M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Pameran Vidya Vastu Virya Hari Kedua dimeriahkan Mahasiswa Seni Murni, Animasi, Program Film dan Televisi, dan Desain Mode

Pameran Vidya Vastu Virya Hari Kedua dimeriahkan Mahasiswa Seni Murni, Animasi, Program Film dan Televisi, dan Desain Mode

Foto: KegiatanDiseminasi Tugas Akhir Fakultas Seni Rupa dan Desain hari ke-2 di Bencingah Nata-Cita Arts Space ISI BALI, Rabu (14/1).

Dalam rangka Vidya Vastu Virya hari ke-2, selain Pameran Visual berlanjut dibuka, adapun kegiatan-kegiatan dari berbagai Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Bali. Hari kedua, Rabu (14/1), diramaikan oleh HMP Seni Murni, HMP Animasi, HMP Produksi Film dan Televisi, dan HMP Desain Mode.

Diantaranya terdapat cerita-cerita yang menginspirasi dari berbagai mahasiswa. Dari HMP Desain Mode dan HMP Program Studi Produksi Film dan Televisi, terdapat beberapa mahasiswa tentang pengalamannya lewat Art Talk. Seperti proses kreatif, eksplorasi ide, hingga nilai disiplin dan konsistensi yang dipelajari selama menekuni bidang ini.

Adapun pagelaran seni nyanyian dan tarian dari beberapa mahasiswa Desain Mode. Anggun Kristipa, salah satu mahasiswa Desain Mode yang ikut mengisi pagelaran seni tersebut, berbagi bahwa acara ini sangat berkesan. Perpaduan nyanyian dari Anggun dan teman-temannya Indah dan Anggita yang menari membuat suasana pagelaran terasa hidup dan emosional. “Setiap penampilan saling melengkapi dan memperkuat cerita bahwa dunia mode erat kaitannya dengan ekspresi seni, perasaan, dan keindahan gerak,” Anggun berbagi.

HMP Seni Murni menghadirkan sebuah performance live painting beserta narasumber mahasiswa Tugas Akhir sebagai narasumber Art Talk. Made Chandra berbagi karyanya yang menghadirkan hasil pengkajiannya terhadap Seni Lukis Wayang Kamasan kepada audiens sedangkan Made Nova Moyo mengangkat isu lingkungan yang kian menggerogoti ekosistem dunia dengan simbol berbagai material serta burung Cendrawasih. “Pengalaman saya, kampus menjadi laboratori yang dinegosiasi, ditanya, dan tempat calon seniman membangun jejaring karena dipertemukan teman-teman dari berbagai lini termasuk SMSR,” kata Chandra.

Keduanya berpendapat bagaimana kesempatan Program ISI Bali Berdampak Magang maupun Studi Independen adalah kesempatan yang tidak datang dua kali, apalagi untuk Moyo yang bertekad harus bisa berkuliah dengan biaya sendiri. Tempat magang akan menjadi jembatan saat nanti keluar kampus, begitu juga menumbuhkan seorang mahasiswa. “Satu kata, ngelindeng, kalau anak seni itu nggak ngelindeng itu gak bebas, buntu, banyakin punya teman, relasi, pasti bisa dah, pasti!” Moyo berpesan.

Dari HMP Animasi menghadirkan pagelaran musik akustik dan dalam Art Talk nya terdapat mahasiswa Semester 3 Caleb Nikao Hutabarat dan mahasiswa Semester 1 Putu Bagus Mas. Dengan industri perfilman animasi di Indonesia yang mengalami  peningkatan menjadi alasan kenapa Program Studi Animasi diminati. Tereksposnya diri mereka dengan kartun-kartun seperti Boboiboy dan Upin Ipin membuat mereka tertarik menelusuri pembuatan animasi. “Saya terpikir kenapa tidak menjadi orang di balik layar yang dapat menuangkan imajinasinya dalam bentuk kartun atau animasi,” Bagus Mas bercerita.

Walaupun rintangan ada di pembagian waktu kerja dan terus membangun komunikasi sesama dengan proses pembuatan animasi yang mencakup pra sampai pasca produksi, Caleb dan Bagus Mas merasa tugas-tugas yang dikerjakan kelak akan berguna. “Pesan saya tetap improve diri sendiri, jangan terlalu mood swing, tetap berkarya dan menjadi orang yang berdampak di masa depan,” pungkas Caleb.

