M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Tari Pendet di The 8th Soca Meeting, Jakarta

Tari Pendet di The 8th Soca Meeting, Jakarta

Kiprah Institut Seni Indonesia Denpasar dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi tak pernah surut. Kampus Seni satu-satunya di Bali ini, tidak hanya melaksanakan pengabdian masyarakat sebagai salah satu bentuk implementasi Tri Dharma di tingkat daerah, namun juga di tingkat nasiona dan internasional. Selasa malam (26/4) yang lalu ISI Denpasar yang diwakili oleh 5 mahasiswa Jurusan Tari yaitu Kadek Diah Pramanasari, Ni Wayan Ayu Lestari, I Gst Sri Ayu Widyaningsih, Lia Candra Dewi, dan I.A. Gede Sasrani Widyastuti mempersembahkan Tari Pendet dalam acara The 8th SOCA (Senior Official Committee for ASCC-Asean Socio Cultural Community- Meeting di Hotel Borobudur Jakarta.

Acara tingkat internasional ini diselenggarakan dari tanggal 25-27 April 2011. Penampilan ISI Denpasar pada acara bertajuk Dinner with Cultural Performance tersebut disaksikan oleh Sekretaris Jeneral Kementrian Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Doddy Nandika yang dalam sambutannya memaparkan tentang peranan seni dalam memupuk kebersamaan dalam konteks ASEAN.

Selain penari cantik ISI Denpasar yang menuai decak kagum seluruh anggota SOCA yang hadir malam itu, pemain Angklung asal Jawa Barat yang tergabung dalam kelompok bernama Udjo juga memberi warna acara budaya tingkat ASEAN tersebut. Seluruh undangan dilibatkan langsung dalam memainkan gamelan terbuat dari bambu ini.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A. yang hadir pula dalam acara tersebut, tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya atas pementasana mahasiswanya dalam acara budaya tingkat ASEAN tersebut. “Terima kasih kami haturkan pada Kementrian Pendidikan Nasional, yang sudah member kepercayaan kepada ISI Denpasar untuk tampil dalam acara tingkat ASEAN. Terima kasih juga kepada mahasiswa yang selalu semangat dan memberi yang terbaik demi pencitraan lembaga,”papar Prof.Rai.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

ISI Denpasar Mengikuti Quicksilver dan Roxy Design Competition 2011

ISI Denpasar Mengikuti Quicksilver dan Roxy Design Competition 2011

Kegiatan yang diadakan pada hari senin tanggal 25 April 2011 bertempat di Gedung Latha Mahosadhi ISI Denpasar yang dimulai tepat pukul 9 pagi diikuti oleh mahasiswa dari jurusan DKV, para dosen serta pejabat struktural di lingkungan FSRD-ISI Denpasar. Acara dibuka dengan sambutan singkat oleh ketua panitia yang menjelaskan persiapan kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Dra. Ni Made Rinu, M.Si, dalam kesempatan ini beliau mengungkapkan bahwa kegiatan kreatif ini sangat baik untuk menunjang kegiatan kemahasiswaan khususnya dalam pengembangan pengetahuan dan teknologi serta pencipataan produk barang dan jasa, selain itu beliau mengungkapkan juga bahwa dalam setiap berkegiatan perlu diingat bahwa knowledge is power, hendaknya kekuatan ilmu pengetahuan selalu mendasari berbagai hal yang akan diwujudkan.

Roadshow Design Competition 2011 ini memaparkan mengenai kegiatan lomba yang akan diadakan oleh Quicksilver dan Roxy ditahun 2011 yang akan diikuti oleh seluruh negara di Asia Tenggara dengan imbalan hadiah bagi para pemenangnya yang cukup mengesankan berupa uang tunai, paket tour mengunjungi Australia selama 2 minggu, hingga beasiswa pendidikan master di Sydney-Australia selama 2 tahun. Kegiatan yang membutuhkan kreatifitas ini tidak hanya terbatas diikuti oleh mahasiswa namun kalangan umum juga dibuka kesempatan yang sama, hal ini merupakan salah satu dukungan yang luar biasa terhadap perkembangan kreatifitas bagi mahasiswa khususnya jurusan DKV dalam mengeluarkan potensi yang mereka miliki dalam mendesain T-shirt.

