by admin | Jul 7, 2009 | Berita
(Denpasar-Humasisi) Sebanyak 13 orang mahasiswa Jurusan Kriya Seni FSRD ISI Denpasar dan 3 orang dosen pembina akan mengikuti Pameran Seni Kriya Senkuyung “Save The Culture” yang akan dilaksanakan di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta. Rencananya pameran akan berlangsung dari tanggal 10-13 Juli 2009. Itu terungkap dalam acara pelepasan oleh Pj. Dekan di gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar. Pada acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa, Pj. Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, MSi, PD II Drs. I Made Bendi Yudha, MSn, PD III Drs. I Wayan Swandi, MSi, Seluruh dosen dan jajaran struktural Jurusan Kriya FSRD ISI Denpasar.
Pameran yang digagas oleh ISI Yogyakarta, ISI Surakarta dan ISI Denpasar ini puncaknya akan diadakan Temu Karya Mahasiswa Kriya Indonesia, Presentasi Karya dan Workshop batik pada tanggal 12 Juli 2009, akan dihadiri mahasiswa dari universitas yang tergabung BK PTSI(Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia) yaitu STSI Padang Panjang, STSI bandung, IKJ Jakarta, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, STKW Surabaya, ISI Denpasar. Sebelumnya (11/7) akan diadakan Seminar Nasional dengan Judul “Kriya Dalam Berbagai Sudut pandang” yang akan dibawakan oleh Sumino SSn(Jogja), K.R.T. Kalinggo (Solo) dan Ir. Slamet Rahardjo (ASMINDO Solo). Untuk tanggal 13 Juli akan didakan Mural (melukis tembok bersama), Workshop Keris, Fashion Show dan Live Music “Sound of Kriya”. Khusus dalam pembukaan (10/7) akan diadakan performance art yang dibawakan oleh Komunitas Kandang Sapi-Yogyakarta, Wayang “Ai No Kage” (Hiromi Suwa-Jepang) dan Live Music.
Pj. Pembantu Dekan III FSRD ISI Denpasar yang menangani masalah kemahasiswaan Drs. I Wayan Swandi, MSi, menyambut gembira atas rencana pameran ini, apalagi akan diadakan Temu Mahasiswa Kriya Indonesia disana, yang merupakan ajang untuk bertukar pikiran pengalaman dan keilmuan antar mahasiswa kriya se-Indonesia. Diharapkan setelah acara tersebut mahasiswa mendapat suatu pengalaman dan inovasi pengembangan kelimuan yang dapat diterapkan kepada karya kriyanya. Apalagi pada tahun 2010 ISI Denpasar yang akan menjadi tuan Rumah dari acara Temu Mahasiswa Kriya Indonesia ini, itu merupakan kebangaan dan juga tanggung jawab yang besar untuk menyelenggarakannya dengan maksimal. Pj. Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, MSi menyambut gembira atas keiatan berpameran ini, apalagi akan dilangsungkan di luar daerah dan tingkat nasional. Mahasiswa juga diingatkan agar terus menjaga nama almamater demi meningkatkan citra kampus di tingkat nasional. Ini membuktikan bahwa Jurusan Kriya Seni FSRD ISI Denpasar diperhitungkan di tingkat nasional, nah tanggung jawab kita bersama untuk mempertahankannya. Kegiatan ini juga merupakan suatu usaha untuk memajukan lembaga baik secara kuantitas dan kualitas. Rinu juga tidah henti-hentinya mendorong jurusan lain untuk aktif berpameran, karena pameran adalah wadah untuk mengasah kemampuan diri selain pendidikan formal di kampus.
