by admin | Feb 24, 2010 | Berita, pengumuman
Program Studi Kriya Seni membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2010/2011 melalui 4 jalur:
a. Jalur Umum
b. Jalur Unggulan Daerah (PMBUD)
c. Jalur minat dan kemampuan (PMDK)
d. Jalur Bidik Misi
Keterangan lebih lengkap serta formulir SPMB dapat dilihat pada ACCOUNT PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2010 yang tertera pada WEB ini
by admin | Feb 24, 2010 | Berita
Suasana kampus ISI Denpasar khususnya Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) tadi pagi (23 Februari 2010) dihebohkan dengan penampilan kesenian musik khas Betawi persembahan dari mahasiswa Jurusan Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Kedatangan para mahasiswa yang berjumlah 40 orang dan didampingi oleh 3 dosen pembimbing ke ISI Denpasar untuk melakukan studi banding. Dalam kunjungan singkatnya para mahasiswa semester IV Jurusan Musik ini menyajikan tiga materi pertunjukan, yaitu diawali dengan Akapela (paduan suara) yang dikemas sangt menarik dan apik dengan membawakan tiga lagu. Penampilan selanjutnya yang tak kalah memukau adalah permainan alat musik gitar klasik, yang dibawakan oleh 8 masiswa yang juga tergabung dalam Kelompok Jakarta 6 Senar. Kelompok yang kerap melakukan pementasan dan terlibat dalam berbagai festival berjumlah 25 orang, namun kali ini hanya 8 mahasiswa yang dapat tampil, namun keindahan petikan demi petikan permainan gitar menghantarkan mereka untuk menampilkan lagu-lagu daerah, diantaranya ‘Jali-Jali’. Nuansa kolaborasi Bass Rhythm dan Melody sangat indah dibawakan oleh para mahasiswa. Sementara penampilan yang sangat unik dibawa dari Kota Metropolitas Jakarta yaitu kesenian khas Betawi, yaitu penampilan musik Gambang Kromong yang mengiringi lagu-lagu khas betawi. Para penyanyi dengan dialek khas Betawi mampu menyihir penonton khususnya mahasiswa ISI Denpasar untuk ikut terlibat menari di atas panggung. Tak hanya itu, di sesi akhir para pejabat ISI Denpasar pun turut berjoget di panggung dan bernyayi lagu khas Betawi.
Sementara dalam suasana dialog, Sekretaris Jurusan Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Martin Retanus mengungkapkan, Fakultas Bahasa dan Seni memiliki 3 jurusan yaitu Seni Musik, Seni Rupa dan Seni Tari. Pada semester awal semua mahasiswa mendapatkan pengetahuan musik barat (piano, gitar dan vocal), kemudian masuk ke semester yang lebih tinggi mahasiswa mulai dijuruskan sesuai dengan bakat yang lebih diminati. Dan untuk melestarikan seni dan budaya Betawi mereka juga mendapatkan pengetahuan seni budaya dan musik Betawi. Tak lain bertunjuan untuk melestarikan budaya Betawi ditengah terpaan arus globalisasi. Sementara kunjungannya ke ISI Denpasar bertujuan untuk bertukar pikiran dan wawasan dengan seluruh civitas ISI Denpasar. Apalagi ditengah-tengah acara diberikan workshop tari dan tabuh, yang tentunya dapat menambah pengetahun tentang budaya Indonesia.
Dalam suasana kekeluargaan dan keakraban rombongan disambut oleh jajaran Dekanat Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar (Dekan: I Ketut Garwa S.Sn., M.Sn., PD I: I Dewa Ketut Wicaksana, S.SP., M.Hum., dan PD II: Ni Ketut Suryatini, S,SKar., M.Sn.), para ketua jurusan (Tari, Karawidan dan Pedalangan), dosen serta para mahasiswa ISI Denpasar.
Sementara Dekan Fakulktas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn., mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat baik untuk dilakukan guna menambah ilmu khususnya bagi mahasiswa karawitan, mengingat mereka juga memperoleh pengetahuan musik barat. Dan semoga apa yang disuguhkan oleh para mahasiswa dari UNJ tadi akan menambah referensi wawasan mereka untuk berkarya dan menghasilkan garapan dengan inovasi baru yang terinspirasi dari wawasan budaya luar.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Feb 23, 2010 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH MAHASISWA KRIYA SENI YANG MENGAMBIL MATA KULIAH TA, DIMOHON KEDATANGANNYA PADA:
HARI : SENIN, 1 Maret 2010
PUKUL : 09.00 WITA
TAMPAT : RUANG KULAH 4 FSRD
ACARA : PENGARAHAN TA
DEMIKIAN KAMI SAMPAIKAN UNTUK DILAKSANAKAN
Denpasar, 22 Februari 2010
Ketua PS
Ttd
Drs. I Ketut Muka P., M.Si
NIP. 196112311993111001
by admin | Feb 23, 2010 | Berita, pengumuman
Jadwal tugas akhir FSRD ISI Denpasar
periode semester genap 2009/2010
kalau kurang jelas bisa dilihat disini

by admin | Feb 23, 2010 | Artikel, Berita
Oleh : (I Ketut Darsana, SST., M.Hum., Jurusan Tari ,FSP, DIPA, 2007)
Abstrak Penelitian
Tata rias dan Busana Adat Bali ke Pura, terutama yang terdapat di Denpasar dan umumnya di Bali Mempunyai keunikan –keunikan tersendiri yang belum tentu dimiliki oleh daerah/propinsi lain. Dari proses pembuatannya yang memakan waktu cukup lama penggunaan busananya selalu dikaitkan dengan upacara-upacara yadnya khususnya dalam melakukan persembahyangan ke pura secara turun temurun. Di samping sebagai prestise identitas diri, maupun daerah busana adat juga memilik nilai-nilai estetis yang sangat tinggi dan di dalamnya terkandung nilai simbol yang terpatri dalam perilaku keseharian. Makna simbol akan melakat scara turun temurun tanpa memperdulikan pengaruh era globalisasi saat ini.
