M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Tingkatkan Kompetensi Dosen, Badan Penjaminan Mutu (BPM) ISI Denpasar Gelar Pelatihan Pekerti dan Applied Approach (AA)

Tingkatkan Kompetensi Dosen, Badan Penjaminan Mutu (BPM) ISI Denpasar Gelar Pelatihan Pekerti dan Applied Approach (AA)

Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A. (Dosen PS Pedalangan).
Denpasar– Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, sebagai satu-satunya perguruan tinggi seni di Bali mempunyai konsekuensi tinggi dibidang pendidikan seni dan budaya dalam usaha pengkajian, pelestarian, pengembangan dan penyajian di bidang seni. Sesuai dengan UU RI Nomor 14 Tahun 2005. menyatakan bahwa dosen adalah pendidik professional dan ilmuan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Atas dasar rujukan tersebut, maka ISI Denpasar memandang penting meningkatkan kompetensi dosen di lingkungan ISI Denpasar melalui Pelatihan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan pelatihan pendekatan terapan (Applied Approach) atau biasa dikenal dengan AA. Hal tersebut diungkapkan oleh Drs. I Wayan Gulendra, M.Sn. sebagai Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) ISI Denpasar saat pembukaan pelatihan pada 12 Desember 2012, bertempat di gedung Greenroom ISI Denpasar. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk penguasaan metode pembelajaran yang berbasis kompetensi untuk mencapai keselarasan terhadap kebutuhan pasar kerja”, ujar I Wayan Gulendra.
Sementara Rektor ISI Denpasar, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Pembantu Rektor I ISI Denpasar, Drs, I Ketut Murdana, M.Sn saat membuka acara pelatihan menyampaikan, bahwa pelatiahan ini akan membantu kinerja dosen dalam proses pembelajaran secara kreatif dan inovatif yang berorientasi pada pembelajaran “learning outcome”. I Ketut Murdana menambahkan, paradigma pendidikan telah mengalami perubahan yang sangat pesat, dengan adanya rekonstruksi kurikulum yang berbasis kompetensi. Pemahaman metode dan media pembelajaran sangat penting bagi para dosen, karena pembelajaran merupakan satu proses interaksi yang sistematis untuk mencapai proses perubahan peningkatan intelektual dan pola tindak bagi peserta didik.
Panitia pelaksana Drs. I Dewa Putu Merta, M.Si dan Drs. I Ketut Buda, M.Si menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 25 dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang terdiri dari 13 dosen dari Fakultas Seni Pertunjukan dan 12 dosen dari Fakultas Seni Rupa dan Desain. Program Pekerti dan AA berlangsung dari tanggal 12 – 18 Desember 2012 yang bekerjasama dengan Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Udayana.
FSRD ISI Denpasar Gelar Studi Ekskursi Menuju Yogyakarta

