M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Finishing Laminasi : Studi Tentang Teknik dan Pengetahuan Bahan

Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Finishing Laminasi : Studi Tentang Teknik dan Pengetahuan Bahan

Oleh : I Nyoman Suardina, S.Sn., Jurusan Kriya Seni, FSRD, DIPA 2008

Abstrak penelitian

Finishing merupakan bagian esiensial dari keseluruhan proses penciptaan sebuah karya seni. Finishing bertujuan untuk menunjang kwalitas penampilan sebuah karya dan secara langsung menambah kwalitas keawetan karya itu sendiri. Seiring dengan perjalanan waktu serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sejalan dengan pengembangan finishing produk seni kerajinan, baik teknik maupun bahan yang dimanfaatkan sangat berpariasi. Salah satunya adalah finishing laminasi yang memanfaatkan limbah tempurung kelapa. Dengan demikian ada dua poin pertanyaan yang diajukan untuk dijawab pada permasalhan penelitian ini yaitu pertama, bagaimana proses pengerjaan finishing laminasi dengan bahan tempurung kelapa; kedua, bagaimanakah kwalitas dan inilai estetika karya seni yang difinishig dengan tempurung kelapa. Untuk menjawab petanyaan yang diajukan tentang proses finishing laminasi serta kwalitas dan nilai estetik karya seni yang difinishing dengan tempurung kelapa tersebut, karena penelitian ini penekanannya pada tatacara, alat dan teknik serta bidang yang berorientasi pada paradigma alamiah, maka desain penelitian yang digunakan adalah wadah penelitian kualitatif, dengan pendekatan teknik, bahan, dan estetik. Dalam proses penelitian yang dilakukan  lebih mengarah pada sifat eksploratif, karena bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau ststus fenomena. Penelitian hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan proses finishig dan bahan yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata proses finishig lamiasi dengan tempurung kelapa melalui tahapan proses yang rumit, memerlukan keterampilan dan ketekunan yang tinggi. Melalui tekstur serat-serat dan warna tempurung yang unik, ternyata menambah kwalitas nilai keindahan dan keawetan suatu barang.

Kata Kunci: Finishing dan tempurung kelapa.

The Center for World Music (Organisasi Ternama Dunia) Akan Gandeng ISI Denpasar untuk Event Internasional

The Center for World Music (Organisasi Ternama Dunia) Akan Gandeng ISI Denpasar untuk Event Internasional

Mendukung internasionalisasi perguruan tinggi seni, ISI Denpasar tak henti-hentinya menjalin kerjasama dengan pihak luar. Kerjasama yang dibangun baik bersifat akademik maupun non akademik. Salah satunya ISI Denpasar menjalin kerjasama dengan The Center for World Music, yaitu sebuah organisasi dunia yang bertujuan mendorong kesadaran dan pemahaman tentang seni pertunjukan tradisi melalui program perjalanan budaya, ajaran, dan kinerja program. Organisasi ini kerap melakukan pementasan/ konser besar bertaraf internasional. Hal tersebut terungkap saat kunjungan penjajakan Prof. Lewis Peterman selaku President Direktur The Center for World Music ke ISI Denpasar beberapa waktu lalu (9 Maret 2010). Kunjungannya diterima langsung Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.M.A, didampingi oleh Pembantu Rektor I, I Ketut Murdana.

Prof. Lewis yang juga sebagai guru besar bidang etnomusikologi ini, mengungkapkan pada tahun 2010, The Center for World Music, akan menggelar program wisata budaya dan lokakarya di beberapa wilayah di dunia. Organisasi yang berada di San Diego, Amerika ini akan menawarkan perjalanan wisata dan kesempatan belajar di Turki, Cina, Indonesia, Afrika, dan Amerika Latin. Untuk di Indonesia dipilih wilayah Jawa dan Bali. Kegiatan yang rencananya akan berlangsung selama 3 minggu berlangsung pada bulan Juni/ Juli tahun 2010. Salah satu kegiatannya di Bali adalah ke berkunjung dan belajar seni budaya Bali di ISI Denpasar. Dipilihnya ISI Denpasar karena menurut Prof. Lewis, lembaga ini sudah mampu menunjukkan gaungnya di kancah inetrnasional, dilihat dari fasilitas yang dimiliki serta sumber daya manusia (tenaga pengajar) yang professional. Dalam kunjungan singkatnya, Prof. Lewis juga merencamakan akan melakukan presentasi internasional di ISI Denpasar, dengan mengambil tema tentang music dunia.

