by admin | Oct 24, 2016 | Artikel
Kiriman : Yulia Ardiani (Staff UPT Teknologi Informasi Dan Komunikasi Institut Seni Indonesia Denpasar)
Abstrak
Film merupakan tontonan untuk semua kalangan yang fungsinya untuk menghibur dan memperoleh informasi. Film ada banyak jenisnya. Ada film layar lebar, film action, film drama, film horror maupun film kartoon. Film layar lebar, action kebanyakan diperuntukan bagi orang dewasa atau cukup umur. Sedangkan untuk anak–anak, film kartoon sangatlah tidak asing. Karakternya yang unik-unik, dengan desain dan alur cerita yang menarik, sangat membuat penasaran dan dapat membuat imajinasi anak makin berkembang. Tidak hanya anak-anak, remaja maupun orang dewasa pun suka menonton film kartoon, karena memiliki karakter dan alur cerita yang unik. Film kartoon biasanya menggunakan animasi untuk lebih membuat karakter di film tersebut seperti hidup. Animasi kini kian meluas. Animasi bisa digunakan pada sebuah promosi, proses pendidikan, maupun film. Kini, film animasipun tak kalah menarik, dengan efek – efek yang berbagai jenis. Film kartoon pun menggunakan animasi. Salah satunya, animasi khas Jepang yang sering disebut anime. Anime biasanya memiliki ciri dengan gambar yang berwarna warni dan menampilkan tokoh–tokoh dalam berbagai lokasi dan cerita. Dalam sebuah anime, pengenalan karaktek sangat penting. Baik karakter utama atau karakter pendukung lainnya. Karena karakter tersebut yang akan membentuk film. Entah karakter yang baik maupun jahat. Karakter baik maupun jahat memiliki ekspresi yang berbeda, desain baju juga berbeda, tergantung plot atau alur ceritanya. Karakter jahat biasanya memiliki ekspresi yang terlihat menyeramkan. Anime Akatsuki No Yona memiliki alur cerita peperangan, di mana ada kisah sedih, bahagia, tegang, orang baik maupun jahat. Jadi, dapat dilihat desain karakter pemain tersebut, karakternya baik atau karakter jahat.
Kata Kunci: Kartun, Desain, Karakter, Anime, Akatsuki No Yona
Selengkapnya dapat unduh disini
by admin | Oct 17, 2016 | Artikel
Kiriman : Yulia Ardiani (Staff Teknologi Komunikasi dan Informasi Institut Seni Indonesia Denpasar)
Abstrak
Pemakaian busana kini telah menjadi trend di dunia remaja, dengan berbagai macam pakaian yang ada dan dijual dipasaran hingga pakaian yang di desain sedemikian rupa untuk suatu acara tertentu. Cara berpakaian setiap orang juga berbeda, contoh cara berpakaian orang yang akan pergi ke mall dan orang yang pergi kerja. Seseorang biasanya menunjukan gaya hidupnya dari cara berpakaiannya. Seseorang yang sangat fashionable, secara tidak langsung menginstrukiskan dirinya sebagai seseorang yang mengikuti trend dunia busana. Hal ini menunjukan bahwa fashion itu sendiri kadang kala menunjukan gaya hidup atau pun status sosial orang tersebut.
Kadang beberapa fashion busana sering di padu padan kan dengan asesoris lainnya misalkan tas, sepatu, anting, kalung dan topi. Hal yang paling sering kontras terhadap fasion busana itu sendiri adalah penggunaan kalung pada leher yang tidak sesuai dengan bentuk busana yang dikenakan. Banyak orang meremehkan penggunakan kalung, padahal hal tersebut berpengaruh pada fashionable orang tersebut.
Saat ini bahan yang digunakan untuk pembuatan desain kalung cukup beragam misalnya; besi, perunggu, tembaga, keramik, kaca, biji buah saga, kain, batu, rotan, kayu, bambu, tanduk, kulit, tulang, kerang, plastik, dan masih banyak lagi. Kalung biasanya berbentuk rantai dan kadang-kadang ditambahkan liontin, pendan atau bandul sebagai pemanis.