FSRD ISI Denpasar Gelar Studi Ekskursi Menuju Yogyakarta

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior). 
Yogyakarta – Guna memperluas wawasan seni serta menjalin sinergi dengan lembaga dan pemerintah dalam bidang kesenian, maka setiap tahunnya Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) menggelar kegiatan studi ekskursi. Kegiatan ini juga sebagai salah satu tindak lanjut dari program kemahasiswaan ISI Denpasar serta realisasi program kerja Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar 2012, bidang kemahasiswaan.
Dekan FSRD, Dra. Ni Made Rinu, M.Si, didampingi para Pembantu Dekan FSRD menyampaikan bahwa pada tahun ini FSRD ISI Denpasar yang terdiri dari 5 jurusan mengadakan kegiatan studi ekskursi ke Yogyakarta, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Desember 2012 memfokuskan kegiatan di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK). Adapun peserta studi ekskursi  adalah mahasiswa  Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar yang duduk di semester V. Seluruh peserta berjumlah 123 orang, yang terdiri dari dosen pembimbing 10 orang dan panitia sejumlah 26 orang dan mahasiswa sejumlah 87 orang.
Pembantu Dekan III FSRD ISI Denpasar yang sekaligus sebagai Ketua Pelaksana, Drs. DA Tirta Ray, M.Si mengungkapkan bahwa dalam kegiatan ini berisi tiga agenda kegiatan inti yaitu Seminar “Semiotika”, workshop batik, lukis, animasi dan keramik, serta penandatangan MoU  antara ISI Denpasar dengan P4TK. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA, dengan ketua P4TK, Drs. Sardi, M.Pd yang turut dihadiri oleh Pembantu Rektor III ISI Denpasar, Drs. Made Subrata, M.Si, Dekan FSRD beserta jajarannya, serta senat mahasiswa juga diajak untuk memberi wawasan dan pemikiran, serta memperkenalkan sebuah bentuk kerjasama.
Kegiatan workshop berlangsung tanggal 10 Desember 2012 bertempat di Auditorium P4TK. Workshop terbagi dalam 3 materi berbeda yaitu mahasiswa jurusan lukis mendapatkan materi lukis yang diberikan oleh Drs. Basuki Sumartono, M.Sn, mahasiswa jurusan Kriya diberikan meteri tentang workshop keramik dengan instruktur Drs. Taufik Eko Yanto, dan batik oleh Drs. Parjiyah, M.Sn, dan mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual mendapatkan materi tentang Animasi oleh instruktur Slamet Raharjo, S.Sn.
Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., yang memberikan sambutan pada saat penandatangann Mou, beliau mengungkapkan bahwa diharapkan dengan penandatanganan MoU ini diharapkan peningkatan kualitas pendidikan.  “Dengan adanya kegiatan studi ekskursi di P4TK bersamaan dengan penandatanganan MoU ini, merupakan wujud nyata implementasi dari MoU tersebut, sehingga tidak hanya diatas kertas namun wujud nyata telah dilaksanakan ” ungkap Prof. Rai.
Sebagai Program Unggulan, Pascasarjana S2 ISI Denpasar Menggelar  Seminar Mahasiswa

Sebagai Program Unggulan, Pascasarjana S2 ISI Denpasar Menggelar Seminar Mahasiswa

Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A. (Dosen PS Pedalangan).

Denpasar- Guna mengembangkan bidang keilmuan, Program Pascasarjana ISI Denpasar secara rutin menggelar seminar akademik. Seminar yang dibuka Pembantu Rektor II ISI Denpasar, Dr. I Gde Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. mewakili Rektor ISI Denpasar berlangsung pada Rabu 12 Desember 2012, bertempat di gedung Natya Mandala ISI Denpasar.  Dalam sambutannya Dr. I Gede Arya menyampaikan bahwa seminar adalah program unggulan bagi Pascasarjana ISI Denpasar. Seminar menjadi keharusan bagi mahasiswa karena dalam seminar akan terjadi pembicaraan bersifat kognitif yang mengandung dua manfaat, yaitu pemecahan masalah dan pengembangan bidang ilmu. Dengan kedua manfaat penting tersebut, maka kegiatan seminar sangat penting membuka cakrawala mahasiswa. Dr. I Gede Arya juga memberikan pencerahan kepada mahasiswa bahwa ketika era modern tidak mampu lagi memberikan kesejahteraan, maka kita kembali pada tradisi yang memiliki keunggulan. Tradisi mampu melahirkan kreativitas yang tanpa batas. sehingga paradigma baru muncul bahwa tradisi melahirkan kearifan likal dan kreativitas. Sekapur sirih dari I Gede Arya membuka seminar yang mengangkat tema “Mengembangkan Keunggulan Lokal Melalui Penciptaan dan Pengkajian Seni”. “Pascasarjana ISI Denpasar harus memiliki identitas, sehingga kegiatan seminar ini perlu terud dikembangkan secara terbuka, yang mampu melahirkan program-program secara kreatif” ujar Dr. Arya.

Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum sedang memberi sambutan sekaligus membuka acara seminar

Sementara Ketua Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni (S2) ISI Denpasar, I Ketut Sariada, S.ST.,M.Si., menyampaikan dalam sabutannya bahwa seminar dirancang sebagai pertemuan akademik dan pertukaran ilmu pengetahuan secara berkelanjutan dan diselenggarakan setiap tahun dalam rangka membahas berbagai isu-isu seni yang sedang berkembang pada saat ini. Tujuan seminar adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan adapat dipercaya dalam rangka penciptaan dan pengkajian seni, untuk menginventarisasi berbagai informasi yang terkait dengan penciptaan dan pengkajian seni serta menghimpun isu-isu strategis tentang penciptaan dan pengkajian seni untuk menambah wawasan yang lebih luas dalam bidang seni.

