M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ESTETIKA POSTMODERN DALAM MUSIK KONTEMPORER DI BALI

Oleh: I Gede Arya Sugiartha

Seni dewasa ini tidak hanya dipahami sebagai produk rasa, melainkan juga mencerminkan kemampuan intelektual manusia. Pada mulanya seniman jarang menjadikan seni sebagai wacana, ia lebih banyak mencipta dan melakukannya. Namun merujuk pada pemahaman yang terus berkembang dan munculnya filsafat ilmu pengetahuan modern, banyak filsuf professional maupun seniman mulai membicarakan makna “seni”, “pengalaman estetik”, “kebenaran artistik”, yang dipergunakan dalam wacana-wacana seni. Namun satu hal yang paling mengejutkan adalah betapa sulitnya para filsuf dan seniman membuat batasan-batasan istilah dalam seni, karena ketika menganalisis apa yang mereka maksudkan hasilnya sering tidak konsisten pertautannya, sehingga perlu dipahami secara mendalam.

Salah satu misalnya wacana tentang seni dan keindahan. Pendapat yang paling bersahaja dan sering kita dengar bahwa semua yang indah adalah seni, atau sebaliknya bahwa semua seni itu indah dan yang tidak indah bukanlah seni; kejelekan berarti ketiadaan seni. Identifikasi seni dan keindahan seperti ini adalah dasar dari kesukaran kita dalam memberikan apresiasi terhadap seni. Bahkan pada orang-orang yang nyata-nyata sensitif terhadap segi-segi estetikpun anggapan ini merupakan sensor yang tidak disadari pada saat berhadapan dengan hasil seni yang kebetulan tidak indah. Baik pandangan historis yang meneliti bagaimana hasil-hasil seni di masa silam maupun pandangan sosiologis dengan memahami bagaimana manifestasi seni sekarang ini di berbagai tempat di dunia ternyata bahwa hasil seni sering merupakan sesuatu yang tidak indah.

Pada musik kontemporer misalnya, kita sering dihadapkan pada kenyataan bahwa musik komtemporer tidak selalu bisa kita nikmati sebagai sesuatu yang indah dan menyenangkan. Bahkan sebaliknya banyak karya-karya musik kontemporer membuat penontonnya jengkel, bosan, bahkan marah yang berakhir dengan kecaman. Namun apakah yang demikian itu tidak bisa kita golongkan kedalam sebuah karya seni, inilah pertanyaan yang akan ditelusuri lewat pemikiran baru, lewat paradigma baru sebagai dampak arus perkembangan intelektual manusia masa kini.

Dalam tulisan ini saya akan melakukan kajian estetika pada dua karya musik yang lahir di Bali yaitu “Mule Keto” (1987) dan “Gerausch” (2005). Kedua karya ini, sesuai dengan yang diperkenalkan oleh penciptanya adalah karya musik yang digarap dengan konsep komtemporer. Namun demikian kedua karya ini memiliki perbedaan orientasi dalam memaknai dan menerapkan konsep kontemporer, yang satu berubah secara bertahap dalam bingkai yang lentur sedangkan yang satu melakukan perubahan radikal, bahkan melampau batas-batas konseptual sebuah karya musik. Karya yang satu dapat memberikan rasa senang, sedangkan yang satu menjengkelkan, kenapa? Inilah permasalahan yang dicoba dibahas dengan menggunakan prinsip dan alur pemikiran postmodern. Bersandar pada pendapat bahwa seni adalah bagian dan unsur terpenting dari kebudayaan, maka dengan mencoba memahami kerangka berfikir setiap era/jaman (pra modern, modern, postmodern), maka kehadiran seni yang kebetulan tidak menyenangkan dapat dijelaskan.

Selengkapnya dapat diunduh disini

Pemenang Lelang Pembangunan Dekanat FSP Tahap I

Sehubungan dengan Surat Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Pembangunan Gedung Pendidikan, Pekerjaan Pembangunan Dekanat Fakultas Seni Pertunjukan Tahap I Nomor : 2635/UPBJ/ISI/VIII/2009 tanggal 10 Agustus 2009, dengan ini diumumkan kepada para peserta lelang bahwa calon pemenang lelang untuk pekerjaan tersebut di atas adalah sebagai berikut.

selengkapnya dapat diunduh disini

Program Kreativitas Mahasiswa 2010

DP2M Kembali meluncurkan Program Kreativitas Mahasiswa untuk pendanaan 2010, berikut petikan suratnya:

Bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 4 bidang yaitu : PKMP, PKMM, PKMK, dan PKMT yang akan didanai tahun 2010.

