M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Peran Dosen Itu Ternyata Banyak, ya?

Mar 8, 2010 | Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Perencanaan pengembangan diri dosen selama ini masih terfokus pada dua hal. Pertama, dosen diharapkan mampu meningkatkan gelar akademik sehingga dosen didorong terus untuk melanjutkan pendidikannya sampai dengan gelar doktor. Kedua, dosen diharapkan mengikuti kegiatan-kegiatan untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilannya.

Pelatihan apa pun tidak akan memberi hasil optimal bila dosen tidak memiliki keterampilan, kepribadian, dan temperamen yang tepat. (Winarni Wilman)

“Belum tampak adanya kegiatan yang bisa mengembangkan aspek-aspek kepribadian dosen dan soft skills,” ujar Winarni Wilman, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (5/3/2010), terkait makalahnya berjudul “Pendekatan Psikologi untuk Optimalisasi Pengembangan Diri Dosen” yang dipresentasikan di Kampus UI, Rabu (3/3/2010) lalu.

Winarni mengatakan, aspek-aspek tersebut berupa communicative skills, team building skills, leadership skills, time management skills, conflict management skills, stress management skills, trustworthiness, serta organizational effectiveness. Aspek-aspek itulah yang mendukung pekerjaannya sebagai dosen menjadi efektif.

“Karena dalam kenyataannya, peran sebagai dosen jauh lebih luas daripada mengajar dan mendidik,” ucap Winarni.

Peran dosen lainnya, kata Winarni, mengutip Kizlik (2010) sebagai sumber makalahnya, adalah seorang komunikator, pembentuk disiplin, pemberi informasi, penilai, manajer, konselor, anggota dari berbagai kelompok, pengambil keputusan, tokoh panutan, dan mungkin juga sebagai pengganti orangtua.

“Setiap peran ini memerlukan latihan dan keterampilan yang sering kali tidak diajarkan dalam pendidikan kesarjanaan yang diambilnya. Apa pun pelatihan atau kursus yang diikuti tidak akan memberikan hasil yang optimal bila ia tidak memiliki keterampilan, kepribadian, dan temperamen yang tepat,” ujarnya.

Apalagi, tambah Winarni, sebagai dosen yang juga psikolog, dia sering kali berhubungan dan harus membantu orang-orang yang memiliki masalah. Untuk itu, aspek kepribadian dan soft skills sangat diperlukan.

“Di perguruan-perguruan tinggi di negara lain, persyaratan kepribadian calon dosen sudah dicantumkan ketika lowongan pekerjaan tersebut diiklankan. Di sini?” ujarnya.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/03/05/15364566/Peran.Dosen.Itu.Ternyata.Banyak..Ya

Categories

Berita Terkini

Loading...