M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Made Adi Darmawan Juara Lomba Foto ‘Sumpah Pemuda’ di Jakarta

Made Adi Darmawan Juara Lomba Foto ‘Sumpah Pemuda’ di Jakarta

Made Adi Darmawan Mahasiswa Fotografi ISI Denpasar Rebut Lomba Foto ‘Sumpah Pemuda’ di Jakarta

Kiriman Arba Wirawan

Jakarta: Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, hari Senin (10/1) sore di Media Center Kantor Kemenpora menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba foto ‘Sumpah Pemuda’ yang diselenggarakan Kemenpora. Lomba foto dengan menggunakan  kamera ponsel dan kamera saku ini  diikuti  319 peserta dari 15 provinsi di Indonesia.

Dewan juuri yang terdiri dari berbagai profesi menetapkan, untuk  kategori kamera ponsel juara  I  adalah AM Imam Zulkarnaen dengan judul foto  Tekun Sejak Dini, juara II dan III diraih I Made Adi Darmawan dari Badung Bali dengan judul foto Peduli Bencana dan Lukisan Luka Bangsa. Sedang katagori menggunakan kamera saku juara I Taufan Yusuf Nugroho dari Sragen Jawa Tengah, dengan judul foto  Giat Berlatih, juara II  Deski Friskia judul foto Lepas Tangan dan juara II  Karen Laurensia dengan foto berjudul  Future Scientis.

Hadiah berupa uang tunai, tropi dan sertifikat. Deputi Menpora Bidang Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salam  berharap lomba ini dapat memacu kreativitas pemuda di Indonesia. (ari)

I Wayan Eka Laksana Satiaguna (200705012) Desain Interior

Program MIT adalah kegiatan Student Mobility yang mempertemukan tiga Negara yaitu : Malaysia – Indonesia – Thailand dalam bidang akademik dan eksplorasi budaya. Saya sangat berterimakasih karena telah mendapat kesempatan untuk ikut serta didalamnya dan mendapatkan begitu banyak hal. Selama kurang lebih lima bulan (Agustus – Desember) saya mengikuti program ini di Thai Sudies program, Pridi Banomyong International College, Thammasat University, Tha Phra Chan Campus, Bangkok, Thailand, tahun akademik 2010, semester 1. Di sana saya belajar tentang bahasa, sejarah tumbuh kembangnya Thailand, sosial masyarakat Thailand, serta seni dan arsitektur Thailand, belajar menghargai perbedaan, mendapatkan banyak teman baru dari berbagai belahan negara dengan latar belakang pendidikan dan sosial yang beragam sehingga kami bisa saling belajar tentang negara masing-masing. Melihat bagaimana masyarakat di sana sangat menjunjung tinggi moral namun tetap berjalan dengan perkembangan jaman. Melihat banyak hal yang ternyata sangat mirip dengan apa yang ada di Indonesia, sebut saja dari segi arsitektur, di Thailand juga mengenal istilah Mandala, Tri Angga, serta Catus Pata (axis) yang ada di Bali, juga ada pengaruh kebudayaan Minangkabau berupa hiasan tanduk kerbau yang disebut Kalae untuk hiasan atap pada rumah tradisional Thailand. Di Thammasat university saya merasakan atmosper pendidikan yang kental, tidak heran karena kampus ini didirikan oleh Pridi Banomyong yang merupakan pencetus konstitusi negara ini. Pelayanan dari International Office yang betul-betul profesional dan responsif, juga segala fasilitas penunjang proses belajar mengajar tersedia. Taruhlah perpustakaannya yang dilengkapi dengan ruang audio-visual yang lengkap dengan koleksi DVD yang update, ya, belajar memang penting, tapi relaxing is essential… kemudahan akses perpustakaan tidak terbatas di kampus itu saja bahkan hingga ke kampus-kampus di luar Bangkok.

