by admin | Oct 8, 2010 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
Nomor : 2001/I5.11.1/KP/2010
tentang
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DI LINGKUNGAN INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR
TAHUN 2010
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 196/MPN/KP/2010 tanggal 5 Oktober 2010, dan hasil rapat teknis kepegawaian tanggal 4 sampai dengan 6 Oktober 2010, Institut Seni Indonesia Denpasar akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil sejumlah 9 orang, dengan rincian sebagai berikut :
| No |
Jabatan |
Tingkat Pendidikan |
Gol/
Ruang |
Kulifikasi Akademik |
Kode Kualifikasi Akademik |
Jumlah Formasi |
Penempatan |
| 1. |
Dosen
|
S2
|
III/b |
Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (S1 nya Seni Rupa Murni, Minat Utama Seni Grafis) |
0817082
|
1 |
Prodi Desain Komunikasi Visual |
| |
S2 |
III/b |
Desain dan Komputer Grafis |
0817014 |
1 |
Prodi Desain Komunikasi Visual |
| |
S2 |
III/b |
Penciptaan dan Pengkajian Seni (Minat Utama Fotografi) |
0817035 |
1 |
Prodi Fotografi |
| |
|
|
|
|
|
|
| 2. |
Teknisi |
S1 |
III/a |
Teknik Industri |
0525017 |
1 |
Fakultas Seni Pertunjukan |
| |
|
S1 |
III/a |
Ekonomi Akuntansi |
0365001 |
1 |
Fakultas Seni Rupa dan Desain |
| |
|
DIII |
II/c |
Akuntansi |
0073004 |
1 |
Biro Adm Umum dan Keuangan |
| |
|
DIII |
II/c |
Administrasi Niaga |
0083005 |
1 |
Biro Adm Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama |
| |
|
DIII |
II/c |
Teknik Mesin |
0223034 |
1 |
Biro Adm Umum dan Keuangan |
| |
|
DIII |
II/c |
Teknik Elektro |
0223012 |
1 |
Biro Adm Umum dan Keuangan |
| |
|
|
|
|
|
|
|
selengkapnya dapat diunduh disini
by admin | Oct 8, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: I Ketut Darsana, Dosen PS Seni Tari
Jika dilihat dari bentuk geografisnya, desa Tenganan Pegringsingan berbentuk persegi panjang yaitu memanjang dari selatan ke utara. Di desa ini terdapat empat pintu keluar masuk desa. Pintu yang terletak di bagian selatan merupakan pintu utama untuk keluar masuk desa terutama bagi orang dari luar desa.
Bagian selatan desa sekaligus juga dianggap sebagai bagian depan karena begitu keluar dari pintu desa kita akan langsung berada pada jalan yang menuju ke jalan raya.
Pintu kedua terletak di bagian timur. Melalui pintu ini penduduk bisa masuk ke hutan di bukit timur dan juga pintu ini merupakan pintu untuk ke kuburan.
Pintu ketiga berada pada bagian utara yang terletak bersebelahan dengan tempat pemandian umum. Melalui pintu utara biasanya pen-duduk pergi ke pegunungan yang merupakan sumber air bagi desa Te-nganan Pegringsingan. Lewat pintu ini juga warga desa menuju ke sawah yang mereka tanami padi sepanjang tahun.
Pintu keempat terletak di bagian sisi barat dengan jika keluar melalui pintu ini akan langsung menemukan sungai yang airnya sangat jernih dan di pinggir–pinggir sungai banyak terdapat mata air yang air-nya bisa diminum oleh masyarakat setempat. Dengan menyeberangi sungai ini warga desa menuju kebun dan ladang mereka yang ada di bukit kauh (barat).
Perlu diketahui bahwa keempat pintu yang terdapat di desa Tenganan Pegringsingan juga bisa mempunyai fungsi untuk membatasi mobilitas penduduk dan juga berfungsi sebagai sarana keamanan baik bagi desa maupun bagi ladang, kebun, dan hutan.Pintu ini ditutup dan dikunci pada malam hari sekitar pukul 10.00 Wita dan dibuka kembali pagi hari sekitar pukul 04.00 Wita.
Dilihat dari aspek pola pemukiman di desa adat Tenganan Pegring-singan cenderung mengikuti struktur geografis yang secara keseluruhan membentuk desa adat Tenganan. Pola pemukiman ini meliputi pola tem-pat tinggal yang berupa kaveling – kaveling tanah pekarangan yang kese-luruhannya ada 220 buah kaveling.
Desa Tenganan Pegringsingan II selengkapnya
by admin | Oct 8, 2010 | Berita
SEMARANG – Penguasaan komputerisasi pada diri pustakawan dipandang bisa meminimalisasi tindakan plagiarisme. Hal ini sangat penting, karena selama ini pustakawan merupakan pihak yang berhubungan langsung dengan mahasiswa yang baru menyelesaikan karya ilmiah antara lain skripsi, disertasi, dan tesis.
