by dwigunawati | Nov 13, 2011 | Berita, Galeri
Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan tradisi, seni dan budaya. Maka dari itu Bali menjadi salah satu tujuan utama yang banyak di kunjungi oleh para wisatawan mancanegara. adapun salah satu obyeknya yang paling terkenal di bali adalah Kuta. Kuta merupakan obyek wisata yang sudah tidak asing lagi, dimana Kuta sangat terkenal dengan pantai pasir putihnya dan sunsetnya yang sangat indah. Mengingat akan keindahan yang dimiliki serta tempatnya yang sangat strategis masyarat kuta berfikir dan termotivasi untuk menyelenggarakan Event yang khusus hanya di pegang oleh masyarakat Kuta asli. Akhirnya muncullah ide dengan nama”Kuta Beach Festival Tradisional Art Event” yang akan diadakan pada bulan Desember 2011 ini. Dimana event ini nantinya juga secara tidak langsung dapat membantu menambah devisa bagi Negara. Oleh sebab itu maka diperlukan media yang tepat dan efektif sebagai sarana promosi untuk event ini. Adapun media-media tersebuta yang diperlukan antara lain Logo, Iklan Mobil, T-shirt, Sandwich Board dan Flayer, dimana masing-masing media tersebut akan sangat mampu menyampaikan informasi kepada wisatawan asing tentang event yang akan diselenggarakan, sehingga dengan adanya media tersebut akan dapat secara efektif menggambarkan dari pada Tradisional Art Event kepada para wisatawan. Dari data-data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan data teoritis diolah melalui analisa dan sintesa media promosi tersebut sehingga dapat menciptakan media komunikasi visual yang informatif dan komunikatif.
Kata Kunci : media promosi, Kuta Beach Festival, Kuta

by dwigunawati | Nov 12, 2011 | Berita, Galeri
Bali merupakan daerah tujuan wisata utama diIndonesia. Di Bali banyak terdapat daerah-daerah pusat pariwisata salah satunya adalah daerah Kuta yang terkenal dengan pantainya yang indah. Seiring perkembangan dunia pariwisata, industri pariwisata yang ada di Kuta mulai berkembang ke daerah di sekitarnya termasuk daerah Sunset Road. Hal ini mendorong masyarakat lokal dan investor dari luar untuk membuka berbagai jenis usaha mulai dari galeri seni, butik, restaurant, hotel dan spa.

Salah satu spa yang berdiri di Sunset Road adalah Essence Spa. Karena ketatnya persaingan, membuat pihak Essence Spa memandang pentingnya desain media promosi untuk membangun citra Essence Spa serta mempromosikan Essence Spa. Media-media promosi tersebut antara lain poster, iklan majalah, jam dinding, billboard, x-banner, brosur, table banner, kartu nama, label sabun dan Seragam yang dianggap efektif untuk mempromosikan Essence Spa.

Konsep natural modern dengan penerapan prinsip-prinsip desain komunikasi visual, dianggap cukup tepat digunakan pada proses desain media komunikasi pada Essence Spa dalam membangun citra yang diinginkan oleh pihak manajemen yaitu natural, modern, dan selaras dengan alam.
Kata Kunci : Pariwisata,Essence Spa, Promosi, Konsep Natural Modern
by dwigunawati | Nov 12, 2011 | Berita, pengumuman

