M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Technical Meeting Pameran Ujian Tugas Akhir Mhs FSRD

Technical Meeting Pameran Ujian Tugas Akhir Mhs FSRD

Dalam Rangka Ujian Tugas Akhir Mahasiswa FSRD ISI Denpasar, akan diadakan Pameran Karya Tugas Akhir Mahasiswa sebagai ajang Promosi terhadap karya seni terbaik yang dihasilkan oleh mahasiswa kepada masyarakat, baik lokal maupun internasional. Sehingga Pameran akan diadakan di luar kampus yaitu : di SIKA GALLERY, Jln Campuan Ubud Gianyar. sehingga dengan diadakan pameran di sika gallery akan mempermudah proses promosi karena mengingat Sika Gallery yang berada di kawasan kota seni dan budaya yang sudah terkenal di dalam maupun luar negeri. yang akan diadakan dari tanggal 18 Januari – 1 Pebruari 2011, dan pembukaan pameran tanggal 18 januari 2011 pk. 18.30 wita. sedangkan kegiatan ujian tugas akhir akan diadakan dari tanggal 24 – 28 pebruari 2011.

Maka dalam rangka persiapan acara tersebut diadakan acara Meeting Technical, untuk membahas dan berkoordinasi persiapan acara pameran tersebut.

DSCN0737
DSCN0738

Bali Puppets Meet India Puppets

Bali Puppets Meet India Puppets

Setiap pecinta seni pertunjukan di Bali, pasti mengenal sosok I Ketut Kodi,S.SP.,M.Si., dalang ternama multi talenta, yang memiliki suara khas, dosen Pedalangan Fakultas Seni Pertujukan ISI Denpasar. Kepiawaian Kodi sebagai seorang dalang, tentu menjadi salah satu alasan Rektor menerbangkannya ke India pada tanggal 8 Februari 2011 nanti, untuk menghadiri acara yang bertajuk “Bali Puppets Meet India Puppets”, yang diselenggarakan oleh CCI, The Craft Council of India, di Lalit Kala Academy, Chennai, India dari tanggal 9-18 Februari 2011. Selain Kodi, I Nyoman Sukerta,SSP.,M.Si., Sekjur Jurusan Pedalangan, serta dua mahasiswa Jurusan Pedalangan, I Bagus Brata Natyam dan I Made Sukarsa akan turut serta menjajakan kepiawaiannya di India.

Rektor ISI, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., didampingi PR II, PR IV, serta Kejur Pedalangan ISI Denpasar, Selasa(11/1) kemarin menerima Dominique Bouchart dan Socrate Giorgiades, koordinator CCI untuk membahas persiapan keberangkatan tersebut. Para dalang ISI Denpasar ini akan bertemu dalam workshop dan pementasan dengan seniman asal Kerala, Andhra Pradesh, Karnataka, Thailand. Dalam acara yang akan berlangsung selama 10 hari tersebut, mereka akan mempertunjukkan tehnik dan cara pembuatan wayang. Selain itu akan diadakan pementasan wayang untuk menghibur masyarakat India.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak CCI yang telah memberi kepercayaan kepada ISI Denpasar untuk turut serta dalam acara tersebut. Dan kepada kedua dosen dan kedua mahasiswa yang akan membawa nama ISI ke India, hendakanya melaksanakan tugas dengan baik, demi kemajuan kita bersama, serta image kampus kita di dunia internasional,” harap Prof. Rai.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

Sekolah Indonesia di Sabah Malaysia Segera Dibangun

Sekolah Indonesia di Sabah Malaysia Segera Dibangun

Jakarta — Pemerintah Indonesia tahun ini akan membangun gedung Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Letaknya di kawasan Kota Kinabalu Industrial Park (KKIP), Sabah, Malaysia. Berdiri di atas tanah seluas 1,5 hektare, bangunan ini  berfungsi sebagai satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah. Pembangunan diharapkan selesai dalam dua tahun.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional Bambang Indriyanto mengatakan, selain berfungsi sebagai satuan pendidikan, bangunan ini sekaligus sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan baik jalur formal maupun jalur nonformal yang ada di Sabah, Malaysia. “Sekarang proses sertifikasi tanah,” katanya saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Kemdiknas, Jakarta, Senin (10/1).

Bambang menjelaskan, pada tahap awal akan dibangun gedung untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Pasalnya, sudah ada 40 lulusan SD akan melanjutkan ke SMP dari SIKK, yang saat ini bangunannya masih menyewa di Kota Kinabalu. “Daya tampung sekolah ini diharapkan sebanyak 475 siswa,” katanya. Dia menambahkan, dalam waktu dekat pemerintah Indonesia juga akan membangun SMP terbuka di sana.

Bambang menyampaikan, tanah untuk sekolah ini dikelola oleh KKIP semacam BUMN milik negara bagian Sabah. Menurut dia, saat ditetapkan menjadi lokasi sekolah, dan Pemerintah Malaysia sudah menyetujui, maka agar tidak salah pemilik, status tanah tersebut dikuasai oleh negara terlebih dahulu sambil menunggu klarifikasi. “Istilah dikuasai dan menunggu klarifikasi namanya diagunkan,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pengadaan tanah tersebut tidak bermasalah. Saat ini, kata dia, tinggal menunggu penyelesaian girik untuk membuat sertifikatnya. “Sepuluh hari yang lalu BPK sudah datang ke sana. Mereka mengatakan dari sisi audit tidak bermasalah. Sekarang tanah itu pada dasarnya sudah clear,” ujarnya.

