M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Kunjungan Delegasi Linkoping University, Swedia ke ISI Denpasar

Kunjungan Delegasi Linkoping University, Swedia ke ISI Denpasar

IMG_1503(Denpasar-Humasisi) Sebagai langkah kongrit untuk mewujudkan visi ISI Denpasar go internasional serta menuju world class university, pada bulan Februari 2010 ISI Denpasar akan bertolak ke Denmark guna memenuhi undangan dari Det Kgl. Danske Musik konservatorium/ The Royal Danish Academy of Music dan Central Conservatory of Music in Beijing untuk mengikuti konser kolaborasi, dengan biaya yang ditanggung oleh pihak Denmark. Kegiatan ini terealisasi berkat kedatangan dua professor yaitu  Det Kgl. Danske Musikkonservatorium/The Royal Danish Academy of Music Prof. Gert Mortensen dan Ms. Jia Jia Qiao dari Central Conservatory of Music in Beijing ke ISI Denpasar pada bulan Juli lalu. Prof. Gert akan memboyong 24 penabuh gamelan dan penari dari ISI Denpasar untuk suatu pagelaran konser besar di Denmark. Ini merupakan salah satu usaha untuk melebarkan networking ISI Denpasar di dunia internasional dan sekaligus bukti pengakuan Dunia internasional atas kemampuan ISI Denpasar dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian Bali.

Setelah ke Denmark, pengembangan jejaring juga akan dilanjutkan ke Swedia. Hal tersebut terkait dengan kunjungan delegasi dari Linkoping University Swedia yang diwakili Kenneth Bringzenke serta David Eklof ke ISI Denpasar tadi pagi (26 Oktober 2009). Kedatangan para dosen ini diterima oleh Rektor ISI Denpasar yang didampingi oleh Pembantu Rektor IV ISI Denpasar. Kunjungan mereka guna menjajaki bentuk kerjasama yang bisa diwujudkan antara ISI Denpasar dengan Linkoping University. Dari kunjungan singkat pihak Linkoping University berencana mengundang ISI Denpasar untuk mengadakan kunjungan balasan ke Linkoping University Swedia, mengingat Universitas ini memiliki Arts and Science Faculty, dengan program studi diantaranya media and design, interior, Mechine Design yang sangat relevan dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain yang dimiliki ISI Denpasar. Sehingga berbagai bentuk kolaborasi di bidang Seni Rupa dan Desain sangat memungkinkan untuk diwujudkan.

Sementara Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A mengungkapkan jalinan kerjasama ini selain sebagai peningkatan jejaring ISI Denpasar, juga sarana yang tepat untuk mempromosikan fakultas yang dimiliki ISI Denpasar. Keberangkatan ISI Denpasar pada bulan Februari 2009 ke Denmark dan Swedia adalah bentuk realiasi kerjasama luar negeri yang telah dirintis ISI Denpasar. Ada dua misi yang akan dilakukan yaitu pementasan kolaborasi seni di Denmark sebagai bentuk promosi Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar serta kunjungan balasan ke Linkoping University untuk mempromosikan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar. Hal ini penting karena kunci keberhasilan mewujudkan kampus dengan visi go internasional adalah jejaring yang dimiki di luar negeri.  Lewat net working yang dimiliki ISI Denpasar diharapkan mampu menjadikan seni budaya sebagai perekat bangsa dan meningkatkan daya saing bangsa serta mengangkat citra Indonesia di dunia internasional. Meningkatkan daya saing bangsa itu adalah lewat peningkatan kualitas, yaitu bagaimana Perguruan Tinggi Seni tersebut mampu berbasis lokal dengan kualitas bertaraf internasional. Jika hal tersebut sudah tercapai niscaya kita akan mampu meningkatkan citra positif bangsa Indonesia dimata Internasional.

