M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Mahasiswa Peserta Workshop Internasional

Berikut ini kami sampaikan mahasiswa peserta WORKSHOP INTERNASIONAL yang akan diselenggarakan pada:

Tanggal : 28, 29 Oktober 2010

Pukul : 08.00 wita sampai selesai

Tempat: Kampus  ISI Denpasaar, sbb:

1. Adhe Kurniawan ( Seni Rupa Murni)

2. Wira Dharma P ( Seni Rupa Murni)

3. Edi Sugeng ( Seni Rupa Murni)

4. I Gst. Putu Ambara Wibawa ( Seni Rupa Murni)

5. Isnah Nur Bintari Kurnia H (Kriya Seni)

6. Ali Akbar (Kriya Seni)

7. I Nyoman Endra (Kriya Seni)

8. I Wayan Gede Wiryana (Kriya Seni)

9. R. Koen Adji Pratama (Desain Interior)

10. Aris Adenan Syakar (Desain Interior)

11. I Komang Swakarma Satwika (Desain Interior)

12. Ni Made Sri Wahyuni Trisna (Desain Interior)

13. Ni Made Esthy Indrayani (DKV)

14. Ni Putu Ayu Kusuma Dewi (DKV)

15. Bagus Made Bayu Suwirya (DKV)

16. Putu Agus Eka Prasantika (DKV)

17. Desak Putu Yogi Antari (Fotografi)

18. Bina Isyawan (Fotografi)

19. Agus Santosa (Fotografi)

20. Made Agus Hendra Kusuma (Fotografi)

Denpasar, 26 Oktober 2010

Kasubbag umum dan keuangan

ttd

Ni Putu Swandayani, SE

NIP. 196703041994032001

Pelelangan Umum

PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM

Nomor : 11906/UPBJ/ISI/X/2010

1.   Institut Seni Indonesia Denpasar pada Tahun Anggaran 2010, akan melaksanakan pelelangan umum dengan pascakualifikasi, sebagai berikut :

No Paket Pengadaan Bidang/Sub Bidang Pagu Anggaran
1. Pengadaan AC Mekanikal Elektrika Rp.      500.000.000
2. Pengadaan Sound System Elektronik Rp.      750.000.000
3. Pengadaan Lampu Pertunjukan Elektronik Rp.      750.000.000
4. Pengadaan Lampu Taman Elektronik Rp.      500.000.000
5. Pengadaan Meubelair Elektronik Rp.   1.000.000.000
6. Pengadaan Alat Elektronik Elektronik Rp.   1.200.000.000
7. Pengadaan Pakaian Tari dan Penabuh Alat Kesenian Rp.      400.000.000
8. Pengadaan Gamelan Alat Kesenian Rp.      250.000.000
9. Pengadaan Barong Alat Kesenian Rp.      150.000.000

2.   Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Lelang mulai tanggal 27 Oktober s.d. 04 Nopember 2010 setiap hari kerja pada sekretariat panitia, Jalan Nusa Indah Denpasar mulai pukul 10.000 Wita – 13.00 Wita.

3.   Syarat Pendaftaran bagi penyedia barang adalah :

a. Surat permohonan pendaftaran bermaterai Rp. 6.000 dilampiri foto copy SIUP sesuai bidang/sub bidang tersebut di atas dengan menunjukkan asli pada saat pendaftaran

4.   Penyedian Barang (Direktur utama/kuasanya) wajib menandatangani Pakta Integritas sebelum pengambilan dokumen lelang atau pada saat pendaftaran. Yang menerima kuasa harus tercantum dalam akta perusahaan/perubahan (bagi yang menguasakan) dengan membawa surat kuasa bermaterai Rp. 6.000,-

5.   Catatan :

a. Pagu anggaran tersebut masih dalam pembahasan di Depkeu;

b.Apabila terjadi perubahan atau pembatalan pagu anggaran, penyedia barang tidak dapat menuntut atau menerima ganti rugi dari panitia;

c. Kontrak ditandatangani setelah mendapat persetujuan dari Depkeu.

