M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Fakultas Seni Pertunjukan Gelar Lomba Karya Cipta Seni  Pertunjukan

Fakultas Seni Pertunjukan Gelar Lomba Karya Cipta Seni Pertunjukan

Tak mau ketinggalan, guna menyambut Dies Natalis VII dan Wisuda Sarjana VIII ISI Denpasar, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar menggelar Lomba Karya Cipta Seni Pertunjukan, pada tanggal 26 Juli 2010. Kegiatan melibatkan seluruh masiswa dari semester II, IV, dan VI FSP, Jurusan Tari, Karawitan dan Pedalangan. Para mahasiswa dari ke tiga jurusan ini dikelompokkan menjadi tiga kelompok berdasarkan semesternya. Menurut Dekan FSP ISI Denpasar I Ketut Garwa, S.Sn. M.Sn., lomba ini merupakan tantangan bagi mahasiswa untuk bisa menunjukkan kemampuan mereka di bidangnya masing-masing, dan bagaimana mereka mampu bekerjasama lintas jurusan untuk menghasilkan karya terbaik. Garwa menambahkan terdapat tiga materi yang ditampilkan masing-masing kelompok yaitu Tabuh Telu Gesuri, Tari Legong Kuntul dan Tari Satya Brasta.  Dipilihnya materi tersebut karena sering dipentaskan dalam kegiatan kemasyarakatan (ngayah). Kegiatan mebarung akan dilaksanakan di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, dengan melibatkan sekitar 176 mahasiswa, dimana mereka akan berbaur, berkoordinasi serta memupuk rasa kebersamaan untuk dapat menampilkan hasil terbaik.

Ketua Panitia Pelaksana, I Dewa Ketut Wicaksana, SSP., M.Hum, sekaligus PD I FSP ISI Denpasar, menyampaikan bahwa Lomba Cipta Seni Pertunjukan ini akan melibatkan lima dewan juri  sesuai dengan bidangnya, yaitu I Nyoman Cerita, SST., M.FA (dosen Tari sekaligus pencipta Tari Satya Brasta), I Ketut Kodi, SSP., M.Si (dosen Pedalangan), I Wayan Suweca, SS.Kar.,M.Mus (dosen Karawitan), Tjok Istri Putra Padmini, SST., M.Sn (dosen Tari), serta Pande Gede Mustika, SSKar., M.Si (dosen karawitan)

Humas ISI Denpasar melaporkan.

ISI Denpasar dan Undiksa Bersatu Dalam Pameran Eksplorasi

ISI Denpasar dan Undiksa Bersatu Dalam Pameran Eksplorasi

Denpasar- Satu kado terindah diberikan oleh Jurusan Seni Rupa Murni ISI Denpasar dalam menyambut hari jadi ISI Denpasar (Dies Natalis ke VII dan Wisuda Sarjana Seni ke VIII ISI Denpasar), dimana kemarin (24 Juli 2010) bertempat di Hana Artspace, Pengosekan-ubud, Gianyar, diadakan pameran yang special alias berbeda dari biasanya. Untuk pertama kali Jurusan Seni Rupa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar bersama Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesa-Singaraja menggelar pameran bersama. “Ini adalah sejarah yang diukir oleh kedua Jurusan” ujar Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. saat memberikan sambutannya. Selaku Rektor ISI Denpasar, Prof. Rai menghaturkan syukur dan bangga atas terealisasinya pameran ini. Ini sebagai tonggak bersatunya seni yang berbasis dari utara (Singaraja) dengan seni dari Selatan Bali (Denpasar). Kedepan diharapkan ini dapat dipertahankan, dan besar harapan tak hanya karya individu yang dipamerkan, tapi juga dapat menghasilkan pameran dengan karya bersama. Selain itu Prof. Rai mengundang para mahasiswa Undiksa untuk bertukar ilmu di ISI Denpasar, dan begitupula sebaliknya.

Sementara Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksa, Made Sutama juga menyampaikan syukur atas terselenggaranya pameran ini. Pihaknya terus berusaha untuk membuka wawasan anak didiknya dengan mengadakan pameran tak hanya di kandang sendiri, melainkan ke luar. Terima kash pula dihaturkan kepada pihak gallery Hana Artspace, dimana gallery ini adalah salah satu gallery bertaraf internasional. Disinilah pentingnya para mahasiswa untuk belajar untuk memanangement seni, karya mereka tak hanya dikenal oleh krabatnya saja, tapi perlu promosi handal untuk dikenal pihak luar.

Hal senada pun diungkapkan kurator seni, Hardiman. Pihaknya member motivasi dan semangat kepada mahasiswa untuk takhenti-hentinya berkarya. Mengingat saat ini seni rupa dunia tidak lagi mengarah pada daerah eropa, tapi kini terarah pada Asia yaitu India, Cina dan Indonesia. Untuk di Indonesia terdapat empat titik kesenirupaan yaitu Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan Bali. Saat ini tengah mengarah pada Bandung, dan tidak menutup kemungkinan dalam beberapa kali hitungan, kesenirupaan dunia mengarah besar di Bali. Untuk itu tugas para mahasiswa sebagai generasi mudalah yang harus turut bersaing di kancah internasional tersebut.