Jumat, 11 November 2011
Jakarta – Kementerian Riset dan Teknologi bersama Google, Yahoo, Microsoft, dan komunitas teknologi informasi dan komunikasi dalam negeri berkomitmen untuk bekerja sama meningkatkan akses masyarakat Indonesia terhadap TIK.
“Di sini telah berkumpul Google, Yahoo, Microsoft, komunitas TIK, komunitas open source dan pemerintah. Mari bekerja sama meningkatkan akses masyarakat kepada TIK dan internet,” kata Asisten Deputi Iptek Industri Strategis Kemristek Kemal Prihatman pada diskusi tentang “Dukungan Komunitas terhadap Pengembangan Inovasi TIK” di Jakarta, Jumat.
Diskusi tersebut juga dihadiri antara lain oleh Country Lead Public Policy and Goverment Affair Southeast Asia Google Mike Orgill, Country Manager Yahoo Indonesia Pontus Sonnersteds, Director of Corporate Affair Microsot Indonesia Chrisma Albanjar, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Kemenkominfo Aswin Sasongko, pegiat TIK Nasional Onno W Purbo, Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) Betty Alisjahbana, Ketua ICT Watch Donny BU, dan komunitas lainnya.
Kerja sama tersebut, lanjut Kemal, misalnya pemerintah yang membangun infrastruktur dan memberi insentif kepada pelaku TIK, Yahoo meminjamkan peralatan dan kendaraan untuk bermobilitas, atau Google memberi pelatihan UKM. “Kita perlu sama-sama bergerak dan bersinergi,” katanya.
Indonesia, katanya, memang sedang mengembangkan kluster Indonesia Science Technology Park (ISTP) di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong yang luasnya 460 ha di mana sudah berdiri menara untuk uji Broadband Wireless Access (BWA) dan 30 lab iptek yang akan disusul lab TIK.
“Jangan takut mereka menjajah, atau berpandangan mereka sebagai musuh. Tapi bagaimana kita bisa bermitra dan bisa memanfaatkan kelebihan mereka. Sementara mereka juga mendapat pasar. Daripada dilepas nanti mereka main sendiri-sendiri,” kata Kemal.
Ia mengatakan, pihaknya sedang menyusun kegiatan TIK nasional ke arah pengembangan konten yang dirasa masih kurang.
sumber : antaranews.com
by dwigunawati | Nov 12, 2011 | Berita, Galeri
Indonesia pada tahun 2010 termasuk negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia, nomor 3 setelah China dan India. Data tersebut menunjukkan bahwa iklan-iklan anti rokok yang telah ada tidak sanggup menahan lonjakan perokok aktif yang semakin signifikan. Iklan kampanye anti rokok dari tahun ketahun hanya didominasi iklan dengan tanda verbal yang wajib tertera di kemasan rokok. Sedangkan kampanye anti rokok yang menggunakan tanda visual dengan idiom-idiom realis atau surialis dengan efek seram seakan kehilangan esensinya dikarenakan strategi komunikasi yang tidak diperhitungkan dengan baik. Di sisi lain iklan-iklan produsen rokok sudah jauh berkembang dengan teori-teori baru untuk membius masyarakat. Provinsi Bali saat ini sedang berupaya menetapkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Provinsi Bali sesuai dengan amanat UU Kesehatan yang baru yaitu UU no 36 tahun 2009 pasal 114-116. Agar program tersebut tidak hanya sanggup mengalihkan perokok aktif keluar KTR namun diharapkan berbagai alasan merokok untuk kenikmatan yang mencandu dapat dikendalikan bahkan dieliminir, maka diperlukan teori baru yang diupayakan untuk merubah perilaku masyarakat Denpasar agar hidup sehat terutama bebas dari asap rokok dengan segmentasi utama adalah para remaja. Untuk itu diperlukan sosialisasi dan dukungan aktivitas yang berlandaskan moral melalui kampanye anti rokok. Aktivitas tersebut diharapkan sanggup mengemban tugas mulia membangun masyarakat Bali khususnya daerah Denpasar menjadi kota yang lebih sehat dengan pesan-pesan sosial dan strategi komunikasi yang diperhitungkan dengan baik yang dikemas dalam media komunikasi visual. Desain komunikasi visual kampanye anti rokok di Denpasar Bali menggunakan konsep Cigarette & Monkey. Konsep tersebut digunakan sebagai persuasi melalui media yang masuk pada kategori Above The Line dan Below The Line. Dan media yang mendapat estimasi paling efektif dan efisien sebagai media kampanye anti rokok di Denpasar Bali, adalah: Logo, Baliho, Poster, Brosur, Mug, Sign System, Gelang Karet, Stiker dan T-shirt.
Kata kunci: Desain Komunikasi Visual, Kesehatan, Cigarette & Monkey, Pengendalian, Rokok.
