M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Umat Hindu Belgia Miliki Pura Megah

Umat Hindu Belgia Miliki Pura Megah

Laporan I Made Agus Wardana S.s.n Alumni ISI Denpasar Program Studi Seni Karawitan, dan sebagai Komunitas Nyame Bali di Belgia

Pemelaspasan Pura Agung Santi Bhuwana belgia

Pura Agung Santi Bhuana Belgia

Pura Agung Santi Bhuana Belgia

Adalah  anugrah yang luar biasa dari Ida Sanghyang Widhi Wasa kepada umat hindu Belgia dan Eropa telah  berdiri megah sebuah pura di kawasan taman wisata burung Parc Paradisio yang diberi nama Pura Agung Santi Bhuwana.  Tepatnya Senin Umanis Medangkungan tanggal 18 mei 2009 lalu, berlangsung upacara suci pemelaspasan Pura Agung Santi Bhuwana. Dentingan suara genta dua sulinggih  Ida Pedanda Putra Telabah dan Ida Pedanda Panji Sogata, semerbak wangi bunga dan dupa beserta  alunan gamelan gong kebyar dari sekehe gong Saling Asah Belgia menghanyutkan keharuan komunitas nyame Bali di Belgia. Betapa tidak, prosesi ritual dengan pra sarana bebantenan langsung dari Bali telah melepaskan kerinduan mereka akan suasana magis bali yang dicintai.

Pura ini terbuat dari batu paras hitam yang dibangun diatas tanah sawah  bertingkat, terasering (berundag-undag), terdiri dari candi bentar, bale gong, bale kulkul, kori agung, bale piyasan, pengaruman, meru tingkat 5, dugul, gedong dan padmasana. Umbul-umbul, lelontekan, penjor, wastra/pakaian putih kuning tersebar menghiasi seluruh pelinggih serta pelataran jaba pura.   Seluruh prosesi ritual keagamaan seperti mecaru, prayascita, nanem pedagingan, ngenteg linggih dan upacara persembahyangan berjalan dengan baik dan lancar.

Penulis dan Menbudpar Bersembahyang

Penulis dan Menbudpar Bersembahyang

Pemelaspasan pura ini merupakan bagian utama dari  rangkaian kegiatan peresmian taman Indonesia (The Kingdom of Ganesha ) yaitu sebuah kompleks taman Indonesia seluas 6 hektar di dalam area taman wisata Parc Paradisio yang berukuran 55 hektar. Disamping bangunan pura juga terdapat miniatur candi prambanan, replika borobudur, pura gunung kawi, rumah toraja, desa timor beserta aneka flora dan fauna tropis Indonesia.  Peresmian acara ini dihadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik didampingi Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema, Menteri Urusan Ekonomi dan Tenaga Kerja dan Warisan Budaya wilayah Walonia Belgia Jean Claude Marcourt serta Eric Domb, CEO Parc Paradisio.

Sekehe Gong Saling Asah Turut Ngaturang Ayah

Sekehe Gong Saling Asah Turut Ngaturang Ayah

Lebih dari 800 undangan serta ratusan umat hindu baik yang berasal dari Belgia, Jerman, Belanda dan Perancis memadati pelataran taman indonesia. Dalam sambutannya Menteri Jero Wacik menyampaikan taman Indonesia di Belgia ini, dengan pura Bali sebagai iconnya akan menjadi pintu dan jendela untuk mengenal Indonesia. Tidak itu saja, ini merupakan sebuah penghargaan dan kehormatan bagi bangsa Indonesia. Sementara itu Dubes RI Brussel, Nadjib Riphat Kesoema mengatakan taman Indonesia  tidak hanya mendekatkan Indonesia kepada masyarakat Eropa, tapi juga merupakan pengakuan bahwa Indonesia memiliki keunikan yang menarik bagi dunia dan menjadi perhatian bangsa lain.

Kariasa Berbagi Pengalaman Melaksanakan Tugas di Paris

Kariasa Berbagi Pengalaman Melaksanakan Tugas di Paris

Kami mendapat kabar dari I Wayan Kariasa yang sedang bertugas di Paris, yang menceritakan tentang kegiatannya selama di sana.

