M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Pelantikan Ketua Senat, BPM dan HMJ FSRD ISI Denpasar

Pelantikan Ketua Senat, BPM dan HMJ FSRD ISI Denpasar

Pelantikan Ketua BPM, Senat dan HMJ FSRD Periode 2010-2011

Pelantikan Badan Perwakilan Mahasiswa FSRD ISI Denpasar Jumat, 22 Oktober 2010 Oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan desain Dra. Ni Made Rinu, M.Si disaksikan oleh Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi dilingkungan FSRD.

Menurut Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan FSRD ISI Denpasar Drs. D.A. Tirta Ray, M.Si ; senat Mahasiswa merupakan organisasi kemahasiswaan intra kampus yang memiliki kedudukan resmi dilingkungan kampus. Organisasi Kemahasiswaan ini terdiri dari Senat dan BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) yang berfungsi sebagai badan Legislatif sedangkan Senat Mahasiswa adalah Berfungsi sebagai Badan eksekutif . Oleh karena itu senat Mahasiswa dan BPM yang mempunyai tugas dan kewenangan masing-masing.

Para Pengurus organisasi Mahasiswa FSRD; Senat dan BPM pada dasarnya berasala dari kaderorganisasi ekstra kampus ataupun aktivis-aktivis independen yang berasala dari berbagai jurusan dan Bidang Studi atau Kelompok Kegiatan Lainnya.

Organisasi Mahasiswa tersebut dipilih melalui Pemilu Mahasiswa yang berlangsung sangat demokratis dan penuh dengan semangat kekeluargaanyang menjungjung tinggi nilai-nilai kebersamaan untuk mencapai mufakat

Tingkatkan Kualitas, FSRD Gelar “Workshop” Spesialisasi Seni Rupa

Tingkatkan Kualitas, FSRD Gelar “Workshop” Spesialisasi Seni Rupa

Kampus ISI Denpasar yang memiliki dua Fakultas, tidak pernah redup aktifitas. Beberapa hari sebelumnya, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) telah menyelenggarakan beberapa “workshop”, di sela-sela pelaksaan kegiatan belajar-mengajar, bertempat di gedung Lata Mahosadi, hari ini tanggal 21 Oktober 2010, Fakultas Seni Rupa dan Design (FSRD) juga menggelar kegiatan yang sama “Workshop Spesialisasi Seni Rupa” yang melibatkan jurusan Seni Rupa Murni, Kriya Seni, Desain Interior, DKV, dan Fotografi. Workshop Spesialisasi ini dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor I ISI Denpasar, Drs. I Ketut Mudana,M.Si. mewakili Rektor ISI Denpasar. Hadir pula dalam acara tersebut  Dekan FSRD dan Dekan FSP beserta jajarannya,

Workshop ini dikemas dengan sangat menarik, dengan mengundang alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain sebagai instruktur, diantaranya  seniman ternama Drs. Mario Blangko untuk Jurusan Seni Rupa Murni, dr. I.B. Andi Sucirta,AFPSI*,AFIAP. untuk jurusan Fotografi, Arif Budiman S.Sn, yang lebih dikenal dengan sebutan Mata Merah untuk jurusan  DKV, dan A.A. Ketut Anom S.Sn untuk Jurusan Kriya Keramik. Dekan FSRD, Dra.Ni Made Rinu, M.Si., memaparkan bahwa diundangnya para instruktur yang sebagian besar merupakan alumni FSRD bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada para mahasiswa agar  ada hal yang ditiru dari lulusan FSRD yang telah berhasil,. Disamping itu, hal ini juga merupakan kebanggaan bagi para dosen dengan   melihat hasil didikannya yang telah berhasil, bahkan telah mempunyai “networking” tingkat internasional. Para seniman yang telah diundang untuk menyumbangkan ilmunya untuk kampus ISI Denpasar ini mengaku merasa sangat dihargai dan dihormati dengan mendapatkan kesempatan membagikan ilmu kepada mahasiswa ISI Denpasar.

