M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Fruit Carving, Seni Mengukir Buah

Kiriman : Yulia Ardiani (Staff UPT. Teknologi Informasi dan Komunikasi ISI Denpasar)

Abstrak

Gambaran hiasan dengan bagian – bagian cekung dan bagian cembung yang menyusun suatu gambar indah merupakan pengertian dari seni ukir. Seni ukir ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni yang membentuk gambar atau desain di sebuah media. Seperti perantara kayu, batu, paras, maupun bahan – bahan lainnya. Kini dengan adanya perkembangan jaman, seni ukir kian pesat berkembang, media yang diukir pun bermacam – macam. Ada media gabus atau styrofoam yang biasanya digunakan untuk membuat tapel atau topeng pada ogoh – ogoh ( karya seni patung dalam kebudayaan bali ) dan ada juga menggunakan media buah yang sering fungsinya digunakan saat jamuan makan di restorant maupun acara – acara yang memiliki tempat hidangan makanan.

Kreasi yang diukir di buah tersebut pun memiliki kesan menarik dan unik, yang berukiran bunga, wajah, nama, hingga ukiran berbentuk hewan. Dari ukiran yang tingkat kerumitannya biasa hingga ukiran buah yang tingkat ukirannya sangat tinggi (sangat detail). Buah yang biasa digunakan memiliki tekstur yang tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras, media buah tersebut biasanya diukir bukan menggunakan alat pahat melainkan menggunakan pisau bergerigi, cutter, dan tusuk gigi.

Kata Kunci : Fruit Carving, Seni, Ukir, Buah

 Selengkapnya dapat unduh disini

Pewayangan Pada Desain Undangan

Kiriman : Yulia Ardiani (Staff UPT. Teknologi Informasi Dan Komunikasi ISI Denpasar)

Abstrak

Sesuatu yang diciptakan oleh manusia yang mengandung unsur keindahan disebut dengan seni. Seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Bentuk seni ada berbagai macam, ada seni yang dapat dinikmati melalui pendengaran atau audio art, ada seni yang dinikmati dengan media penglihatan (visual art) dan ada seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran (audio visual art). Seni pertunjukan merupakan termasuk seni yang dinikmati melalui pendengaran dan penglihatan. Seni pertunjukan ada berbagai macam jenis, ada yang berupa tari – tarian, dan pewayangan. Seni tari – tarian dapat dinikmati pertunjukannya dan dapat mendengar kan lantunan suara gambelan atau musik pengiringnya. Sedangkan seni pewayangan juga dapat dilihat pertunjukannya dengan layar dan diiringi dengan suara wayang tersebut.

Seni pertunjukan yang salah satunya adalah seni pewayangan adalah seni pertunjukan asli Indonesia yang berkembang di pulau Jawa dan Bali. Pertunjukan ini populer pada jamannya, pertunjukan seni pewayangan dewasa ini mulai dilupakan oleh kalangan generasi muda. Beberapa melestarikannya dengan cara membuat desain –  desain yang berkaitan dengan pewayangan, salah satunya ada desain undangan pernikahan yang diukir sedemikian rupa yang mengikuti wayang gunung.

Kata Kunci : Seni, Pewayangan, Undangan, Wayang Gunung

Selengkapnya dapat unduh disini

Tema Halloween di Sampul Desain Majalah Soulmate

Kiriman : Yulia Ardiani (Staff UPT Teknologi Informasi Dan Komunikasi ISI Denpasar)

Abstrak

Majalah merupakan tempat dimana orang dapat melihat banyak berita, serba – serbi fashion, iklan, bahkan ada ramalan bintang. Majalah haruslah memiliki desain yang unik untuk menarik hati para pembaca ataupun para peminat, disamping itu desain cover atau sampul majalah tersebut harus menarik agar tema dari majalah serta berita maupun iklan yang ada di dalam majalah tersebut dapat tersampaikan kepada para peminat maupun para pembaca. Desain sampul atau cover majalah harus sesuai dengan tema yang akan di tonjolkan, gradasi warna maupun konten yang terdapat di dalam majalah harus disesuikan dengan tema yang diambil oleh majalah.

Dengan adanya perayaan halloween yang jatuh pada tanggal 31 bulan oktober, maka desiner majalah sering memanfaatkan moment perayaan tersebut untuk desian tema majalah. Tema Halloween sendiri memiliki kesan khasnya dengan tema seram atau hantu – hantunya. Sang desainer dapat menjadi kan tema tersebut sebagai bahan untuk tema sampul majalah atau cover malajah dengan sentuhan gradasi warna yang tentunya disesuaikan dengan ilustrasi tema halloween. Perayaan trick or treat atau yang lebih dikenal dengan perayaan halloween sangat kental dengan temanya yang seram dan orang – orang cosplay yang menggunakan make up hantu berserta pakaian hantu yang mirip dengan karakter di hantu di film kartoon. Begitu pula pada sebuah majalah yang bernama majalah soulmate, majalah tersebut menggunakan desain halloween untuk membuat para pembaca maupun peminat majalah tertarik untuk membaca soulmate.

Kata Kunci : Majalah, Sampul, Tema, Halloween, Soulmate

 

Selengkapnya dapat unduh disini

Loading...