
Foto: KegiatanDiseminasi Tugas Akhir Fakultas Seni Rupa dan Desain hari ke-2 di Bencingah Nata-Cita Arts Space ISI BALI, Rabu (14/1).
Dalam rangka Vidya Vastu Virya hari ke-2, selain Pameran Visual berlanjut dibuka, adapun kegiatan-kegiatan dari berbagai Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Bali. Hari kedua, Rabu (14/1), diramaikan oleh HMP Seni Murni, HMP Animasi, HMP Produksi Film dan Televisi, dan HMP Desain Mode.
Diantaranya terdapat cerita-cerita yang menginspirasi dari berbagai mahasiswa. Dari HMP Desain Mode dan HMP Program Studi Produksi Film dan Televisi, terdapat beberapa mahasiswa tentang pengalamannya lewat Art Talk. Seperti proses kreatif, eksplorasi ide, hingga nilai disiplin dan konsistensi yang dipelajari selama menekuni bidang ini.
Adapun pagelaran seni nyanyian dan tarian dari beberapa mahasiswa Desain Mode. Anggun Kristipa, salah satu mahasiswa Desain Mode yang ikut mengisi pagelaran seni tersebut, berbagi bahwa acara ini sangat berkesan. Perpaduan nyanyian dari Anggun dan teman-temannya Indah dan Anggita yang menari membuat suasana pagelaran terasa hidup dan emosional. “Setiap penampilan saling melengkapi dan memperkuat cerita bahwa dunia mode erat kaitannya dengan ekspresi seni, perasaan, dan keindahan gerak,” Anggun berbagi.
HMP Seni Murni menghadirkan sebuah performance live painting beserta narasumber mahasiswa Tugas Akhir sebagai narasumber Art Talk. Made Chandra berbagi karyanya yang menghadirkan hasil pengkajiannya terhadap Seni Lukis Wayang Kamasan kepada audiens sedangkan Made Nova Moyo mengangkat isu lingkungan yang kian menggerogoti ekosistem dunia dengan simbol berbagai material serta burung Cendrawasih. “Pengalaman saya, kampus menjadi laboratori yang dinegosiasi, ditanya, dan tempat calon seniman membangun jejaring karena dipertemukan teman-teman dari berbagai lini termasuk SMSR,” kata Chandra.
Keduanya berpendapat bagaimana kesempatan Program ISI Bali Berdampak Magang maupun Studi Independen adalah kesempatan yang tidak datang dua kali, apalagi untuk Moyo yang bertekad harus bisa berkuliah dengan biaya sendiri. Tempat magang akan menjadi jembatan saat nanti keluar kampus, begitu juga menumbuhkan seorang mahasiswa. “Satu kata, ngelindeng, kalau anak seni itu nggak ngelindeng itu gak bebas, buntu, banyakin punya teman, relasi, pasti bisa dah, pasti!” Moyo berpesan.
Dari HMP Animasi menghadirkan pagelaran musik akustik dan dalam Art Talk nya terdapat mahasiswa Semester 3 Caleb Nikao Hutabarat dan mahasiswa Semester 1 Putu Bagus Mas. Dengan industri perfilman animasi di Indonesia yang mengalami peningkatan menjadi alasan kenapa Program Studi Animasi diminati. Tereksposnya diri mereka dengan kartun-kartun seperti Boboiboy dan Upin Ipin membuat mereka tertarik menelusuri pembuatan animasi. “Saya terpikir kenapa tidak menjadi orang di balik layar yang dapat menuangkan imajinasinya dalam bentuk kartun atau animasi,” Bagus Mas bercerita.
Walaupun rintangan ada di pembagian waktu kerja dan terus membangun komunikasi sesama dengan proses pembuatan animasi yang mencakup pra sampai pasca produksi, Caleb dan Bagus Mas merasa tugas-tugas yang dikerjakan kelak akan berguna. “Pesan saya tetap improve diri sendiri, jangan terlalu mood swing, tetap berkarya dan menjadi orang yang berdampak di masa depan,” pungkas Caleb.










