensinya sebagai desainer untuk desain interior. Menurutnya jangan sampai ketinggalan dalam mendalami berbagai skill (kemampuan) desain dua dimensi maupun tiga dimensi yang harus dikuasai dalam Desain Interior karena nanti saat ikut Program ISI Bali Berdampak menjadi kesempatan untuk menggunakan semuanya. Karena dengan terbiasa menggunakannya, mahasiswa akan bisa melaksanakan tugas yang diberikan oleh client dengan lebih mudah. HMP Desain Interior lalu menghadirkan band pop yang membawakan lagu-lagu band Indonesia ternama seperti Sheila On 7 dan Dewa 19 dimana audiens tidak bisa menolak ikut bernyanyi.

HMP DKV menghadirkan dua narasumber mahasiswa yang sedang Tugas Akhir dan satu narasumber mahasiswa semester tiga. Adapun salah satu mahasiswa, Candra, yang ikut Program ISI Bali Berdampak di Polandia yang ikut dalam mengembangkan Taman Bali Indah yang baru dibangun. Disana ia ikut dalam pertunjukan seni, workshop seni, dan juga sebagai tim branding. Ada berbagai adaptasi yang harus dilalui terutama dalam budaya, bahasa serta cuaca yang berbeda. Pengalaman copywriting menjadi penting karena ada standar yang berbeda dengan di Indonesia.

Satunya, Dayu, melakukan Program ISI Bali Berdampak di Rumah Sakit Kenak Medika, Gianyar. Pengalamannya penuh hal yang menarik terutama mengetahui apa saja yang terjadi serta manajemen di dalam rumah sakit. Selain mendalami dalam membuat branding-nya, salah satu pengalaman yang tidak terpikirkan adalah sesi foto bayi yang baru lahir. “Excited, deg-degan juga, karena sesuatu yang baru,” Dayu menjelaskan.

Mahasiswa semester tiga, Dita, memilih DKV dari arahan orang tua yang melihat potensi Program Studi DKV itu seperti apa. Mengenal berbagai dasar pengembangan DKV melalui Nirmana dan DKV Dasar menjadi bagian dari mula perjalanan mempelajarinya. Pameran-pameran menjadi pengalaman yang tidak terlupakan terutama pameran berkolaborasi dengan S2 Tata Kelola Seni sehingga dapat mempelajari cara membuat pameran bersamanya. Pagelaran seni yang dihadirkan oleh HMP DKV adalah band musik yang membawakan lagu-lagu lawas pop rock luar negeri. HMP Fotografi menghadirkan tiga mahasiswa yang mengikuti Program ISI Bali Berdampak dan pagelaran DJ yang menemani audiens menembus malam. Dika, Tria, dan Bagus melaksanakan Program ISI Bali Berdampak di tiga tempat yang berbeda dengan konsentrasi yang berbeda-beda juga, di antaranya story telling,hospitality, dan fashion modelling.Skill baru dalam menangkap foto terbaik mungkin tidak didapatkan selama program berjalan tetapi skill membagi waktu, menggunakan lighting/pencahayaan dalam studio, dan marketing atau pemasaran menjadi hal-hal yang dipelajari lebih dalam. Momentum yang tidak terlupakan adalah bagaimana mengolah konsep tersendiri agar dapat menghasilkan karya fotografi yang baik, juga menghadapi serta belajar dari kesalahan yang terjadi. “Jangan pernah ngerasa takut yang berlebihan, takut boleh tetapi tetap komunikasikan dengan atasan, pokoknya jangan asumsi sendiri,” Tria berpesan.

Jalin Simpul Kreativitas, DKV ISI BALI Sambut Kunjungan Studi Ekskursi UNU Pasuruan

Jalin Simpul Kreativitas, DKV ISI BALI Sambut Kunjungan Studi Ekskursi UNU Pasuruan

DENPASAR – Dalam semangat kolaborasi akademik dan penguatan jejaring kreatif, Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) BALI menerima kunjungan studi ekskursi dari Program Studi DKV, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan pada Jumat, 9 Januari 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempertautkan visi pendidikan desain antara kedua institusi.

