M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

PELATIHAN MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW)

PENGUMUMAN

Nomor: 720/I5.1.10/PP/2011

Diberitahukan kepada Mahasiswa FSRD ISI Denpasar yang sudah Yudisium semester ganjil 2010/2011 dan ikut Pelatihan Mahasiswa Wirausaha (PMW) agar segera menghubungi Pembantu Dekan III.

Demikian kami sampaikan untuk dapat dilaksanakan. Terima kasih.

Denpasar, 3 Maret 2011

A.n. Dekan

Pembantu Dekan III,

Drs. D.A. Tirta Ray, M.Si

NIP. 195704231987101001

STUDI EKSKURSI KE PALU

PENGUMUMAN

Nomor: 721/I5.1.10/PP/2011

Diberitahukan kepada Mahasiswa FSRD ISI Denpasar bahwa Pendaftaran Studi Ekskursi ke Palu, Sulawesi Tengah yang akan dilaksanakan pada bulan April 2011 dimulai tanggal 7 – 18  Maret 2011 dengan persyaratan sbb:

1.   Minimal duduk di semester IV;

2.   Atau minimal sudah lulus 60 sks;

3.   Menyerahkan Transkrip Akademik.

Demikian kami sampaikan untuk dapat dilaksanakan. Terima kasih.

Denpasar, 3 Maret 2011

A.n. Dekan

Pembantu Dekan III,

Drs. D.A. Tirta Ray, M.Si

NIP. 195704231987101001

Pemberian Penghargaan Kepada Peneliti Muda Indonesia 2011

Pemberian Penghargaan Kepada Peneliti Muda Indonesia 2011

Biro Oktroi Roosseno (BOR), dalam rangka peringatan HUT ke-60 akan memberikan bantuan dalam bentuk hibah dengan jumlah total Rp 300.000.000,00 untuk empat pemenang, atau sebesar Rp 75.000.000,00 tiap proposal penelitian.

Setiap hak kekayaan intelektual yang dihasilkan dari penelitian ini tidak akan diklaim oleh BOR. Namun demikian BOR siap membantu drafting paten dan proses pendaftaran permohonan paten dari hasil penelitian tersebut.

Penghargaan diberikan dalam bentuk bantuan dana untuk jangka waktu penelitian maksimal satu

tahun ,dan dalam bidang:

A. Pemanfaatan Energi Alternatif

B. Peningkatan Ketahanan Pangan

C. Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati

Calon penerima penghargaan dan rpoposal penelitiannya perlu mendapat rekomendasi dari sebuah lembaga penelitian ilmiah. Untuk institusi pendidikan tinggi supaya direkomendasikan oleh ketua Lembaga Penelitian atau Dekan Fakultas. Untuk pusat riset non-universitas supaya direkomendasikan oleh direkturnya atau kepala lembaga.

Proposal yang telah lengkap, serta Biodata yang menunjukkan track record keunggulan

sebagai peneliti, harus sudah diterima BOR paling lambat 10 Mei 2011 pukul 17.00 WIB.

Sumber dan file Selengkapnya

Sosialisasi Penelitian Dana Dipa 2011

Oleh  I Wayan Mudra, LP2M ISI Denpasar

Hari Kamis, 23 Februari 2011 LP2M ISI Denpasar mensosialisasikan hibah-hibah penelitian dengan dana DIPA ISI Denpasar maupun usulan untuk proposal yang dikompotisikan  di DP2M Dikti dihadapan para Dekan, Pembantu Dekan, Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan di lingkungan ISI Denpasar.  Untuk dana DIPA ISI Denpasar tahun 2011 dikompetisikan 10 proposal Penelitian Fundamental dengan dana masing-masing Rp. 21. juta, Hibah Bersaing 3 proposal masing-masing Rp. 30 juta  dan 5 proposal Penelitian Dosen Muda masing-masing Rp. 7,5 juta yang didanai melalui bantuan PNBP. Dosen muda ditujukan untuk dosen maksimal golongan 3d dan belum pernah mendapatkan hibah kompetitif dan tidak sedang belajar/studi. LP2M ISI Denpasar juga mengadakan kegiatan rutin KKN pada setiap Bulan Juni 2011.  LP2M ISI Denpasar juga akan mengadakan kegiatan rekontruksi seni dan studi banding. Untuk pengabdian Kepada Masyarakat telah dimenangkan oleh dua orang dosen dipusat  dengan dana DIPA ISI Denpasar.  Dekan FSRD ISI Denpasar mengusulkan usulan proposal disesuaikan dengan bidang ilmu dosen dan  mata kuliah yang diampu,  alangkah baik shearing dengan dekan, kalau memungkinkan nilai KKN dilakukan bersamaan untuk memudahkan administrasi di fakultas. Ketua LP2M juga menjelaskan kualitas hasil penelitian sangat tergantung pada peneliti, dana kadang-kadang  bukan menjadi ukuran kualitas. Evaluasi proposal dilakukan 2 tahap, pertama evaluasi administrasi dan kedua melalui evaluasi substansi. Usulan proposal dengan dana DIPA ISI Denpasar penandatanganan proposal dilakukan oleh kepala pusat-pusat  sesuai dengan substansi penelitiannya seperti  yang ada di Lp2M (Kepala Pusat desain, Kepala Pusat Seni Kreasi Baru dan Kepala Pusat Seni Tradisi dan pusat Pengabdian Kepada Msyarakat), sedangkan untuk proposal ke DP2M Dikti ditandatangani oleh Ketua LP2M ISI Denpasar. Proposal dikumpulkan 5 eksemplar, batas terakhir pengumpulan proposal dengan dana ISI Denpasar, 24 Maret 2011.

