by admin | Nov 3, 2016 | Berita
DENPASAR, NusaBali
Pemilihan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar periode tahun 2017-2021 bakal digelar Jumat (4/11) besok, melalui pelaksanaan Rapat Senat ISI Denpasar di Ruang Sidang kampus setempat.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor ISI Denpasar, Drs I Made Subrata MSi mengatakan, pemilihan ini berpedoman pada Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/ Direktur pada Perguruan Tinggi Negeri dan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur.“Pemilihan calon rektor ini telah melalui beberapa kali rapat senat dan proses sosialisasi ke dosen, pegawai, mahasiswa, dan seluruh civitas akademika di ISI Denpasar,” ujarnya, Rabu (2/11).
Disebutkan, ada tiga calon yang diajukan kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI). Tiga calon rektor tersebut yakni, incumbent Prof Dr I Gede Arya Sugiartha SSKar MHum, Dr I Komang Sudirga SSn MHUm yang saat ini bertugas di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di ISI Denpasar, dan Dr I Komang Arba Wirawan SSn MSi, mantan wartawan foto sebuah media yang saat ini menjabat Ketua Prodi Fotografi ISI Denpasar.
Adapun proses pemilihan calon rektor ini, jelas Subrata, telah melalui tahap awal yakni Rapat Senat dengan agenda Pembentukan Panitia Pemilihan Rektor ISI Denpasar yang selanjutnya membahas Draf Tata Cara Pemilihan Rektor ISI Denpasar Periode Tahun 2017–2021. Sedangkan tahap sosialisasi kepada Civitas Akademika ISI Denpasar, Dosen dan Pegawai, serta Lembaga Kemahasiswaan di Tingkat Institut dan Fakultas dilakukan mulai 28 September hingga 7 Oktober 2016.
Sementara untuk tahap penjaringan dan penyaringan, panitia telah berupaya untuk memberikan motivasi dan dorongan kepada para Doktor di ISI Denpasar yang memenuhi syarat dan ketentuan agar mendaftarkan diri. Namun hasilnya sampai batas waktu yang ditentukan hanya mendapatkan satu calon pendaftar saja atas nama Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSkar MHum.“Berdasarkan ketentuan bahwa dalam hal jumlah bakal calon Rektor ISI Denpasar kurang dari 3 (tiga) orang, maka untuk memenuhi persyaratan penetapan 3 (tiga) calon sebagaimana dimaksud pada pasal 6 ayat 1 dan 4 Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2015, Senat ISI Denpasar kemudian mencarikan calon pendamping,” jelas Subrata.
Lanjut Subrata, berdasarkan hasil musyawarah oleh senat, diajukan pendamping Bakal Calon sebanyak 5 orang, yaitu Dr I Komang Sudirga SSn MHum, Dr I Komang Arba Wirawan SSn MSi, Dr I Ketut Sariada SST MSi, Dr Drs I Ketut Muka Pendet MSi, dan Dr Drs Anak Agung Bagus Udayana MSi.
“Hasil pengkajian berdasarkan pertimbangan Senat, 2 orang yang memenuhi syarat sebagai calon pendamping, sehingga komposisi Calon Rektor yang diusulkan yaitu incumbent Prof Dr I Gede Arya Sugiartha SSKar MHum, Dr I Komang Sudirga SSn MHUm dan Dr I Komang Arba Wirawan SSn MSi,” imbuhnya.
Dikatakan, dalam pemilihan rektor nanti akan ditentukan berdasarkan suara dari 23 senat dan menteri, dimana menteri menentukan sebanyak 35 persen, sedangkan suara dari senat sebanyak 65 persen. Satu senat memiliki satu suara. “Kami berharap pemilihan nanti bisa berjalan lancar dan terpilih secara demokratis. Setelah pemilihan, nanti untuk pelantikannya akan dilakukan 22 Maret tahun depan (2017), bertepatan dengan habisnya masa jabatan rektor yang sekarang,”demikian Subrata.