Presentasi oleh Quicksilver dan Roxy ini terdiri dari penjelasan mengenai criteria lomba, kemudian cara-cara atau tips mendesain t-shirt yang dijelaskan langsung oleh graphic designer dari perusahaan tersebut, kemudian yang terakhir adalah kegiatan tanya-jawab yang disertai dengan pemberian goody bag yang berisi souvenir atau kenang-kenangan dari pihak penyelenggara. Kegiatan ini cukup menyita perhatian mahasiswa dan dosen karena merupakan salah satu kegiatan yang bertaraf international, dan dari pihak penyelenggara pun mengharapkan bahwa salah satu pemenangnya berasal dari kampus ISI Denpasar, dan hal senada pun disampaikan oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar yang mengharapkan salah satu pemenangnya berasal dari kalangan ISI Denpasar. Harapan ini pun disambut tepukan meriah dari para peserta.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

Fungsi Kerajinan kayu di Desa Singakerta

Fungsi Kerajinan kayu di Desa Singakerta

Kiriman: Drs. I Dewa Putu Merta, M.Si., Dosen PS Kriya Seni ISI Denpasar.

Seni Kerajinan adalah komponen produk seni yang dibuat melalui ketrampilan tangan  untuk tujuan sebagai kebutuhan hidup manuasia.  Berdasarkan pengertian itu, kerajinan merupakan hasil suatu produk ketrampilan seni yang dibuat oleh manusia. Bentuk-bentuk produksi kerajinan memiliki fungsi untuk memperindah ruangan atau barang penghias ruang. Benda produk kerajinan tersebut diharapkan menjadikan ruangan semakin indah. Barang-barang  produk  kerajinan kayu tersebut memiliki fungsi sebagai berikut :

1.  Fungsi Estetis

Fungsi estetis merupakan fungsi murni untuk memperindah atau mempercantik suasana ruang.  Fungsi yang demikian itu nampak jelas pada produk-produk kerajinan relief dan kerajinan patung yang diproduksi di daerah Singakerta, dan  menggunakan media kayu yang banyak menekankan nilai estetisnya. Estetis yang dimaksud adalah keindahan yang tampak secara pisik dapat dinikmati oleh indria pengelihatan secara nyata.

Dalam buku Pengantar Dasar Ilmu Estetika, dijelaskan bahwa estetika adalah segala         sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, semua aspek dari yang disebut ke-indahan.

Misalnya apakah artinya indah?, apakah yang menumbuhkan           rasa indah itu?,  Dari  mana datangnya rasa indah itu?,  Apa yang       menyebabkan barang yang satu indah dan yang lain tidak?,  Dan apa             sebabnya yang dirasakan oleh orang yang satu indah  dan tidak       dirasakan keindahannya oleh orang yang lain? (Djelantik, 1990: 6).

 

Selanjutnya Djelantik juga menyatakan, benda seni yang menjadi sasaran analisis  estetika atau keindahan setidak-tidaknya mengandung tiga aspek dasar seperti  wujud atau rupa yang mempunyai dua unsur utama ; bentuk/form, dan  susunan/structure, bobot atau isi yaitu aspek utamanya suasana/mood, gagasan/idea, ibarat,             pesan/message, dan penampilan (hasil dari tiga unsure; bakat/talent, ketrampilan/skill, sarana/medium (1990: 14).

Sedangkan Murdana (2001: 19) menjelaskan, estetik menyangkut persoalan-persoalan keindahan yang dapat menimbulkan pengalaman tertentu dan dapat memuaskan jiwa penikmatnya.

Dalam Hermeneutika, Estetika, Dan Religius Esai-Esai Sastra Sufistik dan Seni Rupa juga dijelaskan, estetika membicarakan objek-objek estetik, kualitas karya seni serta pengaruhnya terhadap jiwa manusia yaitu perasaan, imajinasi, alam pikiran dan intuisi. Apabila karya seni dikaitkan dengan spiritual dan agama tertentu, pencipta mestilah memahami dan menghayati spiritual dan agama tersebut (Hadi, 2004: 227).  Dalam konteks tersebut, Melvin Rader menjelaskan, bahwa keindahan itu dihasilkan oleh hakikat yang diungkapkan atau berhasilnya cara pengungkapan. Cara pengungkapan itu yang harus indah, seni (dalam Somardjo, Jakob 2000: 26).

