M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Puluhan Mahasiswa ISI Denpasar Siap Buka Usaha Sendiri

Puluhan Mahasiswa ISI Denpasar Siap Buka Usaha Sendiri

img_7971-copy

Pembekalan Wirausaha

Denpasar- Setelah melalui seleksi yaitu pembuatan business plan, akhirnya dari 113 mahasiswa yang mengajukan, loloslah 88 Mahasiswa ISI Denpasar dari 2 Fakultas untuk menerima dana bantuan kewirausahaan. Sebelum mengaplikasikan usahanya, mereka diberikan Pendidikan dan Pelatihan Program Kewirausahaan selama tiga hari dari tanggal 30 April – 2 Mei 2009, bertempat di Ruang Sidang Gedung Lata mahosadi ISI Denpasar. Program Mahasiswa Kewirausaha ini adalah program DIKTI yang mengucurkan dana bantuan usaha kepada mahasiswa di universitas negeri dan politeknik se-Indonesia. Ke-88 orang ini berhak mendapat bantuan dana sekitar 8 juta rupiah per orang atau bisa berkelompok dengan maksimal 5 orang per satu kelompok, dengan bantuan yang didapat perkelompok sebesar 40 juta rupiah. Uang ini merupakan bantuan modal untuk membuat usaha yang disesuaikan dengan bidang ilmunya. Uang ini termasuk didalamnya modal usaha, persiapan dan dana operasional sampai usaha tersebut bisa berjalan dan mengalami titik impas (Break Event Point). Untuk persyaratannya adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan semester 4 atau telah mengantongi minimal 80 sks dengan catatan belum mengambil mata kuliah TA (Tugas Akhir).

PR III ISI Denpasar Drs. I Made Subrata, M. Si yang juga ketua panitia program kewirausaha ini menjelaskan program ini merupakan kebijakan dari DIKTI Departemen Pendidikan Nasional yang intinya untuk memberikan modal kepada para mahasiswa di universitas negeri dan politeknik se-Indonesia. Tujuannya jelas untuk mengurangi pengangguran intelektual yang jumlahnya cukup besar di negeri ini dan diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru, dimana mahasiswa sebagai pengelola bisa mengaplikasikan ilmu yang didapatnya di kampus dan menerapkannya di lapangan. Untuk di ISI Denpasar usaha yang coba dijalankan dan yang sesuai dengan pendidikan di ISI Denpasar adalah percetakan Sablon bagi FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) dan Tata Rias bagi FSP (Fakultas Seni Pertunjukan). Usaha ini dipilih berdasarkan kecocokan dengan apa yang didapat dikampus dan juga peluang untuk usaha ini pada saat sekarang ini masih terbuka lebar dan cukup menjanjikan. Subrata juga menambahkan dalam perjalanannya mahasiswa yang telah lolos seleksi ini akan dibina dan didampingi oleh dosen yang telah ditunjuk oleh panitia. Mereka juga diwajibkan membuat laporan perkembangan usaha kelompoknya dan mengungkapkan kendala yang dihadapi sehingga bisa dicarikan solusi oleh dosen pendampingnya.

Sementara Pembantu Rektor I ISI Denpasar, Drs I Ketut Murdana, M.Sn yang mewakili Roktor ISI Denpasar dalam pembukaan pendidikan dan pelatihan mengungkapkan pemberian modal usaha kepada mahasiswa yang pertama kali ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan secara baik oleh mahasiswa. Guna mendapatkan lulusan yang berkualitas lembaga harus melewati 3 tahapan yaitu input, proses dan output. Selain input dalam hal ini calon mahasiswa yang memiliki minat dan bakat yang berpotensi, selama melalui proses inilah sebagai kunci utama pembentukan karakter mahasiswa sehingga menghasilkan output, sumber daya yang berkualitas. Sehingga jika mahasiswa sukses dengan program wirausaha ini maka nantinya ISI Denpasar akan mampu melahirkan tamatan yang bermutu, apalagi hal ini sangat sesuai dengan visi ISI Denpasar sebagai pusat unggulan penciptaan dan pengkajian. Murdana juga berpesan agar mahasiswa mampu mengimbangi antara soft skill dan hard skill serta untuk mencapai keberhasilan mahasiswa harus disiplin dan sadar tugas dan kewajiban sebagi mahasiswa.