Seperti diketahui, belakangan ini mayoritas perguruan tinggi menyerahkan penyimpanan file digital karya ilmiah dan pengunggahannya ke media ensiklopedi sebagai sumber informasi bagi para akademisi. Kalau kemampuan komputerisasi pustakawan itu buruk, kegiatan tersebut tak bisa berlangsung secara baik dan lancar. Pada akhirnya dapat dideteksi, apakah karya tersebut orisinal atau tidak.
Hal itu diungkapkan Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Pusat Luki Wijayanti MSi dalam acara sosialisasi literasi informasi sekaligus pelantikan pengurus FPPTI Jateng periode 2010-2013 yang diadakan Universitas Islam Sultan Agung Semarang bekerja sama dengan FPPTI di perpustakaan lantai dua Unissula, Rabu (6/10).
Generasi Penerus Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih yang didaulat menjadi pembicara kunci mengungkapkan keprihatinnya terhadap maraknya plagiarisme yang dilakukan para akademisi. ”Padahal, mereka nantinya yang mendidik generasi penerus. Apa jadinya generasi penerus jika dididik oleh mereka dengan mental penjiplak,” ujarnya.
Menurut Rustri, untuk meningkatkan kemampuan komputerisasi, para pustakawan harus mengawalinya dengan banyak membaca dan kemauan untuk mencoba hal-hal baru. Sebab, informasi menguasai peralatan digital secara lengkap hanya bisa diperoleh dari membaca buku.
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/07/125909/Penguasaan-Komputerisasi-Hindarkan-Plagiarisme
by admin | Oct 8, 2010 | Berita
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) mentargetkan pendidikan Anti Korupsi yang merupakan bagian dari pendidikan Karakter diterapkan pada tahun ajaran 2011 mendatang. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh saat memberikan keterangan pers di ruang sidang Mendiknas gedung A, lantai 2, Kemdiknas, Senin (4/10).
Dalam keterangannya, Menteri Nuh menjelaskan bahwa sudah dilakukan pembahasan dan uji coba bersama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tentang pentingnya pendidikan Anti Korupsi. Di samping itu juga telah disepakati pembentukan tim teknis dalam membahas konten-konten pendidikan anti korupsi yang sudah ada untuk diintegrasikan ke dalam proses pembelajarannya.
“Mulai bagaimana menyiapkan metodologinya, menyiapkan para guru yang akan menyampaikan materi anti korupsi ini, dan pelatihan para guru anti korupsi juga lebih diperkokoh lagi, sampai dengan bagaimana nanti cara mengevaluasinya,” kata Menteri Nuh.
Menteri Nuh, menambahkan pelajaran pendidikan Anti Korupsi itu tidak akan menjadi mata pelajaran yang akan menambah beban peserta didik. “Jadi substansinya tidak begitu (beban, red), pendidikan anti korupsi ini lebih seperti oksigen, dia bisa masuk, merasuk ke setiap mata pelajaran, ke setiap pokok bahasan, dan mata pelajaran apa saja bisa comply dengan pendidikan korupsi,” katanya
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Haryono Umar, menyampaikan bahwa dalam pengimplementasian pendidikan Anti Korupsi ini diharapkan semua jenjang pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi sudah menerapkan pendidikan Anti Korupsi.
Di samping itu, Haryono juga menyampaikan kerjasama KPK dengan Kemdiknas, juga dalam rangka membangun Kemdiknas menjadi salah satu percontohan kementerian yang juga anti korupsi, sehingga nanti akan banyak ditiru oleh instansi yang lain.
“Di tingkat anak-anak sekolah sudah terbangun pendidikan Anti Korupsi, di birokrasi juga terbangun percontohan-percontohan anti korupsi, itu yang akan kita jalankan,” katanya.
Sumber: http://dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1676:pendidikan-anti-korupsi-mulai-2011&catid=143:berita-harian
by admin | Oct 8, 2010 | Berita
BANDUNG, Para rektor perguruan tinggi negeri di Indonesia akan melakukan pertemuan dan kajian bersama terhadap Peraturan Pemerintah (PP) No. 66 Tahun 2010 yang mewajibkan adanya kuota 60 persen penerimaan mahasiswa baru berasal dari seleksi jalur nasional pada tahun 2011. Kajian tersebut di antaranya menelaah secara detail mengenai apa saja yang bisa disebut dengan jalur seleksi nasional.
“Apakah yang disebut jalur seleksi nasional itu hanya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau ada juga jalur lainnya yang dilakukan bersama secara nasional, seperti beasiswa bidik misi,” ujar Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Akhmaloka, ketika dihubungi “PR”, Selasa (5/10).
Dia mengatakan, pada dasarnya, ITB tidak mempermasalahkan kuota 60 persen tersebut karena sebelumnya para rektor perguruan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) sudah mendiskusikan hal tersebut. “Ini masuk dalam usulan kami juga,” katanya.