Denpasar, 26 Oktober  2010

Panitia Lelang

Kelompok lukisan Pita Maha yang mengalami pembaharuan, Bagian II

Kelompok lukisan Pita Maha yang mengalami pembaharuan, Bagian II

Kelompok lukisan yang secara utuh mengalami pembaharuan pada bidang tema, proporsi, anatomi plastis, pewarnaan, dan sinar bayangan dalam lukis Pita Maha

Oleh: Drs. I Dewa Made Pastika

a. Judul lukisan         : Pasar di Bali

Bahan                       : Kanvas dan cat tempra

Tahun pebuatan        : 1955

Seniman                   : Anak Agung Gede Sobrat.

Obyek lukisan

Lukisan karya yang berjudul: Pasar di Bali karya Anak Agung Gede Sobrat menggambarkan suasana keramaian pasar tradisional di desa. Di dalam pasar didominasi bentuk manusia dengan ukuran besar. Pada latar depan seorang wanita dalam posisi badan membungkuk sedang mengambil barang dagangan (pepaya), dan di sebelahnya seorang lelaki memakai topi anyaman bambu, sambil memegang tangkai keranjang. Tingginya hampir memenuhi tinggi bidang kanvas, badan dalam posisi menggeliat sambil melihat kebawah. Di sebelah kiri, seorang wanita berdiri, menjunjung dagangan  sambil menyodorkan buah pisang memandang kebawah  kearah wanita yang sedang duduk didepannya, yang membawa dagangan  buah mentimun. Dibelakang wanita penjual mentimun, seorang lelaki berjalan sambil memikul ” besek ” (keranjang), berhadapan dengan wanita tua yang menjujunng keranjang sambil membawa seikat uang kepeng, sebagai alat tukar pada jaman dulu. Sedangkan di bagian belakang kelihatan wajah seorang wanita menghadap kebawah. Figur manusia laki dan perempan sebagai obyek utama diselingi oleh berbagai peralatan yang diperlukan di pasar dan buah dalam berbagai jenis sebagai pelengkap untuk mencapai tujuan membentuk suasana kesibukan di pasar.

Kesatuan (unity) atau keutuhan.

Kesatuan atau unity adalah merupakan hubungan bagian-bagian, satu dengan yang lainnya, dan satu dengan keseluruhan dari unsur-unsur rupa. Hubungan antara bagian-bagian dalam lukisan ini dapat diperhatikan hubungan antara wanita yang sedang mengambil pepaya dan laki-laki yang berdiri di depannya, menghadap kebawah ada kontak seolah-olah sedang berkomunikasi berdua. Demikian pula wanita yang berdiri menjunjung dagangan sambil membawa pisang sedang berkomunikasi dengan wanita didepannya dan pria yang  sedang memikul (besek) keranjang, erat kaitannya dengan wanita tua di depannya. Setiap pasangan yang telah menyatu dalam bagian-bagian, membentuk hubungan dengan bagian yang lain secara menyeluruh (utuh). Obyek lain seperti berbagai jenis buah-buahan dan peralatan lainnya membentuk hubungan dengan figur manusia yang saling memerlukan. Figur manusia memerlukan keberadaan buah-buahan dan peralatan lain, demikian pula buah-buahan memerlukan keberadaan figur manusia, maka terjadi saling hubungan atau kesatuan yang kompak. Obyek manusia dan obyek lain dengan garis kontour yang tegas, tidak sama kekuatannya, atau ketebalannya merupakan alat pemersatu antara obyek yang dilukis. Obyek lukisan terutama  manusia digambar secara utuh, tidak ada bagian tubuh yang terpotong semua kelihatan sempurna.

Kelompok lukisan yang secara utuh mengalami pembaharuan pada bidang tema, proporsi, anatomi plastis, pewarnaan, dan sinar bayangan dalam lukis Pita Maha, selengkapnya