Sehubungan hal tersebut di atas kami sangat berterima kasih apabila Saudara berkenan menginformasikan program dimaksud kepada mahasiswa di perguruan tinggi Saudara, dengan persyaratan sebagai berikut :

1. Setiap usulan proposal dibuat rangkap 2 (dua)

2. Surat pengantar resmi dari perguruan tinggi

3. CD/disket berserta print out rekap daftar seluruh proposal dari Perguruan Tinggi Saudara diisi sesuai form terlampir

4. Dikirim via email

5. Batas waktu pengajuan usulan selambat-lambatnya tanggal 9 Oktober 2009 pukul 16.00 WIB.

Apabila pengiriman proposal lewat dari batas waktu yang telah ditentukan, dan pengiriman proposal tidak disertai CD (Compact Disk) yang berisi rekapitulasi data proposal maka proposal tidak akan diproses. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Surat asli dapat diunduh disini

Pedoman proposal PKM dapat diunduh disini

Informasi selanjutnya dapat menghubungi LP2M ISI Denpasar

Mahasiswa ISI Dps “Nyantrik”pada Nyoman Mandra:  Hibah Pengajaran Inovatif B-Art

Mahasiswa ISI Dps “Nyantrik”pada Nyoman Mandra: Hibah Pengajaran Inovatif B-Art

Nyantrik

Nyantrik

Klungkung- Penutupan hibah pengajaran inovatif B-Art, Program Studi seni lukis, jurusan seni murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar, ditutup oleh Dekan FSRD Dra. Ni Wayan Rinu, M.Si, mewakili Rektor Prof. Dr. I Wayan Rai,S.MA Sabtu (1/8), di studio seni lukis wayang kamasan I Nyoman Mandra, Klungkung.

Penutupan ini juga dihadiri oleh Pj. Ketua Jurusan Seni Murni Drs. I Made Ruta, Ketua PS. Lukis Dra. I Made Purnami Utami,M.Erg, dosen pembimbing dan diawasi oleh wakil dari monitoring dan evaluasi (monev) ISI Denpasar.

“Nyantrik merupakan proses belajar langsung dari pendahulu maestro seniman lukis kamasan, dan ini merupakan program inovatif yang mengangkat nilai tradisional untuk dipelajari, di kembangkan dan dibawa pada pergaulan global di era posmodern ini, “ungkap Rinu dalam sambutan penutupannya.

“Wayang kamasan menurut Rinu merupakan Renaisancenya Bali yang patut diwariskan dan dipelajari oleh generasi muda agar nantinya dapat dikembangkan dan jangan sampai punah.

“Pihak kampus dan Bapak Rektor sangat bersyukur bahwa program “nyantrik” dapat terlaksana dan dikembangkan sebagai program pengajaran inovatif, sehingga dapat diikuti oleh program studi yang lainnya” harapnya.

Selanjutnya berharap seniman lukis kamasan I Nyoman Mandra dapat menjadi dosen luar biasa di FSRD, untuk mewariskan kehliannya kepada mahasiswa di kampus seni terbesar di Bali.

“Nyantik” diikuti oleh 15 mahasiswa semester IV seni lukis yang mengambil mata kuliah menggambar tradisi dua, berlangsung  selama seminggu penuh, (sama dengan satu semester) dan empat hari kerja mandiri untuk penyelesaian gambar, nantinya akan dinilai oleh dosen pembimbing Drs. I Nyoman Yasana, M.Erg. dan koordinator pelaksana Drs. I Nyoman Nirma, selanjutnya pihak FSRD memamerkan kepada masyarakat luas.

Seniman lukis klasik I Nyoman Mandra menyambut baik kegiatan”Nyantrik” ini dan bersyukur bahwa generasi muda masih mau belajar manggambar seni lukis klasik sebagai tradisi kita. Mandra berharap mahasiswa untuk terus berkarya dan mencintai seni tradisi di zaman modern ini agar seni lukis klasik kamasan semakin dikenal di manca negara.

Sehingga melalui lukis tradisi wayang klasik kamasan dapat menjadi gaung, yang lebih besar ketingkat internasional dengan muatan lokal sebagai lokal genius. Mudah-mudahan ini menjadi bukti bahwa program inovatif pembelajaran B-Art sangat berguna bagi mahasiswa, proses pembelajaran inovatif FSRD Isi Denpasar, dan pengembangan seni tradisi Bali secara lebih luas.

Keterangan foto: Mahasiswa PS. Lukis, Jurusan Seni Murni FSRD ISI Denpasar, foto bersama pada penutupan “Nyantrik” Hibah Pengajaran Inovatif di studio I Nyoman Mandra Kamasan Klungkung Sabtu (1/8). Insert mahasiswa sedang menggambar wayang klasik Kamasan. *

(By: arba wirawan)

Loading...