Semoga apa yang telah saya lalui selama lima bulan kebelakang ini dapat memberikan hasil yang diharapkan sehingga program ini dapat berlanjut untuk dapat diikuti oleh mahasiswa selanjutnya dan seterusnya serta terimakasih kembali saya ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan andil besar dalam terbentuknya dan kelancaran program ini, serta yang telah memberikan begitu banyak bantuan dari awal hingga akhir baik di Indonesia maupun di Thailand sampai tulisan ini dibuat. Khop Khun Maak Khrap, Sawatdii Khrap, Leew Cee Kan…



Analisis Tekstual Gending Kethuk, Bagian I

Analisis Tekstual Gending Kethuk, Bagian I

Analisis Tekstual Gending Kethuk 2 Kerep Minggah 4 Laras Slendro Pathet Sanga, Bagian I

Kiriman I Nyoman Kariasa, Dosen PS Seni MKarawitan

1. Pendahuluan/Pengantar

Sebagai orang yang berlatar belakang berbeda dalam menganalisis gending-gending  karawitan Jawa, sudah tentu mengalami berbagai kendala dalam mengungkap dan membedah objek yang dimaksud. Hambatan dan kendala tersebut tentunya lebih banyak  mengenai penafsiran istilah-istilah karawitan Jawa itu sendiri. Walaupun istilah-istilah tersebut sudah ada dalam bentuk tulisan, namun karena kurangnya pengalaman memainkan dan “bergaul” dengan gending Jawa, tentu tulisan ini jauh dari baik. Kami berusaha mencari tahu istilah tersebut, setidaknya dapat kami mengerti dengan cara pandang kami sendiri, yang berkaitan dengan judul di atas.

Kami sengaja mencari objek yang lebih “menantang” untuk bisa menyelami karawitan Jawa lebih dari sekedar tahu(pernah mendengar). Memasuki dunia karawitan Jawa yang begitu luas, kami berusaha mencari tahu istilah mendasar yang berkaitan dengan judul di atas. Walaupun sebagian kata-katanya sudah akrab di telinga kami, namun sebelum berbicara lebih jauh, sekiranya istilah-istilah tersebut masih perlu  dicantumkan dalam tulisan ini. Bagi teman-teman yang berlatar belakang Jawa mungkin saja istilah-istilah ini sudah mubasir dan tidak perlu diulas kembali. Akan tetapi bagi yang berlatar belakang non Jawa kemungkinan besar istilah-istilah ini menjadi sekerlip cahaya dalam kegelapan. Pengertian istilah berikut ini hanya merupakan ringkasan dari buku Konsep Pathet Dalam Karawitan Jawa karya Bapak Sri Hastanto, dan mengadakan silang pendapat dengan mewawancarai beberapa teman baik dosen maupun mahasiswa karawitan.

2. Pengertian Istilah

a) Gending

Dalam Karawitan gending merupakan salah satu istilah yang sangat penting. Istilah ini untuk memberi nama lagu-lagu yang disajikan baik instrumental maupun vokal. Berdasarkan bentuknya gending dapat digolongkan dalam keluarga gending ageng, gending alit dan gending pamijen. Istilah gending ini merujuk pada pengertian sebuah lagu, sedangkan alit (yang berarti kecil), ageng (besar), dan pamijen ( tidak seperti biasanya),  merujuk pada bentuknya. Jadi gending dalam golongan diatas dalam penyajiannya  dapat diidentipikasi melalui bentuknya.

Pengelompokan lain mengenai gending adalah merujuk pada ricikan pokok, seperti gending rebab, gending gambang, gending gender, gending bonang. Rujukan pada ricikan tersebut karena ricikan ini adalah yang melakukan buka sebagai awal dari penyajian gending. Juga ada pengelompokan gending berdasarkan fungsi seperti gending Pakurmatan yaitu fungsi gending yang digunakan dalam sebuah upacara, untuk menghormati salah satu mata acara dalam upacara itu.