Staf Khusus Mendiknas Bidang Komunikasi Media Sukemi menyampaikan, saat ini terdapat 10 ribu anak usia sekolah yang menikmati layanan pendidikan melalui SIKK dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kendala yang dihadapi, pemerintah Malaysia tidak mengenal pendidikan nonformal, sehingga PKBM tidak mendapatkan izin resmi dari pemerintah Malaysia. “Oleh karena itu, disiapkan konsep SIKK sebagai sekolah pusat dan PKBM sebagai filial atau satelit, sehingga PKBM diperlakukan sebagai sekolah formal,” ujarnya. (agung)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/sabah.aspx

Wedhus Gembel Halahala Mandaragiri, Bagian I

Wedhus Gembel Halahala Mandaragiri, Bagian I

Kiriman Kadek Suartaya, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar

Bukan hanya gunung Merapi, Bromo, dan Anak Krakatau saja yang belakangan meletus. Sabtu (27/11) malam lalu, gunung Mandara juga meletus dahsyat. Yang mengerikan, wedhus gembel yang dimuntahkan gunung Mandara mengandung halahala yaitu racun yang mematikan. Racun yang dimuntahkan dari puncak gunung itu mengancam segala mahluk hidup.

Tetapi masyarakat Jawa Tengah yang menyaksikan letusan gunung Mandara itu tampak tenang-tenang saja bahkan menikmatinya dengan rona suka cita.

Meletusnya Mandaragiri itu adalah sebuah pementasan sendratari yang digelar di Pendhapa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah. Sendratari berjudul “Siwa Wisaya“ itu merupakan persembahan para mahasiswa ISI Denpasar yang disuguhkan sebagai penampilan pamungkas dalam pentas Mebarung Gong Kebyar Se-Jawa dan Bali yang diselenggarakan oleh ISI Surakarta. Duel Gong Kebyar yang berlangsung dua malam, 26-27 Nopember lalu itu, menghadirkan empat grup Gong Kebyar yakni ISI Surakarta, ISI Yogyakarta, Puspa Giri Semarang, dan ISI Denpasar.

Kisah gunung Mandara yang disuguhkan oleh 60 orang mahasiswa ISI Denpasar itu terasa kontekstual dengan bencana alam letusan gunung yang kini sedang merisaukan masyarakat Indonesia. Cerita tentang Mandaragiri sangat akrab pada masyarakat Jawa pencinta wayang kulit. Karena itu, Pemutaran Mandaragiri yang merupakan bagian awal dari epos Mahabharata yang digarap dalam sendratari berdurasi 25 menit, menjadi komunikatif. Penonton yang memenuhi Pendhapa menyimak dengan antusias dan tekun tampilan artistik dan lontaran pesan yang digarisbawahi secara verbal oleh dalang atau narator dalam bahasa Jawa Kuno dan Indonesia.

Alkisah pada zaman satyayuga, para dewa dan raksasa bersepakat bekerja sama mencari tirta amerta atau air kehidupan abadi. Untuk mendapatkan air suci itu adalah dengan cara mengaduk lautan susu, ksiarnawa, dengan sebuah gunung. Pada hari yang telah ditentukan,  gunung Mandara di Pulau Sangka digotong oleh Hyang Antaboga dan diceburkan ke tengah samudra. Agar gunung mengapung, kura-kura Kurma menyangga di dasar laut dan dewa Indra menduduki puncak gunung. Naga Basuki yang membelit gunung, kepalanya dipegang para raksasa dan ekornya ditarik oleh para dewa. Mandaragiri diputar. Samudra mendidih dan topan menyamuk. Para penghuni gunung terpelanting binasa dan habitat lautan bergelimpangan.

Dari puncak gunung mandara menyembur gumpalan hitam pekat. Para dewa dan para raksasa bersorak girang, berebut hendak mereguk gumpalan yang mencair  itu. Dewa Siwa yang mengawasi sepak terjang para dewa dan raksasa itu dengan sigap merebutnya dan dengan seketika meminumnya. Leher Dewa Siwa menjadi biru legam terbakar karena yang diminum oleh Dewa Siwa adalah halahala alias racun pembunuh. Para dewa dan raksasa penasaran dan kembali memutar gunung Mandara yang kemudian mengeluarkan cairan bening wangi, tirta amerta. Para raksasa dengan garang menguasai dan melarikan. Beruntung Dewa Wisnu dapat merebut dengan tipu rayu menjadi bidadari. Tirta amerta itu kemudian ditebar Dewa Wisnu untuk kebahagian segenap manusia dan kedamaian jagat.

Wedhus Gembel Halahala Mandaragiri, selengkapnya

Pengumuman Pemeriksaan Mata

PENGUMUMAN

Nomor :   202/I5.11.1/TU/2011.

Diumumkan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil ( Dosen dan Pegawai )     ISI Denpasar, bahwa akan diadakan pemeriksaan Mata secara Gratis menggunakan system KOMPUTER.

Yang akan dilaksanakan pada :

Hari            :  Rabu.

Tanggal       :  12 Januari 2011.

Jam             :  10.00 Wita s/d. selesai.

Tempat       :  Depan Ruang Kesehatan  (Gedung Translition Centre )

ISI Denpasar.

Demikian pengumuman dibuat untuk diketahui.

Denpasar,       Januari  2011.

a.n. Rektor,

Pebantu Rektor II,

I Gede Arya Sugiartha, SS Kar., M Hum.

NIP 196612011991031003.

Tembusan :

1. Rektor ISI Denpasar sebagai laporan.

1. Dekan

2. Kepala Biro

3. Kepala UPT.

4. Kepala LP2 M. ISI Denpasar

Loading...