Akan Dikirim 10 Mahasiswa ke Malaysia dan Thailand Dalam Program Student Mobility and Credit Transfer

Akan Dikirim 10 Mahasiswa ke Malaysia dan Thailand Dalam Program Student Mobility and Credit Transfer

IMG_0314(Thailand-Humasisi) Satu trobosan yang dilakukan DIKTI untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia serta menuju world class university adalah  menyelenggarakan kerjasama dalam “Student Mobility and Credit Transfer Programme in Indonesia-Malaysia-Thailand” yaitu program transfer kredit mahasiswa yang direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2010. Program ini telah disepakati oleh tiga Negara yaitu Malaysia, Indonesia dan Thailand (MIT). Kesepakatan tiga Negara dalam transfer kredit meliputi bidang perkebunan, bahasa dan budaya, perhotelan dan pariwisata, bisnis internasional, dan ilmu teknologi pangan. Kerjasama ketiga Negara, dilakukan dalam bentuk pertukaran mahasiswa untuk studi  pada ketiga Negara tersebut dan diakui kredit semesternya, dengan biaya tuitition fee ditanggung oleh masing-masing perguruan tinggi penerima, sedangkan biaya perjalanan p.p dan biaya hidup ditanggung oleh pemerintah masing-masing Negara pengirim.

Sementara ISI Denpasar yang memiliki visi untuk ‘go internasional’, telah membuktikan keberhasilannya mewujudkan visinya lewat ditetapkannya ISI Denpasar sebagai salah satu dari 8 perguruan tinggi yang lolos untuk mengikuti program “Student Mobility and Credit Transfer Programme in Indonesia-Malaysia-Thailand”, sesuai dengan surat Dikti Nomor : 3334/D2.1/2009 7 Oktober 2009. Program Transfer Kredit dilalui dengan kompetisi lewat pengiriman proposal yang telah direview secara administrative, dan dipresentasikan digadapan Dir. Akademik Dikti, Dr. Illah Sailah, sehingga ISI Denpasar dapat lolos dengan urutan nomor satu dalam program kredit transfer untuk tahun 2010. Guna merealisasikan program tersebut dilaksakankanlah “The 2nd Meeting on Student Mobility and Credit Transfer Programme in Indonesia-Malaysia-Thailand”, yang diikuti oleh Perguruan Tinggi yang lolos kompetisi dari tiga negara, dan dihadiri SEAMEO RIHED Director, Prof. Dr. Supachai Yavaprabhas, serta Executive Director UMAP, Asst. Prof. Voravan Limtong,  bertempat di Thailand. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa program transfer kredit ini akan terealisasi pada bulan Maret tahun 2010. Masing-masing negara akan mengirimkan 50 mahasiswanya yang terbagi di dua negera. Contohnya Indonesia akan mengirimkan 50 mahasiswa yang tersebar di Malaysia 25 mahasiswa dan di Thailand 25 mahasiswa. Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A, yang diberi kehormatan memimpin sidang menyampaikan bahwa ISI Denpasar siap mengirimkan sekitar 10 mahasiswanya untuk mengikuti program yang merupakan a pilot project ini, dengan alokasi 4 mahasiswa di PT Malaysia dan 6 di PT Thailand. Tentunya para mahasiswa dengan prasyarat lulus test Bahasa Inggris, serta merupakan mahasiswa unggulan semester tiga keatas. Bahkan untuk mendukung program pemerintah meningkatkan daya saing bangsa dalam Asian Community, Prof. Rai pun mengusulkan untuk membuka program seni pertunjukan Asia Tenggara dengan berpusat di Indonesia, dan ISI Denpasar siap membuka program etnomusikologi dengan musik yang berasal Asia Tenggara.

Prof. Rai menambahkan tujuan program transfer kredit adalah diakuinya system pembelajaran yang ditawarkan oleh perguruan tinggi di Indonesia dalam wujud pengakuan kredit oleh perguruan tinggi di Negara lain. Terciptanya citra baik dari masyarakat terhadap perguruan tinggi karena adanya pengakuan dari perguruan tinggi asing. Terdorongnya iklim akademik yang lebih berkembang dan bermutu karena adanya pertukaran budaya belajar dari mahasiswa yang berkesempatan mengikuti pendidikan di perguruan tinggi negara masing-masing. Diperolehnya nilai tambah wawasan internasional dan pengakuan dengan adanya kredit yang diberikan oleh perguruan tinggi asing. Bertambahnya pengalaman belajar, wawasan mahasiswa masing-masing negara dalam mengenal lebih dekat kultur kehidupan masyarakat maupun kultur pendidikan masing-masing negara, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pola pikir masing-masing.

