M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Guru Seni Musik

Guru Seni Musik

Taman Rama School/Taman Rama Intercultural School membutuhkan tenaga pendidik yang berkualitas dan pengalaman untuk posisi Guru Seni Musik untuk tingkat SD / SMP.
Kualifikasi :

  • Pendidikan min S1 sesuai jurusan
  • Pengalaman mengajar musik minimal 2 tahun
  • Menguasai seni musik / alat musik tradisional dan modern
  • Memiliki motivasi mengajar, kemauan belajar, inovasi dan meningkatkan diri
  • Memiliki kepribadian yang baik, energik, komunikatif
  • Kreatif, disiplin, dedikasi dan tanggung jawab tinggi
  • Memiliki jiwa pendidik
  • Usia maksimal 30 tahun
  • Minimal bisa berbahasa Inggris pasif

Surat lamaran lengkap dengan CV dan foto dikirim ke : [email protected]

The Craft Study Program of ISI Bali Conducts Community Service Activities at SLB Negeri 1 Badung

The Craft Study Program of ISI Bali Conducts Community Service Activities at SLB Negeri 1 Badung

The Craft Study Program of the Institut Seni Indonesia Bali (ISI Bali) conducted a Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) in the form of Basic Ceramic-Making Training for students of SLB Negeri 1 Badung at the junior secondary school (SMP) level, located on Jalan By Pass Ngurah Rai, Nusa Dua, Badung Regency, Bali, on Friday (January 30). The community service activity was attended by 15 students of SLB Negeri 1 Badung and was guided by lecturers involved in the program.

At the opening of the event, the Coordinator of the Craft Study Program of ISI Bali, Dr. Ida Ayu Gede Artayani, S.Sn., M.Sn., explained that the basic ceramic-making training constituted an implementation of the Tri Dharma of Higher Education, specifically in the field of community service, which is routinely carried out each year with varying themes and target groups. The training was not merely an artistic practice activity but also served as a highly beneficial learning medium, particularly for children with special needs. Through hands-on interaction with clay—shaping, pressing, and experiencing its texture—students were trained to develop sensory awareness, fine motor skills, concentration, and self-confidence.

Furthermore, the Head of the Craft Study Program emphasized that every work produced represented a process of learning, self-expression, and self-discovery. Each child is believed to possess unique abilities and potential. It is the responsibility of educators, facilitators, and educational institutions to provide a safe, enjoyable, and meaningful environment in which such potential can develop optimally. Craft art, particularly ceramics, offers an inclusive and humanistic approach to achieving these objectives. At the conclusion of her remarks, she expressed her appreciation to SLB Negeri 1 Badung for the collaboration and expressed hope that the activity would provide new experiences for the students and serve as an initial step toward opening sustainable skill-development opportunities in the future.

On this occasion, the Principal of SLB Negeri 1 Badung conveyed gratitude to the Craft Study Program of ISI Bali for its attention, concern, and partnership through the training activity. The principal also noted that the presence of the Craft Study Program of ISI Bali represented a tangible form of synergy between higher education institutions and special education in creating inclusive and meaningful learning experiences. The basic ceramic training activity was considered to hold significant value, as the process of recognizing and working with clay not only enhances artistic skills but also contributes to the development of sensory abilities, fine motor skills, focus, and self-confidence. Students were given opportunities to express themselves, learn through direct experience, and experience joy in the creative process. The school further hoped that students would gain new learning experiences, while teachers and assistants would acquire additional insights that could be developed in future instructional activities.

The stages of this community service program began with the introduction of ceramic materials and tools, followed by an introduction to basic hand-building ceramic techniques. The activities then continued with practical sessions in creating simple works such as pencil holders, small bowls, or free-form objects, followed by simple finishing and drying processes. The students participated enthusiastically in a cheerful atmosphere and were able to produce fairly good works in accordance with their individual abilities.