SK PERSYARATAN PEMILIHAN REKTOR
SK PANITIA PEMILIHAN REKTOR
by admin | Nov 2, 2016 | pengumuman
Diumumkan kepada seluruh mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar agar mengajukan usulan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang yaitu PKM-P, PKM-M,PKM-K, PKM-T, dan PKM-KC yang akan dida nai tahun 2017, dengan ketentuan sebagai berikut:
Silahkan download untuk pengumuman selengkapnya disini
by admin | Nov 1, 2016 | Artikel
Kiriman : I Wayan Nuriarta (Ps Desain Komunikasi Visual ISI Denpasar)
Abstrak
Kartun Panji Koming yang hadir di Surat Kabar Kompas 16 Oktober 2016, dalam bercerita menggunakan cara ungkap komik strip, yaitu cara bercerita menggunakan beberapa panil. Menghadirkan beberapa tokoh yaitu; (1) Panji Koming, (2) Pailul, (3) Empu Randubantal, (4) Hulubalang Keraton, dan (5) Rakyat Biasa. Sebagai sebuah kartun editorial, Panji Koming menyentuh permasalahan bidang sosial politik. Rangkaian panil ini bercerita tentang kondisi pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit. Panji Koming sebagai tokoh utama bersama dengan Pailul, Empu Randubantal dan para rakyat Majapahit sering mengalami hal yang tidak menyenangkan dengan kelakuan para hulubalang keraton. Mereka tahu bahwa pemberian uang yang tidak semestinya pada hulubalang Keraton adalah tindakan yang tidak tepat. Namun mereka tetap memberikannya, karena tidak kuasa menghadapi hulubalang Keraton melakukan tindakan Pungli (pungutan liar) di jalanan. Membaca cerita Panji Koming yang mengambil setting zaman Majapahit, bisa ditafsirkan bahwa cerita tersebut sangat sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Cerita tersebut berkaitan dengan peristiwa operasi tangkap tangan tindakan pungli yang dilakukan oleh pegawai di Kementerian Perhubungan. Cerita digambarkan memiliki kesamaan dengan peristiwa yang terjadi di Republik Indonesia saat ini terkait masalah pungli. Bahwa para pelaku pungli adalah para oknum birokrasi pemerintahan. Praktik pungli sepertinya sulit untuk bisa diberantas tanpa membenahi integritas manusianya. Pemimpin dan aparat harus berada digaris terdepan menjadi teladan. Perlu tindakan yang tegas di semua unit instansi untuk memotong praktik pungli, yang sudah menjadi penyakit lama dalam birokrasi.
Kata Kunci: Kompas, Panji Koming, Pungli.
Selengkapnya dapat unduh disini
by admin | Oct 31, 2016 | Artikel
Kiriman :
I Wayan Nuriarta (Ps DKV Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar)
Abstrak
Karikatur adalah sebuah kartun-editorial, yaitu sebuah gambar yang memiliki ‘tugas’ untuk menyampaikan opini redaksi sebuah media massa. Pemilihan gambar karikatur Oom Pasikom edisi 10 September 2016 sebagai objek penelitian dikarenakan gambar karikatur tersebut merupakan penggambaran dari peristiwa yang selalu menjadi sorotan publik, yaitu tindak pidana korupsi. Penelitian ini berusaha mengungkapkan makna denotasi dan makna konotasi yang terkandung pada karikatur Oom Pasikom. Makna denotasi (denotative meaning), dalam hal ini adalah makna pada apa yang tampak, dan makna konotasi adalah makna lapis kedua yang bersifat implisit, tersembunyi, disebut juga makna konotatif. Makna denotasi dan makna konotasi karikatur karya GM. Sudarta; pertama mengandung makna banyak kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Kedua, digambarkan secara konotasi ikon Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, sedang bingung dan penuh Tanya, kenapa banyak kepala daerah terjerat kasus korupsi. Ketiga, penggambaran rakyat kecil. Oom Pasikom menyampaikan kritik terhadap para kepala daerah yang tersandung kasus korupsi, kritik terhadap partai politik yang memilih calon kepala daerah dan juga kritik bagi rakyat pemilih. Kartun ini sebagai representasi kondisi bangsa saat ini.
Kata Kunci: Karikatur, Oom Pasikom, Makna,Korupsi
Selengkapnya dapat unduh disini