Kemendiknas Bentuk Badan Khusus Guru

Kemendiknas Bentuk Badan Khusus Guru

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akhirnya membentuk badan baru sebagai pelaksana teknis untuk mengurusi kesejahteraan dan perlindungan guru.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, ranah yang akan dikembangkan secara khusus di badan ini adalah perlindungan guru sebagai profesi. Selain itu, badan ini juga akan mengembangkan kode etik guru dan pengembangan pelaksanaan dari kode etik itu.
Menurut Nuh, badan baru tersebut secara khusus juga akan mengembangkan profesionalitas guru dan dosen. ”Semua tentang peningkatan kompetensi,kualifikasi, dan sertifikasi tidak lagi berada di bawah tanggung jawab direktorat jenderal, tetapi di bawah naungan badan ini yang juga di bawah komando Mendiknas. Ini merupakan realisasi dari empat prioritas program 2011 Kemendiknas,”tegas Nuh di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu mengatakan, dengan struktur baru tersebut, direktorat jenderal hanya akan mengurusi penempatan dan kebutuhan guru saja. Namun, Mendiknas tidak menjelaskan alokasi anggaran yang akan diterima badan ini. Nuh hanya mengungkapkan, dana yang diberikan akan mampu mengurus guru sehingga tidak akan telantar.
Mendiknas menyatakan,meski ada perubahan struktur baru di keorganisasian Kemendiknas, badan ini tidak akan banyak mengubah item kegiatan yang sudah ada di pagu anggaran,sebab hanya ada pergeseran kewenangan saja. ”Nama badan baru tersebut Badan Pengembangan Profesi dan Penjaminan Mutu,tapi nama ini masih bisa diubah karena belum final,” ungkapnya.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo mengatakan,Kemendiknas harus menjamin kewenangan yang jelas antara badan dan dirjen yang mengurus guru. Jangan ada tumpang tindih antara dua institusi ini sehingga jaminan kesejahteraan dan perlindungan guru menjadi terbengkalai. ”Pengurusan guru harus diotonomikan ke badan ini,” tegasnya. Sulistyo mengatakan, terbentuknya badan ini merupakan desakan dari PGRI yang awalnya menolak pembubaran Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK).
Awalnya, PGRI juga meminta dibentuknya suatu badan khusus guru yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Karena itu, Sulistyo menyatakan mengapresiasi badan baru bentukan Kemendiknas ini dan meminta segera beroperasi. Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini menjelaskan, badan baru ini harus menjamin tiga perlindungan terhadap guru. Di antaranya perlindungan hukum, profesi, dan guru harus bebas dari tekanan pihak mana pun.
”Perlindungan ini seharusnya diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah dibantu dengan organisasi profesi serta seluruh satuan masyarakat. Namun, kenyataannya guru sama sekali tidak terlindungi,” tandasnya. Mengenai siapa pimpinan kepala badan ini, Sulistyo meminta agar Mendiknas memilih orang yang berpengalaman di dunia pendidikan, khususnya guru. Tidak hanya pemimpinnya, PGRI juga meminta seluruh jajaran di badan baru ini juga diisi oleh orang-orang yang tahu seluk beluk dunia guru. (neneng zubaidah)

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/359776/

PT Penting Kelola Jurnal Ilmiah Online

PT Penting Kelola Jurnal Ilmiah Online

SEMARANG – Untuk meningkatkan peringkat serta dikenal di seluruh dunia, setiap perguruan tinggi (PT) perlu mengembangkan jurnal ilmiah online.
Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama (PRPKs) Undip Semarang Muhammad Nur menyebutkan, dengan jurnal ilmiah online, dapat dengan mudah dirujuk dan dibaca masyarakat dunia. “Peningkatan aksebilitas websitejurnal- jurnal ilmiah di lingkungan Undip menjadi penting di era global ini, terutama website yang berbahasa Inggris,”katanya kemarin.
Dia menjelaskan,keberhasilan program tersebut, nantinya dapat diukur dengan menggunakan indikator peningkatan naiknya jumlah pengunjung dari waktu ke waktu, yang juga merupakan tolak ukur dari pemeringkatan webometric. “Dengan penyediaan artikel ilmiah secara online di masing-masing jurnal ilmiah di Universitas Diponegoro, akan meningkatkan jumlah sitasi (kunjungan,unduhan,rujukan) terhadap hasil-hasil karya Undip,” ujar Muhammad Nur.
Pengelola International Journal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Prof Ambariyantomengatakan,pengalaman dalam mengelola jurnal ilmiah onlineharus konsisten. “Diperlukan sumberdaya manusia yang mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap pengelolaan jurnal dan website dengan baik, kuncinya adalah tetap konsisten.
Sedangkan untuk jurnal-jurnal yang akan dipublikasikan tentunya kualitas artikel akan dinilai oleh akreditasi jurnal nasional,” katanya. Sementara itu,Tim Webmaster Undip Istadi menjelaskan,penggunaan jurnal onlineini sangat penting bagi para pembuat jurnal, sebagai publikasi ilmiah. Seluruh jurnal ilmiah di lingkungan Undip ke depan memiliki sistem manejemen dan pengelolaan secara online,meliputi tim manajer, online submission, online tracking, online reviewer, online editor work, online layout dan copy editing,”kata Istadi. (susilo himawan).