OM SWASTYASTU,

Dalam kesempatan ini dapat saya ingin berbagi pengalaman secara singkat tentang kegiatan  saya selama bertugas di paris:

Latihan Tari

Latihan Tari

Kegiatan pembelajaran gamelan dan tari Bali di KBRI paris  pada periode ini dimulai pada tanggal 16 april 2009. Seminggu setelah kedatangan kami di paris. Sebagai target awal yang dibebani adalah turut berpartisipasi dalam Festival Indonesia tanggal 16-17 mei yang diadakan oleh KBRI di kantor KBRI paris. Dalam Festival Indonesia ditampilkan beberapa pertujukan seni dan pameran industry kerajinan Indonesia yang diikuti oleh pengusaha UKM yang khusus didatangkan dari Tanah Air.   Untuk itu, kami membentuk sebuah group gamelan dari  anak anak persatuan pelajar Indonesia(PPI) yang sedang belajar  menyelesaikan program S-1 sampai S-3 di Paris. Selain PPI juga turut warga Indonesia yang bekerja di paris. Disamping membentuk group gamelan, kami juga mengadakan pelatihan tari kepada  anak anak yang orang tuanya bekerja di KBRI, yang nantinya dapat dipentaskan dalam Festival Indonesia (FI).

JADWAL LATIHAN persiapan F I.yaitu :

Untuk latihan gamelan dilaksanakan 2x seminggu yaitu pada hari sabtu jam 8 -10 malam dan hari sabtu jam 12 – 2 siang.

Latihan tari dilaksanakan  2x seminggu yaitu pada hari jumat jam 4 – 6 sore dan hari sabtu jam  2-4 sore.

MATERI LATIHAN

Mengingat peserta atau anggota penabuh dan penari adalah rata- rata pemula, dan waktu persiapan dan jadwal latihan yang relative singkat, maka kami menyiasati dengan memberikan materi yang se-sederhana mungkin. Untuk penabuh materinya :

Tabuh gilak sasak dan tari Pendet penyambutan.

Untuk penari materinya tari pendet penyambutan.

Disela sela persiapan festival, pihak KBRI juga membuka pendaftaran kursus menari dan menabuh kepada masyarakat umum dengan tanpa memungut bayaran alias gartis. Dari pendaftaran tersebut tercatat 60 nama yang mengikuti pelatihan tari dan menabuh di luar PPI dan anak anak pegawai KBRI. Untuk itu di buatkan jadwal sbb:

Hari senin  latihan gamelan jam 11- 13 dan 18- 20, Latihan tari jam 15-17.

Hari selasa, libur.

Hari rabu : latihan gamelan jam 14- 16, Latihan tari jam 11- 13 dan 16.30 – 18

Hari kamis: latihan gamelan tidak ada. Latihan tari, jam 14- 16 dan jam 19 – 20.30

Hari jum’at, latihan gamelan jam 20 – 22 (PPI), Latihan menari jam 16 – 18 ( anak anak)

Hari sabtu, latihan gamelan ,jam 12 – 14(PPI) dan 15 – 17. Latihan tari, jam 17.30 – 18.30 dan 18.30 – 20

Hari minggu, libur.

PESERTA PELATIHAN.

Saya (ditengah) setelah Pentas

Saya (ditengah) setelah Pentas

Peserta pelatihan terdiri dari : warga Indonesia yang bekerja dan sekolah di Prancis, Ibu Ibu yang kawin dengan orang Prancis, warga Negara asing yang bekerja dan sekolah di Prancis seperti; Taiwan, Brasil, dan Meksiko, dan  dari warga prancis sendiri. Dari hasil pelatihan tersebut (Gamelan PPI dan dua kelompok tari pendet anak anak) kami berhasil pentas dengan sukses mengisi acara festival Indonesia. Selain itu kami juga mengisi acara perayaan waisak di Hotel de Ville (Balai kota Paris) pentas bersama team kesenian dari berbagai Negara- Negara asia, seperti, Cina, India, Srilanka, Vietnam, Tibet, Korea, dan Prancis.

Untuk melanjutkan proses pelatihan tersebut kami telah membentuk group gamelan yang anggotanya terdiri dari :

Goup A. anggotanya dari PPI (persatuan Pelajar Indonesia)jadwal latihan hari jumat malam jam 20- 22.