Untuk acara pembekalan program mahasiswa wirausaha di lingkungan ISI Denpasar mahasiswa hari pertama tanggal 30 April 2009 mendapat pelatihan dari para dosen Fakultas Ekonomi Unud, tentang Manajemen Pemasaran bagi UKM oleh Drs. I.G.A.Kt. Giantari, M.Si, Manajemen SDM bagi Usaha Kecil oleh I Nyoman Sudarma, SE, MM., dan Manajemen Produksi bagi UKM oleh Drs. Kastawan Mandala MM. Dihari kedua peserta pelatihan mendapat materi tentang Manajemen Keuangan Bagi UKM dengan penyaji oleh Ni Made Dwi Ratnadi, S. M.Si.,AK., Kewirausahaan oleh Drs. Komang Ardana, MM, Implementasi/ Revisi Business Plan dan Komunikasi Business oleh Drs. I Gede Ketut Warmika, MM. Dihari terakhir tanggal 2 Mei peserta mendapat materi tentang Etika Bisnis oleh I Gede Kajeng, SE, MM.AK, Skim Kredit Bagi UKM oleh perwakilan dari BRI Cabang Denpasar yaitu S. Purba, Kebijakan Pembinaan UKM oleh Ir. Ngakan Putu Widnyana MM dari Dinas Koperasi dan UKM Denpasar.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Pembentukan UNIMA Indonesia

Bima

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan budaya teater figur. Penggunaan media seperti wayang, baik berupa bayangan, kertas maupun tiga dimensi seperti golek atau teater boneka menjadi kekayaan yang dimiliki bangsa kita sejak lama. Kekayaan ini bahkan sudah banyak dikenal dan dipelajari oleh bangsa tetangga. Lalu apa kabar teater figur di tanah kita sendiri? Apakah kita sudah mengenal satu sama lain? Bagaimana perkembangan teater figur di negara kita? Siapa saja para pelaku teater figur di tanah air? Siapa saja teman yang berekspresi dengan media yang sama dengan kita?

Berangkat dari pertanyaan “Siapakah yang peduli ?” dan kegelisahan untuk membangun jejaring antara para pelaku, penggemar dan pecinta teater figur baik dari kesenian tradisi maupun kontemporer, maka muncullah ide untuk membentuk sebuah organisasi yang diharapkan mampu mengakomodir pertukaran informasi antara para pelaku, penggemar dan pecinta teater figur ini.
Di tengah kondisi inilah muncul sebuah ide untuk berkumpul dan membentuk sebuah organisasi bersama. UNIMA menjadi gagasan pertama yang kemudian cukup menarik untuk kita bicarakan bersama.

Apakah UNIMA?

UNIMA (Union Internationale de la Marionette) adalah lembaga internasional yang mewadahi pertemuan manusia berbagai negara untuk turut berkontribusi dalam perkembangan seni teater figur (puppetry) di dunia, dengan tujuan untuk menggunakan media ini dalam pendekatan nilai-nilai kemanusiaan seperti mewujudkan perdamaian, menumbuhan kesaling-pengertian antar umat manusia, tanpa mempedulikan perbedaan ras, kepentingan politik, agama, budaya, sebagai bentuk kepedulian terhadap hak asasi manusia yang telah disahkan pada Deklarasi Hak Asasi Manusia oleh PBB tahun 1948.

Keuntungan membentuk UNIMA Indonesia antara lain :
1. kita bisa mewujudkan jaringan para pelaku,pecinta dan penggemar teater figur di Indonesia
2. membuka peluang besar untuk membangun jaringan dengan para pelaku,pecinta dan penggemar teater figur mancanegara (mengingat UNIMA adalah organisasi internasional yang terdapat di berbagai negara di dunia)
3. dengan adanya sistem yang baik, kita bisa mewujudkan upaya melestarikan kebudayaan bangsa sendiri
4. terbukanya peluang untuk membuat dan menghadiri festival berskala internasional (karena informasi tentang para anggota akan disebarluaskan di antara anggota UNIMA di berbagai negara).
5. dan lain sebagainya….

