M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Pendidikan Anak Usia Dini Jadi Program Utama

Aug 29, 2010 | Berita

Jakarta — Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional mengingatkan, dari enam program utama yang tercantum dalam rencana strategis kementerian, pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah yang pertama dan utama.

“Karena itu saya minta betul kepada kita semua para praktisi, para pemerhati dan semua yang peduli terhadap PAUD, mari kita optimalkan upaya-upaya menangani PAUD ke depan,” kata Hamid ketika memberikan penghargaan kepada pemenang lomba kreativitas dan kreasi seni dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2010, pada Rabu, (21/07) di gedung E lantai 3, kantor Kemdiknas.

Hamid juga mengingatkan, pada akhir 2014 target minimal 72,9 persen angka partisipasi PAUD harus tercapai. Menurut dia, target dalam lima tahun mendatang ini luar biasa ambisius. “Sekarang ini posisinya 53 persen artinya selama 5 tahun kita diminta menaikkan 20 persen angka partisipasi, sehingga rata-rata setiap tahun 4 persen harus naik dari sekitar 29 juta anak. Maka, setiap tahun wajib minimal 1,2 juta tambahan anak usia dini yang harus dilayani,” katanya.

Dia mengajak semua pihak untuk seoptimal mungkin membantu gerakan layanan PAUD di Tanah Air. “Oleh karena itu kami berharap kepada HIMPAUDI, Forum PAUD, mitra-mitra organisasi sosial kemasyarakatan, mari kita berupaya seoptimal mungkin agar PAUD ini betul-betul kita wujudkan,” ucapnya.

Kendati demikian, dia meminta,”Jangan asal membuka PAUD tanpa memenuhi standar layanan minimal yang sudah ditetapkan.” Menurut dia, PAUD nonformal, kelompok bermain dan TPA memang fleksibel pendiriannya. “Tetapi persyaratan dasar/minimal itu tidak bisa ditawar. Harus dipenuhi. Fleksibel itu di dalam program pembelajarannya tetapi kalau ketentuan kelembagaan ketentuan tutor, ketentuan pendidik, ketentuan manajemen itu memang harus mengikuti standar yang kita tetapkan,” ucap Hamid. (nasrul)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/7/22/pendidikan-anak-usia-dini-jadi-program-utama.aspx

Categories

Berita Terkini

Loading...