Group B, anggotanya mahasiswa sekolah Inallco (warga Prancis yang belajar Bahasa Indonesia) Jadwal latihan hari selasa jam 19- 21. Sesuai dengan yang terdaftar/telah mengikuti kursus, dalam minggu ini akan dibentuk lagi group berikutnya, yaitu:

Group C. Anggotanya dari masyarakat prancis dan warga Negara asing lainnya, sprt Taiwan, brasil dan meksiko.jadwal latihan Hari senin jam 19- 21.

Group D. anggotanya dari Ibu -ibu yang bersuamikan orang prancis. Jadwal latihan hari sabtu jam 15- 17.

Group E.  anggotanya dari Ibu-Ibu Darma Wanita KBRI. Jadwal latihan hari Rabu jam 15- 17.

Untuk memantapkan tehnik juga dilaksanakan kursus privat seperti jadwal kursus diatas.

JADWAL PENTAS.

Karya besar dalam bidang seni budaya dan promosi Indonesia yang akan dilaksanakan KBRI paris adalah ikut serta dalam CARNAVAL TROPICAL DE PARIS, yang diadakan pada tanggal 4 juli mendatang. Untuk itu kami sedang mempersiapkan sebuah sajian seni fragmen prosesi yang melibatkan gamelan bleganjur, tari nusantara dan cak. Mohon dukungan dan doanya supaya proses latihan dan pentas nanti berjalan dengan lancar.

Selain Carnaval, gamelan KBRI  juga akan mengisi acara FETE de la MUSIQUE, yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 juni 2009, yaitu untuk merayakan hari/ siang  terpanjang di prancis. Dijalanan seluruh paris akan ada pentas music. Nanti estela pelaksanaan semoga saya dapat berbagi pengalaman.

Semua latihan gamelan dan tari diatas kami targetkan untuk tampil dalam perayaan 17 Agustus di Wisma Duta.

Demikian semua kegiatan yang telah dan akan  kami lakukan selama di paris, mohon dukungan dan masukan demi suksesnya tugas kami. Terima kasih,

OM SANTI, SANTI, SANTI OM.

Paris, selasa 26 mei 2009

I Nyoman Kariasa, S.Sn.

Topeng Sumber Inspirasi Garapan Tari Panji Lana

Topeng Sumber Inspirasi Garapan Tari Panji Lana

Gus Surya

Gus Surya

Ida Bagus Gede Surya Peradantha, lahir di Denpasar, pada tanggal 19 Oktober 1987, tinggal di Jl. Sulatri Gg. XVII A no. 1 Kesiman, Denpasar Timur. Setelah lulus dari SMAN 1 Denpasar yang meneruskan ilmu di Jurusan Tari, Fak. Seni Pertunjukan ISI Denpasar. Dia mulai belajar menari pada umur 5 tahun, dibawah bimbingan Alm. IB Made Raka    (kakek) dan I.A.Wimba Ruspawati (Ibu). Aktif sebagai penari pada kegiatan Pesta Kesenian Bali ( PKB ) mulai tahun 1998, duta Kab. Badung. Pernah keluar sebagai juara 2 tari Baris Tunggal pada PKB tahun 1998. Pernah keluar sebagai juara 1 Tari Topeng Arsawijaya pada Pekan Seni Remaja se-Kota Denpasar tahun 2005. Belajar tari topeng pada Bpk. I Gede Oka Surya Negara, menekuni tari Topeng Arsawijaya. Belajar Tari Topeng Keras Pada Alm. IB. Made Raka (Geria Bongkasa, Abiansemal, Kab. Badung)