Namun, Akhmaloka menuturkan, pengertian dari seleksi nasional pada PP tersebut perlu diterjemahkan bersama. Hal itu karena sebagian besar perguruan tinggi negeri di Indonesia belum menerima penjelasan. Dia mengatakan, setiap perguruan tinggi diberikan kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan PP No. 66 maksimal tiga tahun.
Bagi ITB, kata Akhmaloka, penelaahan tersebut juga perlu dilakukan karena memiliki dua fakultas yang tidak diikutsertakan dalam SMPTN, yaitu fakultas seni rupa dan desain (FSRD) serta sekolah bisnis dan manajemen (SBM). Saat ini, jumlah mahasiswa ITB melalui jalur mandiri sebesar 50 persen. Sementara sisanya melalui jalur SNMPTN. “Apabila FSRD dan SBM tidak diikutsertakan dalam perhitungan, sebenarnya kuota mahasiswa baru yang masuk SNMPTN di ITB lebih dari 60 persen,” ujarnya.
Mengenai kuota mahasiswa tidak mampu sebesar 20 per-sen, menurut Akhmaloka, hal itu sudah lama dipenuhi ITB. “Saat ini bahkan sudah mencapai lebih dari 20 persen mahasiswa ITB yang mendapatkan beasiswa,” katanya.
Sementara Kepala Hubung-an Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia, Suwatno mengatakan, UPI juga akan menunggu hasil pertemuan forum rektor untuk menyikapi keluarnya PP No. 66 yang akan dilaksanakan Kamis (7/10). “Kami berharap dalam forum tersebut dapat diambil kebijakan yang menguntungkan, baik untuk masyarakat maupun perguruan tinggi,” ujarnya.
Suwatno mengakui, SNMPTN dinilai lebih menguntungkan masyarakat karena biayanya relatif lebih murah. Namun ada beberapa perguruan tinggi yang berpendapat bahwa jalur seleksi mandiri dibutuhkan.
Dia mengatakan, saat ini, penerimaan mahasiswa baru di UPI sebenarnya sudah mencapai lebih dari 50 persen. Sementara jalur seleksi lainnya, yaitu melalui ujian masuk, beasiswa, serta Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).
Sumber: http://newspaper.pikiran-rakyat.com
by admin | Oct 6, 2010 | Berita
Kampus seni ISI Denpasar tidak pernah surut akan kreatifitas. Mahasiswa Jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar telah menciptakan musikal baru dalam menabuh ganbelan bleganjur dengan penambahan beberapa instrument “tawa-tawa” pengganti “kajar” untuk “ngayah” pada upacara “pengutangan” serangkaian upacara ngaben Ayahnda dari Pembantu Rektor III ISI Denpasar, di Banjar Padang Tegal Ubud Gianyar, pada hari Minggu 3 Oktober yang lalu. Penambahan instrument “tawa-tawa” ini dimaksudkan untuk memberikan dinamika musik yang lebih keras dan semangat dalam gambelan bleganjur, yaitu untuk memberi semangat kepada penggotong “bade” dan “lembu” menuju kuburan.
Seperti hari sebelumnya Penabuh Asti Pertiwi yang menabuh pada acara “ngaskara” atau pembersihan disambut hangat dan apresiasif oleh masyarakat Padang Tegal, para penabuh dari Jurusan Karawitan yang terdiri dari mahasiswa dan dosen tersebut juga disambut hangat oleh masyarakat. Prosesi arak-arakan “bade” dan “lembu” dari rumah duka menuju “setra” yang jaraknya kurang lebih 1 km diiringi gambelan bleganjur tersebut menjadi marak dan semangat para penggotong tersebut semakin tersulut walau saat itu matahari penuh menyinari Ubud dan sekitarnya. Air yang disemprotkan kearah arak-arakan juga menjadi warna yang menarik seakan melengkapi warna semarak gambelan bleganjur yang begitu semarak dan penuh nuansa pembangkit semangat.
Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, I Ketut Garwa, S.Sn.,M.Sn., didampingi Ketua Jurusan Karawitan, I Wayan Suharta,S.Skar.,M.Si., mengekspresikan rasa bangganya kepada seluruh mahasiswa Jurusan Karawitan semester I yang telah membangun kreativitas yang demikian membanggakan dengan menambahkan instrument “tawa-tawa” dalam gambelan bleganjur yang ditampilkan dalam acara “ngayah” tersebut. Mahasiswa harus diberi ruang dan waktu untuk mengekspresikan imajinasi kreativitasnya, sehingga mampu bergaul dan berbaur dengan masyarakat, salah satunya dengan ikut serta dalam kegiatan “ngayah”. Garwa juga mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada keluarga serta masyarakat Padang Tegal, Ubud yang telah memberi kesempatan “ngayah” kepada Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar serta memberikan sambutan yang baik dan penuh apresiasi. “Bentuk apresiasi ini merupakan bukti bahwa kampus ISI Denpasar adalah milik masyarakat, sehingga dapat menjadi wadah untuk berkreativitas bersama guna melestarikan kesenian Bali yang merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia yang dikagumi dunia,”ujarnya bangga.
Humas ISI Denpasar melaporkan.