
Foto: Pembukaan Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa di ARMA, Ubud, Senin (23/2)
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali menegaskan perannya sebagai simpul dialog seni rupa dan desain global melalui penyelenggaraan Bali-Bhuwana Rupa (Global-Bali Art and Design Exhibition) bertajuk “Adhi-Jnana-Astam” (Mastery–Mind–Marvel). Pameran ini merupakan salah satu program seni-desain prestisius dalam rangkaian Bali Padma Bhuwana VI yang diinisiasi ISI BALI dan menjadi ruang temu gagasan, kreativitas, serta pertukaran pengetahuan lintas negara.
Pameran diselenggarakan secara kolaboratif di Agung Rai Museum of Arts (ARMA), Ubud dan Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI, berlangsung dari (23/2) hingga (8/3). Pembukaan digelar pada Senin (23/2) di ARMA, Ubud, dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme dari kalangan seniman, akademisi, mahasiswa, serta pegiat seni.

Foto: Pembukaan Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa di ARMA, Ubud, Senin (23/2)
Pameran internasional ini memamerkan karya 180 seniman dan desainer terkemuka dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Polandia, Australia, dan Amerika Serikat. Keberagaman latar geografis dan kultural tersebut menghadirkan spektrum visual yang kaya, mulai dari seni rupa murni, desain visual, hingga eksplorasi lintas disiplin yang merefleksikan dinamika seni dan desain kontemporer dunia.
Secara konseptual, tajuk “Adhi-Jnana-Astam” dimaknai sebagai perwujudan penguasaan artistik (adhi) yang bertumpu pada kedalaman pengetahuan (jnana) dan melahirkan daya cipta yang memukau (astam). Kurasi pameran dipercayakan kepada Jeon Dongsu (Korea Selatan), Arif Bagus Prasetyo, dan Warih Wisatsana (Indonesia), yang meramu narasi kuratorial dengan menekankan pentingnya integrasi antara kecakapan teknis, ketajaman intelektual, dan keberanian eksplorasi dalam praktik seni dan desain masa kini.

Foto: Pembukaan Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa di ARMA, Ubud, Senin (23/2)
Pembukaan pameran dilakukan oleh maesinas seni asal Malaysia, Mohd. Asri Bin Abdul Ghafar, yang menegaskan pentingnya kolaborasi regional dan internasional dalam memperkuat jejaring seni serta membangun solidaritas kultural antarbangsa. Kehadiran berbagai perwakilan negara dalam pameran ini menjadi penanda bahwa seni dan desain mampu menjadi jembatan dialog yang melampaui batas geografis maupun perbedaan latar budaya.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bali-Bhuwana Rupa menjadi ruang perjumpaan gagasan dan refleksi atas perkembangan seni global dalam perspektif Bali. Ia menegaskan komitmen ISI BALI untuk terus membangun ekosistem seni yang inklusif, progresif, serta berakar pada kearifan lokal, sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui pameran ini, ISI BALI berupaya mempertemukan dunia dengan Bali, dan Bali dengan dunia, dalam satu perayaan kreativitas yang bermakna dan berkelanjutan. (ISIBALI/Humas)










