M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Kemerdekaan Melalui Pendidikan Karakter

Kemerdekaan Melalui Pendidikan Karakter

Kira-kira demikianlah kesimpulan yang dapat diambil dari sambutan Menteri Pendidikan Nasional pada saat memimpin pelaksanaan upacara peringatan bendera 17 Agustus 2010, bertempat di halaman Kantor Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) kemarin. Mendiknas, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh mengatakan, “merebut kemerdekaan memang harus dengan pengorbanan. Demikian juga dengan upaya mengisi kemerdekaan yang menjadi tugas kita bersama, juga perlu dan butuh pengorbanan.”

Pada kesempatan hari itu Mendiknas mengajak kepada keluarga besar Kemdiknas untuk menjadikan cermin dari apa yang telah dilakukan para pejuang dan pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, agar dapat bersama-sama mengisi nikmat kemerdekaan yang telah diperoleh dengan lebih baik dan sungguh-sungguh. “Hal itu dapat tercermin dari hasil kerja kita masing-masing”, ujarnya.

Mendiknas mengingatkan kembali tentang peran dan tanggung jawab Kemdiknas di dalam pembangunan dan pendidikan karakter. “Mengapa karakter itu penting ? Karena karakter itu ibarat “ruh” dari manusia. Jika karakternya tidak benar, maka perilakunya juga tidak benar. Jasad tidak punya arti apa-apa jika tidak ada ruhnya, tidak ada jiwanya. Pendidikan karakter itu adalah ruhnya”, tegasnya.

Dalam penjelasannya Mendiknas mengakui pembangunan karakter tentu bukan hanya tugas dunia pendidikan, melainkan tugas bangsa secara keseluruhan. “Saya ingin menegaskan, bahwa pendidikan karakter yang ingin dikembangkan bukan hanya diterjemahkan sebagai sopan santun. Tapi lebih dari itu, kita ingin membentuk karakter budaya yang menumbuhkan kepenasaranan intelektual (intellectual curiosity) sebagai modal untuk mengembangkan kreativitas dan daya yang inovatif yang dijiwai dengan nilai kejujuran dan dibingkai dengan kesopanan dan kesantunan”, ucapnya. Selain itu menekankan ingin membangun school culture atau university culture. Dalam acara yang khidmat ini, Mendiknas berkesempatan menyematkan satya lencana kepada para pegawai yang telah berdedikasi untuk Kemdiknas.

Terkait dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-65 dan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional, maka pada hari ini (18/8), Mendiknas beserta beberapa pejabat Eselon I dan Eselon II berkenan menerima dan memberi penghargaan bagi para insan pendidikan yang berprestasi dengan mengambil tajuk “Acara Penghargaan Peraih Prestasi Pendidikan”. Diantaranya yang diundang adalah Kepala Sekolah dan Pengawas berprestasi, pemegang hasil Ujian Nasional tertinggi dari tiap daerah dan beberapa stakeholders pendidikan yang dianggap berprestasi dan memacu orang lain untuk termotivasi dalam mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia.

Sumber: http://dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1637:kemerdekaan-melalui-pendidikan-karakter&catid=143:berita-harian