Seminar diikuti puluhan mahasiswa Pascasarjana ISI Denpasar. Dalam seminar menghadirkan tiga pembicara yaitu I Wayan Sinti, M.A, I Dewa Nyoman Batuan serta I Kadek Jengo Pramarta, dengan moderator Dr. I Gst. Ngr. Ardana, M.Erg.

LP2M ISI Denpasar Merekonstruksi Drama Tari Gambuh dan Kerajinan Prasi di Karangasem

LP2M ISI Denpasar Merekonstruksi Drama Tari Gambuh dan Kerajinan Prasi di Karangasem

Foto bersama usai acara pembukaan

Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A. (Dosen Pedalangan ISI Denpasar)

Karangasem- Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar melaksanakan kegiatan rekonstruksi prasi (komik tradisional) di Kecamatan Sidemen dan rekonstruksi dramatari Gambuh di Banjar Gede, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Acara pembukaan dilaksanakan pada 6 Desember 2012, bertempat di Aula kantor Camat Sidemen Karangasem.

Menurut Ketua LP2M ISI Denpasar yang sekaligus sebagai Ketua panitia, Drs. I Gusti Ngurah Seramasara, M.Hum, rekonstruksi merupakan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk mendorong dan membangkitkan kembali identitas budaya adi luhung yang hampir punah. Side effect rekonstruksi ini adalah mampu melestarikan, mengembangkannya kearah budaya kreatif untuk mendukung pengembangan industri kreatif. “Sangat optimis melalui rekonstruksi mampu melahirkan industri kreatif yang nantinya membantu perekonomian Indonesia dan menyerap tegana kerja, karena industri kreatif mampu menangkal terpuruknya industri global dan mengangkat produk dalam negeri” ujar  I Gst. Ngurah Seramasara. Untuk itu LP2M ISI Denpasar memiliki potensi besar untuk meneliti dan mengabdi pada masyarakat guna mengemas seni budaya (local genius) secara kreatif.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., dalam kesempatan tersebut sangat mendukung pengabdian yang telah dilakukan. Hal ini penting karena pembentukan karakter bangsa harus bermuara pada nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki suatu bangsa, misalnya melalui seni. Hal itu dikarenakan seni tak pernah lepas dari proses perjalanan sebuah bangsa. “Merekonstruksi seni dan budaya lokal adalah implementasi visi ISI Denpasar sebagai kampus seni yang berbasis keunggulan lokal, sehingga dalam mengembangkan diri harus tetap menekankan pada local genius, untuk mewujudkan industri krteatif yang berbasis seni budaya” uangkap Prof. Rai.

Para peneliti dari ISI Denpasar dan masyarakat setempat berbaur berbagi informasi.

Sementara Camat Sidemen yang dalam hal tersebut diwakili oleh Kasi Pemerintahan, I Komang Dunia, S.H., tidak dapat menyembunyikan rasa senang dan bangga karena ISI Denpasar dapat secara tepat membaca apa yang menjadi kebutuhan di Desa Sidemen. Komang Dunia menyampaikan bahwa kerajinan prasi (komik beraksara, berbahasa dan bergambar khas Bali) merupakan warisan adiluhung yang sering digunakan sebagai sarana upacara dan benda kesusastraan yang kini menjadi cindramata.  Namun sayang pengrajin prasi sangat minim, sehingga kehadiran ISI Denpasar untuk membangkitkan kerajinan ini bagaikan gayung bersambut. “Tiada hal yang kami sampaikan selain terimakasih, dan kami berharap dengan pelatihan ini semakin banyak minat generasi muda untuk menekuni seni prasi ini, sehingga kerajinan prasi ini dapat lestari dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat Sidemen” ungkap I Komang Dunia.

Pengabdian ISI Denpasar mendapat respon positif dari kalangan masyarakat setempat. Mereka tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Usai acara pembukaan mereka berbaur penuh keakraban dengan para peneliti dari ISI Denpasar.

Loading...