ISI DENPASAR DISIBUKKAN DENGAN KEGIATAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

ISI DENPASAR DISIBUKKAN DENGAN KEGIATAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

I Nyoman Kariasa, SSn dosen ISI Denpasar yang sedang tugas mengajar ke Perancis

I Nyoman Kariasa, SSn dosen ISI Denpasar yang sedang tugas mengajar ke Perancis

Denpasar. Institut Seni Indonesia Denpasar sebagai lembaga pendidikan seni terus berupaya membenahi diri dengan perbaikan diberbagai bidang termasuk meningkatkan kualifikasi diri dengan berbagai kegiatan baik bertarat nasional hingga internasional. Tentunya Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu: Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang menjadi nyawa dalam Perguruan Tinggi tetap dijalankan sesuai dengan yang telah digariskan oleh Depdiknas. Dalam bidang penelitian para dosen ISI Denpasar tengah disibukkan dengan konfrensi internasional tentang budaya yaitu “The 3rd south and southeast asia association for the study of culture and religion (SSEASR) conference” yang bekerjasama dengan UNHI. Rencannya kegiatan tersebut akan berlangsung pada 3-6 Juni 2009 dan akan dihadiri para penyaji dari 58 Negara di Dunia. Untuk Tema yang akan diangkat dalam seminar tersebut adalah “Waters in Southband SouthEast Asia : Interaction of Culture and Religion”. Dalam ajang internasional tersebut para dosen, staf bahkan mahasiswa akan ikut terlibat, baik sebagai panitia, peserta seminar maupun penyaji saat seminat internasional berlangsung. Selain para dosen diberikan peluang untuk dapat memberikan sumbangsihnya sebagi penyaji di SSEASR cenference tersebut, dosen ISI denpasar juga mengikuti berbagai penelitian stategis untuk dipusat maupun penelitian dilingkungan kampus serta penelitian sebagai pemenang berbagai hibah. Bahkan untuk menggodok penelitian tersebut ISI Denpasar melibatkan tim penilai dari Universitas Udayana serta Universitas Pendidikan Ganesa (UNDIKSHA) yang sudah memiliki sertifikat sebagai penilai penelitian.

Sementara dalam bidang pendidikan, para mahasiswa dan Dosen ISI Denpasar juga disibukkan dengan persiapan mengghadapi ujian akhir mahasiswa baik dalam penciptaan maupun pengkajian di dua fakultas, yaitu Fakultas seni pertunjukan dan fakultas seni rupa dan desain. Kampus mulai terlihat hiruk pikuk dalam hal persiapan Tugas Akhir, karena TA di ISI Denpasar paling beda. Dimana masyarakat umum diijinkan untuk menilai dalam hal ini melihat proses Ujian Akhir itu sendiri. Dalam hal kurikulum pendidikan bagi mahasiswa asing juga lebih ditingkatkan, terutama dibidang metode pengajaran yang profesional, insfrastuktur dan tenaga pengajar dengan kapabilitas bahasa yang memadai. Apalagi ISI Depasar telah membuka program s1 International, jadi tuntutan ke arah world class university menjadi semakin realistis. Sementara dalam bidang pengabdian masyarakat, selain melakukan ngayah di Besakih dan Ulun Danu Batur, ISI denpasar juga berencana melakukan ngayah ke Pura dalem Giangkong Cakranegara, Mataram NTB, pada tanggal 24 April 2009 bertepatan denngan Odalan dipura setempat. ISI Denpasar akan mempersembahkan tari dan tabuh wali serta hiburan (bali-balihan). Untuk persembahan tari wali isi denpasar akan menampilakan tari rejang, baris, topeng yang nantinya akan diiringi oleh sekaa tabuh wanita isi denpasar yaitu Asti pertiwi. Sementara untuk persembahan hiburan, isi denpasar akan menampilkan pentas tari selat segara, jauk manis, satya brasta, oleg tamulilingan serta truna jaya yang diiringi oleh sekaa tabuh dari ISI denpasar. Menurut PR IV ISI Denpasar I Wayan Suweca, SSKar, M. Mus rombongan yang berangkat adalah 73 orang yang terdiri dari 22 orang mahasiswa dan sisanya dosen serta staf isi denpasar.

Selain itu bentuk pengabdian isi telah mengirimkan salah satu dosennya ke Paris-Perancis guna meningkatkan pengenalan masyarakat Perancis terhadap budaya Indonesia khususnya dalam hal gamelan Bali. ISI Denpasar diwakili oleh 2 orang yaitu I Nyoman Kariasa, SSn seorang dosen dari Jurusan karawitan dan Ida Bagus Gede Surya Peradantha seorang mahasiswa dari jurusan tari. Program ini akan berlangsung selama 6 bulan dari bulan Maret sampai Balan Agustus 2009. Sementara itu bukti mahasiswa ISI Denpasar dapat bersaing dengan mahasiswa lainnya di Indonesia adalah prestasi yang telah ditorehkan salah satu mahasiswa Prodi DKV ISI denpasar atas nama Ketut Adhi Apriana, yang mendapat juara III dalam lomba desain logo ulang tahun 60 tahun Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Begitulah ISI Denpasar Kampus yang bernafaskan seni Bali yang tidak lelah-lelahnya beraktivitas demi kelestarian Seni dan Budaya Bali.