Mahasiswa Fotografi ISI Denpasar Kembali Juarai Kompetisi Foto Nasional UGM

Mahasiswa Fotografi ISI Denpasar Kembali Juarai Kompetisi Foto Nasional UGM

Kiriman Arba Wirawan.

Prestasi mahasiswa Ps. Fotografi, FSRD ISI Denpasar setelah menjuarai lomba pembangunan nasional trofi presiden SBY 2010, kembali menjuarai kompetisi menulis Blog & Foto “Motivasi dan Inspirasi dalam kehidupan sehari-hari” Selasa, (22/2). Foto dengan judul “Demi Masa Depannya” karya I Made Adi Dharmawan di selenggarakan oleh Universitas Gajah Mada,Yogyakarta. Kompetisi foto ini terbuka untuk umum dan tingkat nasional. Kompetisi ini diharapkan dapat menampilkan sisi keajaiban-keajaiban kecil yang mampu menggetarkan sisi-sisi emosional kita dan membangkitkan gairah untuk maju dan berkembang dalam hidup khususnya karir yang menyita sebagian besar hidup kita.

Dewan Juri yang terdiri dari fotografer profesional, dosen hingga psikolog akhirnya menetapkan,Juara 1 di raih oleh I Made Adi Dharmawan dengan Judul Foto “Demi Masa Depannya”, Juara 2  Sandhi Irawan dengan foto berjudul “Membantu Ibu”, Juara 3 Reinhart H Sianturi dengan foto berjudul Yes You Can disusul dengan beberapa nominator terbaik. Menurut dewan juri foto yang terpilih  adalah foto yang memenuhi kriteria utama yaitu kesesuaian tema, estetika dan teknis. Untuk tema Motivasi dan Inspirasi ini cenderung semi jurnalistik, sehingga kesesuaian tema akan sangat terpengaruh oleh kekuatan moment dan Foto yang terpilih berdasarkan muatannya tentang motivasi dan inspirasi , dan mampu menggerakkan atau mempengaruhi yang melihatnya.

Pemenang dan Nominator memperoleh yang tunai dan souvenir dari panitia. “ Selamat kepada para pemenang, dan tetaplah berkarya kepada para peserta yang lain” ungkap ketua panitia.” Anda telah menerima tantangan, dan Anda sukses melewatinya dengan take action” imbuhnya

Membaca Jejak “Paus” Teknologi Indonesia

Membaca Jejak “Paus” Teknologi Indonesia

Era globalisasi telah menciptakan gelombang persaingan yang ketat dan berdampak luar biasa. Dampak paling hebat bisa dirasakan pada aspek ekonomi dan teknologi. Bagi negara berkembang yang ingin mengikuti pentas persaingan, penguasaan terhadap teknologi merupakan prasyarat agar mampu tampil ke depan, berdiri sejajar dengan bangsa lain.

Manusia dan teknologi tidak dapat dipisahkan. Teknologi terkandung dalam diri dan cara-cara hidup manusia dalam masyarakat. Sebaliknya teknologi tidak dapat terlepas dari manusia karena teknologi itu ada karena ciptaan manusia. Kemampuan berpikir manusia yang sistematis, analitis, dan mendalam mampu menghasilkan ilmu pengetahuan. Dari ilmu pengetahuan lahir teknologi, yang mendorong nilai tambah terhadap hasil budi daya manusia.

Sejak BJ Habibie dilantik sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (1978), banyak terjadi perubahan fundamental pada kegiatan-kegiatan penelitian di Indonesia. Dia mengarahkan penelitian agar lebih terfokus untuk menghasilkan teknologi yang diterapkan bagi pembangunan. Awal tahun 1983, lahir gagasan Habibie tentang konsep transformasi industri nasional. Gagasan ini muncul pertama pada ceramah umum di Bandung, yang kemudian resmi dipublikasikan pada 14 juni 1983 di Bonn, Jerman, dengan judul “Beberapa Pemikiran Tentang Strategi Transformasi Industri Suatu Negara Sedang Berkembang”.

