by admin | May 19, 2010 | Berita
Ayu Saraswati yang notabene merupakan mahasiswa Jurusan Pedalangan, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, pada tahun akademik 2010 ini akan segera menyelesaikan studinya di ISI Denpasar dengan gelar sarjana seni. Kini ayu tengah bersiap untuk mengikuti komprehensif yang digelar pada tanggal 24-25 Mei 2010. Ayu yang kiprahnya sangat popular di dunia music pop Bali tersebut mengkaji skipsi dengan judul ‘Struktur Estetika Tualen Ke Surga’. Menurut yang bernama lengkap Ni Wayan Yuliani Lestari skripsi yang berjudul “Struktur Estetika Tualen Ke Surga” oleh Ida Bagus Alit Argapatra adalah hasil studi terhadap Bentuk, Fungsi, Struktur Estetika dalam pertunjukan Wayang Tualen Ke Surga. Menurutnya dalam pertunjukkan ini terkandung nilai-nilai estetika dan filsafat yang perlu di bedah secara mendalam guna memahami isi pertunjukan tersebut, yang menekankan Tualen sebagai tokoh kontroversial.
Penelitian ini mengangkat tiga pokok permasalahan yaitu : 1) Bagaimana struktur estetika dalam pertunjukan Wayang Kulit Ramayana dengan judul Tualen Ke Surga pertsembahan Ida Bagus Alit Argapatra; 2) Bagaimana bentuk tokoh Tualen dalam pertunjukan wayang kulit Argapatra dengan judul Tualen Ke Surga persembahan Ida Bagus Alit Argapatra; 3) Apa Fungsi tokoh Tualen dalam pertunjukan Wayang Kulit Argapatra dengan judul Tualen Ke Surga persembahan Ida Bagus Alit Argapatra.
Dalam Pembahasan ini digunakan teori estetika untuk mengkaji unsur-unsur estetika dalam pertunjukan Tualen Ke Surga, teori bentuk dan teori fungsional untuk membedah fungsi tokoh Tualen dalam pertunjukan Wayang Kulit Ramayana persembahan Ida Bagus Alit Argapatra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan tehnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Data diolah memakai tehnik deskriptif. Penyajian hasil penelitian menggunakan panduan penulisan Skripsi Strata Satu (S-1) Institut Seni Indonesia Denpasar.
Pertunjukan Wayang Kulit Ramayana dengan Judul Tualen Ke Surga, dilihat dari fungsinya termasuk seni balih-balihan, jauh dari fungsi religius karena dipentaskan dalam rangka mengisi acara di Pesta Kesenian Bali yang lebih menonjolkan segi hiburannya, Meskipun mengutamakan hiburan akan tetapi di dalamnya banyak terdapat pesan-pesan moral yang disampaikan. Sesuai dengan fungsi pertunjukan wayang yaitu sebagai tuntunan dalam menyelipkan nilai moral, etika dan agama. Yang membuat Ayu tertarik mengambil judul tersebuat karena dilihat dari lakon yang disajikan, Tualen juga berperan sebagai Penyudamalaan (pembersihan) terhadap dunia agar umat manusia dan bumi terhindar dari pengaruh kekuatan negatif. Lakon pertunjukan ini menekankan peranan tokoh Tualen yang dipakai sebagai sarana caru mengingat Tualen sesungguhnya bukan hanya manusia melainkan titisan Dewa Ismaya yang bertugas menjaga dunia dari segala kekotoran dan kebatilan.
Penelitian ini membuktikan bahwa Tualen, merupakan Tokoh yang sakral dan memegang peranan penting dalam pertunjukan wayang, dengan fungsinya sebagai punakawan, penterjemah, penasehat, pengayom dan yang tepenting sebagai peruwat. Pada setiap pembuatan air suci(tirta) tokoh Tualen selalu ada bersama Siwa dan Acintya dengan julukan manusia sudamala . Menurutnya dijaman sekarang ini tokoh Tualen ini jarang ditemui, sehingga membutnya tertarik mengangkat kajian tersebut.
Disinggung mengenai harapannya kedepan jika mampu menyelesaikan pendidikan di ISI Denpasar, selain akan tetap eksis di dunia music dengan renacana membuat konser tunggal yang menyajikan segala kemempuan Ayu, dia pun berencana untuk melanjutkan studi S2.
by admin | May 19, 2010 | Berita, pengumuman
Penata
Nama : Sang Kompiang Widya Sastrawan
Nim : 200602003
Program Studi : Seni Karawitan
Sinopsis :
Pakideh adalah berputar atau perputaran. Komposisi musik/ Karawitan pakideh ini, merupakan garapan musik baru (kreasi) yang masih bertitik tolak pada tradisi, baik itu dari sruktur lagu, teknik permainan maupun motif-motif gending dengan pengolahan unsur-unsur musikal seperti melodi, tempo serta dinamika dengan memakai beberapa instrument dari Gamelan Semaradana sebagai media ungkap. Dalam karya ini dapat menampilkan beberapa patet seperti : Patet Selisir, Patet Tembung, Patet Tembung, Patet Sundaren, Patet Slendro dan Patet Lebeng.
