M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Kuliah Umum Pascasarjana

Title: Kuliah Umum Pascasarjana
Location: ISI Denpasar
Description: Kuliah Umum Pascasarjana
Start Time: 17.00
Date: 2013-01-04

ISI Denpasar Perkuat Jejaring Internasional: Kunjungan Shimane Art Center Jepang

ISI Denpasar Perkuat Jejaring Internasional: Kunjungan Shimane Art Center Jepang

Rektor ISI Denpasar (kanan) didampingi oleh PRII dan PR IV (kiri) tengah menerima kunjungan dari Shimane Art Center Jepang (tengah)

Rektor ISI Denpasar (kanan) didampingi oleh PRII dan PR IV (kiri) tengah menerima kunjungan dari Shimane Art Center Jepang (tengah)

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior). 

Denpasar- Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mendapat kunjungan kehormatan dari Shimane Art Center, pada hari Kamis (27/12) bertempat di Gedung Rektorat ISI Denpasar. Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai, S.,MA yang  dalam kesempatan ini didampingi oleh Pembantu Rektor II dan Pembantu Rektor IV menerima kunjungan Masako Uchino perwakilan dari Shimane Art Center. Adapun tujuan kedatangannya adalah menjalin kerjasama dengan ISI Denpasar sekaligus menyampaikan undangan terkait dengan pelaksanaan World Kagura Festival di Jepang yang rencananya berlangsung pada tanggal 2-4 November 2013. Masako menuturkan bahwa festival yang diadakan ini bertaraf internasional yang akan diikuti oleh berbagai negara seperti Korea, Brazil, Indonesia, dan negara lainnya.
            Seperti diketahui bersama, hingga saat ini ISI Denpasar telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik di dalam maupun luar negeri. Khususnya dengan Jepang, kampus ISI Denpasar telah menjalin kerjasama dalam bentuk MoU dengan Tokyo University of the Arts, Okinawa University, Kanda University, dan yang terakhir dengan Ochanimatsu University. “Kerjasama ini tidak sebatas pada University to University, tetapi juga dengan berbagai pihak yang mendukung, misalnya saja dengan Shimane Art Center”, ungkap Rektor ISI Denpasar.
            “Melalui undangan kehormatan ini, diharapkan tidak saja memberikan dampak positif dari segi sosial budaya, namun juga dari segi pariwisata”, ungkap Prof Rai. Beliau juga  berharap melalui festival ini tidak hanya mampu memperkenalkan kampus ISI Denpasar, namun juga Bali dan bahkan Indonesia.
            “Saya berkunjung ke ISI Denpasar atas rekomendasi beberapa pakar Seni di Jepang, kampus ISI Denpasar sangat terkenal di sana”, ungkap Masako dalam bahasa Jepang yang diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia oleh Kaoru. Tema yang digunakan dalam festival tahun depan berkaitan dengan kegiatan pertanian atau bercocok tanam. “Bali memang memiliki beragam kebudayaan, diantaranya juga kesenian terkait dengan kegiatan bercocok tanam’, ungkap Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. Beliau juga menuturkan bahwa keragaman kesenian khususnya terkait dengan pertanian telah turun temurun dilakukan dan merupakan peninggalan kesenian wali yang bersifat klasik.
            Kunjungan kali ini Masako berharap agar kerjasama dengan ISI Denpasar kedepannya berjalan lancar, selain itu beliau juga mengungkapkan terimakasih karena telah diterima dengan baik oleh Rektor ISI Denpasar beserta jajarannya dan bersedia menerima undangan dalam World Kaguru Festival.
ISI Denpasar Gelar Rekonstruksi Gambuh dan Prasi di Karangasem

ISI Denpasar Gelar Rekonstruksi Gambuh dan Prasi di Karangasem

Rektor ISI Denpasar didampingi Ketua LP2M ISI Denpasar memberikan sarana perlengkapan Gambuh (kiri). Para peneliti dari ISI Denpasar mengamati hasil karya  prasi (kanan).

Rektor ISI Denpasar didampingi Ketua LP2M ISI Denpasar memberikan sarana perlengkapan Gambuh (kiri). Para peneliti dari ISI Denpasar mengamati hasil karya prasi (kanan).

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior). 

Karangasem- Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tetap menunjukkan eksistensinya melalui keikutsertaannya dalam melestrasikan budaya, belum lama ini Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakan (LP2M) ISI Denpasar menggelar Rekonstruksi Gambuh dan Prasi di Karangasem. Kedua kegiatan tersebut berlangsung di dua daerah yang berbeda, Rekonstruksi Gambuh dilaksanakan di Desa Budakeling sedangkan Rekonstruksi Prasi dilaksanakan di Desa Sidemen. Kedua kegiatan ini telah berjalan selama kurang lebih tiga minggu dan akhirnya ditutup secara resmi pada hari Senin (24/12) dengan mempersembahkan pertunjukan tari Gambuh dan Pameran hasil Karya Prasi.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA yang hadir memberikan sambutan sekaligus menutup acara di Budakeling mengungkapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian berbagai pihak yang telah terlibat dalam proses rekosntruksi ini. “Diharapkan melalui kegiatan rekonstruksi ini, mampu melestarikan dan mengembangkan seni budaya karena hal tersebut merupakan warisan dari leluhur”, ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Ida Pedanda Jelantik Duaja yang menyatakan bahwa Tari gambuh adalah sumber tari dari segala jenis tari di Bali.