Gending klenengan, merupakan jenis gending yang merujuk pada sebuah peristiwa karawitan yang mana gending-gending yang disajikan khusus untuk didengarkan. Dalam acara  klenengan biasanya ditampilkan gending baik yang berbentuk gending alit maupun yang berbentuk gending ageng. Keluarga besar gending lainnya adalah gending wayangan dan gending beksan. Gending wayangan merupakan peristiwa karawitan yaitu pertunjukan wayang kulit purwa, madya, maupun wayang gedog. Gending beksan merupakan gending yang disajikan untuk gending-gending tari.

Analisis Tekstual Gending Kethuk 2 Kerep Minggah 4 Laras Slendro Pathet Sanga, Bagian I, Selengkapnya

Dirjen Dikti: Seleksi Mandiri Dilakukan Setelah SNMPTN

Dirjen Dikti: Seleksi Mandiri Dilakukan Setelah SNMPTN

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional memperingatkan kepada seluruh perguruan tinggi negeri agar mematuhi aturan soal penyelenggaraan ujian seleksi mandiri.
’’Ujian seleksi mandiri harus disesuaikan dengan aturan kalau mau dilaksanakan setelah SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri),’’ ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santosa kepada wartawan, Selasa (11/1).
Menurut Djoko, pengumuman pembukaan boleh dilaksanakan kapanpun oleh perguruan tinggi negeri. Akan tetapi khusus pelaksanaan ujiannya tak boleh sebelum SNMPTN, yang akan dilaksanakan tanggal 1-2 Juni 2010.
Ia telah menghubungi para rektor terkait ujian mandiri. ‘’ Saya sudah kasih tahu para rektor tak baik kalau ujian sebelum SNMPTN,’’ ungkapnya sambil sesekali berbicara dalam bahasa Jawa.
Selain pelaksanaan ujian mandiri, pengumumannya juga harus dilakukan setelah pengumuman ujian SNMPTN. ‘’Hal ini untuk mencegah adanya bangku kosong di perguruan tinggi negeri,’’ tuturnya.
Akan tetapi ketika ditanya jika tetap ada kampus yang melaksanakan ujian mandiri sebelum SNMPTN ia menyatakan sanksi harus disesuaikan dengan aturan. ‘’Lah wong belum dilakukan, jadi saya belum bisa menjawab. Tapi semua ada aturannya,’’ paparnya.
Selain itu dalam kesempatan yang sama ia juga mengingatkan agar PTN tak melupakan aturan untuk menyediakan menerima 60 persen dari kuota yang ada bagi calon mahasiswa dari seleksi nasional. ‘’60 persen SNMPTN dan 40 persen ujian mandiri,’’ ucapnya.
Menanggapi hal ini pihak Universitas Indonesia, yang diwakili Kepala Kantor Komunikasi, Vishnu Juwono menyatakan akan menuruti aturan pemerintah. ‘’Kita akan mematuhi aturan Pemerintah, baik dari soal kuota 60 persen, lalu mahasiswa miskin dan jadwal pelaksanaan SIMAK UI,’’ ungkapnya ketika dihubungi Republika.
Ujian seleksi mandiri UI rencananya akan dilaksanakan satu hari yaitu tanggal 3 Juli 2011. ‘’Biaya formulir cukup Rp 200 ribu, untuk semua fakultas,’’ ungkapnya. Seleksi sendiri menurutnya akan dilaksanakan di beberapa kota, agar ada pemerataan peminat.
Untuk calon mahasiswa yang akan masuk UI, akan ada tiga jalur yaitu, SNMPTN, SIMAK UI dan PPKB (Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar). ‘’Nantinya semua mahasiswa akan dikenakan biaya operasional pendidikan yang berkeadilan, jadi nanti yang dilihat apakah orangtuanya mampu atau tidak,’’ ungkapnya.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/01/11/157885-dirjen-dikti-seleksi-mandiri-dilakukan-setelah-snmptn