Humas ISI Denpasar melaporkan…

MAHASISWA ASING DAN ROMBONGAN ISI DENPASAR “NGAYAH” DI PURA AGUNG BESAKIH DAN PURA ULUN DANU BATUR

MAHASISWA ASING DAN ROMBONGAN ISI DENPASAR “NGAYAH” DI PURA AGUNG BESAKIH DAN PURA ULUN DANU BATUR

lim_0108-copyBangli(humasisi).Bertepatan dengan diselenggarakannya upacara Panca Bali Krama di Pura Agung Besakih dan Upacara Ngusaba Kedasa di Pura Batur, ISI Denpasar sebagai Institusi Seni di Bali merasa terpanggil untuk ikut berpartisipasi pada kedua upacara yang termasuk besar tersebut. Terbukti pada hari Rabu, tanggal 15 April 2009 sekitar 200 mahasiswa Fakultas Seni pertunjukan dari semua angkatan dan 100 dosen berangkat ke Pura Ulun Danu Batur untuk “ngayah”. Tari Rejang, Baris Gede, Tabuh Gong Gede 2 barung, Asti Pertiwi (Sekaa gong wanita ISI Denpasar), Tari Selat Segara, Jauk Manis, Margapati (dimana mahasiswa asing yang ikut menari 4 orang), Legong Kuntul, Oleg Tamulilingan dan Satya Brasta.Ini merupakan lanjutan dari acara ngayah yang dilaksanakan di Pura Besakih pada hari Selasa tanggal 7 April yang lalu. Pada saat tersebut ISI Denpasar memberangkatkan sekitar 300 orang dalam 7 bus yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Partisipasi ISI Denpasar berupa penampilan tabuh Gong Gede, tabuh Lelambatan, Penampilan Tari Rejang, Tari Baris, Topeng, Wayang lemah yang dibawakan oleh dalang cilik I Dewa Ketut Wicaksanditha dan Semar Pegulingan. Uniknya dalam acara ngayah tersebut adalah diikutsertakannya beberapa mahasiswa asing program Dharmasiswa Pemerintah Republik Indonesia. Pada kesempatan tersebut ikut menarikan Tari Rejang sebanyak 14 orang (Pura Besakih) dan Tari Margapati (Pura Ulun Danu Batur) sebanyak 4 orang yang berasal dari negara Inggris, Meksiko, Jepang, Polandia, Kanada dan Rep. Ceko. Salah satu penari “asing” yang dapat ditemui yaitu Sarka Bartuskova asal Republik Ceko, Ia sangat bahagia dapat kesempatan untuk menari apalagi di pura terbesar di Bali dan upacara lima tahunan sekali, sungguh suatu kenangan seumur hidup baginya. Lain lagi dengan Tashiro Cie mahasiswa asing asal Jepang yang sebelum keberangkatan mengalami tabrakan sepeda motornya, namun dengan semangat yang tinggi dapat melanjutkan acara “ngayah”nya meskipun dengan terpincang-pincang.

Menurut Pembantu Rektor IV di bidang kerjasama I Wayan Suweca, SS.Kar, M.Mus yang sekaligus bertindak sebagai ketua panitia acara ngayah ini mengungkapkan bahwa ISI Denpasar sebagai Institusi seni di Bali semaksimal mungkin akan ikut meramaikan atau ngayah di segala event di Bali. Apalagi sekarang terdapat suatu upacara besar yaitu Panca Bali Krama di Pura terbesar di Bali, tentu ISI Denpasar merasa terpanggil untuk ikut menyumbangkan kemampuannya yaitu dalam hal seni. Mengenai keberangkatan yang mencapai 300 orang Suweca menjelaskan, itu menunjukkan antusiasme teman-teman dosen dan pegawai ISI Denpasar sulit dibendung untuk ngayah. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA yang berkesempatan pada saat itu, menyambut gembira dan tak lupa mengucapkan syukur atas kegiatan ngayah ini. Ini merupakan pengabdian tanpa pamrih yang tulus ikhlas untuk “nunas ica” kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apalagi ISI Denpasar yang notabene salah satu institusi pencetak seniman, jadi kegiatan ngayah sudah menjadi suatu nafas dalam proses berkesenian di Bali. Ngayah disini mempunyai arti selain untuk mengabdikan ilmu kesenian yang telah didapatkan pada bangku kuliah juga terdapat juga filosofi “kesenian yang berasal dari Tuhan akan dikembalikan lagi ke Tuhan”. Disinggung mengenai penampilan mahasiswa asing Prof. Rai menyatakan bangga dan gembira. Ini merupakan salah satu program untuk mengaplikasikan apa yang telah didapatkan di kampus dan dipraktekkan pada event yang sesungguhnya. Kebetulan tengah dilangsungkannya upacara Panca Bali Krama jadi mahasiswa asing bisa langsung praktek tarian yang dipelajarinya di kampus dalam upacara yang nyata. Mengenai jumlah peserta ngayah yang relatif besar(sampai 300 orang), prof. Rai menyatakan rasa gembira karena begitu antusiasnya dosen, pegawai dan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini. Terbukti yang sebelumnya dijatahkan 65 namun yang bersedia hadir mencapai 300 orang. Apresiasi masyarakat juga cukup hangat mengenai kegiatan ngayah ini terbukti pas acara di Pura Batur, Jero Gede Kelihan sampai-sampai mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, bukti masyarakat dan panitia karya sangat mengapresiasi atas kegiatan ngayah ini.