The Meaning Of Water In Balinese Traditional Garden by Mugi Raharja

The Meaning Of Water In Balinese Traditional Garden by Mugi Raharja

The Meaning Of Water In Balinese Traditional Garden by Mugi Raharja, translated by Putu Agus Bharatayadnya.

Balinese Traditional Garden

Balinese Traditional Garden

This study is concern about the meaning of water in Balinese tradition garden by using Hermeneutic philosophy approach. Balinese Traditional Garden is a natural building area which is influenced by natural condition, civilization proccess and its culture development. Start from years ago, Balinese Kings had local genius aspect to organize natural building in  kind of garden with dominate of water element and  It was watched from its desain object which was various and special local superior in gardening sector.  In Balinese garden, water always needed because according to  Hindu beliaving, water is one of 5 nature elements , called Panca Mahabhuta in Balinese. They are: Apah (liquid element), Teja (ray element), Bayu (air element), Akasa (sky element), Pertiwi (land element). Water element in gardens design of Balinese kingdom inheritage, was based of  looking for inmortal water (amertha) philosophy . This philosophy resource was from Adi Parwa texts, one part of Mahabharata epic which contains god and godness stories. In ancient Hindu kingdom age, the stories was objected with relief form in Sangku Sudamala, Raja Asthasura Ratna Bumi Banten stone container  written in 1329 AD at Pusering Jagat temple in Pejeng village, Gianyar regency.  The another Philosophy is  from Circling Mandhala Giri in Ksirarnawa philosophy. It is storing about Gods and denawa (mythical gigantic demon) stir up Ksirarnawa sea together by using Mandhara mountain helped by Dragon Basuki as cicling string , a giant turtle reincarnation of Visnu called Kurma awatara hold up mountain ground and dewa indra (God of war) hold up the top of mountain to make it has not throw out. They are looking for inmortal water (amertha) in Ksirarnawa sea because it beliaving, who drink amertha, they have inmortal life.

Gardening in ancient Balinese age have a square form type structures of  Holy pool, Bathing pool, shower pool and it have fungtion as religion activity, for examples Tirta Empul Bathing Garden, builded by King Indra Jaya Singha Warmadewa (960 AD) and Goa Gajah bathing pool  garden, Bedulu village, subregency of Blahbatuh, Gianyar Regency.  It was calculated which builded during King Anak Wungsu government (1049-1077).

Middle Age Balinese Garden have Water pool or telaga Bale Kambang atau Meru building Land in centre of pool and it have  Design philosophy likes,Building is Mandhara Giri symbol and  Pool is Ksirarnawa symbol, for examples, first is Gili Puri Semarapura garden Was buided by King I Dewa Agung Jambe, when was buiding Semarapura palace in Klungkung, 1710, second is Taman Sari temple, Was builded in the same age with Gili Puri Semarapura garden and located in Banjar Sengguan, 500 metres north east of  Puri Semarapura in Klungkung regency. Taman Ayun temple. Inheritage of  Mengwi Kingdom and It was builded  in the same age  with Puri Mengwi in 627. It was legitimated  when inaugurating  the first Mengwi king, Ida Cokorda Sakti Blambangan (I Gusti Agung Ngurah Made Agung) . In this temple, Island/land is Mandhara Giri symbol and Pool/pond is Ksirarnawa symbol, third is Tirta Gangga garden, Inheritage of Karangasem Kingdom, It is located in Ababi village, Abang subregency, Karangasem regency and Builded by King Anak Agung Bagus Jelantik (Ida Anak Agung Anglurah Ktut Karangasem), in 1948. The Philosophy behind this place are Water tower Jalatunda is Mandhara Giri symbol and water pool is Ksirarnawa symbol. The last is Ujung Garden (Sukasada), It was builded by Raja Anak Agung Bagus Jelantik (Ida Anak Agung Anglurah Ktut Karangasem) in the same time with Agung Kanginan palace building in1909. This garden have Pavilion building as Mandhara Giri and water pool as Ksirarnawa, both are the philosophy symbols of Ujung garden.

So,  the meaning of water in Balinese traditional garden are for Religion fungtion to take the holy water  for religion ritual, ecology and konservation fungtions: preservation and protection of water spring sources (kelebutan)in Balinese, rivers, lakes, seas and natural environment, agrarian fungtion: for irrigating in rice field and social fungtion: for recreation place (interaction fungtion).