Dalam menempuh akhir Studi, Gus Surya, menggarap Karya tari yang akan diberi judul Panji Lana ini ditampilkan oleh lima orang penari putra dengan konsep kreasi baru. Lakon yang ingin ditampilkan adalah bersumber dari Babad Dalem Tungkub yang isi singkatnya menceritakan tentang tewasnya Arya Panji Singaraja yang kala itu merupakan Raja Bali terakhir, putra dari Raja Dalem Bedahulu. Setelah tewasnya Arya Panji Singaraja, Bali telah dinyatakan sebagai wilayah kekuasaan Majapahit. Oleh karena anak dari Arya Panji Singaraja masih remaja, dibuatkanlah sebuah topeng yang tujuannya adalah untuk mengenang wajah ayahnya yang telah wafat.  Di dalam garapan ini pula, ingin dipadukan unsur tari putra halus yang bersumber dari tari Topeng Dalem Arsawijaya, unsur tari putra keras dari Tari Topeng Keras dan memasukkan sedikit unsur-unsur gerak tari Jawa putra gagah. Hal ini dilakukan mengingat kebutuhan terhadap karakter yang ingin ditampilkan. Arya Panji Singaraja misalnya, digambarkan sebagai raja yang berwatak keras manis. Itulah mengapa unsur gerak dari kedua tari topeng tersebut dipadukan.

Garapan tari ini menggunakan kostum sesaputan dan menggunakan topeng sebagai properti sekaligus kostum. Topeng yang digunakan menggunakan karakter keras manis yang bersumber dari rupa Topeng Keras yang dikembangkan. Perlu disampaikan pula bahwa topeng yang digunakan memakai sistem canggem, yang pada bagian dalam topeng terdapat sekeping spons yang didesain untuk digigit oleh penarinya. Dengan demikian, maka akan memudahkan untuk melepas dan menarikan topeng tersebut terpisah dari wajah penari.

Dramatari Topeng, salah satu jenis kesenian yang inspirasi ceritanya bersumber dari Babad, merupakan kekayaan yang dimiliki oleh daerah Bali dalam bidang seni pertunjukan yang ber-genre bebali, yaitu sebagai penunjang jalannya upacara. Secara harafiah, kata topeng berarti suatu benda yang digunakan untuk menutupi muka asli pemakainya (I Made Bandem & I Nyoman Rembang, Perkembangan Topeng Bali sebagai Seni Pertunjukan. Denpasar : Percetakan Bali (Offset), 1976. hal.1). Dramatari topeng adalah pertunjukan tari berlakon yang keseluruhan penarinya menggunakan topeng sesuai dengan karakter yang  diperankan. Di Bali sendiri, kata topeng telah identik dengan istilah tapel yang juga berarti tutup muka. Eksistensi dramatari topeng dalam khasanah kebudayaan Bali merupakan sesuatu yang senantiasa harus kita banggakan dan dilestarikan. Hal ini disebabkan karena di dalam setiap pementasan dramatari topeng, selalu terkandung pesan-pesan moral, tuntunan hidup hingga mengantarkan kita mengenal kisah-kisah sejarah masa lampau yang wajib kita ketahui. Sumber lakon yang banyak digunakan dalam pementasan dramatari topeng antara lain bersumber dari Babad atau prasasti, sehingga ia pun mendapat sebutan sebaga dramatari “chronicle play“(seni pertunjukan Babad). Oleh karena ia bersentuhan langsung dengan cerita-cerita Babad, maka dramatari topeng pun dapat dikatakan sebagai media ungkap sejarah, di samping juga merupakan media pendidikan, mengungkap isi prasasti dan sebagainya. Bila diteliti lebih lanjut, di dalam setiap pementasan dramatari topeng terdapat tokoh Patih, tokoh orang tua  (dukuh, peranda ataupun patih wredha), tokoh rakyat jelata (bebondresan) dan yang terakhir tokoh Raja (Dalem). Semua tokoh ini memiliki karakter, peranan dan arti yang sangat penting dalam pementasan dramatari topeng, sesuai dengan lakon yang diambil.

