M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Senat ISI Denpasar Telah Memilih 3 Bakal Calon Rektor Periode 2013/2017

Senat ISI Denpasar Telah Memilih 3 Bakal Calon Rektor Periode 2013/2017

  Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior).   
Bertempat di ruang sidang Rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, selasa (23/10), Senat ISI Denpasar memilih 3 bakal calon Rektor periode 2013/2017 dari 4 calon rektor yang sudah mendaftar. Empat (4) calon yang mendaftar adalah Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar.,M.Hum; Dr. Dra. Ni Luh Sustiawati, M.Pd; Dr. Drs. I Gusti Ngurah Ardana, M.Erg; dan I Nyoman Catra, SST.,M.A. Sedianya anggota dewan Senat ISI Denpasar yang berjumlah 22 orang hadir memenuhi undangan pemilihan bakal calon rektor, namun satu orang berhalangan hadir, sehingga tepatnya 21 orang senat yang menggunakan hak suaranya dalam pemilihan dari 4 calon rektor menjadi 3 orang calon rektor ISI Denpasar.
Acara yang berlangsung secara damai dan tertib ini selanjutnya diadakan pemilihan secara pemungutan suara, dimana masing-masing senat diberikan secarik kertas untuk menuliskan 3 nama yang diunggulkan, kemudian direkapitulasi untuk memilih 3 calon terkuat. Adapun perolehan suara dari masing-masing calon adalah Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar.,M.Hum mendapat perolehan 21 suara; Dr. Dra. Ni Luh Sustiawati, M.Pd mendapat perolehan 20 suara; Dr. Drs. I Gusti Ngurah Ardana, M.Erg mendapat perolehan 19 suara, dan I Nyoman Catra, SST.,M.A  mendapat perolehan 3 suara, sehingga senat menyimpulkan 3 orang dengan suara tertinggi menjadi bakal calon Rektor ISI Denpasar untuk periode 2013-2017.
Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A, yang dalam kesempatan ini turut hadir selaku dewan Senat ISI Denpasar mengungkapkan bahwa proses ini berjalan sangat lancar dan tertib administrasi. “Hasil dari pemilihan ini menunjukkan bagaimana intepretasi kepercayaan mereka kepada calon-calon yang diunggulkan, semoga pada proses selanjutnya akan berjalan lancar” tambahnya.
Kesediaan dan dukungan segenap pihak di lingkungan ISI Denpasar dalam menyukseskan acara ini terlihat dari atmosfer yang begitu bersahabat dan damai dalam proses pemilihan, hal ini menunjukkan kedewasaan karakter masing-masing pihak dalam pemilihan calon-calon yang nantinya mampu memimpin ISI Denpasar kedepannya.
“Harapan kami selaku civitas akademik dilingkungan ISI Denpasar, semoga proses pemilihan bakal calon rektor untuk periode ini berjalan lancar tanpa halangan, siapapun yang terpilih semoga bisa membawa nama ISI Denpasar semakin berjaya dan berkibar baik di tingkat nasional maupun internasional”, ungkap salah satu staf pengajar yang ditemui di lingkungan ISI Denpasar.
Selanjutnya nama-nama calon rektor yang terpilih, akan dikirim ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk selanjutnya ditinjak lanjuti mengenai proses final pemilihannya. Semoga apa yang diharapkan oleh seluruh civitas akademik ISI Denpasar agar proses ini berlangsung lancar dan tertib akan terwujud.
Kunjungan Balasan Tim Panitia Pendirian ISBI Tanah Papua ke ISI Denpasar

Kunjungan Balasan Tim Panitia Pendirian ISBI Tanah Papua ke ISI Denpasar

Rektor Uncen (kiri) memberikan cindramata, berupa alat musik tifa kepada Rektor ISI Denpasar (kanan)

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior).

Gelaran acara Rapat Koordinasi Penyempurnaan Konsep Dokumen Pendirian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua yang digelar dari tanggal 18 hingga 20 Oktober 2012 berlangsung di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Sejumlah 37 rombongan berkunjung ke ISI Denpasar, yang terdiri dari Asisten II Provinsi Papua, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Papua, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, Rektor Universitas Cendrawasih dan anggota tim pendirian ISBI dari tanah Papua.