Maestro Kelas Dunia dari California Institute of The Arts, USA Berbagi Ilmu Dengan Mahasiswa dan Dosen ISI Denpasar

Maestro Kelas Dunia dari California Institute of The Arts, USA Berbagi Ilmu Dengan Mahasiswa dan Dosen ISI Denpasar

loliDenpasar-Suasana kampus ISI Denpasar kemarin (10 Oktober 2009) tampak berbeda  dari biasanya. Mahasiswa ISI Denpasar dari 2 Fakultas (FSP dan FSRD) membludak  berkumpul di ruang sidang Pusdok ISI Denpasar guna menantikan kedatangan empat  profesor dari California Institute of The Arts yaitu Prof. Dr. David Rosenboom, Prof. Vinny  Golia, Prof I Nyoman Wenten (maestro di bidang seni pertunjukan) serta Prof. Maureen  Selwood (maestro di bidang animasi). Kedatangan mereka atas undangan Rektor ISI  Denpasar setelah keikutsertaan para dosen pilihan dari Calarts ini pada ajang Festival  Kesenian Indonesia FKI ke-6 yang berlangsung di IKJ beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya di ISI Denpasar mereka menginformasikan beberapa fakultas dan program yang dimiliki Cal Arts (USA). Hal ini penting guna membuka cakrawala para mahasiswa ISI Denpasar tentang universitas di luar negeri, serta memotivasi mahasiswa untuk bersaing di kancah internasional. Prof. I Nyoman Wenten yang diwawancarai sebelum acara workshop berlangsung menyampaikan rasa bangga akan perkembangan ISI Denpasar sebagai penopang tumbuh kembangnya seni dan budaya Bali. Pihaknya berharap ISI Denpasar dapat lebih mengembangkan program animasi, mengingat kampus Cal Arts dimana Prof. Wenten sebagai dosen, adalah perguruan tinggi ternama dan unggulan di Amerika dan sebagai pusat animasi yang mendukung produksi film Walt Disney. Sehingga Cal Arts membuka peluang besar kepada ISI Denpasar untuk mendalami dunia animasi di Cal Arts, apalagi potensi drawing seniman Bali sangat baik. Hal senada juga disampaikan Prof. Maureen, mengingat saat pelaksanaan FKI ke -6 di IKJ, mahasiswa ISI Denpasar sangat cekatan dan berbakat, dari hasil karya mahasiswa ISI Denpasar, setiap goresan seninya memiliki makna yang mendalam.

Dalam workshop di ISI Denpasar yang berlangsung sekitar 2 jam melahirkan beberapa ide dan inspirasi baru bagi mahasiswa dan dosen ISI Denpasar untuk terus berkreativitas, mengingat dalam workshop Prof. David memutarkan video hasil karyanya dengan musik kontemporer piano berjudul Bell Solaris, yang dikombinasikan dengan video dan animasi. Sementara disesi berikutnya Prof. Maureen Selwood memutarkan produksi film animasi sebagai hasil karya eksperimental saat pelaksanaan workshop di FKI ke-6 di IKJ. Dari hasil karya yang diputarkan itu juga merupakan hasil karya para mahasiswa FSRD ISI Denpasar yang mengikuti workshop experimental animasi, yaitu I Made Sariana, S.Sn., M.Sn, (dosen), Agung Witara S, Arya Janottama (mahasiswa).

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA mengungkapkan jalinan kerjasama antara ISI Denpasar dengan Cal Arts sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu. Dan kegiatan ini adalah implementasi kerjasama yang kedua setelah 2 tahun lalu salah satu dosen dari Cal Arts berpartisipasi dalam FKI ke-5 di ISI Denpasar. Kedepan diharapkan kerjasama yang dapat diimplementasikan adalah pengiriman mahasiswa dan dosen ISI Denpasar ke luar negeri khususnya ke Cal Arts. Guna mendukung implementasi tersebut ISI Denpasar sedang berusaha keras guna mendapatkan grand yang direbut melalui kompetisi, serta memberikan kursus bahasa Inggris gratis guna meningkatkan kompetensi dalam bidang bahasa Inggris, baik untuk komunikasi maupun untuk kepentingan akademik.

Loading...