FSRD ISI Denpasar Gelar Studi Ekskursi Menuju Yogyakarta
Sebagai Program Unggulan, Pascasarjana S2 ISI Denpasar Menggelar Seminar Mahasiswa
Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A. (Dosen PS Pedalangan).
Denpasar- Guna mengembangkan bidang keilmuan, Program Pascasarjana ISI Denpasar secara rutin menggelar seminar akademik. Seminar yang dibuka Pembantu Rektor II ISI Denpasar, Dr. I Gde Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. mewakili Rektor ISI Denpasar berlangsung pada Rabu 12 Desember 2012, bertempat di gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Dalam sambutannya Dr. I Gede Arya menyampaikan bahwa seminar adalah program unggulan bagi Pascasarjana ISI Denpasar. Seminar menjadi keharusan bagi mahasiswa karena dalam seminar akan terjadi pembicaraan bersifat kognitif yang mengandung dua manfaat, yaitu pemecahan masalah dan pengembangan bidang ilmu. Dengan kedua manfaat penting tersebut, maka kegiatan seminar sangat penting membuka cakrawala mahasiswa. Dr. I Gede Arya juga memberikan pencerahan kepada mahasiswa bahwa ketika era modern tidak mampu lagi memberikan kesejahteraan, maka kita kembali pada tradisi yang memiliki keunggulan. Tradisi mampu melahirkan kreativitas yang tanpa batas. sehingga paradigma baru muncul bahwa tradisi melahirkan kearifan likal dan kreativitas. Sekapur sirih dari I Gede Arya membuka seminar yang mengangkat tema “Mengembangkan Keunggulan Lokal Melalui Penciptaan dan Pengkajian Seni”. “Pascasarjana ISI Denpasar harus memiliki identitas, sehingga kegiatan seminar ini perlu terud dikembangkan secara terbuka, yang mampu melahirkan program-program secara kreatif” ujar Dr. Arya.
Sementara Ketua Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni (S2) ISI Denpasar, I Ketut Sariada, S.ST.,M.Si., menyampaikan dalam sabutannya bahwa seminar dirancang sebagai pertemuan akademik dan pertukaran ilmu pengetahuan secara berkelanjutan dan diselenggarakan setiap tahun dalam rangka membahas berbagai isu-isu seni yang sedang berkembang pada saat ini. Tujuan seminar adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan adapat dipercaya dalam rangka penciptaan dan pengkajian seni, untuk menginventarisasi berbagai informasi yang terkait dengan penciptaan dan pengkajian seni serta menghimpun isu-isu strategis tentang penciptaan dan pengkajian seni untuk menambah wawasan yang lebih luas dalam bidang seni.
Seminar diikuti puluhan mahasiswa Pascasarjana ISI Denpasar. Dalam seminar menghadirkan tiga pembicara yaitu I Wayan Sinti, M.A, I Dewa Nyoman Batuan serta I Kadek Jengo Pramarta, dengan moderator Dr. I Gst. Ngr. Ardana, M.Erg.
LP2M ISI Denpasar Merekonstruksi Drama Tari Gambuh dan Kerajinan Prasi di Karangasem
Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A. (Dosen Pedalangan ISI Denpasar)
Karangasem- Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar melaksanakan kegiatan rekonstruksi prasi (komik tradisional) di Kecamatan Sidemen dan rekonstruksi dramatari Gambuh di Banjar Gede, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Acara pembukaan dilaksanakan pada 6 Desember 2012, bertempat di Aula kantor Camat Sidemen Karangasem.
Menurut Ketua LP2M ISI Denpasar yang sekaligus sebagai Ketua panitia, Drs. I Gusti Ngurah Seramasara, M.Hum, rekonstruksi merupakan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk mendorong dan membangkitkan kembali identitas budaya adi luhung yang hampir punah. Side effect rekonstruksi ini adalah mampu melestarikan, mengembangkannya kearah budaya kreatif untuk mendukung pengembangan industri kreatif. “Sangat optimis melalui rekonstruksi mampu melahirkan industri kreatif yang nantinya membantu perekonomian Indonesia dan menyerap tegana kerja, karena industri kreatif mampu menangkal terpuruknya industri global dan mengangkat produk dalam negeri” ujar I Gst. Ngurah Seramasara. Untuk itu LP2M ISI Denpasar memiliki potensi besar untuk meneliti dan mengabdi pada masyarakat guna mengemas seni budaya (local genius) secara kreatif.
Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., dalam kesempatan tersebut sangat mendukung pengabdian yang telah dilakukan. Hal ini penting karena pembentukan karakter bangsa harus bermuara pada nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki suatu bangsa, misalnya melalui seni. Hal itu dikarenakan seni tak pernah lepas dari proses perjalanan sebuah bangsa. “Merekonstruksi seni dan budaya lokal adalah implementasi visi ISI Denpasar sebagai kampus seni yang berbasis keunggulan lokal, sehingga dalam mengembangkan diri harus tetap menekankan pada local genius, untuk mewujudkan industri krteatif yang berbasis seni budaya” uangkap Prof. Rai.
Sementara Camat Sidemen yang dalam hal tersebut diwakili oleh Kasi Pemerintahan, I Komang Dunia, S.H., tidak dapat menyembunyikan rasa senang dan bangga karena ISI Denpasar dapat secara tepat membaca apa yang menjadi kebutuhan di Desa Sidemen. Komang Dunia menyampaikan bahwa kerajinan prasi (komik beraksara, berbahasa dan bergambar khas Bali) merupakan warisan adiluhung yang sering digunakan sebagai sarana upacara dan benda kesusastraan yang kini menjadi cindramata. Namun sayang pengrajin prasi sangat minim, sehingga kehadiran ISI Denpasar untuk membangkitkan kerajinan ini bagaikan gayung bersambut. “Tiada hal yang kami sampaikan selain terimakasih, dan kami berharap dengan pelatihan ini semakin banyak minat generasi muda untuk menekuni seni prasi ini, sehingga kerajinan prasi ini dapat lestari dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat Sidemen” ungkap I Komang Dunia.
Pengabdian ISI Denpasar mendapat respon positif dari kalangan masyarakat setempat. Mereka tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Usai acara pembukaan mereka berbaur penuh keakraban dengan para peneliti dari ISI Denpasar.