Dalam penelitian ini permasalahan yang menarik yang dikaji dari tata rias dan busana Adat Bali ke Pura adalah mengenai bentuk, fungsi dan makna serta praktisi dipaparkan cara pembuatan hingga pemakaian.
Adapun metode yang digunakan dalam mengkaji tata rias dan busana Adat Bali ke Pura adalah dengan melakukan pendekatan ilmiah di mana data-data yang terkumpul dikaji dan diolah dengan bahasa kualitatif yang singkat, padat dan jelas. Rias dan busana adat ke pura persembahyangan waqnita Bali (Hindu) memiliki dua bentuk yang berbeda. Bantuk ini dapat dilihat dari pengguanaan sanggulnya, ada yang menggunakan sanggul/pusung gonjer, bagi remaja putri dan sanggul/pusung tagel untuk wanita dan dewasa dan atau sudah berkeluarga. Di samping nilai estetis yang terkandung di dalamnya juga mengandung nilai filosofis yang mendalam dalam bentuk uraian bentuk, fungsi dan makna. Semua yang terkandung di dalamnya perlu pemahaman yang mendalam dalam wujud penerapan secara reaal (action) di setiap adanya upoacara persembahyangan ke pura.
by admin | Feb 23, 2010 | Berita
Guna mendukung program pemerintah visit Indonesia tahun 2010, ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan seni juga turut berbenah dengan menjadikan ISI Denpasar sebagai salah satu target tempat kunjungan wisata bagi wisatawan mancanegara. Kunjungan wisatawan ini sudah menjadi program bulanan di ISI Denpasar yang dalam kurun waktu sekitar 2 bulanan, tercatat sudah tiga kali terdapat program kunjungan wisatawan asing ke ISI Denpasar. Kemarin (17 Februari 2010) sekitar 40 wisatawan asing yang sebagain besar dari negara Australia, berkunjung ke ISI Denpasar. Mereka disuguhkan beberapa tari Bali diantaranya tari penyambutan, Selat Segara, dan Tari Topeng Tua. Selain dapat menyaksikan pentas seni yang disuguhkan oleh mahasiswa ISI Denpasar, mereka juga dapat wawasan dan pengetahun baru tentang dasar-dasar tari dan tabuh Bali. Pada kesempatan tersebut Ketua Darma Wanita ISI Denpasar I Gusti Ayu Srinatih, M.Si., memberikan workshop tari dan tabuh Bali. Tampak para audien yang rata-rata sudah berusia lanjut ini sangat antusias mendengarkan dan menyimak dengan seksama beberapa paparan yang diberikan oleh instruktur. Sesekali diantara mereka ada yang mencoba meniru gerakan yang diperagakan oleh para penari. Jempretan dan sorotan kamera tak henti-hrntinya mengalir kearah penari dan penabuh, sebagai oleh-oleh yang bisa mereka bawa pulang ke negara asalnya. Selain pemberian workshop, para wisatawan juga bisa menyaksikan kesenian Bali secara menyeluruh dengan mengunjungi musium seni milik ISI Denpasar (Gedung Lata Mahosadi).
Menurut I Gusti Ayu Srinatih, dengan dijadikan ISI Denpasar sebagai salah satu daerah tujuan wisata dunia, akan membawa berkah tersendiri, dimana kita dapat mempromosikan ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan seni di kancah internasional. Selain itu kedatangan wisatawan mancanegara ini juga menjadikan barometer bahwa fasilitas yang dimiliki ISI Denpasar sudah standar internasional. Berbekal dari program-program seperti ini akan menginspirasi kita untuk dapat melahirkan suat suguhan-suguhan yang menarik dan inovatif yang melahirkan industri kreatif dalam seni pertunjukan. Sehingga akan lahir banyak hasil karya baru yang mampu menjual, sehingga kegiatan ini bisa menjadi salah satu program yang dapat diterapkan nanti apabila ISI menjadi Badan Hukum Pendidikan (BHP).
Humas ISI Denpasar Melaporkan.