Panji Lana

Panji Lana

Penggarapan karya tari jenis patopengan ini karena ketertarikan terhadap karakter gerak tari Topeng Keras yang gagah dan tegas, tari topeng Dalem Arsawijaya yang mengalun, agung dan berwibawa. Tidak lupa pula menilik pada potensi yang dimiliki, khususnya di bidang tari patopengan, menjadikan penata merasa tergugah dan tertarik untuk melahirkan sebuah karya tari kreasi baru jenis patopengan yang masih bernafaskan tradisi. Ketertarikan ini muncul dengan sendirinya manakala penata mulai terjun ke dalam pementasan Dramatari Topeng beberapa tahun belakangan ini. Di samping itu pula, lakon garapan yang ingin dilahirkan merupakan cerita Babad yang belum begitu awam terpublikasikan. Cerita Babad yang dimaksudkan ialah Babad Dalem Tungkub yang menceritakan tentang terciptanya sebuah topeng Sidakarya yang sekarang masih tersimpan di Br. Buruwan, Desa Sanur, akibat dari penaklukan penguasa Bali pada jaman dahulu yaitu Arya Panji Singaraja oleh Patih Gajah Mada. Cerita Babad ini bila dikaji untuk kepentingan seni tari, dirasa memiliki alur yang akan mampu memberi rangsangan estetis dalam berkarya dan akan menarik bila dikemas ke dalam bentuk karya tari, karena nuansa yang terkandung di dalamnya seperti keagungan, ketegangan, konflik dan penyelesaiannya mempunyai benang merah yang jelas.

Kunjungan Prof. Satrio Soemantri Brodjonegoro ke ISI Denpasar

Kunjungan Prof. Satrio Soemantri Brodjonegoro ke ISI Denpasar

Prof Satrio Soemantri Brodjonegoro berkunjung ke ISI Denpasar pada tanggal 18 Mei 2008. Beliau berbicara dihadapan civitas ISI Denpasar. Tentang krisis global dan industri kreatif.

Krisis ekonomi global berpengaruh pada kehidupan, terjadinya PHK besar-besaran, perusahaan banyak mengurangi jam kerja sehingga berakibat pada berkurangnya pendapatan. Penurunan kinerja ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang berkurang.

prof Satrio dan Rektor ISI Denpasar

prof. Satrio dan Rektor ISI Denpasar

Fenomena menarik non Bank juga turut collapse, karena pengaruh jual beli yang menggunakan kurs keuangan. Contoh seperti ini diambil karena merupakan salah satu krisis global yang terjadi, tetapi bagaimana krisis tersebut dapat mengambil khihmahnya. Industri kreatif malah tumbuh dengan pesat. Industri kreatif memiliki ketahanan cukup besar karena memiliki keunggulan dalam kreativitas yang bermanfaat bagi masyarakat. Contoh dengan mobil fiat di Italia yang mengembangkan mobil kecil dengan menggunakan kreatifitas sehingga mempunyai nilai tambah sehingga bisa mengambil alih/mengakuisisi General Motor di AS.

Solusi untuk menghadapi krisis adalah harus menumbuhkan industri kreatif. Indonesia mempunyai potensi, peluang tinggal menghasilkan produk yang mempunyai kreatifitas tinggi dan dicari oleh masyarakat. Karya seni harus mempunyai nilai yang tinggi, dan paling dibutuhkan oleh banyak orang. Industri Seni kalau dilihat dari sisi daya beli, banyak orang yang mengatakan bahwa sulit orang membeli karya seni jika daya beli masyarakat menurun.

Bagaimana seni kreatif dijadikan sebagai kebutuhan yang esensial bukan hanya dengan slogan tetapi dengan karya nyata. Pendidikan di Mancanegara, Prof Satrio melihat bahwa pendidikan seni sama pentingnya dengan pendidikan  lainnya. Di beberapa negara, karya seni bukan sebagai kebutuhan yang mewah tetapi merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakatnya.

Pendidikan Tinggi haruslah mempunyai Visi dan misi yang terarah. Walaupun Visi-misi pada beberapa PT di Indonesia masih terjadi visi misi PT yang tidak tefokus dan terarah.

Mengenai Pendidikan Seni di ISI Denpasar, Prof Satrio melihat ada 2 track/jalur berbeda:

1. ISI Denpasar ingin meciptakan sesuatu yang terbaik (penciptaan),

2. ISI Denpasar ingin menciptakan ilmuwan (pengkajian),

sehingga dari sinilah segala ide kreatif muncul. Nilai tambah akan meningkat, kalau kreativitas akan terus ditingkatkan.

prof-satrio-berbicara-pada-civitas-isi-denpasar

Perbincangan Prof. Satrio dengan civitas ISI Denpasar

Bagaimana keindahan (seni) menjadi sesuatu kebutuhan pokok, bagaimana pendidikan seni (ISI Denpasar) menciptakan kehidupan masyarakt yang harmonis, karena pendidikan seni terdapat fenomena untuk memperkaya bahkan menampilkan nilai-nilai yang ada di masyarakat. Sehingga sivitas ISI diminta proaktif untuk memperkaya norma-norma, dan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Masyarakat Jepang dan Cina sangat memegang teguh nilai-nilai tradisi dalam mencapai perkembangan, nilai-nilai tersebut dijadikan pedoman dalam mencapai kemajuan. Satrio berpendapat bahwa yang akan bertahan terhadap kemajuan dan modernisasi adalah berdampingannya antara tradisi dan modernisasi.

