M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Kuliah Umum “Pembentukan Karakter Bangsa”

Diumumkan kepada mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar penerima beasiswa Bidikmisi, beasiswa Unggulan, beasiswa PPA dan Senat Mahasiswa Institut dan Senat Mahasiswa di tingkat Fakultas untuk hadir pada :

          Hari/Tanggal     :  Jumat, 18 November 2016

          Pukul                   :  10.00 Wita – selesai

         Tempat                :  Gedung Natya Mandala

          Acara                   :  Kuliah Umum “Pembentukan Karakter Bangsa”

                                           oleh Drs. I Ketut Sudikerta (Wakil Gubernur Provinsi Bali)

          Pakaian               :  Kemeja + Jas Almamater

Demikian disampaikan untuk dilaksanakan terimakasih

ISI Geber Lokakarya Peningkatan Teknologi Informasi

ISI Geber Lokakarya Peningkatan Teknologi Informasi

Warta Bali, Jumat 11 November 2016

Paradigma baru pembelajaran saat ini tidak lagi berorientasi pada subject matter oriented tetapi skill oriented. Paradigma lama cenderung menekankan pembelajaran berdasarkan target outline materi, yang mana dosen hanya disibukkan untuk mengejarmenghabiskan materi sesuai dengan jadwal tatap muka. Konsekuensinya, pembelajaran hanya menjadi penumpukan fakta, konsep dan materi semata.

Demikian terungkap dalam Lokakarya Peningkatan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pembelajaran yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar di kampus setempat, Kamis (10/11). Lokakarya ini diikuti para dosen dengan menghadirkan para narasumber kompeten, dan dibuka oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha.

Dalam sambutannya, Prof. Arya mengatakan, kalau dosen tak mau belajar, artinya mahasiswa rugi kuliah di ISI, dan lembaga ini ggal menjalankan misinya Dikatakan, sebuah visi ISI Denpasar sangat menantang, yaitu menjadi pusat unggulan budaya 2020. “Visi kita berada terdepan, ibaratnya kalau orang baru bangun, kita sudah berjalan, kalau ada orang berjalan kita sudah berlari. Kita harus mampu melahirkan sarjana seni, bisa menyajikan seni, bisa menciptakan seni, kemudian memiliki daya saing global.” Katanya.

Prof. Arya menekankan proses pembelajaran bukan biasa-biasa saja, harus luar biasa. Menjadi pusat unggulan tentu menitikberatkan pada peningkatan proses pembelajaran yang berkualitas. Bagaimana cara pembelajaran yang benar-benar mahasiswa itu kalau kuliah mendapatkan sesuatu. Jadi teman-teman dosen baik yang muda maupun yang sudah senior tertantang untuk selalu meningkatkan prestasi pembelajaran. Saya ucapkan terima kasih kepada narasumber dan teman-teman dosen, saya harap lokakarya ini bisa diikuti dengan baik, dan tahun 2020 visi yang kita tetapkan itu harus sudah tercapai, dan yang akan meneruskan visi ini kita tumpukan kepada dosen-dosen muda nantinya, karena yang muda-muda ini yang akan bisa meneruskan.” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokakarya Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si menyampaikan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas proses pembelajaran di lingkungan ISI Denpasar. Selanjutnya, meningkatkan kemampuan penampilan dosen dalam menusun bahan agar berbasis teknologi informasi. Terakhir meningkatkan kemampuan dosen dalam mengimplementasikan bahan ajar berbasis teknologi informasi untuk peningkatkan proses dan kualitas hasil belajar.

“Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang dosen yang terdiri dari 40 dosen orang dari FSP dan 40 orang FSRD. Intinya sasaran kegiatan lokakarya ini adalah agar para dosen mampu mengembangkan sumber belajar dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi.” ucap Dr. Arshiniwati.

PRODI MUSIK ISI DENPASAR MENGHADIRI UNDANGAN FESTIVAL MUSIK JAZZ DI UNIVERSITAS SUMATRA UTARA (USU MEDAN) TANGGAL 11 – 13 NOVEMBER 2016

PRODI MUSIK ISI DENPASAR MENGHADIRI UNDANGAN FESTIVAL MUSIK JAZZ DI UNIVERSITAS SUMATRA UTARA (USU MEDAN) TANGGAL 11 – 13 NOVEMBER 2016

Sebagi upaya mengembangankan dan memajukan Prodi Musik ke depan, Prodi Musik ISI Denpasar telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik di pulau Bali maupun di luar pulau Bali. Hal ini untuk menunjukan eksistensi bahwa Prodi Musik ISI Denpasar mampu meningkatkan daya saing dan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Dalam ajang festival musik jazz yang diadakan di USU (Medan) dari tanggal 11-13 november 2016, Prodi Musik ISI Denpasar diundang untuk berpartisipasi dalam acara festival musik jazz se Indonesia.

Udangan Festival musik jazz tersebut diapresiasi dengan sangat baik oleh Rektor ISI Denpasar. Mendapat apresiasi dan dukungan yang sangat baik dari bapak Rektor, ketua Prodi Musik, dosen dan mahasiswa menjadi antusias untuk mengikuti festival musik jazz tersebut. Ketua Prodi Musik I Koman Darmayuda, S.Sn., M.Si menyampaikan kepada seluruh mahasiswa bahwa dengan mengahadiri undangan festival musik jazz USU (Medan) membuktikan, Prodi Musik ISI Denpasar sudah mengepakkan sayapnya dan membuktikan mahasiswa Prodi Musik ISI Denpasar mempunyai daya saing dalam pertunjukan musik lokal maupun nasional sesuai dengan VISI dan MISI dari Prodi Musik ISI Denpasar.