Penyambutan Hangat dan Penjajakan Strategis

Rombongan yang terdiri dari 70 mahasiswa dan 10 dosen pendamping dari UNU Pasuruan disambut hangat oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSRD ISI BALI, Dr. Ni Luh Desi In Diana Sari, M.Sn. Di bawah suasana yang penuh keakraban, delegasi UNU Pasuruan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III, Dr. Amidatus Sholihat Jamil, didampingi Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Senjaya Machfudi Zulkif, M.I.Kom., Ketua Prodi Kharisma Nanda Zenmira, S.Pd., M.Sn, dan seluruh jajaran dosen DKV UNU Pasuruan.

Pertemuan ini dirangkai dengan diskusi mendalam mengenai penjajakan kerja sama strategis di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah komitmen peningkatan kualitas akademik melalui pertukaran penulis dalam jurnal ilmiah, yang diharapkan mampu memperkaya literatur desain dan memperluas cakrawala pemikiran para akademisi di kedua belah pihak.

Kuliah Tamu: Membedah Esensi Penjenamaan Bali

Menambah bobot akademik dalam kunjungan ini, diselenggarakan sesi kuliah tamu bertajuk “Penjenamaan Bali”. Materi ini disampaikan secara komprehensif oleh Koordinator Program Studi DKV ISI BALI, Gede Bayu Segara Putra, S.Ds., M.Sn. Dalam paparannya, Bayu Segara membahas bagaimana elemen budaya Bali dikelola melalui pendekatan desain komunikasi visual sehingga mampu menciptakan identitas wilayah yang kuat secara global. Mahasiswa UNU Pasuruan tampak antusias menyelami strategi di balik estetika visual Bali yang selama ini menjadi rujukan desain berbasis kearifan lokal.

Simbolisme Kerja Sama dan Apresiasi Karya

Sebagai bentuk komitmen atas keterbukaan peluang kerja sama di masa depan, acara dilanjutkan dengan prosesi pertukaran cenderamata. Pertukaran ini menjadi simbolisasi ikatan persahabatan serta harapan akan tumbuhnya sinergi yang berkelanjutan.

Kegiatan studi ekskursi ini kemudian diakhiri dengan kunjungan langsung ke lingkungan Program Studi DKV ISI BALI. Para peserta diajak melihat secara dekat karya mahasiswa yang merupakan luaran dari berbagai mata kuliah unggulan.

Kunjungan ini ditutup dengan kesan yang mendalam, meninggalkan jejak keakraban yang menjadi landasan kuat bagi kolaborasi-kolaborasi transformatif di masa mendatang.

WORKSHOP CETAK TINGGI DKV ISI BALI: “PRAMANA-BHUWANA-KALYANA” — Pengetahuan Dunia, Kemuliaan Semesta

WORKSHOP CETAK TINGGI DKV ISI BALI: “PRAMANA-BHUWANA-KALYANA” — Pengetahuan Dunia, Kemuliaan Semesta

Denpasar, 4 November 2025 — Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, menyelenggarakan Workshop Cetak Tinggi bertema “PRAMANA-BHUWANA-KALYANA: Pengetahuan Dunia, Kemuliaan Semesta.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 4 November 2025, pukul 09.00 – 14.00 WITA, di Ruang Cetak, Lab Terpadu ISI Bali, dan diikuti oleh mahasiswa semester 3 Program Studi DKV ISI Bali.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Dekan FSRD ISI Bali, Bapak Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg, serta dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSRD, Dr. Ni Luh Desi In Diana Sari, S.Sn., M.Sn, narasumber workshop, Bapak Reno Megy Setiawan, dan Koordinator Program Studi DKV ISI Bali sekaligus Ketua Pelaksana acara, Bapak Bayu Segara Putra, S.Ds., M.Sn.

Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di Program Studi Desain Komunikasi Visual, khususnya dalam memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap bidang reproduksi grafika. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada teknik cetak tinggi, penggunaan alat dan bahan, serta proses pembuatan karya dengan teknik cukil dan alat cetak manual.

