M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Pendidikan Harus Ramah Sosial

Feb 18, 2011 | Berita

Jakarta — Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menyatakan pendidikan harus ramah sosial. Untuk mendukung kebijakan pendidikan yang ramah sosial, pemerintah membuat program beasiswa BIDIK MISI bagi mahasiswa tidak mampu.

“Tahun ini Kemdiknas menargetkan pemberian 50 ribu beasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia,” ujar Menteri Nuh ketika berceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Selasa (15/2).

Menteri Nuh menjelaskan, pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66/2010 yang mengatur antara lain keharusan perguruan tinggi negeri menyediakan kuota 20 persen bagi siswa miskin. Ada pula kebijakan pendidikan bagi yang berkebutuhan khusus, serta kucuran dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Kegiatan yang bertemakan “Meneladani Sifat Amanah Rasululloh SAW” tersebut diselenggarakan Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Utara dan Jakarta Islamic Center. Acara dihadiri pelajar dan  Jamaah Majelis Ta’lim di daerah Jakarta Utara. Ikut mendampingi Menteri Nuh adalah Staf Ahli Bidang Kajian Sistem Pendidikan A. Hanief Saha Ghafur, dan Plt. Kepala Pusat Informasi dan Humas Ibnu Hamad.

Dalam ceramahnya, Menteri Nuh mengingatkan bahwa belajar tidak hanya dari teks atau seorang guru. Belajar bisa juga dari ilmu-ilmu kehidupan, dan gurunya adalah ahli-ahli hikmah. “Sehingga kita harus bisa belajar pada siapa pun yang mampu memberikan pencerahan, mampu memberikan pengajaran, dan mampu menjadikan sumber keteladanan,” tuturnya. (arief)

Sumber: kemdiknas.go.id

Categories

Berita Terkini

Loading...