ISI memerlukan strategi dalam mengharmoniskan antara tradisional dan modern seperti pembentukan misalnya Translation center. Dimana nilai-nilai tradisional di sebarluaskan kepada masyarakat dunia melalui penerjemahan naskahnaskah kuno yang banyak mengandung nilai-nilai kehidupan. Kalau ini terus dikembangkan maka hanya satu-satunya yang ada di dunia.

Pendidikan secara keseharian, secara tidak langsung memberikan nilai-nilai yang ada di masyarakat. ISI mempunyai kemampuan penyelesaikan konflik dari sisi budaya. ISI mempunyai kemampuan untuk berkolaborasi, ISI mempunyai kemampuan untuk eunterpretenership dalam mengembangkan softsklill, seperti kemampuan berkomunikasi dan saling menghargai, sehingga ISI bisa dikembangkan menjadi sebuah institusi yang mempunai kemampuan membina masyarakat madani. Sehingga ISI menjadi sebuah tempat dalam mengembangkan milenium goal (yang mengungkapkan 13 butir kebutuhan dasar manusia).

Kekuatan ISI terletak pada fungsi menciptaan masyarakt yang harmonis melalui karya seni yang ditampilkan dalam berbagai cara. Terbuka peluang yang sangat lebar sehingga kreativitas perlu dikembangkan. Berdasarkan pengamatannya, di Jepang, konsentrasi penuh dapat menghasilkan sebuah ide kreatif. Berbeda dengan di Indonesia bahwa para seniman akademis perlu waktu untuk menumbuhkan ide kreatifnya.

Gelar Karya TA Karawitan Hari ke empat

Pergelaran Karya Tugas Akhir Program Studi Seni Karawitan kali ini, menampilkan 5 karya karawitan baik yang bersifat kreasi ataupun kontemporer, Pergelaran Ujian karya karawitan, merupakan salah satu tugas pada mata kuliah Tugas Akhir (TA) dengan beban SKS sebanyak 6 SKS bagi mereka yang mengambil minat penciptaan karya seni karawitan. Ujian Tugas Akhir diselenggarakan dalam dua rangkaian yaitu Ujian Karya Seni dan Ujian Karya Tulis yang berupa Skrip Karya seni.  Pada hari Keempat, Kamis, 21 Mei 2009 akan diikuti oleh lima karya seperti berikut.

1. STONE MUSIC

Stone Music, foto by GC

Karya: A.A. Gede Lanang Ambara

Sinopsis :

Stone Music merupakan sebuah garapan komposisi musik kontemporeryang dilatarbelakangi oleh kehidupan manusia purba pada jaman batu. Pengolahan tempo, ritme dan dinamika akan ditata melalui bunyi – bunyian yang dihasilkan oleh batu.

Pendukung Karawitan   : Sanggar Yudistira, Kapal

2. ANAMAN

Anaman, foto by GC

Karya: I Made Mujana

Sinopsis :

Secara etimologi anaman berarti tipat. Tipat merupakan maha karya yang dibuat berdasarkan rasa estetik dan mengandung falsafah yang sangat tinggi. Kulit tipat ini terbuat dari janur yang dijalin sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk yang diinginkan. Jika diperhatikan, dalam kulit tipat, terdapat jalinan-jalinan janur yang sangat unik dan pada akhir jalinan atau ujung dari janur tersebut akan bersatu kembali. Jalinan dari kulit tipat, memberikan inspirasi bagi penata untuk ditransformasikan kedalam sebuah bentuk komposisi karawitan kreasi dengan judul Anaman.