Humas ISI Denpasar melaporkan……

ISI Denpasar Tingkatkan Kualifikasi Dosennya lewat Pelatihan Pekerti

ISI Denpasar Tingkatkan Kualifikasi Dosennya lewat Pelatihan Pekerti

pekerti-1404091Denpasar. Guna meningkatkan kualifikasi dosen dalam proses pembelajaran, ISI Denpasar menggelar Pelatihan Keterampilan Teknik Instruksional (Pekerti) yang dibuka tadi pagi (14 Maret 2009) oleh Rektor ISI Denpasar, bertempat di Gedung Pusat Dokumentasi (pusdok) ISI Denpasar. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, diikuti oleh 25 dosen, yang terdiri dari 16 dosen dari Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) serta 9 dosen dari Fakultas Seni Rupa dan Desain. Sementara para instruktur berasal dari Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Udayana. Para instruktur yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sutjipta,MS, Prof. Dr. Aron Meko Mbete, Dra. Meiti W Proborini, M.Sc, Drh. IB. Swacita, MP, Drh. A.A. Sagung Kendran, M.Kes, Drs. I Nyoman Kadjeng Widjaja, Apt., M.Si, Prof. Ir. Wayan Sayang Yupardhi, M.Agr.S memberikan pokok bahasan tetntang penyusunan silabus, GBPP,SAP dan memberikan teori-teori bagaimana mengaplikasikan kurikulum berbasis kompetensi dalam proses pembelajaran.

Drs. I Wayan Gulendra, M.Sn selaku ketua Panitia mengungkapkan perkembangan dan perubahan kehidupan masyarakat, membawa dampak terhadap kebutuhan masyarakat itu sendiri, maka para insan akademik harus memiliki cara pandang yang jauh kedepan, untuk menyikapi secara cerdas perubahan tersebut. Dalam hal ini perguruan tinggi mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kualifikasi sumber daya yang baik melalui pendidikan lanjut serta pelatihan-pelatihan yang berorientasi pada peningkatan intelektualitas kinerja dilingkungannya masing-masing. Sehingga besar harapan ISI Denpasar dapat menciptakan sumber daya yang bermutu yaitu cerdas logika, cerdas etika/moral, dan cerdas estetika.

Pembantu Rektor I ISI Denpasar, Drs. I Ketut Murdana, M.Sn mengungkapkan hampir 95 % Dosen ISI Denpasar telah mengikuti pelatihan Pekerti ini, sisanya belum mengikuti dikarenakan masih tugas belajar atau belum sepenuhnya menjadi PNS. Sedangkan untuk pelatihan AA(Applied Approach) sekitar 70-75 % dosen ISI Denpasar yang telah mengikutinya dan diharapkan akan ditingkatkan jumlahnya secepatnya. Khusus di Pekerti ini para dosen akan diajarkan bagaimana menjadi dosen yang profesional sesuai dengan Tupoksinya dan penjabaran kurikulum berbasis kompetisi pada kegiatan perkuliahan. Tentu tujuan akhirnya diharapkan proses transfer ilmu pengetahuan dapat berjalan dengan maksimal dan menghasilkan lulusan yang kualified dan bermoral.