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/359638/

Proses Terbentuknya dan Proses Garapan Karya  Group Maliq Ghodong di Surakarta

Proses Terbentuknya dan Proses Garapan Karya Group Maliq Ghodong di Surakarta

Oleh: Galih Febri Hastiyanto

Pendahuluan

Jika kita membicarakan tentang perkembangan group-group band masa kini, kita bisa melihat banyaknya group-group band pop yang mendominasi dalam dunia musik Indonesia yang dimana kemunculan group band jaman sekarang hanya band-band pop, disemua kalangan masyarakat ada yang antosias terutama di kalangan remaja-remaja putri, maka dari itu menyinggung tentang group band, kita hanya melihat karya-karya yang mungkin hampir setara dengan band-band lain, kalau kita liat di daerah Surakarta khususnya Solo.

Disini yang sering kita lihat adalah berbagai acara-acara musik etnik yang digelar agar kita bisa melihat ternyata salain band, musik-musik etnik, perkusi, ensamble dan kolaborasi juga bisa membius para penonton dan masyarakat yang belum pernah melihat musik seperti ini.

Disini yang ingin dibicarakan perkembangan group ensamble yang baru terbentuk, mungkin disini semua masyarakat belum tahu terbentuknya group ini yang terbentuk tahun 2009 kemarin, disinilah penulis mengangkat group ensamble ini dengan acuan supaya keberadaan group ensamble ini bisa di terima dengan baik di hati para masyarakat khususnya Solo.

Latar Belakang

Group ensamble ini terbentuk tahun 2009 yang awal mulanya terbentuk di Kentingan dengan format pemain yang terdaftar di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, disini semua para personil group ensamble adalah mahasiswa Etnomusikologi yang terdaftar tahun ajaran 2009, group ini tergolong dalam seniman-seniman ‘kemaren sore’ karena diantara personil belum ada yang pernah menjajal di seni ensamble atau kolaborasi.

Maka masih banyak kebimbangan di antara mereka, namun di antara mereka saling memberikan keyakinan dan semangat ke personil-personil lainnya, dari keyakinan dan semangat mereka mampu menghasilkan sebuah karya yang sebetulnya masih banyak kekurangan di segi musikalitasnya, tetapi mereka mampu tampil dalam sebuah acara yang cukup dikenal di daerah Kentingan atau ISI Surakarta, walaupun ketidak siapan mental untuk menampilkan karyanya, mereka tampil dengan sangat baik walau masih banyak yang perlu dibenahi dan hingga mereka mampu menampilkan karya yang bisa memberikan kesan berbeda terhadap penonton, terbukti penonton memberikan aplouse yang keras buat kerja keras mereka.

Nama group ini pada awalnya adalah Himalaya yang terdiri dari 8 orang namun sekarang setelah terjadi transisi personil, maka nama group diubah menjadi Maliq Ghodong yang konon dikenal nama Maliq Ghodong adalah membalikkan daun, membalikkan selembar daun yang jatuh dan sering dikaitkan dengan ilmu Filsafat yang menandakan manusia sedang menunggu sebuah wahyu dari balik daun yang jatuh tak jauh dari pohonnya. Setelah masa transisi mereka sekarang terdiri dari 7 orang, dalam perjalanan mereka yang masih singkat ini mereka pernah menjamah acara keluarga besar Etnomusikologi yaitu dalam acara All Etno yang ke 6, acara ini secara turun-temurun selalu banyak dengan kejutan-kejutan dari adik-adik mahasiswa baru, maka acara ini jangan sampai tidak terlaksana dikarenakan acara yang paling ditunggu oleh mahasiswa-mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tentunya.

Proses Terbentuknya dan Proses Garapan Karya Group Maliq Ghodong di Surakarta, selengkapnya

Loading...