M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra-Dasar dan Pelatihan Pengembangan Karakter Mahasiswa Anti: Narkoba, HIV/AIDS, Rokok dan Korupsi

Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra-Dasar dan Pelatihan Pengembangan Karakter Mahasiswa Anti: Narkoba, HIV/AIDS, Rokok dan Korupsi Bagi Mahasiswa Institut Seni Indonesia Tahun 2016

Diumumkan kepada mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar penerima Beasiswa Bidikmisi dan mahasiswa reguler Tahun Akademik 2016/2017 (nama-nama terlampir), wajib mengikuti kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra-Dasar dan Pelatihan Pengembangan Karakter Mahasiswa yang akan dilaksanakan pada:
Hari :Kamis– Jumat
    Tanggal :6 s.d 7 Oktober2016
    Pukul :07.30 – SelesaiWita
    Tempat :Gedung NatyaMandalaISIDenpasar
    Pakaian :BebasRapi
Demikian disampaikan ataskehadirannyadiucapkan terimakasih.

=====================

DOWNLOAD PESERTA PELATIHAN DISINI

=====================

Perlombaan Tari Bali Sebagai Ajang Pelestarian Seni Dan Budaya Bali

Kiriman : I Wayan Budiarsa (Dosen Jurusan Tari FSP ISI Denpasar)

Abstrak

Semaraknya perlombaan-perlombaan tari Bali yang diadakan di Bali mencerminkan makin meningkatnya kecintaan generasi muda terhadap seni dan budayanya. Kearifan lokal Bali menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakatnya maupun bagi para pengunjung, baik dari tingkat nasional sampai internasional, berdampak makin banyaknya muncul seniman-seniman handal di bidangnya. Geliat generasi muda serta dibarengi perhatian pemerintah yang cukup tinggi, menjadikan ajang perlombaan tari sebagai salah satu acara bergengsi yang sangat diminati para remaja. Hal ini mencuri perhatian banyak pihak, karena dirasa ampuh sebagai wadah pelestarian seni dan budaya Bali. Untuk dapat menyentuh ke segala umur, panitia perlombaan biasanya membagi kategorinya menjadi usia anak-anak dan remaja dan dewasa/ umum. Selain untuk memberikan peluang anak-anak peserta lomba di kelompoknya, hal tersebut dilakukan guna memberikan kemudahan dalam memberikan apresiasi atau penilaian penampilan peserta lomba. Pada era global yang dibarengi dengan pesatnya pertumbuhan ipteks seperti sekarang ini, peran generasi muda yang berkecimpung di ranah seni sangat dibutuhkan, guna dapat memberikan inspirasi positif agar mental, karakter anak bangsa tak tergerus oleh pengaruh global. Hal ini sesuai dengan harapan pemerintah yakni pembangunan bangsa Indonesia yang mengarah pada revolusi mental dan kerja nyata.   

Kata kunci: Lomba Tari Bali, Ajang Pelestarian Seni Budaya

Abstract

Splendor of Balinese dance competitions held in Bali reflects the ever increasing love for the younger generation of art and culture. Bali Local knowledge makes a special attraction for the community and for visitors, both from national to international level affecting the increasing number of emerging trained artists in the field. Stretching young people and accompanied the government’s attention is high enough to make competition in dance as one of the prestigious events were very attractive to teenagers. It is stealing the attention of many parties considered effective as a container for the preservation of art and culture in particular.
To be able to touch to every age, race organizers usually split into age categories of children and adolescents and adult / general. In addition to giving children opportunities competitor in the group, it is done in order to provide ease of appreciation or performance ratings race participants. In the global era that coincided with the rapid growth of science and technology as it is today the role young people who are in the realm of art is needed, in order to provide a positive inspiration to be mental, character of the nation was not eroded by the global influence. This is consistent with the government’s hope that the Indonesian nation that leads to mental revolution and the real work.

Keywords: Bali Dance Competition, Cultural Arts Preservation Event.