Pembantu Rektor I ISI Denpasar, Drs. I Ketut Murdana,M.Si. menjelaskan bahwa workshop yang dihadiri oleh 35 mahasiswa dari jurusan seni rupa murni, 30 mahasiswa dari desain interior, 54 mahasiswa dari DKV, 10 mahasiswa dari kriya seni, dan 10 mahasiswa dari fotografi dimaksudkan untuk meningkatkan perkembangan seni di Indonesia melalui workshop.” Melalui workshop ini pula, kiranya Dosen dan mahasiswa mampu  meningkatkan mutu karya seni dan juga proses belajar-mengajar di ISI Denpasar, sehingga menghasilakan kompetensi jurusan yang sesuai kebutuhan masyarakat,”harapnya.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Sambutan Ketua Jurusan Seni Karawitan Dalam Acara Workshop

Sambutan Ketua Jurusan Seni Karawitan Dalam Acara Workshop

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa, karena berkat asung kertha wara nugrahanya kita dapat berkumpul di gedung Natya Mandala ISI Denpasar siang ini, dalam keadaan sehat walafiat, guna bersama-sama mengikuti acara pembukaan enam (6) kegiatan Assistensi Teknis Jurusan Seni Karawitan program hibah  I-MHERE  Sub-Component B.1. Batch III ISI Denpasar Tahun Anggaran 2010.

Selaku Koordinator kegiatan, sekaligus mewakili PIC, ijinkan pada kesempatan ini kami melaporkan beberapa kegiatan Technical Assistance atau Assistensi Teknis melalui program I-MHERE yang telah berhasil dilakukan dan yang akan dilaksanakan oleh Jurusan Seni Karawitan, sebagai berikut :

Pada tahun 2009 dengan program ”Peningkatan Kemampuan Mahasiswa dalam Pembuatan dan Pelarasan Gamelan” dalam kegiatan Assistensi Teknis, Mahasiswa Jurusan Seni Karawitan Semester V (pada saat itu), sudah berhasil melaras satu barung gamelan Smarandhana yang ada di Pusdok (dengan Instruktur : I Wayan Widia, S,Sn.), sehingga dapar dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran dalam mata kuliah Praktek Karawitan dengan baik.

Dalam program ”Rekonstruksi Repertoire, Konsep dan Nilai-nilai Karawitan Bali” telah berhasil merkonstruksi dua (2) repertoire gamelan Bali, yaitu : repertoire gamelan Selonding (Instruktur : Bapak Partha Gunawan) dan gamelan Bebarongan (Instruktur : Bapak I Wayan Jebeg). Materi yang berhasil direkonstruksi telah dimanfaatkan untuk meramu dan menambah materi mata kuliah ”Karawitan Teater II”.

Nampaknya hanya dengan merekonstruksi dua repertoire pada tahun 2009 itu, dirasakan masih sangat kurang, mengingat sampai sekarang hampir terdapat 36 jenis gamelan yang tersebar diberbagai pelosok daerah hingga menyebar keluar daerah Bali. Masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang spesifik dalam berbagai aktivitas sosial, budaya dan agama, serta memiliki ciri yang khas dengan style tersendiri.

Sambutan Jurusan Seni Karawitan dalam acara workshop selengkapnya

Tema Kehidupan dalam Seni Lukis Pitamaha

Tema Kehidupan dalam Seni Lukis Pitamaha

Oleh: Drs. I Dewa Made Pastika

Judul  karya        : Pemandangan di Pura  Pengukur-ukuran.

Bahan                    : kanvas dan cat tempra.

Tahun pembuatan  : 1940

Seniman                : Ida Bagus Made.

Obyek lukisan:

Pura Pengukur-ukuran karya Ida Bagus Made, dengan obyek pura yang berada di tengah pemandangan alam. Pemandangan alam terdiri dari petak sawah dengan tanaman padi di depan  sebuah pancoran. Dua orang laki-laki sedang mandi dari air pancoran yang berasal dari sela sebuah  tebing. Sebuah tangga yang bertingkat-tingkat menuju pintu masuk pura dikelilingi berbagai jenis pohon-pohonan. Pada cabang pohon bertengger burung-burung, yang hidup bebas dalam kedamaian, dan tidak ada yang mengganggu. Di samping pepohonan terdapat bangunan suci lainnya, berbentuk dugul ada yang beratap satu dan ada yang beratap tiga. Pura Pengukur-ukuran berbentuk bangunan  meru atap bertumpang berada di tempat yang agak berjauhan dengan pintu masuk, di pojok kanan atas bidang gambar.