Hal ini tentu sangat didukung dan disambut hangat oleh Rektor ISI Denpasar. Menurut Prof. Rai kegiatan yang bertaraf internasional ini akan mampu membuka cakrawala civitas ISI Denpasar baik tentang pengetahuan musik dunia maupun budayanya. Selain itu kita dapat belajar mengadopsi konsep-konsep musik barat dan ide-ide brilliant yang muncul saat event tersebut diadakan di Bali nantinya.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

ISI Denpasar tempat pelaksanaan Sosialisasi KKN-PPM tahun 2010

ISI Denpasar tempat pelaksanaan Sosialisasi KKN-PPM tahun 2010

Melalui surat Nomor : 379 /D3/PM/2010, tanggal 11 Maret 2010, perihal Sosialisasi KKN-PPM tahun 2010, ISI Denpasar ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan sosialisasi KKN-PPM tahun 2010 untuk wilayah Bali, NTB, dan NTT pada tanggal 24 – 25 Maret 2010. Dua wilayah lainnya untuk sosialisasi ditunjuk antara lain Universitas Andalas dan universitas Muhamadiyah Hamka Jakarta.

Dalam cuplikan suratnya diutarakan bahwa Diberitahukan dengan hormat bahwa pada bulan Maret sampai dengan April 2010, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Tinggi akan menyelenggarakan Sosialisasi Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di 3 (tiga) wilayah bekerjasama dengan Perguruan Tinggi.

Berkenaan dengan hal tersebut diatas, DP2M DIKTI menawarkan kepada Perguruan Tinggi yang melaksanakan KKN untuk mengirimkan 3 (tiga) orang peserta sosialisasi yaitu : 1 (satu) orang Dosen pengelola KKN, 1 (satu) orang Dosen Pembimbing Lapangan KKN, 1 (satu) orang Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa untuk menjadi Peserta Sosialisasi.

Form pendaftaran peserta dan undangan selengkapnya

Sistem Tanda Dan Strategi Kreatif Dalam Iklan Televisi (Kajian Semiotika : Iklan Tolak Angin)

Sistem Tanda Dan Strategi Kreatif Dalam Iklan Televisi (Kajian Semiotika : Iklan Tolak Angin)

Oleh : I Nyoman Larry Julianto, Jurusan Desain, FSRD, DIPA 2008

Abstrak penelitian

Iklan tolak angin yang ditayngkan pada media televisi memiliki berbagai keunikan tersendiri yai5u adanya berbagai macam sisitem tanda atau makna serta penerapan strategi kreatif yang unik dalam perwujudannya.

Tujuan penelitian ini adalah mampu menjelaskan relasi sistem tanda (makna) pada wujud (tata ungkap pesan) iklan dari sidomuncul dalam hal ini iklan tolak angin versi “truli Indonesia” (Agnes dan Butet), tolak angin versi “kerja keras, go Internasional” (Agnes Monica) dan iklan tolak angin versi “Indonesia memang hebat” (Agnes dan Ari Lasso), yang dapat mempengaruhi khalayak sasaran atau target audience serta mampu menjelaskan daya tarik pesan serta pendekatan strategi kreatif yang dipilih pada wujud iklan (tata ungkap pesan) pada media televisi dari Sidomncul tersebut dapat mengkomunkasikan maksud dan tujuan pengiklanannya dengan baik berkaitan dengan tolok ukur, dengan menguraikan unsur-unsur visual yang diterapkan sehingga dapat mempengaruhi khalayak sasaran atau target audience berdasarkan pendekatan semiotika dan mampu menganalisa strategi kreatif yang digunakan dalam perwujudan iklannya.

