M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

SEDAH WONG

Penata

Nama                     : I Putu Adi Sujana

Nim                       : 200603004

Program Studi       : Seni Pedalangan

Sinopsis :

Alkisah di Puri Wanayu I Gusti Gede Lod sedang merenungi keadaan puri yang dilanda kesedihan, akibat terjadinya perang saudara di puri Wanayu membuat I Gusti Gede Lod meninggalkan puri Wanayu.

Tidak diceritakan perjalanan I Gusti Gede Lod maka sampailah ia di Badung dan menghadap kepada Raja Kesiman untuk bisa diterima sebagai abdi. Dalam pertemuan tersebut tanpa sengaja ucapan Gede Lod membuat Raja Kesiman merasa tersinggung dan marah. Untuk dapat diterima sebagai abdi di puri kesiman maka Gede Lod harus memenuhi syarat-syarat yang diajukan sang raja. Dengan sigap Gede Lod kemudian bersedia untuk memenuhi syarat yang diajukan dan mohon pamit.

Pendukung Pedalangan      : Para Seniman Topeng dan Alumni ISI

Denpasar

Pendukung Karawitan       : Sanggar Wrdhi Cwaram, Denpasar

GENTA UTER

Penata

Nama                     : I Gede Anom Ranuara

Nim                       : 200603001

Program Studi       : Seni Pedalangan

Sinopsis :

Diceritakan disebuah pengasraman sedang berlangsung suatu kegiatan belajar mengajar yang bersifat non formal. Dalang sebagai instruktur memberikan pemahaman betapa pentingnya kita menuntut ilmu pengetahuan sedini mungkin untuk bekal di dalam kehidupan. Dalang memberikan contoh manfaat pengetahuan itu dengan menggelar wayang dengan cerita pendirian Kerajaan Indraprasta. Dengan keterampilan, pengetahuan, persahabatan dan pengabdian yang dimiliki oleh Pandawa akhirnya Indraprasta berdiri dengan megahnya.

Disisi lain jin penunggu Kandawa berontak, karena kerajaannya diusik oleh Pandawa. Yudistira dengan penuh persaudaraan dan kebijakannya mampu meredam kemarahan para Jin tersebut.

Pendukung Karawitan       : Sanggar Lila Arsa Jero Gede

Taen Siat Denpasar

SANG KACA

Penata

Nama                     : Ni Wayan Sari Megantari

Nim                       : 2006.01.023

Program Studi       : Seni Tari

Sang Kaca adalah manusia setengah dewa yang dipilih oleh para dewa untuk mencuri ilmu Sanjiwani dari Begawan Sukra. Karena melihat penampilan dan kepolosan Sang Kaca, Begawan Sukra menerimanya sebagai murid. Tujuan kedatangan Sang Kaca menuntut ilmu diketahui oleh para murid Begawan Sukra yaitu para raksasa. Ketika Sang Kaca menggembala Lembu, ia disergap oleh para raksasa, kemudian dibunuh, dibakar dan abunya dimasukkan ke dalam anggur. Wrihasparwa (Murid Guru Sukra) beserta anak buahnya menghaturkan anggur tersebut kepada guru Sukra tanpa diketahui bahwa dalam anggur tersebut terdapat abunya Sang Kaca, ternyata Sang Kaca berada di dalam dirinya. Guru Sukra sangat marah kepada para raksasa. Untuk jalan yang terbaik maka guru Sukra mengajarkan Sang Kaca Ilmu Sanjiwani. Untuk mengeluarkan Sang Kaca guru Sukra membelah diri.

Penata Iringan  : I Wayan Sugandya,SSn

Pendukung Iringan :Siswa SMKN 3 Sukawati,Gianyar

Pendukung Tari      :

Anak-Anak Sanggar Tari Satria Lelana, Batuan, Gianyar

SINATRIA GATOTKACA

Penata

Nama                     : I Gede Riko Raharja

Nim                       : 031111980

Program Studi       : Seni Tari

Gatotkaca adalah keturunan kesatria yang sakti mandraguna, merupakan putra dari Bimasena dan raksasa perempuan bernama Arimbi. Diceritakan Abimanyu sedang dirundung kegelisahan di tengah hutan karena Siti Sundari kekasihnya dijodohkan dengan Laksana Kumara anak dari Duryodana.   Tiba-tiba muncullah Ida Batari Durga dan merasa kasihan terhadap Abimanyu dan memberi saran untuk meminta bantuan kepada Gatotkaca. Gatotkaca bersedia membantu Abimanyu untuk menculik Siti Sundari dan terjadilah pertempuran antara Gatotkaca dan Laksana Kumara serta Pasukan Korawa lainnya tunggang langgang

Penata Iringan     : I Wayan Ari Wijaya, S.Sn

Pendukung Iringan :Sanggar Palawara,Tanjung Bungkak Denpasar

Pendukung Tari :

I Wayan Raharja Diputra (Semester IV)

I Putu Candra Praditha (Semester II)

MITYHA

Penata

Nama                     : Ida Ayu Diah Setiari

Nim                       : 200601005

Program Studi       : Seni Tari

Sinopsis :

Kesetiaan itu ternoda, diantara dua pilihan yang sulit. Dewi Uma harus menanggung segala dosa, atas ketidak jujuran yang telah ia lakukan. Kutukan Siwa telah menjadikannya sosok yang menyeramkan yaitu Durga. Itulah takdir yang harus ia terima dalam ketidakberdayaannya. Noda yang tak pernah ia bayangkan terjadi juga. Kini ia harus berjalan dengan segala takdirnya.

Penata Iringan       : I Wayan Gede Arnawa, S.Sn

Pendukung Tari      :

  1. Luh Gede Candra Pratiwi
  2. Ni Wayan Kurniati
  3. Ni Wayan Aniek Ferdiantini
  4. Kadek Shanti Gitaswari Prabhawita

Pendukung Iringan  : Sekaa Gong Semara Jaya, Banjar Singgaran

Desa Sedang Kabupaten Badung

AWIDYASMARA

Penata

Nama                     : I Made Putra Wantara

Nim                       : 200502011

Program Studi       : Seni Karawitan

Nama                     : Ni Nyoman Damayanti

Nim                       : 200601025

Program Studi       : Seni Tari

Sinopsis :

Cinta adalah sebuah anugrah yang dapat membuat manusia mampu melakukan sesuatu, bahkan melampui kemampuannya. Oleh sebab itu, banyak orang memburunya. Untuk mendapatkan memang memerlukan berbagai upaya dan pengorbanan. Sebagaimana digambarkan dalam garapan Awidyasmara yang mengekspresikan karakter seorang  wanita yang sedang dimabuk asmara. Namun untuk hal itu, wanita tersebut melakukan upaya hingga lupa akan etika, norma dan nilai-nilai budaya ketimuran. Manusia tetaplah manusia, upaya wanita tersebut membuat laki-laki  pujaannya jatuh hati. Garapan ini diiringi oleh Gamelan Gong Kebyar dimana ritme dan tempo dari iringan tari ini disusun atau dikomposisikan sesuai dengan karakter dari tokoh yang ditampilkan. Sehingga karya tari dan karawitan ini menjadi sebuah karya seni pertunjukan yang utuh.

Pendukung Karawitan       : Sekaa Gong Dharma Sawitra Banjar  Pulugambang, Peguyangan, Denpasar Utara

Pendukung Tari                :

  • Mahasiswi Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Siswi SMKN 3 Sukawati
Loading...