Materi yang dibawakan dalam Festival musik jazz USU (Medan) tahun ini, yaitu lahu “Summer Time” dan satu lagu daerah melayu “Pucuk lah Pisang”. Terbatasnya permintaan pemain dari USU (Medan) yakni hanya terdiri dari 6 (enam) orang maka  Prodi Musik mengirim  perwakilan wahasiswanya yakni :  Wayan Yuliana Tirta (Drum), Kevin Valencio (Piano), Juaniken Rahel (Vokal), Rino Ega (Saxophone), Reno Joshua (Gitar), dan Marianus S. Edon. Untuk mempersiapkan diri mengikuti festival musik jazz di USU (Medan), perwakilan mahasiswa Prodi Musik dengan antusias mempersiapkan diri. Selama persiapan latihan dibimbing oleh dua orang dosen pakar musik Jazz Prodi Musik yaitu Sapto Hastoko,S.Sn.,M.Sn dan Anggi Surya Nugraha H.,S.Sn. 

Penampilan di festival musik jazz tersebut, lagu-lagu yang dibawakan diaransemen ulang  oleh Kevin  Valencio dan Sapto Hastoko dengan memasukan unsur-unsur musik   Bali yang diadopsi dari gamelan Bali yang multi ritmik dan kaya dengan interloking.  Dengan demikian musik Jazz yang ditampilkan memiliki kekhasan  harmoni dan ritmik yang bernuansa Bali. Mahasiswa perwakilan Prodi Musik ISI Denpasar menamakan grupnya dengan “Chandra Methu Ansambel”.

Sebelum berangkat ke Medan, Chandra Methu Ansambel menampilkan kemampuannya di hadapan bapak Rektor ISI Prof Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum beserta jajarannya pada hari Rabu (10/11) di gedung Chandra Methu ISI Denpasar. Hasil penampilan dari persiapan selama latihan diacungkan jempol oleh Bapak Rektor ISI Denpasar dan merasa bangga dengan kualitas pertunjukan mahasiswa sebagai waki ISI Denpasar. Dalam kesempatan tersebut Rektor ISI dan jajaran berharap dalam ajang yang bergengsi tersebut, perwakilan mahasiswa Prodi Musik bisa tampil dengan baik, memukau dewan juri dengan permainan yang atraktif dan membuktikan Prodi Musik ISI Denpasar mempunyai daya saing dalam kancah pertunjukan musik di tingkat nasional.

Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar.,M.Hum Menang Dalam Pemilihan Rektor ISI Denpasar

Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar.,M.Hum Menang Dalam Pemilihan Rektor ISI Denpasar

Sumber  http://www.antarabali.com/

Denpasar  (Antara Bali) – Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar.,M.Hum kembali akan memimpin Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar untuk periode empat tahun mendatang, setelah menang mutlak dalam pemilihan rektor yang berlangsung di kampus setempat, Jumat.

Prof Arya Sugiartha berhasil mengantongi 32 suara dari 35 suara yang diperebutkan sehingga mampu menyisihkan kedua lawanya Dr. I Komang Sudirga, S.Sn.,M.Hum yang meraih suara dua suara dan Dr. I Komang Arba Wirawan, SSn.,M.Si. satu suara.

Pemilihan Rektor ISI Denpasar periode 2017-2021 itu dihadiri Sekretaris Ditjen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Iptek Dikti) Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Ph. dan 23 anggota senat lembaga pendidikan tinggi seni tersebut.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Drs. I Made Subrata, M.Si. mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung secara demokratis, aman, lancar dan tertib.

Pemilihan rektor berjalan lancar sesuai rencana, berkat pengalaman menjadi ketua panitia pemilihan rektor selama tiga kali periode.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Ph. menilai rektor terpilih mampu merangkul semua visi dan misi para calon rektor untuk meningkatkan kualitas mutu lulusan para alumnus.

“Lulusan kampus ISI mampu menghasilkan karya cipta dan menjadi wirausaha yang mempunyai daya saing tingkat lokal, nasional dan global,” ujar Agus Indarjo.

Prof. I Gede Arya Sugiartha setelah terpilih kembali menjadi rektor untuk periode empat tahun mendatang itu mengatakan akan melanjutkan program-program yang sudah direncanakan namun belum tercapai pada periode sebelumnya.

Ia juga mengharapkan ISI mampu menjadi Pusat Unggulan Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Berwawasan Universal. ISI sangat optimis akan semakin maju seiring dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada dengan tepat guna.

Pihak kampus juga akan menyiapkan persyaratan untuk mendapatkan nilai akreditasi A dan menjadi kampus negeri berstatus Badan Layanan Umum (BLU). Selain itu melakukan terbosan dan inovasi dengan membuka program Doktor Seni berbasis Studi Interdisipliner.

ISI Denpasar memiliki dua fakultas dan program pascasarjana terdiri atas Fakultas Seni Pertunjukan mengelola lima program studi yakni Tari, Seni Karawitan, Seni Pedalangan, Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, serta Musik.

Fakultas Seni Rupa dan Desain mengelola tujuh program studi yang terdiri atas Seni Murni, Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Kriya, Fotografi, Televisi dan Film, serta Desain Mode.

Program Pascasarjana mengelola satu Program Studi Seni (S2). Program studi dan Institusi telah terakreditasi. 

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

Loading...