PTS Jangan Hanya Jualan Ijazah

PTS Jangan Hanya Jualan Ijazah

SEMARANG- Institusi pendidikan, dalam hal ini perguruan tinggi (PT) swasta di Indonesia, secara massal terus berkembang nyaris tanpa kendali.
Mereka memperlakukan murid sebagai bahan mentah yang diproses secara mekanistik untuk menghasilkan produk akhir yang bisa dijual. Selama ini aspek intelektualitas dan profesionalisme lebih ditekankan, ketimbang aspek moralitas dan etika.
Staf ahli Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Prof Ir Eko Budihardjo MSc menilai, lembaga pendidikan lebih banyak berkutat tentang pemenuhan pasar dan industri daripada pengembangan karakter, kepribadian serta kearifan. Lebih disibukkan pula dengan urusan pencarian dana daripada mengembangkan ilmu yang autentik.
”Perguruan tinggi swasta menjamur luar biasa dalam empat tahun terakhir. Dari hanya 400 PT, kini sudah 3.000 lebih. Sementara PTN sekitar 84. Bayangkan berapa kali lipatnya. Belum lagi, masih banyak yang membuka PTS di ruko-ruko sederhana tanpa konsep jelas. Mereka sekadar jualan ijazah dan tidak ada bedanya dari proses yang berlangsung dalam pabrik,” jelas mantan rektor Undip tersebut, saat ditemui Suara Merdeka, kemarin.
Perubahan Paradigma Prof Eko mengungkapkan, perlu adanya perubahan paradigma pendidikan nasional yang pada hakikatnya adalah proses penemuan diri secara penuh. Sejak dua abad pertama dari revolusi industri, lanjut dia, pendidikan cenderung diarahkan pada peningkatan kemampuan baca-tulis dan berhitung untuk menghasilkan tenaga kerja terampil dalam menjalankan roda industri.
Ia mengungkapkan, pengembangan paradigma pendidikan nasional semestinya dikaitkan dengan falsafah pendidikan progresif yang ditekankan pada pentingnya peran serta aktif para pembelajar.
Dari lima aspek pengembangan pendidikan (sains, teknologi, ekonomi, etika, dan estetika) menurut Prof Eko, tiga aspek pertama lebih diutamakan. Padahal aspek etika yang menyangkut perilaku, kesantunan, dan keadaban sangat penting. Demikian pula estetika yang bertautan dengan keindahan sebagai produk dari aktivitas kreatif dan interaktif kurang memeroleh perhatian.
Akibatnya, lingkungan alam dan binaan yang semula selaras penuh keseimbangan menjadi rusak dan membahayakan kehidupan manusia. (J14,K3-75).

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/08/18/120815/PTS-Jangan-Hanya-Jualan-Ijazah

Kemendiknas Canangkan Prioritas Pendidikan

Kemendiknas Canangkan Prioritas Pendidikan

JAKARTA- Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengemukakan empat prioritas bidang pendidikan pada 2011.
Keempat prioritas itu terkait dengan urusan pendidikan dasar, pendidikan vokasi dan politeknik, percepatan doktor serta pendidikan anak usia dini (PAUD).
’’Pendidikan dasar menjadi prioritas utama pada 2011, termasuk urusan perbukuan dan lembar kerja siswa (LKS). Kita harapkan lunas pada 2011. Selanjutnya, pendidikan vokasi yaitu sekolah menengah kejuruan (SMK) dan politeknik diprioritaskan untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan,’’katanya dalam siaran persnya, Selasa (17/8).
Dengan pendidikan vokasi dan politeknik, lanjutnya, maka tenaga-tenaga kerja yang punya keterampilan dan keahlian telah siap. Mendiknas mengatakan, percepatan kualifikasi doktor di perguruan tinggi menjadi prioritas berikutnya. ’’Saat ini terdapat 23 ribu dosen yang berlatar belakang pendidikan doktor (S3) dari 270 ribu dosen. Jumlah tersebut hanya sekitar delapan persennya. Karena itu, sampai dengan 2014-2015 dapat ditingkatkan menjadi 20% atau 30 ribu,’’tandasnya.
Dia mengungkapkan, setiap tahun harus ada tambahan doktor baru di perguruan tinggi sekitar 5-6 ribu. Prioritas berikutnya, yaitu PAUD. Mendiknas menyebutkan, saat ini angka partisipasi kasar (APK) PAUD secara nasional mencapai 54%.
’’Pada daerah tertentu ada yang mencapai 70%. Karena itu, mulai 2011 PAUD juga kita genjot. Sesegera mungkin bisa kita antarkan mereka masuk sekolah dengan baik,’’ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Mendiknas juga menyampaikan dua agenda utama yang harus segera diselesaikan. Yaitu implementasi pendidikan karakter secara utuh terintegrasi dan menyeluruh di seluruh jenjang pendidikan dan pemenuhan standar pelayanan minimum, terutama pendidikan dasar.
’’Hal itu sekaligus menyiratkan tentang pemerataan dan aksesibilitas,’’ tukasnya. (H28-75).