Pendukung Karawitan : Sanggar Seni Çudamani Banjar Pengosekan, Mas Ubud, Gianyar.
by admin | May 19, 2010 | Berita, pengumuman
Penata
Nama : I Putu Gde Suardika
Nim : 200602004
Program Studi : Seni Karawitan
Sinopsis :
Ketika alam makrokosmos dan mikrokosmos mengalami disharmonisasi, semua serasa kalut dan kacau. Tindak tanduk manusia tidak terkendali, unsur negatif merasuk dan meracuni segala tatanan hidup makhluk seisi alam raya ini. Kalau sudah begini, harus diselaraskan dengan berbagai ritual, ritual suci nan agung dan ritual penetralisir kekacauan dua dimensi, yang menjadi elemen dasar menuju keseimbangan rohani dan batin. Ritual tersebut adalah Ngunye, sebuah prosesi religius penyeimbang alam raya dari unsur kotor yang bersifat nyata dan tidak kasat mata.
Pendukung Karawitan :
- mahasiswa Semester IV dan VI Jurusan Seni Karawitan ISI Denpasar
- Sanggar Puri Mas Ubud.
by admin | May 19, 2010 | Berita, pengumuman
Penata
Nama : I Putu Adi Sujana
Nim : 200603004
Program Studi : Seni Pedalangan
Sinopsis :
Alkisah di Puri Wanayu I Gusti Gede Lod sedang merenungi keadaan puri yang dilanda kesedihan, akibat terjadinya perang saudara di puri Wanayu membuat I Gusti Gede Lod meninggalkan puri Wanayu.
Tidak diceritakan perjalanan I Gusti Gede Lod maka sampailah ia di Badung dan menghadap kepada Raja Kesiman untuk bisa diterima sebagai abdi. Dalam pertemuan tersebut tanpa sengaja ucapan Gede Lod membuat Raja Kesiman merasa tersinggung dan marah. Untuk dapat diterima sebagai abdi di puri kesiman maka Gede Lod harus memenuhi syarat-syarat yang diajukan sang raja. Dengan sigap Gede Lod kemudian bersedia untuk memenuhi syarat yang diajukan dan mohon pamit.
Pendukung Pedalangan : Para Seniman Topeng dan Alumni ISI
Denpasar
Pendukung Karawitan : Sanggar Wrdhi Cwaram, Denpasar
by admin | May 19, 2010 | Berita, pengumuman
Penata
Nama : I Gede Anom Ranuara
Nim : 200603001
Program Studi : Seni Pedalangan
Sinopsis :
Diceritakan disebuah pengasraman sedang berlangsung suatu kegiatan belajar mengajar yang bersifat non formal. Dalang sebagai instruktur memberikan pemahaman betapa pentingnya kita menuntut ilmu pengetahuan sedini mungkin untuk bekal di dalam kehidupan. Dalang memberikan contoh manfaat pengetahuan itu dengan menggelar wayang dengan cerita pendirian Kerajaan Indraprasta. Dengan keterampilan, pengetahuan, persahabatan dan pengabdian yang dimiliki oleh Pandawa akhirnya Indraprasta berdiri dengan megahnya.
Disisi lain jin penunggu Kandawa berontak, karena kerajaannya diusik oleh Pandawa. Yudistira dengan penuh persaudaraan dan kebijakannya mampu meredam kemarahan para Jin tersebut.
Pendukung Karawitan : Sanggar Lila Arsa Jero Gede
Taen Siat Denpasar
by admin | May 19, 2010 | Berita, pengumuman
Penata
Nama : Ni Wayan Sari Megantari
Nim : 2006.01.023
Program Studi : Seni Tari
Sang Kaca adalah manusia setengah dewa yang dipilih oleh para dewa untuk mencuri ilmu Sanjiwani dari Begawan Sukra. Karena melihat penampilan dan kepolosan Sang Kaca, Begawan Sukra menerimanya sebagai murid. Tujuan kedatangan Sang Kaca menuntut ilmu diketahui oleh para murid Begawan Sukra yaitu para raksasa. Ketika Sang Kaca menggembala Lembu, ia disergap oleh para raksasa, kemudian dibunuh, dibakar dan abunya dimasukkan ke dalam anggur. Wrihasparwa (Murid Guru Sukra) beserta anak buahnya menghaturkan anggur tersebut kepada guru Sukra tanpa diketahui bahwa dalam anggur tersebut terdapat abunya Sang Kaca, ternyata Sang Kaca berada di dalam dirinya. Guru Sukra sangat marah kepada para raksasa. Untuk jalan yang terbaik maka guru Sukra mengajarkan Sang Kaca Ilmu Sanjiwani. Untuk mengeluarkan Sang Kaca guru Sukra membelah diri.
Penata Iringan : I Wayan Sugandya,SSn
Pendukung Iringan :Siswa SMKN 3 Sukawati,Gianyar
Pendukung Tari :
Anak-Anak Sanggar Tari Satria Lelana, Batuan, Gianyar