Opening of “Vidya–Vastu–Virya”: Dissemination of ISI Bali Berdampak Final Projects for the Odd Semester of Academic Year 2025/2026

Opening of “Vidya–Vastu–Virya”: Dissemination of ISI Bali Berdampak Final Projects for the Odd Semester of Academic Year 2025/2026

Photo: The Rector of ISI Bali, Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, reviews the Final Project Dissemination Exhibition of the Faculty of Fine Arts and Design at the Nata-Cita Arts Space, ISI Bali, Tuesday (13 January).

Unnoticed, six months have passed, during which 392 students of the Faculty of Fine Arts and Design (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, have fulfilled their Final Project requirements through the dissemination outcomes of the ISI Bali Berdampak program. Notably, this year’s dissemination by FSRD ISI Bali also featured candidates from newly established undergraduate programs—Product Design (S1) and Animation (S1). “This marks the largest number of students undertaking Final Projects in the history of ISI Bali,” reported the Chair of the ISI Bali Berdampak Dissemination Committee and Vice Dean I of FSRD, I Made Pande Artadi.

It was explained that “Vidya–Vastu–Virya,” meaning “Integrated Reason, Embodied Power, Impactful Work,” served as the overarching theme for four forms of FSRD Final Project dissemination, presented through an Exhibition (13–15 January), Film Screening (18 January), Fashion Show (24–25 January), and Animation Screening (30 January). This theme is considered relevant to the transformation of a 60-year-old arts campus into ISI Bali, increasingly oriented toward Meraya Cita Samasta.

Etymologically, Vidya as integrated reason reflects intellectual depth; Vastu as embodied power signifies the creative process of materializing ideas; while Virya denotes a commitment to producing works with tangible social, environmental, and economic impacts. Fine Arts and Design scholarship thus functions as a reflective medium for expanding the boundaries of human knowledge. The theme is expected to stimulate the creation of works that are aesthetically refined, rich in meaning, intellectually provocative, and capable of opening spaces for cross-disciplinary dialogue. “The thematic concept is very well articulated and closely aligned with the first dissemination of the ISI Bali Berdampak curriculum,” appreciated the Dean of FSRD, I Nengah Sudika Negara.

The total number of Final Project participants reached 392 students, comprising 37 students of Fine Arts, 11 of Craft, 65 of Interior Design, 107 of Visual Communication Design, 28 of Photography, 71 of Fashion Design, 30 of Film and Television Production, 22 of Product Design, and 22 of Animation. The programs undertaken included five elective pathways: the Impactful Internship Program, Impactful Independent Project Study, Impactful Entrepreneurship, Impactful Teaching Assistance, and the Merdeka Internship Program organized by the Ministry of Higher Education, Science, and Technology.

Furthermore, the curators of the “Vidya–Vastu–Virya” exhibition, I Nyoman Payuyasa and I Putu Arya Janottama, stated that the theme fundamentally seeks to embrace and weave together the diversity of works produced by FSRD students. Although the process unfolded over the past six months, the works presented were in fact conceived from the moment students first set foot at ISI Bali. Experiences and theoretical foundations were interlaced, resulting in works that represent the downstream outcomes of students’ experiences and the social, environmental, and economic impacts they generate. “In addition, there are emotional impacts embedded in the works, emerging from the mentorship between lecturers and partners, which are able to evoke particular nuances for the audience,” conveyed curator representative I Nyoman Payuyasa.

The exhibition was officially opened with remarks by the Rector, Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, who expressed appreciation and gratitude for the strong cooperation and synergy across all levels that enabled the realization of this dissemination. He also acknowledged the partners of the ISI Bali Berdampak program who collaborated with FSRD, sharing invaluable insights and networks with the students. The Rector emphasized that the Final Project serves as evidence of students’ growing recognition, representing an achievement while upholding innovation as an endeavor toward a meaningful life. “For us, the Final Project is not an endpoint; rather, it is the first step toward building increasingly tangible and challenging arenas of competition and innovation,” he remarked.

The opening of the Final Project dissemination was further supported by students who had recently completed cross-faculty exchange learning programs in the Departments of Karawitan and Dance, presenting the outcomes of their coursework through Cak Dance and Bleganjur performances. These presentations affirmed that collaborative learning schemes can provide practical experience and new knowledge, contributing to the broader intellectual development of ISI Bali students.