by admin | Jul 6, 2009 | Berita
(Denpasar-Humasisi) Kisruh ISI Denpasar yang sempat mewarnai perjalanan kampus, tidak menghentikan keinginan mahasiswa dan dosen ISI Denpasar untuk terus mengukir prestasi baik nasional maupun internasional. Terbukti 3 orang mahasiswa FSRD ISI Denpasar berhasil mencetak prestasi yang cukup membanggakan. Mereka adalah Ketut Adhi Apriana yang berhasil menggondol juara III Nasional Lomba Logo 60 tahun UGM, Ni Wayan Ari Suardiyanti peraih Grantee Arizona Batch V 2009 beasiswa IELSP dan Ni Made Arini Hanindharputri yang juga meraih Grantee Oregon Batch V beasiswa IESLP. Kedua mahasiswi ini berkesempatan untuk menimba ilmu bahasa Inggris dan kebudayaan di universitas terkenal Amerika Serikat selama 6 bulan. Itu terungkap dalam pertemuan rektor ISI Denpasar dengan 3 mahasiswa FSRD yang berprestasi di Ruang rektor ISI Denpasar senin(6/7). Dalam pertemuan tersebut hadir juga Pj. Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, MSi, Pj. Pembantu Dekan II FSRD Drs. I Made Bendi Yudha, MSn dan Ketua Jurusan Fotografi Arba Wirawan.
Pj. Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, MSi menjelaskan meskipun sempat diwarnai kisruh namun prestasi Fakultas Seni Rupa dan Desain meningkat. Itu terlihat dari hasil yudisium kemaren(4/7) dimana peningkatan secara kuantitas dapat dilihat dari jumlah peserta meningkat, secara kualitas juga terjadi peningkatan dari segi nilai Tugas Akhir yang diraih dan secara umum IP yang diraih juga meningkat secara signifikan. Juga prestasi mahasiswa baik dosen diluar kampus juga cukup meningkat terbukti dengan beberapa mahasiswa dan dosen berhasil menggodol juara nasional dan internasional di bidangnya masing-masing. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA menyambut gembira dan berterima kasih atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa dan dosen FSRD. Ke depan semoga dapat lebih ditingkatkan lagi sehingga bisa mewujudkan visi ISI Denpasar untuk “go international” dengan terus membenahi diri dan menambah fasilitas pendidikan agar sesuai dengan standar kampus inetrnasional.
Khusus untuk ketiga mahasiswa FSRD yang berprestasi Prof. Rai meminta agar terus meningkatkan kualitas dirinya lewat ajang kompetisi baik nasional maupun internasional. Rektor tidak henti-hentinya selalu memotivasi dan memfasilitasi mahasiswa atau dosen yang ingin mengembangkan dirinya dengan terus menjalin networking dengan universitas-universitas terbaik dunia, sehingga peluang berkompetisi dan membenahi diri semakin terbuka lebar. Juga prestasi yang diraih oleh ketiga mahasiswa ini diharapkan dapat diikuti oleh mahasiswa yang lain, karena selain membawa prestise pribadi juga memberikan citra positif bagi perkembangan kampus. Faktor kemampuan bahasa inggris yang menjadi momok untuk kemajuan selama ini, akan terus digerus dengan akan diadakannya kursus bahasa inggris bagi mahasiswa, yang biaya operasionalnya akan ditanggung sepenuhnya oleh kampus.
Prof. Rai juga berpesan untuk kedepannya kampus memerlukan dosen yang kreatif dan kompetitif, apalagi ketiga mahasiswa ini memiliki potensi yang besar untuk lebih meningkatkan diri sesuai bidang keilmuannya. Mengingat mahasiswa atau alumni terbaik yang telah memenuhi kualifikasi bisa mengabdikan ilmunya di alamamater, Prof. Rai mengajak mahasiswa untuk dapat meraih hal tersebut. prof. Rai juga berpesan mahsiswa dan dosen yang berprestasi akan dilibatkan dalam kegiatan internasional sehingga dapat membuka wawasan dan pergaulannya dengan masyarakat internasional.