            Rombongan yang tiba pada hari kamis (18/10), selanjutnya mengunjungi ISI Denpasar untuk mengikuti kegiatan hari pertama berupa Sambutan Rektor ISI Denpasar, Sambutan Asisten II Pemda Papua, Drs. Ellya Loupatty, MM, dan diakhiri dengan diskusi penyempurnaan masing-masing dokumen. Dalam kesempatan ini, Rektor ISI Denpasar, Prof.Dr. I Wayan Rai S, MA mengucapkan selamat datang kepada Tim Panitia Pendirian ISBI dan berharap seluruh tim dari ISI Denpasar dan Tim ISBI Papua bisa bekerjasama dalam merumuskan Dokumen pendirian ISBI Papua.
            Dalam kesempatan ini Asisten II Pemda Papua, memberikan souvenir berupa Burung Cendrawasih yang diawetkan, dengan harapan burung cendrawasih yang dalam lontar Yama purana tattwa disebut sebagai ‘manuk dewata’ yakni burung yang bisa (setelah dipasupati) menghilangkan hambatan-hambatan dalam perjalanan roh ke sunialoka, sehingga burung cendrawasih ini akan memberikan pesan memperlancar jalinan kerjasama terutama dalam proses pembentukan ISBI di Tanah Papua.
            Pada hari kedua, jumat, (19/10) bertempat di Gedung Lila Sanggraha atau yang biasa disebut gedung greenroom, acara dilanjutkan dengan diskusi dan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara ISI Denpasar dengan Universitas Cendrawasih. “Seandainya ISBI ini berdiri, tanah papua akan berterimakasih, ini akan menjadi sejarah”,  ungkap rektor Universitas Cendrawasih, Drs. Fertus Simbiak, M.Pd, dalam sambutannya. Dalam kesempatan hari kedua ini, Rektor Universitas Cendrawasih memberikan souvenir berupa Tifa yang merupakan alat musik tradisional khas Papua, pada saat yang bersamaan dilakukan pemukulan tifa yang menandai semangat kedua belah pihak dalam menyongsong kerjasama dan mendukung lahirnya ISBI di tanah Papua.
            Usai menggelar acara penandatanganan dilanjutkan dengan kunjungan akademik guna meninjau sarana dan prasarana kampus ISI Denpasar, dalam kunjungannya mereka berkesempatan  menyaksikan latihan paduan suara oleh mahasiswa ISI Denpasar di Wantilan dan latihan tari dalam mempersiapkan kunjungan ke Perth di Gedung Candrametu. Rombongan juga melakukan kunjungan ke pasar seni Guwang dan Sukawati untuk memberikan gambaran dan inspirasi terkait dengan upaya pendirian pasar Seni di Papua yang mampu mendukung produk-produk kreatif para seniman Papua.
Kunjungan Balasan Tim Panitia Pendirian ISBI Tanah Papua ke ISI Denpasar

Kunjungan Balasan Tim Panitia Pendirian ISBI Tanah Papua ke ISI Denpasar

Rektor ISI Denpasar memberikan kenang-kenangan kepada Asisten II Provinsi Papua.

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, M.A. (Dosen PS Desain Interior). Denpasar- ISI Denpasar yang mendapat mandat untuk pendirian  Institut Seni dan Budaya (ISBI) di Tanah Papua terus melaksanakan rapat koordinasi dengan pihak terkait. Setelah sebelumnya rombongan ISI Denpasar sudah tiga kali berkunjung ke tanah Papua guna melakukan perkenalan, rapat koordinasi, treasure study serta penelitian, pada tanggal 18 hingga 20 Oktober 2012, giliran rombongan dari tanah Papua melakukan kunjungan akademik ke ISI Denpasar. Sebanyak 37 rombongan berkunjung ke ISI Denpasar, yang terdiri dari Asisten II Provinsi Papua, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Papua, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, Rektor Universitas Cendrawasih dan anggota tim pemdirian ISBI dari tanah Papua.

Pada hari pertama, malam harinya rombongan dari Papua langsung bertandang ke ISI Denpasar untuk melakukan rapat koordinasi terkait pelaporan progress pada masing-masing bidang serta penyempurnaan konsep dokumen pendirian ISBI Tanah Papua.

Selanjutnya pada tanggal 19 Oktober 2012, terdapat penandatanganan nota kesepakatan bersama antara ISI Denpasar dengan Universitas Cendrawasih Jayapura. Dilanjutkan dengan kunjungan akademik guna meninjau sarana dan prasarana kampus ISI Denpasar serta mengunjungi UPTD Taman Budaya Provinsi Bali.