Throughout the “Vidya–Vastu–Virya” exhibition, a series of Art Talks and performances organized by student associations within FSRD are scheduled. On this day, Product Design, Architecture, and Outstanding Students participated. Two Product Design students who joined the evening’s brief Art Talk shared their experiences in undertaking the ISI Bali Berdampak program with the audience. Both happened to collaborate with the same partner, Studio Banda—an industrial design studio based in Ubud that has worked with various international studios. They discussed the challenges and rewards of their Final Projects, particularly the extensive trial-and-error processes involving material experimentation. It is hoped that this activity will enrich the experiential insights of junior students who are still pursuing their studies and will later participate in the ISI Bali Berdampak program.Opening of “Vidya–Vastu–Virya”: Dissemination of ISI Bali Berdampak Final Projects for the Odd Semester of Academic Year 2025/2026

Opening of “Vidya–Vastu–Virya”: Dissemination of ISI Bali Berdampak Final Projects for the Odd Semester of Academic Year 2025/2026

Pembukaan “Vidya Vastu Virya”, Diseminasi ISI Bali Berdampak Tugas Akhir Semester Gasal TA 2025/2026

Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana meninjauPameran Diseminasi Tugas Akhir Fakultas Seni Rupa dan Desain di Nata-Cita Arts Space ISI BALI, Selasa (13/1).

Tidak terasa enam bulan sudah berlalu, 392 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali telah memenuhi kewajiban Tugas Akhir hasil diseminasi program ISI Bali Berdampak. Terlebih diseminasi dari FSRD ISI Bali kali ini menghadirkan calon sarjana dari program studi baru S1 Desain Produk dan S1 Animasi, “Ini merupakan sejarah mahasiswa terbanyak melaksanakan Tugas Akhir di ISI Bali,” lapor Ketua Panitia Diseminasi Program ISI Bali Berdampak, Wakil Dekan 1 FSRD, I Made Pande Artadi.

Dijelaskan bahwa “Vidya-Vastu-Virya” yang artinya “Nalar Berpadu, Daya Menjelma, Karya Berdampak” merupakan tema dari empat macam diseminasi Tugas Akhir FSRD yang dihadirkan dalam bentuk Pameran (13-15/1), Film Screening (18/1), Fashion Show (24-25/1), dan Animation Screening (30/1). Tema ini dilihat relevan terhadap transformasi kampus seni yang telah berdiri 60 tahun lamanya menjadi ISI Bali yang semakin Meraya Cita Samasta.

Secara per kata, “Vidya” sebagai nalar berpadu mencerminkan kedalaman intelektual; “Vastu” sebagai daya menjelma adalah proses kreatif dalam mewujudkan ide; sementara “Virya” merupakan komitmen untuk menghasilkan karya yang memberikan dampak nyata secara sosial, lingkungan dan ekonomi. Keilmuan Seni Rupa dan Desain menjadi medium reflektif untuk memperluas batas pengetahuan manusia. Tema ini pun diharapkan dapat memantik penciptaan karya yang estetis, sarat makna, menggugah pemikiran, dan mampu membuka ruang dialog lintas disiplin. “Konsep tema yang dikemas sangat baik, berkaitan erat dengan diseminasi pertama untuk Kurikulum ISI Bali Berdampak,” apresiasi Dekan FSRD, I Nengah Sudika Negara.

Disampaikan peserta Tugas Akhir  kali ini berjumlah 392 orang, yang terdiri dari 37 mahasiswa Seni Murni, 11 mahasiswa Kriya, 65 mahasiswa Desain Interior, 107 Mahasiswa Komunikasi Visual, 28 mahasiswa Fotografi, 71 mahasiswa Desain Mode, 30 mahasiswa Produksi Film dan Televisi, 22 mahasiswa desain produk, dan 22 mahasiswa Animasi. Adapun program yang telah ditempuh mencakup lima kegiatan pilihan, yaitu Program Magang Berdampak, Studi Projek Independen Berdampak, Wirausaha Berdampak, Asistensi Mengajar Berdampak, dan Program Magang Merdeka yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek.

Selanjutnya Kurator Pameran “Vidya-Vastu-Virya” I Nyoman Payuyasa dan I Putu Arya Janottama menyampaikan bahwa tema yang diusung pada prinsipnya mencoba merangkul serta merajut dari keanekaragaman karya yang dihasilkan oleh mahasiswa di FSRD. Walaupun proses berlalu dalam enam bulan terakhir, sejatinya karya-karya yang dibuat kali ini sebenarnya lahir dari pertama kali mahasiswa menapakkan kaki di ISI Bali. Segala pengalaman, teori, dirajut sehingga karya-karya yang dihasilkan merupakan hilirisasi dari pengalaman-pengalaman mereka serta dampak sosial, lingkungan dan ekonomi yang dihasilkan. “Selain itu, adapun dampak emosional, hasil karya yang dialami yang merupakan hasil bimbingan antara dosen dan mitra, mampu memberikan nuansa tertentu kepada audiens,” perwakilan Kurator, I Nyoman Payuyasa, menyampaikan.