by admin | Jul 4, 2009 | Agenda, Berita

(Denpasar-humasisi) Sebanyak 40 orang mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar telah diyudisium pada hari Sabtu (4 Juli 2009), yang bertempat di gedung Lata Mahosadhi Pusat Dokumentasi (PUSDOK) ISI Denpasar. Acara tersebut merupakan Runtutan dari acara Ujian Akhir Mahasiswa FSRD ISI Denpasar yang sebelumnya telah dilaksanakan pameran Tugas akhir yang bertempat di gedung Kryahasta ISI Denpasar dari tanggal 16-20 Juni 2009 , Ujian Komprehensif dilaksanakan dari tanggal 22-27 Juni 2009 dan terakhir Yudisium yang merupakan pengumuman kelulusan para mahasiswa yang dilaksanakan pada hari Sabtu (4/7) ini. Tentu puncaknya akan dilaksanakan wisuda yang bertepatan dengan acara Dies natalis ISI Denpasar pada tanggal 28 Juli depan. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa yang telah mengikuti Ujian Tugas Akhir, seluruh dosen Penguji, Pembantu Rektor I, jajaran struktural FSRD, seluruh Dosen dari FSRD, staf dan panitia.
Ketua Panitia sekaligus pembantu Dekan I ISI Denpasar Drs. I Gede Mugi Raharja, M.Sn menerangkan bahwa dari 40 orang para lulusan tersebut 13 orang berasal dari jurusan lukis, 2 orang jurusan patung, 14 orang dari DKV, 6 orang dari Desain Interior , 3 orang dari Kriya Seni dan 2 orang dari Fotografi. Pada kesempatan tersebut Mugi juga mengumumkan mahasiswa-mahasiswa yang memperoleh IPK dan nilai karya terbaik pada Ujian Tugas Akhir semester genap tahun ajaran 2008/2009 ini. Adapun mahasiswa tersebut adalah, untuk IPK peringkat pertama diraih oleh Komang Edi sastrawan dari Jurusan lukis dengan IPK akhir 3,55. Ni Made Arini Hanindharputri dari DKV dengan IPK 3,49, Ni Wayan Ari Suardiyanti 3,49 DKV pada peringkat dua Anak Agung Ayu Puspa Wardhani dari Jurusan Fotografi dengan IPK 3,47 pada peringkat ketiga, I Wayan Eka Ari Astana jurusan lukis dengan IPK 3, 45 pada peringkat empat, dan yang terakhir I Putu Pinky Sinanta dari jurusan lukis. Karya Ujian TA terbaik untuk tahun ini semuanya diborong jurusan DKV, untuk peringkat pertama diraih oleh I Putu Yudi Mahardika dengan nilai 93,92, kedua diraih oleh Ni Made Arini Hanindharputri 93,13, ketiga Putu Gede Wisnu Yasa 91,70, keempat Ni Wayan Ari Suardiyanti 90,77 dan kelima diraih oleh Wahyu Indira dengan nilai TA 90,34.
Pj. Dekan FSRD ISI Denpasar Dra. Ni Made Rinu, M.Si sangat bangga terhadap hasil yang telah dicapai oleh para lulusan dan diharapkan dapat dipertahankan ketika memasuki dunia kerja nanti. juga terjadi peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas. Secara kualitas terbukti dari nilai yang diperoleh dari para mahasiswa yang mengikuti yudisium yang rata-rata memuaskan. Terlihat dari beragamnya tema yang diangkat mahasiswa pada saat Ujian Tugas Akhir . Pembantu Rektor I ISI Denpasar Drs. I Ketut Murdana, M.Sn yang mewakili Rektor berpesan agar para lulusan menjaga kualitas karyanya dengan maksimal dalam hubungannya nanti dengan masyarakat di dunia kerja nanti. Murdana juga mengingatkan akan pentingnya pengurusan dan pengetahuan tentang IPR(intelectual Property Right)/Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ketika akan menjual karyanya, karena berhubungan kesejahteraaan kita sebagai seniman/desainer.
