M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Musik Backsound Dan Sountrack Kartoon Yona Of The Dawn

Kiriman : Yulia Ardiani (Staff UPT TIK ISI Denpasar)

Abstrak

Musik merupakan lantunan suara yang disusun demikian rupa, sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan, terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama.Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Manusia dapat menyatakan perasaan takut dan gembira dengan menggunakan suara-suara. Bermain-main dengan suara menciptakan lagu, hymne, atau syair nyanyian kecil yang diinspirasikan oleh kicauan burung. Kayu-kayu dan batuan keras dipukul untuk mengeluarkan bunyi dan irama yang mengasyikkan. Ada juga yang mendapat inspirasi ketika memperhatikan alam dengan meniup rongga kayu atau bambu yang mengeluarkan bunyi. Terkadang lantunan maupun iringan musik juga sering digunakan untuk pengiring acara maupun sebuah film. Lantunan suara itu sendiri terkadang terdengar berupa tiupan suling ataupun pukulan gendang dan tak jarang alunan dan lantunan nada-nada yang terbentuk menjadi sebuah iringin musik film atau  backsound. Backsound sebuah film mengiringi suatu peristiwa seperti peristiwa sedih, senang, perang, tenang, aman dan lain sebagainya. Begitu pula backsound maupun soundtrack yang terdapat di sebuah film kartoon, seperti backsound pada film Yona of the dawn.

Kata Kunci :Musik, Soundtrack, Backsound, Kartoon

Selengkapnya dapat unduh disini

Pameran Kriyative #2

Pameran Kriyative #2

Pameran Kriyative #2 adalah pameran yang diusung oleh HMJ Kriya, yang tahun ini mengambil tema MIMIKRI. Kata MIMIKRI diambil dari istilah biologi yang berarti kemampuan untukberbaur atau berkamuflase. Kemampuan  mimikri dalam kaitannya dengan pameran kali ini dapat diasumsikan bahwa kriya dapat berbaur atau menyatu dengan bidang-bidang seni rupa lainnya.

Pameran ini dilaksanakan pada hari Jumat, 07 Oktober  s/d 17 Oktober 2016, bertempat di Museum Pendet, Jln. Nyuh Bojog, Br. Nyuh Kuning, Mas, Gianyar. 

SEVEN ON SCREEN, PERSEMBAHAN MAHASISWA FILM DAN TEEVISI

SEVEN ON SCREEN, PERSEMBAHAN MAHASISWA FILM DAN TEEVISI

ISI Denpasar turut bergabung dalam perayaan Gelar Seni Akhir Pekan (GSAP) Bali Mandara Nawanatya, acara yang dilaksanakan di Taman Budaya Denpasar pada tahun ini dibuka  sejak Sabtu (27/2) dan terus berlangsung hingga 9 Desember 2016. Kegiatan ini merupakan sebuah terobosan Pemprov Bali dalam memberi ruang bagi seniman muda Bali untuk berekspresi dan berinovasi. Secara garis besar, perhelatan GSAP Bali Mandara Nawanatya akan dibagi dalam tema berbeda setiap bulannya. Bulan Maret khusus diperuntukkan bagi pementasan bondres yang dilanjutkan Gelar Seni Mahasiswa di bulan April. Sementara Bulan Mei akan diberikan ruang bagi pagelaran Sastra. GSAP juga sempat melakukan jeda dikarenakan kegiatan PKB dan Bali Mandara Mahalongo yang dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus lalu. Pada bulan September dan Oktober, GSAP Bali Mandara Nawanatya akan diisi dengan pagelaran cak dan sinema. Berikutnya November akan jadi bulan Bali Creative Performance dan Desember diplot untuk Seni Kontemporer.

Pada bulan Oktober dalam tema sinema ini merupakan kesempatan untuk Program Studi Film dan Televisi ISI Denpasar, untuk menunjukkan karya-karya tugas mahasiswa kepada khalayak umum. Dalam serangkaian acara GSAP Bali Mandara Nawanatya ini, Program Film dan Televisi ISI Denpasar menampilkan “SEVEN ON SCREEN”, adalah kegiatan pemutaran karya film dari hasil tugas mahasiswa. Adapun film yang akan diputar yakni, Hari Esok Siapa Tau, Janji, Tengai Tepet, Z-A New World, Belum 5 Menit, Mewali, dan Mata dan Minuman Bersoda Warna Merah. Selain pemutaran film, Program Studi Televisi dan Film juga akan menyelenggarakan pementasan perdana dramaturgi persembahan dari mahasiswa. Pementasan dramaturgi ini akan mengisi disela-sela pemutaran film sebagai petunjuk dari film yang akan diputarkan selanjutnya. Acara SEVEN ON SCREEN akan dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Oktober 2016 pukul 19.00 WITA, bertempat di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar. Datang dan saksikanlah persembahan karya dari para mahasiswa Program Studi Film dan Televisi ISI Denpasar.

Galih Sekar Sari/AK14

Mahasiswa FilmTV ISI Denapasar

Loading...