Denpasar, Bali – Suasana penuh antusiasme mewarnai ruang screening ketika mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menampilkan karya video animasi terbaru mereka. Karya-karya tersebut merupakan hasil eksplorasi kreatif mahasiswa yang memadukan keterampilan teknis dengan gagasan komunikatif, sehingga menghasilkan tontonan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat pesan sosial.

Foto : foto bersama screening video animasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual.
Video animasi yang ditayangkan menampilkan beragam gaya ilustrasi dan teknik animasi, mulai dari pendekatan dua dimensi yang ekspresif hingga eksperimen tiga dimensi yang lebih dinamis. Setiap karya mencerminkan identitas kreatif mahasiswa sekaligus memperlihatkan kemampuan mereka dalam mengolah narasi visual yang komunikatif. Penonton yang hadir, terdiri dari dosen, mahasiswa lintas jurusan, serta stakeholder, memberikan apresiasi atas keberanian mahasiswa dalam mengangkat isu-isu aktual melalui medium animasi.
Screening ini bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang terintegrasi pada Mata Kuliah Animasi dalam kurikulum DKV ISI Bali. Pembuatan video animasi tersebut merupakan tugas Mata Kuliah Animasi yang dirancang untuk melatih mahasiswa dalam menguasai konsep periklanan, storytelling visual, serta keterampilan teknis produksi. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang nyata, di mana mahasiswa dapat menguji kemampuan mereka sekaligus menerima masukan langsung dari audiens.
Tema yang diangkat dalam animasi kali ini adalah iklan layanan masyarakat. Mahasiswa ditantang untuk menyampaikan pesan-pesan penting seperti kesadaran lingkungan, kesehatan, keselamatan berlalu lintas, hingga nilai-nilai budaya lokal. Melalui pendekatan kreatif, pesan-pesan tersebut dikemas dalam bentuk animasi yang ringan, mudah dipahami, dan mampu menyentuh emosi penonton. Hal ini menunjukkan bahwa animasi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi dan kampanye sosial yang efektif.

Foto : salah satu karya Animasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual ISI Bali.
Kegiatan screening ini diakhiri dengan sesi diskusi antara mahasiswa, dosen, dan penonton. Diskusi tersebut membuka ruang refleksi mengenai bagaimana animasi dapat menjadi sarana komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga peka terhadap isu-isu sosial yang berkembang di sekitarnya. Dengan terselenggaranya screening ini, ISI Bali kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak desainer komunikasi visual yang kreatif, kritis, dan beretika. Animasi karya mahasiswa bukan hanya bukti pencapaian akademik, tetapi juga kontribusi nyata dalam membangun kesadaran sosial melalui media visual.