Sebuah bangunan lain yang berada di dalam sebuah tembok penyengker, yang kelihatan hanya atapnya saja. Di atas anak tangga terdapat dua ekor ayam yang sedang bertengger menambah keragaman bentuk sebagai pengimbang komposisi.

Lukisan Pura Pengukur-ukuran diselesaiakan hanya dalam hitam putih dengan teknik aburan yang pekat, tidak diberi warna sebagaimana lukisan lainnya.

Kesatuan (unity) atau keutuhan

Wujud karya lukisan berbentuk pemandangan alam, dengan bangunan berupa pintu masuk pura dengan tangga bertingkat-tingkat, bangunan pura, manusia dan binatang sebagai unsur-unsur membentuk keutuhan dalam menggambarkan situasi pura Pengukur-ukuran. Berbagai jenis pohon-pohonan, dengan daun-daun yang beraneka ragam bentuknya, digambar dengan teliti setiap lembar daun dan ranting secara  mendetail. Dalam hal ini  garis dengan ketebalan yang sama, garis-garis lengkung yang ritmis  sangat berperan dalam membentuk kesatuan. Bentuk lain seperti bangunan, manusia dan binatang dengan garis lurus dan lengkung sebagai kontour digoreskan  secara tegas, dan kuat menunjukkan karakter dari kekuatan  kegarisan dari Ida Bagus Made yang sangat berbeda dengan yang lainnya. Penyimpangan dalam bentuk variasi ritme-ritme garis, untuk menghindari kesan monotone dan statis dapat dilihat dalam menggambarkan bentuk pohon dan daunnya yang  sangat bervariasi. Karena bentuk yang monotone  akan cepat membosankan dan kurang daya tariknya.

Tema Kehidupan dalam Seni Lukis Pitamaha selengkapnya

“Workshop Technical Assistance” Program I-M Here 2010

“Workshop Technical Assistance” Program I-M Here 2010

Bertempat di Gedung Natya Mandala, Jurusan Seni Karawitan ISI Denpasar Selasa kemarin  mengadakan acara pembukaan enam kegiatan asistensi teknis Jurusan seni Karawitan program I-MHERE (Indonesia – Managing Higher Education for Relevance and Efficienty) Sub-Component B.1. Batch III ISI Denpasar tahun anggaran 2010. Acara yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan dosen Jurusan Karawitan, serta dosen Jurusan Tari ini dibuka secara resmi oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A.

Koordinator kegiatan workshop ini, I Wayan Suharta,S.Skar.,M.Si., yang juga Ketua Jurusan Karawitan menyampaikan bahwa program rekonstruksi repertoire, konsep dan nilai-nilai karawitan Bali dan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam pembuatan  dan pelarasan gamelan yang diimplementasikan dengan kegiatan workshop ini merupakan proses pemberdayaan tenaga pengajar dengan melibatkan mahasiswa Jurusan Karawitan secara aktif, sebagai solusi untuk mendekatkan dan menjalin kerjasama dengan “seniman alam” dalam hal pembuatan dan pelarasan gambelan, serta untuk menggali, mendokumentasikan dan mengembangkan cirri khas repertoire dari barungan tertentu. Workshop akan diadakan selama satu bulan, dan pelaksanaan kegiatannya dilalukan setelah proses pembelajaran berlangsung. Hari dan waktu diatur atas kesepakatan instruktur agar tidak mengganggu perkuliahan yang sudah terjadual.Workshop ini diikuti oleh 214 orang, terdiri dari 60 orang panitia dan seluruh mahasiswa Jurusan Karawitan dari Semester I sampai Semester VII berjumlah 154 orang. Adapun seniman alam yang terlibat adalah  Made Swastika,BAE: Instruktur Rekonstruksi Repertoire Gong Gede Batur,  I Made Terip: instruktur rekonstruksiu Repertoire Gong Kebyar Bali Utara, I Wayan lantir: instruktur rekonstruksi Gamelan Semara Pegulingan Teges Kangin, Peliatan, Gianyar, I Wayan Tebig: Gong Luang Br. Apuan Singapadu,
Ir. I Wayan Pager: instruktur pembuatan Gambelan Kerawang,
I Made Sutama: instruktur pelarasan pencon dan Bilah.