Komposisi karawitan ini, memakai Gamelan Gong Kebyar sebagai media dalam menyampaikan apa yang diamati yang diwujudkan kedalam sebuah bentuk karawitan kreasi dengan memanfaatkan dan memperhatikan unsure-unsur musik yang ada. Namun, dalam komposisi karawitan inin masih memakai pola tradisi yang juga ditonjolkan dan dikembangkan melalui pengolahan melodi, pengembangan pola hitungan dan pola ritme sehingga nantinya menjadi sebuah kesatuan atau jalinan yang menyerupai kulit tipat.

Pendukung Karawitan   : Sanggar Seni Lingga Jati, Jalan Kebo Iwa, Denpasar

3. PRAHARA

Prahara, foto by GC

Karya: I Made Dedik Widnyana

Sinopsis :

Prahara adalah sebuah realita sosial, yang kenyataanya selalu membuat masyarakat dihantui perasaan resah dan gelisah. Walaupun selalu diartikan negatif, tetapi penata mencoba menjadikannya sebagai sebuah daya rangsang, dalam penataan komposisi karawitan, dimana didalamnya akan menjelaskan bawa dia tidak selalu bermakna negatif, tetapi suatu saat dia bisa menegakkan kembali nilai sebuah kebenaran yang lain, komposisi ini diwujudkan dalam bentuk komposisi karawitan baru, dimana kesan. Melalui media ungkap Gamelan Selonding dan beberapa instrument musiknya inovatif dan unsur-unsur musiknya ditata sedemikian rupa agar komposisi ini terkesan bernuansa baru.

Pendukung Karawitan   : Sekaa Gong Sancaya Kanti Desa Kesiman, Denpasar

4. BANGSING

Bangsing, foto by GC

Karya: I Komang Budiana

Sinopsis :

Bangsing adalah akar gantung yang tumbuh dari dahan beringin, dan keagungan pohon yang teramat besar, dahan dan ratingnya serta merta selalu berusaha untuk memperbesar diri karena akar dari pohon ini menjalar begitu rupa serta menimbulkan kerimbunan dan kesejukan.

Terlihat dari fenomena yang ada, pohon ini mempunyai karakteristik atau kekhasannya berupa akar yang tumbuh bergantung, berlawanan dan berbalapan hingga menimbulkan keunikan dan kekilitan suatu kebersamaan satu sama lainnya.

Pendukung Karawitan   : Sekaa Gong ST.Cakra Werdhi Kutuh Sayan Ubud

5. PAUM

Paum, foto by GC

Karya: I Made Agus Rijayana

Sinopsis :

Paum merupakan proses untuk mencari mufakat dalam sebuah organisasi. Indahnya perbedaan pendapat dan perselisihan rapat/sangkep menginspirasi penata untuk mentransformasikan perbedaan dan perselisihan ke dalam sebuah komposisi tabuh kreasi baru dengan repertuar seperangkat barungan gong kebyar dengan megedepankan unsur-unsur musikalitas seperti tempo, dinamika, ritme dengan konsep perubahan.

Pendukung Karawitan:

1.  Sanggar Siwer Nadi Swara Br.Pagan Kelod

2. Mahasiswa Jurusan Karawitan FSP ISI Denpasar

Pergelaran Karya TA Seni Karawitan 2009 Hari Ke Tiga

Ujian Tugas Akhir Program Studi Seni Karawitan merupakan salah satu tugas pada mata kuliah Tugas Akhir (TA) dengan beban SKS sebanyak 6 SKS. Ujian Tugas Akhir diselenggarakan dalam dua rangkaian yaitu Ujian Karya Seni dan Ujian Karya Tulis yang berupa Skrip Karya seni.  Pada hari ketiga Rabu, 20 Mei 2009 akan diikuti oleh lima karya seni baik bercorak tradisi inovatif, maupun kontemporer, yang telah melalui bimbingan dari dosen-dosen pembimbing yang mumpuni di bidangnya. Adapun judul dan penatanya adalah sebagai berikut.