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar, Dra. Ni Made Rinu, M,Si.,menyampaikan bahwa sebanyak 15 karya mahasiswa ISI Denpasar dipamerkan yang telah melalui seleksi terlebih dahulu. Sementara karya yang belum lolos seleksi, menurut Ketua Jurusan Seni Rupa Murni, I Wayan Kondra tetap akan dipamerkan dalam ajang Dies Natalis dan Wisuda Sarjana Seni ISI Denpasar, bertempat di Gedung Pameran ISI Denpasar. Pameran berlangsung dari 24 Juli hingga 8 Agustus 2010.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

Palegongan Gaya Kuta di PKB 2010

Palegongan Gaya Kuta di PKB 2010

Oleh: I Gede Suwidnya mahasiswa PS Seni Karawitan

Gaya palegongan Kuta mengingatkan kita pada seorang guru dan komposer jenius yang bernama I Wayan Lotring(1898-1983).Sejak kecil beliau mulai menciptakan tabuh palegongan dengan nuansa yang berbeda yang mengambil yang menginspirasi dari alam sekitar maupun terinspirasi oleh perangkat gamelan lain.Komposisi beliau sudah tersebar di selruh pelosok Bali,dimana pada masing-masing desa menginterprestasikannya dengan gaya mereka sendiri.Pada tahun 1915 I Wayan Lotring meminpin sekaa gamelan palegongan yang pertama yang pernah mementaskan kesenian Bali di luar Bali dengan mementaskan tari Legong Kraton di Keraton Surakarta.Pada tahun 1970-an gamelan palegongan di kuta konon di lebur demi pementasan Ramayana untuk para turis.Sehingga di Kuta tidak lagi bisa memperdengarkan gaya asli gending Palegongan Kuta yang dimainkan diatas perangkat gamelan aslinya.

Instrumen dan Pola Pukulan Gamelan Palegongan :

Tidak banyak orang tahu bahwa instrumen gamelan palegongan atau semara petangian seperti yang tersurat dalam lontar Aji Gurnita dan Prakempa,sebenarnya cukup jauh berbeda dengan gong kebyar.Yang pertama,daun gamelan(kecuali gender rambatnya) palegongan tidak pernah melebihi enam yang pada umumnya berjumlah lima bilah saja.Keunikan yang lain juga dapat ditemukanpada perangkat kuno dimana daun yang paling kecil yang merupakan nada ndang tinggi diletakkan di sebelah kiri.Keunikan ini tidak dimiliki oleh perangkat gamelan gong kebyar,semarandhana maupun semara pagulingan.Yang mungkin menurut para ahli susunan tersebut merupakan ciri khas pengaruh komposisi pada zaman dahulu.Pola kotekan asli palegongan terdengar lebih manis dan lebih jelas ketimbang dengan gong kebyar.Gamelan palegongan juga memiliki beberapa instrumen yang tidak dimiliki gamelan gong kebyar,seperti : Gender rambat,Gender barangan,gentorag,gangsa jongkok dan gumanal.

Palegongan Gaya Kuta di PKB 2010 selengkapnya

Meningkatkan Mutu Pendidikan Seni Melalui Seminar Akademik

Meningkatkan Mutu Pendidikan Seni Melalui Seminar Akademik

Denpasar- Merayakan Dies Natalis ke VII dan Wisuda Sarjana Seni ke VIII ISI Denpasar, diadakan kegiatan seminar akademik yang bertempat di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, pada Kamis 22 Juli 2010. Seminar yang dihadiri segenap civitas akademika ISI Denpasar (dosen, staf dan mahasiswa) juga dihadiri perwakilan dari para dosen PTN/ PTS se-Bali, serta para guru SMK/SMA se-Bali. Menurut Koordinator Seminar, Dr. Ni Luh Sustiawati, M.Pd., tujuan kegiatan seminar ini adalah untuk memberi ruang kepada para dosen ISI Denpasar untuk dapat mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan sebagai pertanggungjawaban dan upaya meningkatkan kinerja seorang dosen yang salah satunya adalah penelitian, disamping pendidikan dan pengabdian. Sementara, hal ini juga penting untuk menambah wawasan para civitas akademika, khususnya ISI Denpasar. Sustiawati menambahkan seminar akademik ISI Denpasar menghadirkan dua pembicara dari dua fakultas yang ada di ISI Denpasar (FSP dan FSRD). Dari Fakultas Seni Pertunjukan menghadirkan penyaji yaitu: Dr. Ni Made Ruastiti, M.Si, dengan judul makalah “Seni Pertunjukan Pariwisata, Industri Kreatif Berbasis Kesenian”. Sementara dari Fakultas Seni Rupa dan Desain diwakili oleh Dr. Tjokorda Udiana Nindhia Pemayun, S.Sn., S.H., M.Hum., dengan judul makalah “Pendidikan Karakter Bangsa Dalam Menumbuhkan Industri Kreatif”. Kudua makalah ini sangat sesuai dengan tema seminar yang diususng yaitu “Meningkatkan Mutu Pedidikan Tinggi Seni Melalui Industri Kreatif, Kita Membangun Karakter BAngsa”.

Sementara Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara seminar mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan rutin ini. Diharapkan seminar akademik ini dapat sebagai media untuk mengkomunikasikan dan mendiskusikan hasil penelitian. Dengan demikian antara penelitian dan seminar merupakan suatu siklus yang tidak bisa dipisahkan. Karena penelitian mendorong adanya seminar, dan seminar mendorong adanya penelitian-penelitian berikutnya, saling memberikan andil penemuan yang diperoleh dari penelitian yang mengaitkan dengan pembinaan dan mengembangkan melalui pertukaran pengalaman, mengidentifikasi masalah-masalah mengembangkan rencana dan metodologi penelitian institusional mempertimbangkan cara-cara dan rekomendasi yang dapat dijadikan masukan bagi usaha pembinaan dan pengembangan.

Loading...