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A., dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui program I-MHERE dengan pelaksanaan worshop “Technical Assitance” yang melibatkan seniman alam, para seniman akademis dapat menimba ilmu dari para seniman alam yang telah menyumbangkan ilmunya kepada mahasiswa maupun dosen ISI Denpasar. Prof. Rai juga mengekspresikan rasa terima kasih dan penghargaannya kepada para seniman alam tersebut. “Mahasiswa yang terlibat dalam workshop maupun dosen pendamping, hendaknya memanfaatkan peluang dan kesempatan emas ini sebaik-baiknya, sehingga ilmu yang telah disumbangkan oleh para seniman alam ini dapat diserap secara maksimal,” harapnya.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

ISI Denpasar Iringi SLB-B Negeri Pentaskan Tari Pendet Dalam Nusa Dua Fiesta

ISI Denpasar Iringi SLB-B Negeri Pentaskan Tari Pendet Dalam Nusa Dua Fiesta

ISI Denpasar melalui penabuh Asti Pertiwi yang terdiri dari dosen dan pegawai wanita, mahasiswai baik lokal maupun asing, dan para alumnus wanita ISI Denpasar  yang memulai kiprahnya pada tahun 2006 ini mendapat sambutan meriah penonton dalam acara pembukaan Nusa Dua Fiesta yang berlangsung dari tanggal 15-19 Oktober 2010. Penampilan Asti Pertiwi yang memukau tersebut semakin mengagumkan karena penari yang tampil menarikan tari Pendet karya I Wayan Rindi tersebut adalah para siswa SD,SMP, dan SMU SLB-B Negeri Pembina Tingkat Nasional Bali. Para penari cantik tersebut menari dengan sempurna di depan para undangan dan tamu istimewa, diantaranya hadir Menbudpar, Ir. Jero Wacik,S.E. serta Muspida Tk.I Bali.

Penampilan Asti Pertiwi mengiringi siswa SLB-B ini, bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, pada bulan Agustus 2009, Asti Pertiwi juga tampil di depan Mendiknas Jakarta. Selain itu Asti Pertiwi juga secara rutin menyelenggarakan kegiatan pengabdian Masyarakat, dengan “ngaturang ayah” ke pura-pura, seperti pura Besakih, Batur, dan berbagai pura lainnya di Bali. Pada bulan April 2009, Asti Pertiwi juga “ngaturang ayah” di salah satu pura dalem di Lombok. Pada saat Mahasabha Bhujangga Waisnawa di Gedung Ksirarnawa baru-baru ini, Asti Pertiwi ISI Denpasar juga mendapat undangan untuk tampil mengiri tari penyambutan Selat Segara.

Koordinator penabuh Asti Pertiwi, Ni Ketut Suryatini, S.Skar.,M.Sn. mengucapkan terima kasih kepada panitia acara yang telah memberi kesempatan panabuh Asti Pertiwi ISI Denpasar untuk menampilakan tetabuhan dalam acara tersebut, terlebih lagi mengiringi siswa SLB-B. Dalam acara tersebut Kepala Sekolah SLB-B, Dra. Made Murdani,M.Pd. yang juga bertugas memberi aba-aba bagi para penari tersebut, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak ISI Denpasar yang telah mendukung pementasan siswanya.

Upaya Asti Pertiwi untuk meningkatkan kualitas diri dilakukan dengan cara melakukan latihan secara rutin. Kegiatan serta kiprah Asti Pertiwi  didukung penuh oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A.  “Asti Pertiwi ISI Denpasar akan semakin dekat dengan masyarakat, dengan seringnya tampil dan “ngaturang ayah”, yang juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas yang tentunya didapat dengan berlatih secara rutin”, harapnya .

Humas ISI Denpasar melaporkan

Loading...