Segera Berdiri, Institut Seni dan Budaya Tanah Papua: ISI Denpasar Sebagai Pelaksana Tugas

Segera Berdiri, Institut Seni dan Budaya Tanah Papua: ISI Denpasar Sebagai Pelaksana Tugas

Kiriman: Nyoman Lia Susanthi S.S., M.A. (Dosen Pedalangan ISI Denpasar). Papua- Sebagai salah satu sarana integrasi bangsa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mendirikan Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI). Pemerintah yang sebelumnya sudah memiliki Institut Seni akan dikonversi menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia.

Saat ini terdapat tujuh perguruan tinggi seni di Indonesia, yaitu ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Denpasar, ISI Padang Panjang, Institut Kesenian Jakarta, STSI Bandung serta STKW Surabaya yang tergabung dalam BKS PTSI. Nantinya ISI tidak hanya berfokus pada kesenian, tapi akan diperluas dengan kebudayaan yang terkait dengan kesenian.

Pemerintah juga akan mendirikan empat Institut Seni dan Budaya Indonesia baru di Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Dalam pendiriannya, pemerintah memberikan tugas 4 Institut Seni untuk membantu pendirian ISBI baru. ISI Padang Panjang bertanggung jawab melaksanakan pendirian ISBI Aceh. ISI Yogyakarta melaksanakan pendirian ISBI Kalimantan. ISI Surakarta membangun pendirian ISBI Sulawesi. ISI Denpasar membangun pendirian ISBI Papua. Sehingga nantinya akan terdapat 11 Perguruan tinggi seni di Indonesia.

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sebagai satu-satunya perguruan tinggi seni yang berada di wilayah timur Indonesia mendapat mandat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membangun Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI)  Papua sesuai dengan KEPMENDIKBUD No.040/P/2012 Tertanggal 8 Maret 2012.

Sejauh ini ISI Denpasar sudah melaksanakan beberapa tahapan kegiatan, diantaranya menyusun perangkat-perangkat yang diperlukan untuk mendirikan ISBI seperti Rencana Induk Pengembangan, kurikulum, kode etik mahasiswa dan pegawai, sarana prasarana serta perangkat lainnya.

ISI Denpasar juga sudah 3 kali mengunjungi tanah Papua guna memperkenalkan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Papua. Pada tanggal 11 Juli 2012, ISI Denpasar melakukan kunjungan pertama ke tanah Papua. Dalam kunjungannya rombongan ISI Denpasar melakukan audiensi ke Kantor Gubernur Papua yang disambut oleh Asisten II Pemerintah Provinsi Papua, Drs. Elia Loupatty,M.M., didampingi Rektor Universitas Cendrawasih, Drs. Fertus Simbiak, M.Pd., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Papua, James Modouw.

Pendirian ISBI Papua nantinya tidak terlepas dari keberadaan Yayasan Bina Seni Budaya (YBSB) Papua yang sejak tahun 2003 telah mendirikan Sekolah Tinggi Seni Papua (STSP) Jayapura. Untuk itu STSP Jayapura ini nantinya akan dikonversi menjadi ISBI Papua.

Eksistensi ISBI di Papua ditopang oleh peran seniman dan budayawan setempat. Maka dalam penjajakan rombongan ISI Denpasar juga berkesempatan berdiskusi dengan beberapa seniman dan budayawan Papua, diantaranya Don A. Flassy. Beliau yang rutin menerbitkan buku terkait seni dan budaya papua, juga turut mendukung dan  memberi masukan terkait pembentukan ISBI di papua.

Agenda selanjutnya selama 2 hari, yaitu tanggal 12-13 Juli 2012 adalah ISI Denpasar melakukan pertemuan bersama dengan semua kalangan guna Menyusun rencana kegiatan akademik, Menyusun rencana pembangunan fisik dan akademik pendirian ISBI berdasarkan rencana kegiatan akademik,  Membuat petunjuk pelaksanaan kegiatan,  Mempersiapkan data-data pendukung, Melaksanakan pendampingan kegiatan akademik, serta mendata kondisi terakhir terkait kelengkapan sarana prasarana, SDM untuk dilaporkan.