Pameran dibuka dengan sambutan dari Rektor Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, yang mengapresiasi dan berterima kasih atas kerjasama serta sinergi yang baik dari segala jajaran sampai terjadinya diseminasi ini. Termasuk kepada para mitra Program ISI Bali Berdampak yang telah bekerjasama dengan FSRD yang telah berbagi wawasan serta jejaring yang luar biasa kepada mahasiswa. Rektor menekankan bahwa Tugas Akhir adalah bukti teman-teman mahasiswa semakin diakui, menjadi sebuah capaian, sekaligus menjunjung inovasi sebagai ikhtiar kehidupan sejati. “Tugas Akhir bagi kami bukan titik akhir, tetapi ini adalah langkah pertama untuk membangun kontestasi dan inovasi yang semakin nyata, semakin penuh tantangan,” pesan Rektor.

Pembukaan kegiatan diseminasi Tugas Akhir kali ini didukung pula oleh mahasiswa yang baru menyelesaikan program pembelajaran pertukaran lintas fakultas di Program Studi Seni Karawitan dan Prodi Seni Tari yang menyuguhkan hasil program perkuliahan mereka berwujud Tari Cak dan Bleganjur. Pementasan ini meyakinkan bahwa pembelajaran skema kolaboratif dapat memberikan pengalaman praktik dan pengetahuan baru untuk pengembangan wawasan mahasiswa ISI Bali.

Selama Pameran “Vidya-Vastu-Virya” akan hadir berbagai Art Talk dan Pagelaran dari HMP Program Studi di FSRD. Hari ini hadir para mahasiswa Desain Produk, Arsitektur dan Mahasiswa Berprestasi. Salah dua mahasiswa Desain Produk yang ikut dalam Art Talk singkat malam ini, berbagi tentang pengalamannya menjalankan Program ISI Bali Berdampak kepada audiens. Kebetulan keduanya berkarya di Mitra yang sama yaitu Studio Banda, studio industrial design berbasis di Ubud yang telah bekerja sama dengan berbagai studio internasional. Adapun mereka berbagi tentang suka duka dalam Tugas Akhir-nya yang penuh dengan percobaan trial-error akan material-material yang digunakan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menambah wawasan pengalaman kepada adik-adik mahasiswa yang masih studi dan akan mengikuti Program ISI Bali Berdampak.

Pameran Vidya Vastu Virya Rahina Kaping Tiga kasarengin oleh Mahasiswa Kriya, Desain Interior, DKV miwah Fotografi

Pameran Vidya Vastu Virya Rahina Kaping Tiga kasarengin oleh Mahasiswa Kriya, Desain Interior, DKV miwah Fotografi

Parikrama sane nyarengin ngerameang Pameran Vidya Vastu Virya kapuputang ring rahina kaping tiga antuk Art Talk miwah pagelaran seni saking Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Kriya, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual (DKV), lan Fotografi. Soang-soang HMP nyritayang parindikan sane rame pinaka Mahasiswa ring program studi soang-soang tur nyihnayang makudang-kudang musik yadiastun kasarengin antuk sabeh.

HMP Kriya nyihnayang kalih narasumber, Suryawan miwah Naomi, Mahasiswa sane nyarengin sajeroning Pameran Desiminasi Tugas Akhir Program ISI Bali Berdampak Semester Gasal 2025/2026. Makakalih madue pengalaman sane matiosan ngeninin napi sane kakaryanin sareng mitra usaha sane kapilih. Silih tunggilnyane ngeninin indik malajah upcycling miwah warna alam. Antuk punika, pengalaman ngeninin ngolah material punika dahat mapikenoh majeng ring ipun, asapunika taler malajahin pasar sane wenten ring widang industri kriya. Yening indik pagelarannyane, sampun pastika rame pisan yadiastun patut pindah genah tur ngetis seantukan sabeh. HMP Kriya nyihnayang pagelaran ngelawang sane unik, siosan ring ngangge gamelan, ipun ngangge kulkul malakar antuk tiing sane kakaryanin niri. Punika awinane pagelaran puniki kabaos unik pisan tur bek antuk semangat sane nyarengang kirang langkung 30 Mahasiswa Program Studi Kriya.