Djelantik (1990: 2) menjelaskan, indah dapat menimbulkan pada jiwa manusia rasa senang, rasa bahagia, rasa tenang, rasa nyaman, dan bila kesannya lebih kuat akan membuat terpaku, terharu, dan timbul keinginan untuk menikmati kembali.

Terkait dengan pernyataan tersebut, pengalaman estetis itu mencakup di dalamnya nilai-nilai keindahan yang dapat memberikan pengertian bahwa cakupan estetik bisa beraneka ragam nilai. Nilai yang dimaksud disini adalah suatu ciri yang melekat pada sesuatu yang dapat menimbulkan perasaan tergugah. Apabila sebuah benda disebut indah, hal itu berarti ciri suatu nilai yang dapat melekat padanya.  Teori estetika di atas dalam konteks penelitian ini digunakan untuk mengkaji keindahan hasil produksi seni kerajinan di desa Singakerta. Karena kerajinan kayu  merupakan bentuk ungkapan keindahan dan ketrampilan tangan, maka dalam menganalisisnya juga menyangkut keindahannya dari aspek ilmiah (misalnya hubungan antar elemen atau unsur yang ada untuk membangun struktur kerajinan kayu tersebut).

Fungsi Kerajinan kayu di Desa Singakertaselengkapnya

Studi Ekskursi Ke Palu

Studi Ekskursi Ke Palu

Sejumlah 52 orang mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dan 14 orang mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Design (FSRD)ISI Denpasar mengikuti studi ekskursi di kota Palu selama empat hari. Rombongan bertolak ke kota Palu, Sulawesi Tengah Senin, (11/4), dan akan tiba di Denpasar pada Kamis (14/4), setelah mengikuti serangkaian kegiatan, diantaranya “workshop”, ngayah di pura Wanna Kerta Jagatnata, temu umat hindu dan diskusi, serta pentas seni di pura dan Taman Budaya.

Kegiatan diawali dengan workshop  di Taman Budaya yang dibawakan oleh nara sumber dari Sulawesi Tengah, yaitu Tjajo Tuan Saihu, Drs. Sofyan Tadurante, M.Si, Dra. Hj.Intje Mawar Lasasi Abdulah, Amin Abdullah, S.Sn, M.Sn, Zulkifly Pagesa, Dr.Gazali Lembah, M.Pd, Dra.Nurhayati Ponulele, M.Si. yang membahas tentang kebudayaan Sulawesi Tengah tentang  musik, sastra, bahasa, dan seni rupa, yang dihadiri oleh mahasiswa ISI Denpasar dan juga STAH Dharma Sentana Sulteng.Sebelum pentas seni antara mahasiswa ISI Denpasar dan Sanggar Seni Dharma Gita Murti Palu di Pura Jagatnatha, rombongan mengadakan sembahyang bersama dan juga diskusi tentang peranan seni dalam kehidupan beragama yang dibawakan oleh PR I,Dekan FSP, PD III FSRD, dan dipandu oleh I Nyoman Slamet warga Palu asal Bali yang juga menjabat sebagai anggota DPR Sulteng.

Pentas Seni malam itu diawali dengan pementasan tari Puspanjali dan Topeng oleh Sanggar Seni Dharma Gita Murti Palu, lalu dilanjutkan dengan tari Selat Segara, Jauk Manis, Oleg Tamulilingan, Trunajaya, dan Satya Brasta. WHDI Palu menampilkan  tari Pamontex yang menggambarkan tentang panen raya pada zaman dahulu yang dilakukan secara gotong royong oleh gadis-gadis Palu asal Bali dengan pakaian tradisional Kaili.

Ketua PHDI Palu, Ir. Putu Surya yang hadir malam itu, mengungkapkan terima kasih kepada ISI Denpasar yang telah bersedia hadir di kota Palu, dan menari untuk umat di Pura. “Kami atas nama warga mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyambutan,”ujarnya.

Rabu sore (13/4)  diadakan pameran oleh ISI Denpasar yang  dibuka oleh Gubernur Sulteng, dan dilanjutkan dengan pementasan tari di Taman Budaya.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Loading...