1. SURAPANA

Surapana, Foto by GC

Karya: I Kadek Suparman

Sinopsis :

Masalah, memang dapat terjadi dan dialami oleh siapa saja. Masalah yang membuat pikiran menjadi kalut, tidak tahu harus berbuat apa. Maka tidak jarang, minuman keraslah yang menjadi jalan keluarnya. Fenomena ini kerap kali dialami oleh generasi muda. Dengan minum-minuman keras secara berlebihan, belum tentu dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Tetapi dibalik itu semua minuman  keras juga dapat memberikan manfaat bagi tubuh apabila kita mampu mengkonsumsinya dengan baik. Oleh sebab itu, kita harus mampu mengendalikan apa yang kita nikmati termasuk minuman keras. Semua itu penata mencoba menterjemahkan kedalam bahasa musik melalui media alat musik bamboo. Dengan judul Surapana yang berarti minuman keras.

Pendukung: Sanggar Seni Lingga Jati, Jalan Kebo Iwa Denpasar.

2. JANTRA

Jantra, Foto by GC

Karya: I Kadek Mahendra Putra

Sinopsis :

Jantra adalah suatu kata yang artinya baling-baling atau istilah Balinya  sering disebut pindekan. Baling-baling merupakan suatu benda yang bisa berputar dengan bantuan tenaga angin. Jika angin berhembus sangat kencang, maka baling-baling akan berputar pelan-pelan. Dari sinilah timbul reaksi pada diri penata untuk menggambarkan proses perputaran baling-baling melalui karya seni inovasi dengan menggunakan media ungkap Gong Kebyar.

Pendukung: Sanggar Yudistira, Banjar Muncan, Desa Kapal, Mengwi.

3. RIT.TIK

Rit Tik, Foto by GC

Karya: I Putu Gede Sukaryana

Sinopsis :

Zaman terus berkembang, manusia telah terlena oleh kemajuan teknologi yang semakin canggih dan mulai melupakan mesin ketik. Dijamannya, mesin ketik adalah idola bagi para penulis. Di jaman teknologi saat ini, mesin ketik mungkin hanya digunakan oleh orang tertentu saja. Sayup-sayup suara mesin ketik yang kethak-kethok itu seperti “menyihir” pusat kesadaran penata untuk berkreasi, walaupun sebenarnya hanya satu nada yang sama yang berulang-ulang.

Dari sebuah mesin ketik tua timbul inspirasi panata untuk mentransformasikannya menjadi sebuah karya seni musik kontemporer yang berjudul Rti.Tik.

Pendukung: Mahasiswa ISI Denpasar

4. KULI BANGUNAN

Kuli Bangunan, Foto by GC

Karya: Made Wira Oka Atmadi

Sinopsis :

Perjalanan panjang peradaban manusia, dapat menjadikan petunjuk jalan menuju suatu kesamaan penghargaan dalam perbedaaan profesi yang tetap mendapat sebuah pengukuan, walaupun manusia modern selalu berfikir efektif-efisien dengan jaman mesin yang serba canggih. Dengan itu setidaknya kita tidak memandang sebelah mata terhadap kuli bangunan, marilah kita apresiasikan kedalam berbagai hal. Pada kali ini penata mencoba mengekspresikannya lewat sebuah karya seni musik, melalui pengolahan unsur musical yang terangkai menjadi sebuah komposisi musik kontemporer dengan judul Kuli Bangunan.

Pendukung        : Komunitas Rare Kual, Kel.Banjar Tegal, Singaraja

5. MIDER GITA

Mider Gita, foto by GC

Karya: I Gusti Bagus Sukma Adi Oka

Sinopsis :

Fenomena budaya yang menyebut Bali sebagai “Pulau Seribu Pura” menjadikan Bali sebagai sebuah pulau yang penuh dengan ritus keagamaan. Setiap ritus yang dilaksanakan itu selalu memberikan arti penting dalam setiap relung kehidupan yang sudah membudaya dalam masyarakat Bali.

“Mider Gita” adalah karya karawitan yang terinspirasi dari prosesi ritual yang merupakan sebuah bentuk “ritus” yang telah mentradisi dalam kehiudupan masyarakat Desa Bungkulan Buleleng, merupakan warisan nenek moyang yang selalu dilaksanakan setiap diselenggarakannya upacara piodalan, secara murwa daksina berkeliling pada areal pura.

Pendukung: Sanggar Seni Tripitaka, Desa Munduk Kabupaten Buleleng.

Loading...