HMP Desain Interior nyihnayang silih tunggil narasumber, Komang, Mahasiswa sane taler nyarengin Tugas Akhir. Silih tunggil pengalaman sane dahat mapikenoh majeng ring ipun wantah galah malajah nuju jaba studio. Minakadi ri kala nuju lapangan nureksain proyek sareng mitra sane nenten langsung kapolihang ri kala ngarijayang tugas ring kampus. Punika awinane galah sane kapolihang melarapan antuk Program ISI Bali Berdampak punika dados mabuat pisan sajeroning nincapang kawagedan miwah kompetensi pinaka desainer interior. Manut ipun, sampunang ngantos katinggalan sajeroning malajahin makudang-kudang skill (kemampuan) desain kalih dimensi wiadin tiga dimensi sane patut kakuasain ring Desain Interior, santukan wekas ri kala nyarengin Program ISI Bali Berdampak jagi dados galah ngangge makasami kawagedan punika. Yening sampun kulina ngangge, Mahasiswa jagi dangan ngarijayang tugas sane kaicen olih client. HMP Desain Interior raris nyihnayang band pop sane nembangang gending-gending band Indonesia sane kasub minakadi Sheila On 7 miwah Dewa 19 sane ngawinang para audiens sareng nembang.

HMP DKV nyihnayang kalih narasumber Mahasiswa sane sedek ngarijayang Tugas Akhir miwah silih tunggil narasumber Mahasiswa semester tiga. Wenten silih tunggil Mahasiswa, Candra, sane nyarengin Program ISI Bali Berdampak ring Polandia tur nyarengin ngalimbayang Taman Bali Indah sane wawu kawangun. Ring irika ipun nyarengin sasolahan seni, workshop seni, tur taler dados tim branding. Wenten makudang-kudang adaptasi sane patut kamargiang pamekasne ngeninin budaya, basa, miwah cuaca sane matiosan. Pengalaman copywriting dados mabuat pisan sajeroning wenten standar sane matiosan sareng ring Indonesia.

Siosan punika, Dayu, ngamargiang Program ISI Bali Berdampak ring Rumah Sakit Kenak Medika, Gianyar. Pengalamannyane akeh madue parindikan sane becik pamekasne uning napi sane wenten tur manajemen ring sajeroning rumah sakit. Siosan ring nindakin indik ngaryanang branding, silih tunggil pengalaman sane nenten kakenehang wantah sesi foto bayi sane wawu embas. ‘Excited, runtag  taler, saantukan punika parindikan sane anyar,’ baos Dayu nyelasang.

Mahasiswa semester tiga, Dita, milih DKV saking pituduh rerama nyane sane nyingak potensi Program Studi DKV punika becik pisan. Nawangi makudang-kudang dasar ngalimbayang DKV melarapan antuk Nirmana miwah DKV Dasar dados pahan panyeledii malajahin widang puniki. Pameran-pameran dados pengalaman sane nenten laliang pamekasne pameran sane masawitra sareng S2 Tata Kelola Seni mangda prasida malajah sapunapi tatacara ngelarang pameran sinarengan. Pagelaran seni sane kasolahang olih HMP DKV wantah band musik sane nembangang gending-gending lawas pop rock jaba negeri. HMP Fotografi nyihnayang tiga Mahasiswa sane nyarengin Program ISI Bali Berdampak miwah pagelaran DJ sane nyarengin audiens ngantos wengi. Dika, Tria, miwah Bagus ngamargiang Program ISI Bali Berdampak ring tigang  genah sane matiosan antuk konsentrasi sane matiosan taler, silih tunggilnyane ngeninin indik story telling, hospitality, miwah fashion modelling. Kawagedan anyar sajeroning nyepret foto sane pinih becik mungguing nenten langsung kapolihang selami program punika, nanging kawagedan mantikrama galah, ngangge lighting/pencahayaan ring sajeroning studio, miwah marketing utawi pemasaran dados parindikan sane kapelajahin langkung dalem. Momentum sane nenten laliang wantah sapunapi ngolah konsep niri mangda prasida ngasilang pakaryan fotografi sane becik, taler nampi tur malajah saking iwang sane naenin mamargi. ‘Sampunang pisan ngrasayang ajerih sane kelangkung, ajerih dados nanging setata raosang sareng atasan, pamekasne sampunang ngenehang niri ,’ baos Tria mapesen.

Loading...