M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

391 Mahasiswa: Cetak Rekor Lagi dan Dua Prodi Baru Fakultas Seni Rupa dan Desain Perdana Ikut dalam Yudisium Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026

Feb 9, 2026 | Berita, Berita Kegiatan

Foto: Yudisium FSRD ISI BALI, Rabu (4/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI

Yudisium Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (4/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI menjadi sangat spesial karena lagi-lagi menjadi Yudisium dengan mahasiswa terbanyak yang pernah dilaksanakan FSRD ISI BALI. Setelah melaksanakan Desiminasi Tugas Akhir ISI BALI Berdampak dan mendapatkan nilai terbaiknya, 391 mahasiswa dari 9 Program Studi (Prodi) FSRD ikut melaksanakan Yudisium hari ini. Yaitu Prodi Seni Murni (37), Prodi Kriya (11), Prodi Desain Interior (65), Prodi Desain Komunikasi Visual/DKV (106), Prodi Fotografi (28), Prodi Desain Mode (71), Prodi Produksi Film dan Televisi/PFTV (28), serta dua Prodi terbaru Desain Produk (22) dan Animasi (22) telah menghasilkan Sarjana Terapan (D4) juga.

Menurut laporan Wakil Dekan I FSRD ISI BALI, selaku Ketua Panitia Yudisium, Bapak Dr. I Made Pande Artadi, S.Sn., M.Sn., adapun Program ISI BALI Berdampak yang telah dijalankan diantaranya Program Studi Independen Berdampak, Wirausaha Berdampak, Magang Berdampak dan Asisten Mengajar Berdampak. Diharapkan kedepannya karya-karya yang kelak dibuat tidak hanya pencapaian estetika tetapi dapat menyentuh kemanusiaan, berguna serta berdampak untuk masyarakat luas. “Hari ini adalah gerbang awal adik-adik untuk benar-benar Meraya Citta Samasta. Ingatlah bahwa gelar yang nanti anda bawa adalah tanggung jawab untuk menjadi individu yang solutif dan inovatif,” pesan Bapak Artadi.

Disampaikan juga Lulusan terbaik FSRD ISI BALI dari 9 Program Studi yang kali ini pun memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang cukup tinggi antara 3.90 sampai dengan 4.00. Terdapat tiga Lulusan Terbaik Tingkat Fakultas Program Sarjana (S1) yakni Naomi Eunike Erasti Andrianto sebagai Terbaik I dengan IPK 4.00 dari Prodi Kriya, Komang Pradnya Triandana Iswara dengan IPK 4.00 sebagai Terbaik II dari Prodi Desain Interior, dan Kadek Candra Purnami dengan IPK 4.00 sebagai Terbaik III dari Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV). Terdapat juga tiga Lulusan Terbaik Tingkat Fakultas Program Sarjana Terapan (D4) yakni Trixie Liang Gono sebagai Terbaik I dengan IPK 4.00 dan Ni Putu Ayu Sugiari sebagai Terbaik II dengan IPK 4.00 dari Prodi Desain Mode, serta Gede bumi Apnala Bayu sebagai Terbaik III dengan IPK 4.00 dari Prodi PFTV. 

Foto: Peserta Yudisium FSRD ISI BALI, Rabu (4/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI

Sedangkan untuk Karya Terbaik diraih oleh Shafa Auliapay Aisyah (Prodi Seni Murni), I Kadek Yogi Kertayasa (Prodi Kriya), I Made Bayu Prihanjagat (Prodi Desain Interior), I Gusti Ayu Agung Ari Yovita Adriani (Prodi DKV), I Made Surya Hendra Sujana (Prodi Fotografi), Ni Kadek Dwi Astridiani (Prodi Desain Mode), Gloriya Trivika (Prodi FTV), I Putu Gede Osana (Prodi Desain Produk) dan I Nyoman Arya Bagus Pangestu (Prodi Animasi). Tahun ini, Naomi Eunike Erasti Andrianto dari Prodi Kriya mewakili penyampaian kesan pesan dari mahasiswa yang ber-Yudisium. Naomi menyampaikan bahwa proses berkuliah di FSRD tidaklah sesingkat yang terlihat dan semudah yang dibayangkan. Ia merasakan guyub teman-teman sejawatnya yang terus berjuang dan berkarya. Ia terus berharap FSRD ISI BALI terus menjadi contoh yang baik, berkembang maju dengan fasilitas yang semakin baik dan menunjang kegiatan perkuliahannya selama ini.

“Program MBKM dan ISI BALI Berdampak menjadi salah satu pengalaman yang penting dalam perjalanan kami karena kami diberi kepercayaan dalam menyelami dan mengasah kompetensi, serta melihat realitas di industri sehingga mendapatkan pengalaman keilmuan yang lebih lagi,” jelas Naomi. Di tengah acara berlangsung, terdapat juga beberapa pertunjukan musik gamelan, tarian, nyanyian, musik band dan akustik yang menghibur para peserta Yudisium dan dosen-dosen yang menghadiri. Rangkaian Yudisium lalu ditutup oleh pesan-pesan dari Dekan FSRD, Bapak Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg. Bapak Nengah menyampaikan selamat kepada mahasiswa yang melaksanakan Yudisium hari ini setelah menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Diharapkan kedepannya para mahasiswa yang sudah lulus dari FSRD dapat tetap  menjaga hubungan yang baik serta membawa nama baik almamater di dunia yang dijajaki selanjutnya, baik itu dunia kerja maupun lanjut studi di jenjang yang lebih tinggi. “Yudisium ini menjadi titik akhir di FSRD ISI BALI, tetapi titik awal di luar. Jangan lupa almamater!” Bapak Nengah berpesan.

Categories

Berita Terkini

Loading...