Habibie mambangun konsep transformasi industri dengan “mulai dari akhir dan berakhir di awal”. Artinya, bahwa akhir berarti tahap akhir dari suatu proses penahapan secara evolutif pengembangan produk teknologi yang secara klasik telah ditempuh oleh industri negara-negara maju. Proses mulai dari tahap awal berupa penelitian dasar sampai dengan tahap akhir berupa perakitan dan pemasaran produk. Jadi, konsep Habibie berupa proses transformasi teknologi nasional dimulai dari perakitan dan pemasaran produk untuk dan kembali untuk pengembangan dan inovasi produk industri.

Dalam transformasi ini, Habibie membuat tahapan yang disebut satuan mikro-evolutif yang dipercepat atau micro-accelerated evolution unit (MAEU). Ia sering menggelorakan pembaharuan terhadap teknologi dengan slogannya, “kita tidak bisa membuat sebuah penemuan ulang suatu teknologi yang sudah lama ditemukan bangsa lain sebab kita akan tertinggal”.

Pemikiran dasar Habibie untuk membangun teknologi Indonesia terwujud dalam empat tahap penting. Pertama, pemasaran produk dengan pemasaran jaringan produk pendukung atau “purnajual” sampai jumlah tertentu yang memungkinkan memproduksi produk tersebut. Kedua, produksi dengan lisensi, dimulai dengan mengembangkan jaringan “pengendalian dan pengamanan mutu” atau quality control and quality assurance dengan penekanan biaya dan peningkatan kualitas produk.

Ketiga, pengembangan teknologi dengan memanfaatkan disiplin Ilmu Pengetahuan Terapan yang tepat dan berguna untuk menciptakan produk baru. Keempat, melaksanakan riset dalam Ilmu Dasar dan Ilmu Terapan yang biasanya dilaksanakan di universitas atau lembaga penelitian atas beban pemerintah.

Karya nyata dari proses yang digambarkan Habibie tepat dan dapat dibuktikan dengan “Proyek Pembangunan Industri Dirgantara IPTN dan Prasarananya di Puspiptek, ITB, dan IPTN. Proses tahap pertama dan kedua termanifestasi dalam CASA 212, CN-235. Tahap kedua, untuk N-250 dan N-2130. Tahap ketiga dilaksanakan di IPTN untuk N-250 dan N-2130. Terakhir, dilaksanakan di IPTN, Puspiptek, BPPT, LIPI, ITB, dan sebagainya. Meski memakan waktu seperempat abad, karya nyata dapat diberikan bangsa Indonesia dengan terbang perdananya N-250 pada 10 Agustus 1995.

Di antara pemikiran Habibie, yang menonjol adalah gagasan link & match. Sebuah usaha menciptakan sinergi antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan praktis dunia industri. Dari ide itu, ia berhasil menciptakan sinergi IPTN dengan ITB Bandung dalam teknologi dirgantara, PT PAL Surabaya bersinergi dengan ITS Surabaya dalam bidang perkapalan dan kelautan. Institut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong bersinergi dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek). Semua ini adalah upaya agar lembaga penelitian dan perguruan tinggi sebagai mitra usaha dapat mempercepat difusi kemajuan teknologi dan kemampuan inovasi.

Salah satu pasal dalam hidup Habibie bahwa iptek pada gilirannya dapat selalu berada pada posisi strategis dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Habibie juga merealisasikan gagasan “kota berbasis ilmu pengetahuan atau science based city (SBC)” yang bertujuan untuk meningkatkan kemitraan antara Puspiptek dan lembaga iptek di luar Puspiptek. Begitu pula science based industrian park (SBIP), dirancang untuk meningkatkan kemitraan Puspiptek dengan sektor swasta (industri) guna mengatasi masalah industri dalam pengembangan inovasi.

Buku yang ditulis oleh seorang negarawan dan “paus” teknologi ini merupakan hasil refleksi, kajian dan gambaran mengenai potensi teknologi yang dapat digunakan bagi kemajuan, serta upaya kemandirian bangsa. Pembaca dapat lebih paham mengenai pemikiran dan kontribusi BJ Habibie terhadap peradaban teknologi di Indonesia. Sesungguhnya teknologi mempunyai posisi dan peran yang strategis bagi suatu bangsa apabila teknologi tersebut dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

Poin penting yang ditekankan Habibie, ia ingin mengembangkan kekayaan Indonesia yang paling berharga, yaitu sumber daya manusia (SDM) yang terbarukan. Untuk mengembangkan keterampilan SDM, mereka tidak cukup hanya disosialisasikan ke dalam proses-proses padat karya, tetapi juga harus diperkenalkan dengan proses-proses produksi yang berteknologi tinggi.

*Peresensi adalah Fuad Hasan; pecinta buku, tinggal di Semarang.

Sumber: kompas.com

Loading...