Kata Kunci : Busana, Desain , Kalung
Selengkapnya dapat unduh disini
by admin | Oct 13, 2016 | Berita
Senin, 10 Oktober 2016, bertempat di gedung Natya Mandala ISI Denpasar, diadakan acara pelepasan Tim Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Pengda Bali yang akan berkompetisi pada tanggal 11 hingga 17 Oktober 2016 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Prov. Bali yang mewakili Gubernur Bali, Rektor Isi Denpasar, Koordinator Kopertis, dan Para Wakil Rekor/Direktur Bidang Kemahasiswaan yang tergabung dalam wadah BPSMI Pengda Bali. Peksiminas merupakan ajang rutin untuk lomba mahasiswa tingkat nasional yang bergengsi di bidang seni dan juga ada kegiatan sarasehan yang merupakan musyawarah evaluatif dan rekomendatif tentang pembinaan bidang pengembangan seni bagi mahasiswa yang akan diikuti oleh para Ketua Pengda BPSMI, pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan dan undangan lainnya. Peksiminas merupakan kegiatan yang berkesinambungan yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti guna memberikan wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan praktis mahasiswa dalam menumbuhkan apresiasi terhadap seni, baik seni suara, seni pertuniukan, penulisan sastra, dan seni rupa.
Peksiminas kali ini merupakan yang ke Xlll, akan melombakan 16 bidang kompetisi yaitu : Tari, Monolog, Keroncong, Lagu Pop, Seriosa, Dangdut, Baca Puisi, Penulisan Puisi, Penulisan Cerpen, Lukis, Foto, dan Vokal Group, dan disampaikan pula bahwa BPSMI Pengda Bali mengikuti semua bidang yang dilombakan dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang mahasiswa serta 33 orang official. Ketua Panitia, I Ketut Wisarja, S.Ag. M.Hum. lebih lanjut menjelaskan bahwa masih banyak terdapat keterbatasan, khususnya bagian pendanaan, tetapi ia berharap agar mahasiswa yang terpilih dari utusan perguruan tinggi bisa tampil optimal untuk meraih rangking dengan capaian minimal 10 besar Nasional dan membawa nama Bali.
Ketua BPSMI Bali, Drs. I Wayan Gulendra, M.Si yang sekaligus juga merupakan Wakil Rektor III ISI Denpasar, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khusunya Perguruan Tinggi yang tergabung dalam wadah BPSMI yang telah ikut memperlancar persiapan, melakukan seleksi, dan pelaksanaan perlombaan yang akan digelar nanti di Kendari. “Secara khusus apresiasi kepada Rektor dan jajarannya 11 (sebelas) perguruan tinggi yang telah berpartisipasi dengan mengirimkan dan sekaligus mendanai para mahasiswa dan official pendamping yang akan berlomba mewakili BPSMI Pengda Bali yang terdiri dari ISI Denpasar dengan 12 mahasiswa dan 10 official (total 22 orang), UNUD dengan 9 mahasiswa dan 8 offical (total 17 orang), UNDIKSHA dengan 4 mahasiswa dan 3 official (total 7 orang), IHDN dengan 1 mahasiswa dan 3 orang official (total 4 orang), UNWAR dengan 2 mahasiswa dan 3 official (total 5 orang), Poltek Negeri Bali dengan 1 mahasiswa dan 2 official (total 3 orang), Undiknas dengan 1 official (total 1 orang), IKIP PGRI dengan 1 mahasiswa (total 1 orang), STPBI dengan 1 mahasiswa dan 1 official (total 2 orang), STIKOM dengan 1 official (total 1 orang), dan lebih lanjut ia berharap di Kendari para duta utusan perguruan tinggi akan bisa tampil maksimal, membanggakan Tim BPSMI Bali, serta dapat menorehkan prestasi yang diperlukan bagi setiap perguruan tinggi untuk meningkatkan peringkat perguruan tingginya masing-masing”. Ujar Drs. Wayan Gulendra, M.Si. Selanjutnya dalam laporannya disampaikan juga penekanan dan himbauan serta permohonan agar ke depannya semua perguruan tinggi di Bali bisa ikut berpartisipasi dan walaupun tidak mengirimkan peserta, kiranya agar bisa membantu ikut membayar iuran BPMSI sesuai dengan amanat dari AD/ART BPSIM Pengda Bali.