Acara tersebut diikuti dengan sangat antusias oleh para peserta dan diakhiri dengan acara jabat tangan antar mahasiwa dan dosen, sebagai ucapan perpisahan dan terima kasih atas bimbingannya selama ini.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Jul 3, 2009 | Berita

(Denpasar-humasisi)Di tengah hiruk pikuknya Pesta Kesenian Bali, Kampus ISI Denpasar kedatangan 100 dosen peserta pelatihan ToT(Teacher on Training) suatu program yang diselenggarakan atas kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas dengan UCEC(Universitas Ciputra Entrepreneurship Center). 100 dosen tersebut merupakan calon dosen pembimbing kewirausahaan dari PTN, PTS diwilayah Bali, Surabaya, Bandung, Mataram dan Selong. Pelatihan ini diselenggarakan dari tanggal 29 Juni sampai 3 Juli 2009 yang bertempat di Hotel Aston, Denpasar. Peserta diberikan pelatihan dan pengetahuan dasar entrepreneurship dan diharapkan setelah pelatihan dapat membimbing mahasiswa dalam program kewirausahaan. Untuk kegiatan di Kampus ISI Denpasar para peserta ToT mengadakan video conference dengan narasumber langsung oleh Bapak Entrepreneur Indonesia Dr. Ir. Ciputra dari Ciputra Group yang sekaligus pendiri Universitas Ciputra. Sebelumnya dipaparkan materi Creativity :Fluency Training & Entrepreneurship Opportunity yang dibawakan oleh Antonius Tanan seorang dosen dari Universitas Ciputra Jakarta. Dalam pelatihan ini peserta dilatih untuk menemukan gagasan bisnis, 5 pintu entrepreneurship dan entrepreneurship bussiness.
Menurut PR III ISI Denpasar Drs. I Made Subrata, MSi yang menangani kemahasiswaan dan penanggung jawab program kewirausahaan mahasiswa, ISI Denpasar telah mengirimkan 5 orang dosen calon pembimbing program kewirausahaan yang pertama kali dicanangkan oleh DIKTI, yaitu dari fakultas seni pertunjukan Ni Nyoman Kasih, SST, MSn dan Ida Ayu Wimba Ruspawati, SST, MSn, sedangkan dari FSRD diwakili oleh Drs. D.A. Tirta Ray, MSi, Drs. I Nyoman Parnama Ricor, Drs. A.A. Gde. Ngurah TY, MSi. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan entrepreneurship ini, para dosen mampu mentransfer ilmunya kepada mahasiswa,sehingga setelah tamat nanti mahasiswa dapat menciptakan dan mengembangkan usaha sendiri. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA menyambut gembira dan bangga atas dipilihnya ISI Denpasar sebagai penyelenggara video conference untuk acara pelatihan ini. Prof. Rai juga mengingatkan dosen yang mengikuti seminar agar mengikuti dengan serius acara ini, karena berkaitan dengan keberlangsungan program kewirausahaan yang diselenggarakan oleh DIKTI. Dari pelatihan diharapkan dosen dapat membimbing mahasiswa untuk membuka lapangan kerja sendiri dengan melihat celah-celah bisnis yang disesuaikan dengan disiplin ilmu akademisnya dan dalam pengembangan usahanya kelak.
Sementara itu Dr. Ir. Ciputra menjelaskan bahwa kenapa perekonomian Indonesia masih kalah dengan negara lain karena kurangnya pengetahuan tentang entrepreneurship dalam pendidikan akademis kita, sehingga setelah lulus mahasiswa takut membuka usaha sendiri karena tidak mengetahui trik-triknya. Itu dibuktikan dengan jumlah pebisnis di Indonesia yang hanya 0.18 persen dari total populasi Indonesia, jumlah yang sangat ironis sekali. Jadi dengan program pelatihan ini secara bertahap diharapkan persentase jumlah pebisnis di Indonesia meningkat dan mempengaruhi tingkat perekonomian negara, “ya minimal 25 persen lah” katanya dengan gayanya yang khas. Ir. Ciputra juga membagi ilmu dan pengalamannya selama menggeluti dunia bisnis, bagaimana ia bisa survive dari krisis tahun 1998, trik-trik bisnis dan memotivasi peserta untuk selalu berpikir entrepreneur bukan shoper semata. Ir. Ciputra Juga mengingatkan bahwa pendidikan entrepreneur harus ditanamkan sejak kecil, caranya gimana “ya tentu dengan terus mengajak anak untuk terus berpikir kreatif lewat penggalian imajinasinya dan memberikan penghargaan bila anak dapat berpikir kreatif dalam menjawab tantangannya”. Tentu dengan pendidikan dari kecil, anak akan cepat dapat membuka atau memanfaatkan celah-celah bisnis yang baru, yang tentu sangat berguna untuk masa depan dirinya dan negara ini kelak. Para peserta mengikuti program ini dengan antusias dan harapan untuk kemajuan perekonomian negara ini kedepan.