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/08/18/120813/Kemendiknas-Canangkan-Prioritas-Pendidikan

Pengumuman Pengisian KRS

Pengumuman Pengisian KRS

PENGUMUMAN

Berkenaan dengan pelaksanaan SIA (Sistem Informasi Akademik) secara online 2010/2011, maka bersama ini kami informasikan kepada seluruh civitas akademika FSRD ISI Denpasar bahwa:

  1. Pengisian KRS mahasiswa lama/baru dilaksanakan sesuai jadual pada kalender kegiatan kademik FSRD tahun 2010/2011 melalui jaringan sistem akademik (pengisian KRS secara online)
  2. Alur pengisian KRS:

Keterangan :

–         Pembayaran SPP melalui bank

–         Registrasi di bagian keuangan ISI Denpasar

–         Pembuatan username dan pasword di UPT Puskom ISI Denpasar

–         Pengisian KRS secara online dapat dilakukan melalui komputer pada puskom ISI Denpasar atau melalui laptop masing-masing mahasiswa

–         Penyerahan KRS yang sudah di cetak dan disahkan ke bagian akademik FSRD terkahir tanggal 3 September 2010

  1. Setalah mendaftar di Puskom ISI Denpasar dan mendapatkan username dan password setiap mahasiswa berhak atas internet gratis dan sebuah portal akademik.
  2. Portal akademik adalah sebuah system yang menampilkan fitur-fitur yang dapat diakses dan dipergunakan oleh mahasiswa dalam kaitannya dengan kegiatan akademik seperti pengisian KRS, informasi hasil study, melihat traskrip nilai dsb.
  3. Software user manual / panduan penggunaan portal akademik bagi mahasiswa dapat di download disini
  4. Informasi kegiatan akademik dapat dilihat pada kalender kegiatan akademik Fakultas Seni Rupa dan Desain dan dapat di download disini.
  5. Mahasiswa yang terlambat dalam melaksanakan setiap kegiatan sesuai jadual dalam kalender kegiatan akademik dianggap tidak mengikuti kegiatan (spt pendaftaran KP dan TA), dianggap cuti / non aktif (pengisian KRS)
  6. Bila terjadi perubahan di dalam kalender kegiatan akademik akan diinformasikan lebih lanjut melalui web ini.
  7. Jadual matakuliah yang ditawarkan pada semester ganjil 2010/2011 untuk:

–         Mahasiswa Desain Interior dapat di download disini

–         Mahasiswa Desain Komunikasi Visual dapat di download disini

–         Mahasiswa Seni Rupa Murni dapat di download disini

–         Mahasiswa Kriya Seni dapat di download disini

–         Mahasiswa Fotografi dapat di dowload disni

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk dapat dilaksanakan.

Denpasar, 18 Agustus 2010

Pembantu Dekan I,

TTD

Drs. Olih Solihat Karso, M.Si

NIP. 19610706 199003 1 005

Peserta Wisuda 2010

KEPUTUSAN

REKTOR INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR

Nomor  1435/I5.12/DT/2010

TENTANG

PESERTA WISUDA SARJANA SENI VIII DAN WISUDAWAN DENGAN

INDEK PRESTASI KOMULATIF TERTINGGI

INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR

TAHUN 2010

REKTOR INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR

Menimbang          :  bahwa dalam rangka Dies Natalis VII dan Wisuda Sarjana Seni VIII Institut Seni Indonesia Denpasar tahun 2010, maka dipandang perlu menetapkan peserta Wisuda Sarjana dan Wisudawan dengan Indek Prestasi Komulatif Tetinggi pada Instit Seni Indonesia Denpasar tahun 2010

Mengingat            :  1.   Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2.   Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010, Tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan;

3.   Keputusan Presiden RI:

a.   Nomor 33 tahun 2003, Tentang pendirian Institut Seni Indonesia Denpasar;

b.   Nomor 14/M/2009, Tentang pengangkatan Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar;

4.   Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI

a.   Nomor 234/U/2000, Tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa;

b.   Nomor 125/O/2004, Tentang OTK Institut Seni Indonesia Denpasar;

5.   Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 8 tahun 2006, Tentang Statuta Institut Seni Indonesia Denpasar.

Keputusan Selengkapnya

Loading...