Launching SNMPTN 2011

Launching SNMPTN 2011

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pola penerimaan mahasiswa baru program Sarjana pada Perguruan Tinggi melalui pola seleksi secara nasional dilakukan oleh seluruh Perguruan Tinggi secara bersama untuk diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Jakarta pada tanggal 30 Oktober 2010, para Rektor Perguruan Tinggi Negeri dibawah koordinasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa baru secara nasional dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Sesuai dengan Permendiknas Nomor 34 Tahun 2010, SNMPTN akan dilaksanakan melalui 1) Jalur ujian tertulis dan/atau keterampilan, dan 2) Jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik.

Berdasarkan hal tersebut, hari ini (12/1) Kemdiknas mengadakan konferensi pers yang dihadiri oleh Mendiknas, Dirjen Dikti, Wadirut Bank Mandiri, serta beberapa Rektor yang ada dalam kepanitiaan SNMPTN. Wakil Direktur Bank Mandiri Riswinandi mengatakan Bank Mandiri telah mengembangkan system teknologi informasi untuk mempermudah pendaftaran SNMPTN, sehingga calon mahasiswa tidak perlu datang ke kampus atau panitia local untuk mengisi formulir pendaftaran. “Para calon mahasiswa maupun orang tua dapat mengakses website SNMPTN untuk mendaftar dimana saja melalui jaringan internet. Pembayarannya pun dapat dilakukan secara online di seluruh jaringan Bank Mandiri”, ucap Riswinandi.

Mendiknas Mohammad Nuh mengemukakan pendaftaran sekaligus pembayaran yang dapat dilakukan secara online merupakan salah satu upaya kementerian dalam meningkatkan efisiensi dan member kemudahan bagi seluruh calon mahasiswa dalam mendaftar SNMPTN. “Banyaknya jalur masuk PTN dengan biaya pendaftaran yang berbeda dikhawatirkan akan mengurangi kesempatan calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk membeli formulir seleksi masuk PTN. Melalui SNMPTN calon mahasiswa hanya perlu mendaftar satu kali dan bisa memilih PTN mana saja. Setiap calon mahasiswa dimanapun dia berada bisa memilih dan mengikuti seleksi PTN yang diminati, ini merupakan bagian dari upaya untuk efisiensi dan optimalisasi”, ujar Mendiknas.

Sementara itu Dirjen Dikti Djoko Santoso mengatakan, “daya tampung SNMPTN 20% atau sekitar 120 ribu orang. Dari jalur undangan peminat masuk PTN juga sudah banyak.”

Ketua Umum Panitia SNMPTN yang juga Rektor IPB Herry Suhardiyanto mengatakan, “kami ingin seluruh calon mahasiswa di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri dan mendapatkan kemudahan dalam proses pendaftaran.” Beliau juga mengungkapkan bahwa dana akan dikelola oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai pengelola keuangan SNMPTN hal ini didasarkan bahwa UNY adalah salah satu Perguruan Tinggi BLU terbaik di Indonesia.

Jadwal Pelaksanaan SNMPTN 2011 Jalur Undangan :

Pendaftaran                           : 1 Februari-12 Maret 2011

Pengumuman Hasil                      : 18 Mei 2011

Registrasi Mahasiswa Baru             :  31 Mei dan/atau 1 Juni 2011

Jadwal Pelaksanaan SNMPTN 2011 Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan

  1. Ujian Tertulis

Selasa, 31 Mei 2011       : Tes Potensi Akademik,  Tes Bidang Studi Dasar

Rabu, 1 Juni 2011         : Tes Bidang Studi IPA, Tes Bidang Studi IPS

  1. Ujian Keterampilan:

Ujian Keterampilan dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Juni 2011.

Sumber: http://dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1827:launching-snmptn-2011&catid=143:berita-harian

Loading...