Photo: Students of SLB Negeri 1 Badung with their artworks, accompanied by teachers, assistants, and lecturers of the Craft Study Program, Institut Seni Indonesia Bali (ISI Bali), after the training session, Friday (January 30), at SLB Negeri 1 Badung.

Photo: Ceramic artworks created by students of SLB Negeri 1 Badung.

The Craft Study Program of ISI Bali Conducts Community Service Activities at SLB Negeri 1 Badung

Prodi Kriya ISI BALI Laksanakan PKM di SLB Negeri 1 Badung

Program Studi Kriya Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Pelatihan Pembuatan Keramik Dasar bagi anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Badung tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jalan By Pass Ngurah Rai Nusa Dua Kabupaten Badung Bali, Jumat (30/1). Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 15 orang anak-anak SLB dan dibimbing dosen-dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Koordinator Program Studi Kriya ISI BALI, Dr. Ida Ayu Gede Artayani, SSn, M.Sn., pada pembukaan acara tersebut menjelaskan kegiatan pelatihan pembuatan keramik dasar ini merupakan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian yang rutin dilaksanakan setiap tahun dengan tema dan sasaran yang berbeda. Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan praktik seni, namun merupakan media pembelajaran yang sangat kaya manfaat, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak dilatih untuk mengembangkan sensorik, motorik halus, konsentrasi, serta kepercayaan diri, melalui sentuhan tanah liat, proses membentuk, menekan, dan merasakan tekstur.

Lebih jauh Koprodi Kriya ISI BALI menjelaskan setiap karya yang dihasilkan adalah proses belajar, berekspresi, dan menemukan potensi diri. Setiap anak diyakini memiliki kemampuan dan keunikan masing-masing. Tugas pendidik, pendamping, dan institusi pendidikan menyediakan ruang yang aman, menyenangkan, dan bermakna agar potensi tersebut dapat tumbuh dengan optimal. Seni kriya, khususnya keramik, menjadi salah satu pendekatan yang inklusif dan humanis untuk mewujudkan tujuan tersebut. Pada akhir sambutannya diucapkan terima kasih kepada SLB Negeri 1 Badung atas kerjasamanya, serta berharap kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi anak-anak dan juga menjadi langkah awal untuk membuka peluang keterampilan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di masa depan.

Pada acara pelatihan ini Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Badung mengucapkan terima kasih kepada Prodi Kriya ISI BALI atas perhatian, kepedulian, serta kemitraan yang terjalin melalui kegiatan pelatihan ini. Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Badung juga menjelaskan kehadiran Prodi Kriya ISI BALI merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan khusus dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif dan bermakna. Kegiatan pelatihan keramik dasar ini memiliki nilai yang sangat penting. Proses mengenal dan mengolah tanah liat tidak hanya melatih keterampilan berkarya, tetapi juga membantu mengembangkan kemampuan sensorik, motorik halus, fokus, serta rasa percaya diri. Anak-anak diberi kesempatan untuk berekspresi, belajar melalui pengalaman langsung, dan merasakan kebahagiaan dalam proses berkarya. Kepada sekolah ini berharap anak-anak didik dapat memperoleh pengalaman baru, guru dan pendamping juga mendapatkan wawasan tambahan yang dapat dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran ke depan.

Tahapan kegiatan PKM ini diawali dengan pengenalan bahan dan alat keramik, pengenalan teknik dasar pembentukan keramik manual, dilanjutkan dengan praktik pembuatan karya sederhana seperti tempat pensil, mangkuk kecil, atau bentuk bebas, finishing sederhana dan pengeringan. Peserta didik mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan suasana gembira sehingga mampu membuat karya-karya yang cukup bagus sesuai kemampuannya.

Foto: Siswa SLB Negeri 1 Badung dan karyanya, Guru dan Pendamping, serta Dosen Prodi Kriya ISI BALI usai pelatihan, Jumat (30/1) di SLB 1 Badung

Foto: Hasil karya keramik, siswa SLB Negeri 1 Badung

Loading...