by admin | Jul 2, 2009 | Berita
Dalam kesempatan kali ini, dapat saya kabarkan kegiatan pembelajaran gamelan Bali di KBRI Paris.
Sebagai tindak lanjut dari pembelajaran gamelan Bali di KBRI Paris, seminggu yang lalu tepatnya pada tanggal 21 juni 2009 kami mengadakan pertunjukan sebagai partisipan dalam rangka “fete de la musique”(hari musik sedunia)
Fete de la Musique merupakan festival music tahunan yang dicetuskan oleh mentri kebudayaan Prancis Jack Lang (1982) dan digelar setiap tanggal 21 Juni. Sejak awal pelaksanaannya, festival ini sukses sebagai sarana efektif bagi semua orang untuk mengekpresikan diri dalam berbagai jenis music.
Pertunjukan tersebut digelar atas kerja sama antara KBRI Paris dengan Restaurant Indonesia di kawasan Jardang du Lexerburg ( taman kota Luxerburg). Tempat ini sengaja dipilih karena berdekatan dengan salah satu pusat acara di konsentrasi masa Fete de la musique.
Materi yang ditampilkan adalah tabuh gilak baris, tabuh tari pendet, dan tabuh gilak sasak. Selain menampilkan gamelan Bali, juga menampilkan angklung (kocok) yang membawakan lagu kopi dangdut, my heart dan Besame mucho. Pergelaran ini didukung oleh PPI(Perhimpunan pelajar Indonesia) setempat.
Pada umumnya warga prancis terpikat dan sangat mengapresiasi pertunjukan yang bernuansa tradisional Indonesia yang sangat unik jika dibandingkan dengan pertunjukan pertunjukan yang lainnya. Diharapakan partisipasi Indonesia semakin menggugah keingin tahuan masyarakat Prancis tentang seni budaya dan wisata Indonesia. Kata Gustav Sirait, sekretaris III Pensosbud KBRI Paris.
Selain pertunjukan, kami juga mengadakan sesi interaktif. Pada sesi ini warga Prancis bahkan antri ingin mencoba memainkan gamelan dan angkung bersama sama dengan penabuh dari Indonesia.
Setelah Fete de la music berakhir, dalam minggu ini kantor KBRI Paris kembali disibukan dengan persiapan mengikuti Cranaval Tropical de Paris tanggal 4 Juli 2009 yang akan datang. Dalam keikut sertaannya yang ke dua kali ini, KBRI Paris akan menampilkan mobil hias bernuansa Bali, dan pragmen prosesi dengan menggunakan gamelan Bleganjur,angklung kocok dan Tari kecak. Kontingen Indonesia akan melibatkan lebih dari 70 orang yang didukung oleh masyarakat Indonesia di paris dan beberapa masyarakat Prancis.
Carnaval kali ini akan dimulai dari Place de la Nation dan berprosesi menelusuri jalanan kota sejauh 7 kilometer dan berakhir di Port de Pantin. Prosesi ini juga display di satu titik dan dilakukan penilaian oleh tim juri yang nantinya akan ditentukan juara dalam berbagai katagori. Carnaval Tropical de Paris diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang kebanyakan dari Negara Negara bekas jajahan Prancis yang berada di Benua Aprica. Dan Indonesia di undang sebagai peserta tamu.