Kegiatan di Budakeling turut dihadiri oleh kapolsek, camat Bebandem, Kepala desa, kelian dinas, tokoh masyarakat, serta  disaksikan oleh 10 pedanda, 7 pedanda lanang dan 3 pedanda istri. “Turut dihadiri oleh 10 pedanda merupakan hal yang luar biasa, dan hal ini merupakan symbol pengayoman”, tambah Prof Rai. Dalam laporannya, ketua LP2M, Drs. I Gusti Ngurah Seramasara, M.Hum mengungkapkan bahwa dalam proses rekonstruksi ini LP2M tidak hanya melatih dan mengisi kesenian namun juga melengkapi beberapa perlengkapan yang kurang, seperti di Budakeling melengkapi peralatan Gentorag, Tatakan Cenceng, Suling, pakaian Kakan-kakan, dan untuk Rekostruksi Prasi kami melengkapi koleksi lontar yang telah dibentuk serta pengerupak sebagai alat menulis lontar. “Kami sangat bangga dan terhormat atas kehadiran para pedanda dalam acara ini, jika diamati dari geologi Gambuh, sesungguhnya lahir di griya baik dari penarinya, maupun penciptanya, sehingga ini merupakan kebanggaan bagi Ratu Ida pedanda bahwa kita telah mampu membangkitkan tetamian milik leluhur”, ungkapnya. Tari gambuh dibawakan sangat memukau oleh penari lokal dari Budakeling, dimana mereka telah mempunyai beberapa improvisasi dari tari gambuh pada umumnya.

Bila kegiatan penutupan Rekonstruksi Gambuh diadakan pada malam hari, maka penutupan Rekonstruksi Prasi diadakan pada siang harinya di desa Sidemen. Dalam kesempatan ini penutupan dilaksanakan oleh Rektor ISI Denpasar yang diwakili oleh Pembantu Rektor I ISI Denpasar, Drs. I Ketut Murdana, M.Si. Beliau menuturkan bahwa tujuan kegiatan rekonstruksi ini tidak saja melestarikan namun juga mampu meningkatkan daya kreatifitas dan inovasi para seniman sehingga mampu mensejahterakan. Usai menutup acara secara resmi, dilanjutkan dengan pameran hasil karya prasi oleh seniman-seniman Sidemen.

Kegiatan penutupan dilangsungkan dengan meriah melalui pertunjukan gambuh dan pameran hasil karya. Para penonton tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan antusiasnya terhadap dua kegiatan di Budakeling dan Sidemen.

FSRD Gelar Pameran Pendidikan dan Workshop Klasik Wayang Kamasan

FSRD Gelar Pameran Pendidikan dan Workshop Klasik Wayang Kamasan

Narasumber Drs. Made Yasana, M.Erg serta Ketut Muriati, S.Sn tengah memberikan pelatihan wayang kamasan

Narasumber Drs. Made Yasana, M.Erg serta Ketut Muriati, S.Sn tengah memberikan pelatihan wayang kamasan

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior).

Denpasar- Di Penghujung tahun 2012, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tak pernah surut mengadakan kegiatan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Kali ini Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) mengadakan Pameran Pendidikan bertempat di Gedung Kriya Hasta Mandala ISI Denpasar, Rabu, (19/12). Acara yang menampilkan karya-karya mahasiswa dari seluruh jurusan di FSRD ini terbilang istimewa karena dibuka oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA, serta dihadiri oleh beberapa orang assessor dari BAN-PT yang selama seminggu ini sedang melakukan akreditasi di seluruh jurusan di bawah Fakultas Seni Rupa dan Desain.
Prof Rai mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat positif karena kampus ISI Denpasar didemo oleh karya-karya mahasiswa yang luar biasa kreatif, diharapkan kedepannya mahasiswa mampu mempertahankan hal-hal positif yang telah ditanamkan ini, “Di tahun mendatang kampus ISI Denpasar telah menyiapkan gedung-gedung baru yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk menampilkan karya-karya mahasiswa” ungkapnya. Disamping acara pameran pendidikan, pada saat pembukaan juga diramaikan oleh body painting yang menggunakan model dari Jurusan Desain Fashion kolaborasi dengan mahasiswa dari Jurusan Seni Rupa Murni.
Tak berselang lama usai mengadakan Pameran Pendidikan, FSRD kembali mengadakan Workshop Seni Klasik Wayang Kamasan bertempat di Gedung Natya Mandala pada hari Jumat (21/12) dan turut mengundang Narasumber Drs. Made Yasana, M.Erg serta Ketut Muriati, S.Sn untuk memberikan pelatihan wayang kamasan yang juga didampingi oleh beberapa dosen pembimbing dari ISI Denpasar. Acara yang dibuka oleh Dekan FSRD, Dra. Ni Made Rinu, M.Si, dihadiri oleh pejabat struktural di lingkungan ISI Denpsasar dan mahasiswa sejumlah 133 orang dari seluruh jurusan.
Dalam kesempatan ini Dekan FSRD, Dra. Ni Made Rinu, M.Si, mengungkapkan bahwa kegiatan workshop wayang kamasan ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa agar tidak melupakan identitas daerah Bali, khususnya Wayang Kamasan. “Usai mengadakan workshop, kedepannya mahasiswa akan diarahkan untuk melanjutkan mural wayang kamasan yang saat ini sudah dibuat di areal parkir lingkungan kampus” ungkapnya.
Proses workshop wayang kamasan yang dilaksanakan hingga sore hari tidak menyurutkan antusiasme mahasiswa. Ditemui dalam kesempatan yang sama, salah satu mahasiswa mengungkapkan bahwa workshop ini merupakan kegiatan yang menyenangkan karena dilatih oleh narasumber yang memang mengetahui seluh beluk wayang kamasan secara detail”, ungkapnya.
Loading...