Selengkapnya dapat unduh disini

KEPADA SELURUH MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI (ANGKATAN 2013, 2014, 2015, 2016) BEASISWA PPA, BEASISWA UNGGULAN DAN SELURUH ANGGOTA SENAT MAHASISWA, BPM, DAN UKM

KEPADA SELURUH MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI (ANGKATAN 2013, 2014, 2015, 2016) BEASISWA PPA, BEASISWA UNGGULAN DAN SELURUH ANGGOTA SENAT MAHASISWA, BPM, DAN UKM

INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR

Dalam rangka kegiatan Workshop Pengelolaan Keuangan dan Kuliah Umum oleh Inspektur Jenderal Kemenristekdikti di Kampus Institut Seni Indonesia Denpasar Tanggal 3 – 4 Oktober 2016, dengan ini kami harapkan kehadiran seluruh mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi (Angkatan 2013, 2014, 2015, 2016), Beasiswa PPA, Beasiswa Unggulan dan kepada seluruh anggota Senat Mahasiswa (SEMA), BPM, dan UKM Institut Seni Indonesia Denpasar pada ;

Hari/Tanggal : Selasa, 4 Oktober 2016

Pukul : 13.00 – 17.00 WITA

Tempat : Gedung Natya Mandala ISI Denpasar

Acara : Kuliah Umum dengan Materi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Tantangan Dunia Pendidikan

Narasumber : Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH., M.Hum

Pakaian : Bebas rapi (Jas Almamater)

Demikian disampaikan agar ditindaklanjuti, kami ucapkan terimakasih.

NB : Karena pentingnya acara ini diharapkan kehadirannya lebih awal dan kehadiran di absensi

Silahkan download undangan disini

ISI Denpasar Wisuda 273 Sarjana

ISI Denpasar Wisuda 273 Sarjana

BaliTV, 29 September 2016

Institut Seni Indonesia (ISI Denpasar) menggelar Wisuda Sarjana Seni ke-17 di kampus setempat. Sejuhmlah 273 sarjana yang diwisuda diharapkan mampu tidak terpaku mencari pekerjaan namun mampu menciptakan lapangan kerja sesuai dengan keilmuannya. Wisuda Sarjana Seni ke-17 tahun 2016 ISI Denpasar merupakan salah satu pertanggungjawaban akademik lembaga kepada masyarakat sebnyak 273 wisudawan terdiri dari 217 Sarjana Seni S1, 26 Sarjana Seni D4, dan 30 Sarjana Seni S2. Dengan demikian jumlah alumni ISI Denpasar sejak tahun 2003 hingga tahun 2016 menjadi sebanyak 2362 orang. Tampil sebagai lulusan terbaik dari Program S1 kali ini adalah Ida Ayu Made Dwita Sugiantini dari Prodi Seni Tari, sebagai lulusan terbaik dari Program D4 diraih oleh Dewa Made Weda Gita Pradnya dari Prodi Desain Mode, dan lulusan terbaik Program S2 adalah Ida Ayu Gede Sasrani Widyastuti dari Prodi Magister Seni. Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor bidang akademik, Prof. Nyoman Artayasa mengatakan, dengan ilmu dan keterampilan seni yang telah diberikan pihaknya yakin bahwa lulusan ISI Denpasar mampu bersaing di masyarakat. “Dengan ilmu yang sudah kami bekali, mereka akan mampu hidup di masyarakat, mampu berjuang di masyarakat, mampu membekali dirinya untuk mencari bekal kehidupan. Dengan konsep, dengan estetika, dengan unsur-unsur seni mereka akan mampu bersaing. Dan kurikulum kami sudah dirancang agar mampu bersaing di tingkat nasional”, ungkapnya. Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Arya Sugiartha, lulusan ISI Denpasar diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan di masyarakat. Hanya saja, lulusan diharapkan tidak hanyaterpaku mencari pekerjaan namun juga aktif menciptakan lapangan kerja baru. Prof. Arya Sugiartha menambahkan, sesuai dengan visinya sebagai pusat seni budaya ISI Denpasar terus menerus berupaya meningkatkan kinerjanya. Agar mampu melahirkan sarjana seni yang berkualitas dan berdaya saing proaktif menjawab tantangan yang selalu berubah. Sarjana yang berkualitas dan berdaya saing dapat diukur dengan tiga potensi utama, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam rangka mewujudkan lulusan yang berkualitas, ISI Denpasar menerapkan kurikulum yang bersifat dinamis yang selalu diperbaharui agar sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Loading...