Dalam latihan tadi malam, Kuasa Usaha Bapak Maruli Tua Sagala, Pejabat dan para Diplomat di lingkungan KBRI Paris, turut hadir dalam latihan dan memberikan semangat kepada kontingen Indonesia. Kita harus dapat berbuat maksimal demi Bangsa dan Negara. Karena Carnaval de Paris merupakan ajang promosi Indonesia untuk lebih dikenal di mata internasional dibidang seni dan budaya. Sehingga nantinya bisa meningkatkan kunjungan wisata ke Indonesia. “ kata Bapak Maruli, menyemangati.”
Demikian kegiatan yang dapat saya kabarkan, mohon doa restu, semoga keikutsertaan Indonesia dalam Carnaval ini dapat menuai hasil yang maksimal.
Paris, 30 Juni 2009
Salam,
I Nyoman Kariasa
by admin | Jun 30, 2009 | Berita

Imbue Karya Arba Wirawan 2008
Peningkatan akuntabilitas dosen dan Internasionalisasi kampus ISI Denpasar kembali bergeliat dengan diselenggarakannya pameran karya-karya dosen Ps. Fotografi FSRD ISI Denpasar I Komang Arba Wirawan,S.Sn.,M.Si di Cullity Gallery, Faculty of Architecture, Landscape and Visual Art, The University Of Western Australia.
Pameran yang bertajuk Bagus Hati Brige Culture project dapat diakses dalam situs bagus hati exhibition The University Of Western Australia, Arba Wirawan mengusung tema “Dynamic Balinese culture are my source of inspiration of art photography creation. Budaya Bali yang dinamis dan kreatif membawa inspirasi dan kreasi yang tidak pernah tidur sebagai sumber ide penciptaan fotografi seni.
Keunggulan budaya Bali Hindu sebagai nafasnya, merupakan sumber eksplorasi yang tidak pernah habis dapat menjadi keunggulan dan kekhasan dari Ps. Fotografi FSRD ISI Denpasar dibanding dengan pendidikan akademis fotografi lainnya di Indonesia, yang dapat menjadi ciri dan karakter yang berbeda. Sehingga fotografi seni nantinya dapat tumbuh menjadi industri kreativ mewarnai jagat seni rupa di Indonesia bahkan dunia.
Eksplorasi fotografi seni tidak terbatas pada budaya saja ia memiliki media yang sangat luas dan tidak terbatas apalagi era digitalisasi dan komputerisasi yang mempermudah dan mempercepat seorang seniman fotografi dalam berkarya, tanpa mengurangi kwalitas karya tentunya dan malah menambah nilai dari karya yang diciptakan.
Perlu kerajinan, ketekunan, dan kesabaran dalam menciptakan sebuah karya fotografi seni. Tentunya didukung oleh faktor teknis fotografi digital, dan tataran idesional yang segar secara terus menerus. Fotografi seni sekarang ini berkembang melalui dua sumber. Sumber yang pertama membuat foto /setting fotografi (made photography) dan sumber yang kedua menemukan obyek foto (make photography).
Baik membuat dan menemukan foto diperlukan tiga syarat (teori 3C) teori utama dalam penciptaan sebuah karya fotografi seni yaitu content, context dan compotition. Content yang dimaksud adalah isi dari sebuah karya fotografi seni, kaya isi atau miskin isi karya yang dihasilkan oleh seorang fotografer seni. Context yang dimaksud adalah konsep yang dipresentasikan dalam visual karya tersebut. Compotition yang dimaksud adalah keindahan secara menyeluruh dari karya tersebut, berupa komposisi, pencahayaan, sudut pandang, fokus of interest, garis, bidang, dan warna,.
Penguasaan teori yang lengkap dan teknis yang akurat didukung oleh penguasaan peralatan yang cekatan semestinya akan menghasilkan karya yang berkarakter. Sehingga akan lahir master piece oleh maestro-maestro fotografi seni, selamat berkarya.
Berikut karya yang dipamerkan I Komang Arba Wirawan.S.Sn.,M.Si di THE UNIVERSITY OF WESTERN AUSTRALIA “IMBUE’ Karya I Komang Arba Wirawan-2008.