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi DKV ISI Bali, Bapak Bayu Segara Putra, S.Ds., M.Sn., menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk penerapan pembelajaran berbasis praktik yang menekankan hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kemanusiaan.


Dijelaskan bahwa tema “Pramana Bhuwana Kalyana” memiliki makna pengetahuan untuk kesejahteraan dan kebaikan semesta. Melalui tema tersebut, proses belajar dan berkarya diharapkan dapat dijalankan sebagai wujud dharma — upaya membangun kesadaran dan kebajikan melalui karya visual.

Disampaikan pula bahwa teknik cetak tinggi mengajarkan kesabaran, ketelitian, dan kepekaan terhadap bentuk serta tekstur. Nilai-nilai tersebut dianggap relevan dengan semangat Pramana Bhuwana Kalyana, yaitu bahwa pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberi manfaat lebih luas bagi dunia seni dan masyarakat.


Melalui workshop ini, diharapkan wawasan dan keterampilan mahasiswa dapat semakin berkembang, serta mendorong lahirnya karya-karya desain yang mengangkat nilai budaya dan filosofi lokal dengan makna universal.

Mahasiswa Prodi DKV ISI Denpasar Ikuti Workshop Mural Teknik Stensil

Mahasiswa Prodi DKV ISI Denpasar Ikuti Workshop Mural Teknik Stensil

Foto: Juliette Viode dalam workshop mural teknik stensil di Gedung Citta Hasta Mandala Lantai 3, ISI Denpasar, (5/10).

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengikuti workshop mural teknik stensil. Workshop digelar oleh seniman mural dan ilustrator asal Irlandia, Juliette Viode di Gedung Citta Hasta Mandala Lantai 3, ISI Denpasar, Kamis, 5 Oktober 2023.

Juliette Viode merupakan seniman street art yang tergabung dalam agensi seni Street Art Ink. Dia mengatakan Kedutaan Besar Irlandia untuk Indonesia meminta agensinya untuk mengirim seorang seniman mural untuk melaksanakan proyek kolaborasi dengan ISI Denpasar. Kolaborasi ini dalam bentuk workshop dan pembuatan mural bersama mahasiswa. “Saya dihubungi oleh agensi saya untuk datang ke Bali dan melakukan projek kolaborasi ini,” ungkapnya.

Juliette menyampaikan materi pembuatan mural dengan teknik stensil. Teknik ini dilakukan menggunakan cetakan sebagai alat utamanya. Cetakan dibuat dengan kertas yang telah digambari pola dan dilubangi menggunakan cutter. Dia menjelaskan, mahasiswa harus menyiapkan beberapa lapisan stensil untuk pola dengan lebih dari satu warna. Sehingga warna pada pola tidak akan tercampur saat proses pewarnaan dengan cat semprot. “Teknik stensil sangat bagus diaplikasikan oleh pemula di bidang mural,” ungkap seniman lulusan Ballyfermot College of Further Education ini.

Mahasiswa Prodi DKV mengikuti workshop dengan antusias. Mereka bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 4 orang membuat berbagai desain stensil bertema laut yang sebelumnya telah disepakati. Desain, antara lain hiu, paus, rumput laut, terumbu karang, dan lain sebagainya. Mahasiswa menggambar desain pada kertas dan melubangi dengan cutter.

Juliette mengajak mahasiswa untuk langsung mencoba stensil yang sudah dibuat di tembok yang terletak di seberang Gedung Prodi Desain Mode, FSRD, ISI Denpasar. Stensil tersebut ditempelkan di tembok dan disemprot dengan cat pada bagian yang telah dilubangi. Mahasiswa secara bergantian menempel stensil buatan mereka dan mewarnai dengan cat semprot yang sudah disediakan. Mahasiswa mengaku sangat bersemangat bisa mengikuti workshop ini. Mereka baru pertama kali mencoba membuat mural dengan teknik stensil. Meski memerlukan kesabaran dalam proses pelubangan desain stensil, mereka merasa cukup puas dengan karya mural ini. (ISIDps/Humas)

Foto: Mahasiswa Prodi DKV membuat mural dengan teknik stensil di tembok—- Gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Denpasar, (5/10)

Loading...