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA menyambut gembira atas diadakannya pelatihan ini. Pelatihan Pekerti ini merupakan salah satu cara untuk mewujudakan ISI Denpasar sebagai World Class University terutama dalam hal teaching quality atau proses pembelajaran. Apalagi kecenderungan dosen ISI Denpasar yang tugas utamanya adalah mengajar terdapat 2 masalah yang harus dihadapinya. Pertama dosen bukan berasal dari institusi ilmu pendidikan sehingga hanya menguasai ilmu pengetahuan sesuai dengan bidangnya, tanpa dididik menjadi seorang pengajar sebelumnya. Kedua adalah paradigma pendidikan sekarang yang memang menuntut pendidikan yang berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetisi sesuai dengan Kepmendiknas No. 045/U/2002. Prof. Rai juga menambahkan kedepannya setelah mendapatkan pelatihan, dosen diharapkan agar mampu melahirkan buku ajar. Karena apabila terdapat banyak buku ajar maka disinilah bukti kualifikasi dosen yang berimbas pada kualitas pendidikan suatu institusi.

Para Dosen mengikuti acara pembukaan tersebut dengan sangat antusias, sebuah pertanda yang baik demi kemajuan ISI Denpasar.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Video Confrence Bulan April

Vicon I

Dalam rangka internasionalisasi pendidikan tinggi, Dikti bekerjasama dengan NESO dan IIEF akan mengadakan workshop melalui widya tele wicara pada:

Hari/tanggal: Kamis/16 April 2009
Pukul: 10:00 – 12:00
Tempat: Ruang vicon
Acara:
widya tele wicara tentang Internasionalisasi Pendidikan Tinggi bersama Hanneke Teekens & Iried Agoes.
Rekans perguruan tinggi yang sedang mengembangkan internasionalisasi PTnya kami undang untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam acara ini.

Vicon II

Beberapa tahun terakhir World Class University Rankings mulai populer dikalangan perguruan tinggi di dunia. Salah satu lembaga yang setiap tahun melakukan pemeringkatan adalah QS-THES (Quacqarelli Symonds Time Higher Education Supplements). Sejak tahun 2008 QS-THES berubah menjadi Time Higher Education
-Quacqarelli Symonds (THE-QS). Ada beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang telah masuk dalam THE-QS. Pada tahun 2006 yang masuk adalah UGM, ITB, UI, dan UNDIP, pada tahun 2007 jumlah yang masuk 6 PT antara lain UGM, ITB, UI, UNDIP, IPB, UNAIR, sedang pada tahun 2008, bertambah satu lagi sehingga ada 7 PT Indonesia UGM, ITB, UI, UNDIP, IPB, UNAIR, dan UNBRAW. THE-QS memberikan akses khusus bagi perguruan tinggi untuk memperbaiki data mereka secara online. Bagaimana data-data tersebut diisi? Apa yang dimaksud dengan FTE (full time equivalent), Faculty members dll. Memang tidak mudah untuk pertama kali mengisinya. UNIVERSITAS DIPONEGORO telah 4 tahun berturut-turut mengisi dan memperbaiki data tersebut. Undip ingin berbagi pengalaman melalui VICON-INHERENT pada:
Hari : Selasa
Tanggal : 21 April 2009
Waktu : 09.00-11.00Kerjasama dan Pengembangan
Acara : Berbagi Pengalaman dalam Pengisian Data THE-QS World
Class University Rankings (THE-QS WCUR)
Fasilitator : Dr. Muhammad Nur (Pembantu Rektor bidang Kerjasama
dan Pengembangan) dan TIM ahli bidang Kerjasama dan
Pengembangan

Vicon III

Dikti bekerjasama dengan Ciputra, Kementrian BUMN, Kauffman Foundation mengembangkan program peningkatan kewirausahaan melalui Global Faculty Program yg melatih para dosen Indonesia di Amerika dalam waktu 8 minggu di Kansas City, Boston, dan Silicon Valley. Untuk tahu lebih jauh tentang program tersebut, kita akan berbagi informasi melalui widya tele wicara pada:
Hari/tanggal: Kamis/30 April 2009
Pukul: 08:00-10:00 WIB
Tempat: Ruang Vicon
Acara:
1 Pembukaan oleh Meneg BUMN
2 Sambutan dari Dr. Ir. Ciputra
3 Paparan Kauffman Foundation
4 Testimoni peserta Global Faculty Program di Amerika
5 Tanya jawab
6 Paparan Meneg BUMN
7 Diskusi tentang proses persiapan, penyeleksian, dan pengiriman dosen dalam program ini.

Loading...