ISI Denpasar menawarkan konsep pendirian ISBI Papua dengan 3 Fakultas dan 12 peogram studi yaitu Fakultas Seni Pertunjukan mencakup PS Seni Tari, PS Musik, PS Etnomusikologi dan PS Teater. Fakultas Seni Rupa dan Desain dengan 5 program studi yaitu PS Seni Lukis, PS Seni Patung, PS Seni Kriya Produk, PS Desain Interior, dan PS Desain Komunikasi Visual. Fakultas Ilmu Budaya terdiri dari 3 program studi yaitu PS Tradisi Lisan, PS Kajian Budaya dan PS Warisan Budaya.

Di hari terakhir kunjungan pertama di Papua, rombongan pada tanggal 14 Juli 2012 berkesempatan melakukan riset untuk melihat potensi seni dan budaya Papua.

Kunjungan kedua ISI Denpasar ke Papua, bertepatan dengan kegiatan akhir Dirjen Dikti, sehingga Rektor ISI Denpasar berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan Dirjen Dikti diselasela kesibukan beliau. Rektor ISI berpeluang melaporkan kondisi terkini perkembangan pembentukan ISBI di Papua.

Selanjutnya Rektor ISI Denpasar beserta Ibu mendapat kehormatan untuk mengunjungi Kodam XVII Cendrawasih atas undangan langsung Kasdam, Bapak I Made Agra Sudiantara. Kasdam yang juga penyuka seni ini menyampaikan dukungan sepenuhnya atas pendirian ISBI di Papua. Pihaknya siap membantu kebutuhan untuk kelancaran pendirian ISBI sesuai dengan kapasitasnya. Sebagai bukti kecintaan beliau terhadap seni dan papua, beliau terhadap seni dan Papua, beliau pernah menggarap Tari Kecak Rasa Papua dalam rangka HUT Proklamasi RI di Puncak Jaya dengan penari anak-anak Papua.

Pada malam harinya 15 orang rombongan ISI Denpasar yang dipimpin Rektor ISI Denpasar melaksanakan rapat di kantor Gubernur Papua, guna melaporkan progress pada masing-masing bidang, kendala yang dihadapi serta upaya untuk mengatasinya. mengingat sekolah sekolah di Papua belum memiliki tenaga pengajar yang berkompeten khusus di bidang seni, maka dalam rapat muncul wacana untuk mendirikan PS sendratasik dan PS Pendidikan Seni Lukis.

Visitasi selanjutnya adalah ke Yayasan Bina Seni Budaya (YBSB) Papua bertemu dengan Ketua Sekolah Tinggi Seni Papua, bapak Syafiuddin guna mengetahui kesiapan apa saja yang dimiliki STSP untuk dapat berubah menjadi ISBI Papua.

Keesokan harinya rombongan ISI Denpasar berkesempatan untuk menghadiri pembukaan Pesta Budaya Papua ke 10 tahun 2012. pesta budaya papua yang berlangsung selama 3 hari menampilkan tari-tari khas papua dari berbagai daerah yang ada di papua, pameran kerajinan seperti batu, anyaman dan obat-obatan tradisional.

Selain itu rombongan melakukan kajian dengan mengunjungi Museum Negeri Provinsi Papua guna mengamati koleksi sejarah yang dimiliki Papua, mulai dari pakaian daerah, alat musik, fosil, replika, mumi bahkan barang-barang peninggalan dari bangsa lain.Kegiatan hari kedua adalah budaya bakar batu, sebuah tradisi memasak khas suku-suku di Papua. Ada 2 cara melakukan bakar batu yaitu cara pegunungan dan  cara pesisir.

Pada tanggal 27-30 September 2012, sejumlah panitia pendirian ISBI Papua dari ISI Denpasar bertemu di Jayapura dengan panitia setempat. Dipimpin Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A dan Ketua Panitia Pendirian ISBI Papua, Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., mengadakan rapat kerja membahas persiapan akademik, seperti rancangan kurikulum dan tenaga pengajar, bertempat di Kantor Dinas Otonom Papua. Pada Kesempatan itu juga disajikan rekaman audio visual tentang landasan pendirian ISBI Papua, potensi seni dan budaya serta dukungan pemerintah, masyarakat, akademisi, seniman dan budayawan Papua. Selai itu terdapat agenda melaporkan progress report yang telah dikerjakan serta masing-masing unit bekerja melakukan pertemuan secara sektoral.

 

Loading...