Data yang didapat, dianalisa dengan menguraikan secara deskriptif kualitatif mengenai unsur-unsur yang ada pada setiap desain iklan tersebut sehingga diketahui unsur-unsur yang memiliki nilai relasi tanda (makna) serta makna denotasi dan konotasi serta akan diketahui pula strategi kreatifnya. Hasil pembahasan iklan Tolak Angin dari PT. Sidomuncul terhadap perwujudan unsur-unsur desain iklan melalui pendekatan semiotika dapat memberikan informasi tentang cara menghilangkan keraguan terhadap produk herbal serta menempatkan Sidomuncul sebagai salah satu pengembang tradisis dan budaya asli Indonesia menjadi modern dan semakin memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang hebat akan seni, dan intelektual. Melalui analisa tehadap persuasif iklan maka diketahui strategi kreatif yang diterapkan tidak sama pada masing-masing iklan walaupun menawarkan jenis produk yang sama. Wujud desain iklan Tolak Angin pada media telah memenuhi kriteria persyaratan dari perwujudan unsur-unsur perancangannya untuk mengkomnikasikan tujuan konsep perwujudan iklannya dan penerapan unsur-unsur visual dalam wujud desain iklan terkait dengan nilai semiotika. Konsep perancangan iklan dengan menerapkan nilai-nilai makna pada perwujudannya, sangat bermanfaat dalam menciptakan media komunikasi yang komunikatif sehingga khalayak sasaran akan dapat memahami dengan cepat tujuan pengiklannya.

Kata kunci : Wujud Desain Iklan Tolak Angin, nilai semiotika, media televisi, strategi kreatif

Sumber Foto: http://biruputih.deviantart.com/art/Tolak-Angin-Anak-Sido-Muncul-127406051

Perguruan Tinggi di ASEAN Samakan Akreditasi Semester Pertama

Perguruan Tinggi di ASEAN Samakan Akreditasi Semester Pertama

JAKARTA–MI: ASEAN sebagai perhimpunan negara di Asia Tenggara telah menyepakati bahwa sejumlah perguruan tinggi telah menyamakan akreditasi pada semester pertama.
“Dengan kesepakatan tersebut, maka setiap kelulusan kuliah semester pertama juga dinyatakan lulus oleh perguruan tinggi di tingkat ASEAN. Jadi, bila mahasiswa tersebut pindah ke perguruan tinggi lain tidak usah mengikuti pelajaran di semester pertama,” tutur Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional, usai pembukaan pertemuan IV para direktur jenderal, sekretaris jenderal, dan komisioner pendidikan tinggi se-ASEAN, Kamis (11/3).
Mengenai perguruan tinggi mana saja yang dinyatakan memiliki akreditasi bersama itu, Fasli menyebut untuk Indonesia ada 11 perguruan tinggi, Malaysia 6 perguruan tinggi, dan Thailand 3 perguruan tinggi. Perguruan tinggi kita seperti Universitas Indonesia dan Institut pertanian Bogor. Di Malaysia di antaranya adalah Universitas Malaya.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Seameo Rihed, kerja sama regional antara negara ASEAN dalam bidang pendidikan tinggi, Supachai Yavaprohas mengatakan bahwa pertemuan kali ini akan membahas beberapa hal terkait progress report dan isu kunci yang menjadi isu bersama serta menjajaki strategi kerja sama baru antara negara-negara ASEAN. Dalam pertemuan tersebut akan dibahas tentang harmonisasi mengenai pendidikan tinggi di ASEAN, kerangka jaminan kualitas dan kualifikasi perguruan tinggi yang ada, termasuk soal pendidikan diploma. Juga akan dibahas tentang kelompok penelitian, program pengembangan kepemimpinan, serta pendidikan memakai jaringan e-learning dan mobile learning program.
“Pembahasan tentang hal tersebut sangat penting artinya bagi ASEAN. Soalnya, kelompok negara-negara I ini kini tidak hanya melihat ke dalam tetapi juga harus memperhatikan perkembangan keluar atau negera-negera di sekitar ASEAN itu sendiri,” kata Sumate Yamnoon, sekjen Badan Perguruan Tinggi Thailand.
Penyusunan kerangka jaminan mutu dan kualifikasi antarperguruan tinggi di ASEAN, menurut Fasli Jalal, sangat penting karena antara perguruan tinggi di ASEAN memiliki sistem yang berbeda satu sama lain. Karenanya, perlu ditemukan standar dan diakreditasi secara bersama sehingga bisa dijadikan acuan bagi sesama negara ASEAN. (Hru/OL-04)

Penulis : Heru Prihmantoro

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/03/128725/88/14/Perguruan-Tinggi-di-ASEAN-Samakan-Akreditasi-Semester-Pertama

Loading...